NovelToon NovelToon
Mantan Suami, Lihatlah Aku Sekarang!

Mantan Suami, Lihatlah Aku Sekarang!

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:919
Nilai: 5
Nama Author: Vyyy ink

Diceraikan saat hamil dan dibiarkan mati, Clarissa bangkit dalam tubuh Elena—gadis bangsawan super kaya.

Kini Clarissa menguasai dunia, membuang status wanita tertindas, dan naik ke puncak tertinggi. Saat sang mantan suami datang merangkak memohon ampun di kakinya, Elena tersenyum sinis:

"Mantan suami, lihatlah aku sekarang! Kamu bahkan tidak pantas menyentuh ujung gaunku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vyyy ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tantangan dari Seberang Wilayah

Langkah kaki para pelayan yang bergerak cepat namun tanpa suara memenuhi koridor panjang menara barat Kastel Obsidian. Setelah fajar pertama pasca-pernikahan megah itu menyingsing, kesibukan baru langsung tercipta di dalam istana kuno tersebut. Berkas-berkas dokumen kerja sama internasional, laporan pergerakan bursa efek domestik, hingga persiapan logistik pribadi mulai ditata rapi di dalam ruang kerja utama. Elena tidak memberikan waktu sedetik pun bagi musuh-musuhnya di luar sana untuk bernapas lega. Kemenangan atas Secilia Group hanyalah pembuka dari permainan catur finansial yang jauh lebih besar.

Di dalam ruang kerja pribadi yang bernuansa gothic modern, Elena berdiri tegak di dekat dinding kaca raksasa. Dia telah mengganti gaun tidurnya dengan pakaian harian yang sangat elegan—sebuah gaun terusan rajut kasmir berwarna biru dongker yang dipadukan dengan blazer putih salju di pundaknya. Rambut peraknya yang panjang dikuncir kuda dengan menyisakan beberapa helai membingkai wajah cantiknya yang bersinar. Sepasang mata safir birunya yang jernih menatap ke arah pelabuhan utara yang kini dipenuhi oleh kapal-kapal kargo raksasa milik aliansi *Aethelgard Holdings*.

"Nona Elena," suara Sekretaris Lin terdengar sangat sopan dari arah pintu masuk setelah memberikan ketukan lembut sebanyak tiga kali. Pria muda itu melangkah masuk dengan raut wajah yang dipenuhi oleh ketegangan, membawa sebuah kotak kayu ukir berwarna hitam dengan lambang bunga mawar perak di bagian penutupnya. "Seorang kurir khusus dari faksi bangsawan kuno Ibu Kota Imperial baru saja tiba di gerbang luar kastel. Dia menyerahkan kotak ini dan menyatakan bahwa ini adalah pesan pribadi yang dikirimkan langsung oleh Nyonya Besar Victoria von Obsidian untuk Anda."

Elena membalikkan tubuh anggunnya dengan sangat perlahan, membiarkan blazer putihnya berdesir mewah. Mendengar nama Nyonya Besar Victoria—bibi kandung Xavier sekaligus ketua Dewan Tetua Ibu Kota—sudut bibir merah Elena perlahan terangkat membentuk seulas senyuman sinis yang teramat tipis namun mematikan.

"Letakkan kotak itu di atas meja, Lin," perintah Elena, suaranya terdengar merdu namun sedingin es kutub yang menusuk ulu hati.

Elena melangkah mendekati meja kerja mahoninya. Cincin pernikahan berlian hitam berbentuk mahkota kecil di jari manis tangan kanannya berkilau tajam di bawah pantulan cahaya lampu gantung kristal. Dia membuka kotak kayu ukir tersebut dengan gerakan jari yang sangat santai, mengabaikan protokol keamanan karena dia tahu Victoria terlalu sombong untuk menggunakan trik fisik murahan.

Di dalam kotak tersebut, tergeletak sebuah surat undangan formal berbahan beludru ungu tua berlapis benang emas murni. Di atas kartu itu, tertulis barisan huruf kaligrafi yang mengundang Duke Xavier untuk menghadiri *Gala Finansial Imperial* di Ibu Kota minggu depan. Namun, yang menarik perhatian Elena adalah selembar nota kecil berkertas hitam yang diselipkan di balik undangan tersebut. Di sana tertulis kalimat pendek dengan tulisan tangan yang sangat angkuh:

"Darah murni keluarga Obsidian tidak akan pernah menerima seorang wanita janda dengan masa lalu yang cacat di dalam aula kehormatan Ibu Kota. Datanglah sendirian, Xavier, atau saksikan seluruh hak veto investasi domestikmu dibekukan oleh Dewan Tetua.'"

"Sebuah provokasi yang sangat kekanak-kanakan dari sekumpulan orang tua yang ketakutan kehilangan takhta masa lalu mereka," desis Elena hambar, melempar kertas hitam itu kembali ke dalam kotak dengan pandangan penuh penghinaan yang teramat dalam.

Sret...

Pintu ruang kerja utama didorong terbuka dari luar dengan satu gerakan yang sangat tegas dan berwibawa. Duke Xavier melangkah masuk dengan setelan jas formal hitam kustom tiga potong yang sangat menawan. Aura dominasi seorang penguasa bayangan distrik finansial yang melekat pada tubuh jangkungnya langsung menekan seluruh atmosfer di dalam ruangan, membuat Sekretaris Lin refleks membungkuk hormat dengan tubuh yang kaku karena terintimidasi.

Xavier mengabaikan keberadaan Lin dan langsung berjalan tegak mendekati Elena. Dengan gerakan yang sangat lembut namun dipenuhi oleh sifat posesif yang mutlak, kedua lengan kokohnya melingkar di pinggang ramping Elena dari arah belakang, menarik tubuh wanita perak itu agar bersandar penuh pada dada bidangnya yang hangat seolah ingin menegaskan kepada seluruh isi dunia bahwa Elena adalah miliknya sendiri yang tak boleh diusik oleh siapa pun.

"Apa yang dikirimkan oleh wanita tua itu kepadamu, Elena?" bisik Xavier dengan suara baritonnya yang berat, dalam, dan bergetar rendah tepat di dekat telinga Elena. Dia menundukkan kepalanya sejenak untuk mengecup lembut permukaan kulit leher Elena yang halus, menyalurkan kehangatan protektif yang mutlak.

Elena mengambil surat beludru ungu tua itu lalu menunjukkannya ke hadapan wajah Xavier. "Bibimu sedang mencoba menggunakan hak veto adat kuno milik Dewan Tetua Ibu Kota untuk mengancam jalur investasi Aethelgard Holdings, Xavier. Dia memintamu datang sendirian ke Gala Imperial minggu depan dan meninggalkan 'wanita kotor' ini di Secilia City."

Mendengar kata-kata 'wanita kotor' dan ancaman veto, sepasang mata abu-abu gelap milik Xavier seketika menyipit tajam, memancarkan kilat membunuh yang sangat pekat sedingin es kutub. Urat-urat di sekitar rahang tegasnya menegang rapat, dan tekanan mental yang keluar dari tubuh tegap sang Duke membuat Sekretaris Lin di dekat pintu terpaksa menahan napasnya karena ketakutan yang luar biasa.

"Victoria benar-benar sudah bosan menikmati masa tuanya di Ibu Kota," desis Xavier dengan suara rendah yang sangat berbahaya, sarat akan janji kematian bagi siapa pun yang berani menghina istrinya. "Dewan Tetua mengira karena mereka memegang kendali atas bank sentral konsorsium pusat, mereka bisa mendikte siapa wanita yang layak berdiri di samping takhtaku? Mereka salah besar."

Xavier mempererat pelukan posesifnya pada pinggang Elena, menatap lurus ke dalam sepasang mata safir biru istrinya dengan intensitas cinta yang mendalam. "Kita akan berangkat menuju Ibu Kota esok pagi menggunakan kereta eksekutif pribadi Obsidian, Elena. Aku tidak akan membiarkanmu tinggal di sini sendirian. Kita akan melangkah masuk ke dalam aula gala mereka bersama-sama, mengenakan mahkota ini, dan aku sendiri yang akan memastikan bahwa setiap bibir tua yang berani melayangkan kata meremehkan kepadamu... akan membayar lunas kelancangan mereka dengan kebangkrutan total dari faksi perbankan mereka."

Elena mengulas senyuman sinis yang teramat tipis namun sangat memukau di bibir merahnya. Jiwa Clarissa di dalam dirinya sama sekali tidak merasa gentar menghadapi ancaman Dewan Tetua; penderitaan maut di masa lalu telah menempa mentalnya menjadi sekeras batu baja yang tak tertembus oleh intimidasi murahan.

"Aku tidak akan membiarkan mereka menggunakan hak veto itu, Xavier," ucap Elena dengan nada suara yang sangat tenang penuh dengan kalkulasi bisnis tingkat tinggi. "Lin, hubungi tim analis keuangan Aethelgard Holdings di distrik utara sekarang juga. Instruksikan mereka untuk mulai membeli secara perlahan seluruh surat utang subordinasi milik 'Imperial Central Bank' dari pasar sekunder sepanjang malam ini. Sebelum kereta kita menginjakkan kaki di stasiun pusat Ibu Kota besok siang... aku ingin memastikan bahwa sumbu peledak dari brankas kekayaan Dewan Tetua sudah berada di dalam genggaman tanganku."

"Baik, Nona Elena! Perintah dilaksanakan!" jawab Lin dengan nada penuh semangat sebelum berbalik tergesa-gesa keluar dari ruang kerja untuk melaksanakan strategi perang finansial berskala nasional tersebut.

Xavier menundukkan kepalanya lebih dalam, mengunci bibir merah Elena dengan sebuah kecupan yang sangat dalam, hangat, dan penuh gairah—sebuah kecupan suci yang mengunci janji setia mereka di bawah siraman cahaya matahari pagi. Perang dengan faksi bangsawan kuno Ibu Kota telah resmi dimulai, namun di bawah perlindungan mutlak sang penguasa Obsidian dan kecerdasan mematikan dari sang permaisuri perak, seluruh takhta tertinggi negara akan segera merasakan bagaimana badai pembalasan mereka bekerja meruntuhkan keangkuhan masa lalu hingga menjadi abu yang terlupakan.

1
Noey Aprilia
Waahhhh....
Slmt buat klian brdua....ga mst nunggu lma,clon pewaris udh hdir....
xavier pst mkin posesif.....
Noey Aprilia
Wooowww.....
Elena slalu luarrrrr biasa....mreka pnts jd raja dn ratu brkuasa,scra spa pun yg mau mnjtuhkn mreka pst akan kalh...
yg 1 pnya kuasa,yg 1 otaknya emng jenius....
btw...slmt jd gembel buat mreka yg awlnya songong.....😛😛😛
Noey Aprilia
Hai kk...
aku udh mmpir...slm knal....
btw,aku ngebut bcanya krna pgn cpt komen.....😁😁😁....
brskap songonglh slagi klian bsa,abs tu siap2 mmhon sm orng yg klian hina....🙄🙄🙄
Noey Aprilia: Sama2....smngttt....😘😘😘
total 2 replies
Raisha Mieyka
terbaik kk.. tolong up scptnyaaa episodny
VyyInk: diusahakan kka🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!