Xiao Lin seorang pemuda murid pelayan di sebuah sekte di bagian timur kekaisaran Angin Surgawi. terkenal sebagai sampah dan selalu di bully oleh murid lain.
Hingga suatu hari saat ia melihat teman nya hampir terbunuh. tiba tiba ia kalap mata dan membunuh murid luar tersebut. namun ia tak menyadari hal apa yang sudah terjadi.
nasib apakah yang di tanggung Xiao Lin di sekte setelah pembunuhan terjadi? mampu kah ia keluar dari masalah itu?
saksikan perjalan hidup Xiao Lin untuk menjadi kuat. membantai setiap musuh yang menghalangi jalan kultivasi nya. hanya di sini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24: Bentrokan Dua Kapal di Angkasa
Kapal Layar Pedang Surgawi membelah samudra awan dengan kecepatan luar biasa. Angin kencang di ketinggian ribuan meter menghantam pelindung tak kasatmata kapal, menciptakan riak cahaya keemasan yang indah di sekeliling lambungnya.
Di atas geladak, Xiao Lin berdiri menyendiri di dekat pagar pembatas. Dia membiarkan matanya yang jernih menatap hamparan daratan Benua Bawah yang tampak begitu kecil di bawah sana.
Tiba-tiba, dari arah timur laut, awan-awan putih yang tenang mendadak bergolak dahsyat. Suara gemuruh guntur yang berat mulai terdengar sayup-sayup, disusul oleh kilatan petir ungu yang menyambar-nyambar di udara kosong.
"Ada kapal lain mendekat!" teriak salah seorang murid dalam yang berjaga di anjungan depan.
Dari balik pusaran awan mendung yang tebal, sebuah kapal perang raksasa berwarna hitam legam meluncur keluar. Kapal itu dihiasi oleh tiang-tiang pemancar petir dari tembaga murni, dan di layarnya yang besar, terukir lambang petir menyilang yang sangat megah.
Itu adalah Kapal Guntur Pemusnah milik Kuil Guntur Surgawi—salah satu dari tiga sekte penguasa di Benua Bawah, yang terkenal dengan kultivasi elemen petir mereka yang destruktif dan temperamen murid-muridnya yang sangat agresif.
Kedua kapal terbang raksasa itu kini bergerak sejajar dengan jarak hanya sekitar seratus meter. Kecepatan mereka melambat secara drastis, menciptakan ketegangan instan yang membekukan udara di atas langit fana.
Di atas geladak Kapal Guntur Pemusnah, puluhan murid mengenakan jubah ungu ketat berhiaskan sulaman kilat perak tampak berdiri berkumpul. Di barisan paling depan, seorang pemuda bertubuh kekar dengan rambut merah cepak melangkah maju ke tepi pembatas kapal.
Pemuda itu adalah Lei Hu, murid terkuat nomor lima di jajaran murid dalam Kuil Guntur Surgawi. Kultivasinya telah mencapai Qi Gathering Tingkat 6 Puncak.
Lei Hu menatap ke arah kapal Sekte Pedang Benua dengan pandangan meremehkan, lalu tertawa terbahak-bahak hingga suaranya yang berlapis Qi petir menggelegar memekakkan telinga.
"Hahaha! Aku kira siapa yang lewat, ternyata hanya sekumpulan tukang main pedang mainan dari Sekte Pedang Benua!" teriak Lei Hu dengan nada penuh provokasi.
"Kudengar sekte kalian kekurangan genius hingga harus mengirim seorang bocah ingusan tingkat 4 awal sebagai perwakilan murid dalam? Apakah sekte kalian sudah siap untuk berlutut dan menyerahkan seluruh wilayah tambang batu spiritual di Lembah Angin Mati tahun ini?!"
Mendengar penghinaan terang-terangan tersebut, para murid dalam Sekte Pedang Benua di atas geladak langsung naik pitam. Beberapa dari mereka bahkan sudah menggenggam gagang pedang dengan napas memburu. Namun, mereka tahu diri; Lei Hu adalah monster tingkat 6 puncak yang terkenal kejam, tidak mudah dihadapi oleh murid tingkat 5 biasa.
Xiao Lin sendiri hanya mengerjipkan matanya dengan tenang, sama sekali tidak terpancing oleh ejekan yang jelas-jelas diarahkan kepadanya sebagai satu-satunya tingkat 4 di kapal itu.
"Tsk... serangga bodoh berkepala merah," desis Sang Iblis di dalam kepala Xiao Lin dengan nada malas.
"Suaranya berisik sekali. Bocah, jika kau mengizinkanku mengambil alih selama tiga detik, aku akan melipat ruang di bawah kapalnya dan menjatuhkan mereka semua ke tanah seperti pangsit rebus."
‘Tenanglah. Diaken dan Tetua Agung sedang mengawasi dari dalam anjungan,’ sahut Xiao Lin menenangkan jiwanya sendiri.
Tepat saat atmosfer di antara kedua kapal semakin memanas, sesosok pemuda berpakaian jubah biru tua melangkah maju dari barisan murid Sekte Pedang Benua. Langkah kakinya sangat lambat, namun setiap kali kakinya mendarat di atas kayu geladak, terdengar suara dengungan pedang yang halus namun tajam.
Dia adalah Jian Chen, murid dalam terkuat nomor lima dari Sekte Pedang Benua. Kultivasinya juga berada di ranah Qi Gathering Tingkat 6 Puncak, setara dengan Lei Hu.
Jian Chen berdiri di samping pembatas kapal, menatap Lei Hu dengan mata yang dingin seperti es musim dingin. Tangan kanannya bertumpu dengan santai pada gagang pedang tipis di pinggangnya.
"Lei Hu dari Kuil Guntur," ucap Jian Chen dengan suara yang tidak keras, namun anehnya sanggup memotong gemuruh petir di sekitar kapal musuh.
"Mulutmu rupanya masih sama kotornya seperti setahun yang lalu. Jika kau begitu tidak sabar untuk merasakan bagaimana tajamnya pedangku memotong lidah merahmu itu, kenapa kita tidak menyelesaikannya di sini sekarang sebelum sampai di Lembah Angin Mati?"
WUSH!
Begitu kata-kata itu terlontar, sebuah niat pedang (Sword Intent) yang sangat tajam meledak dari tubuh Jian Chen, melesat menyeberangi jarak seratus meter dan menghantam pelindung angin Kapal Guntur Pemusnah hingga berbunyi berderit keras.
Senyum mengejek di wajah Lei Hu seketika menghilang, digantikan oleh raut wajah yang serius dan dipenuhi oleh kilatan haus darah.
"Jian Chen... kau rupanya sudah tidak sabar untuk mati!" geram Lei Hu. Tubuhnya mulai diselimuti oleh percikan-percikan listrik ungu yang mengeluarkan suara gemertak berbahaya.
Dua murid terkuat nomor lima dari masing-masing sekte kini saling mengunci pandangan. Udara di antara kedua kapal terbang raksasa itu mendadak menjadi sangat distorsif, dipenuhi oleh benturan tak kasatmata antara energi petir yang meledak-ledak dan energi pedang yang tajam menusuk!
bossss
🐉🐉🐉🐉💪💪💪💪
wuss
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
👻👻👻👻👻👻
jedug
🐉🐉🐉🐉🐉
🐉🐉🐉🐉🐉
fgjkitrcv
🐉
🐉🐉
🐉🐉🐉
uh
kejam
kejam
7
🐉🐉🐉
pitu
bantai
🐉🐉🐉🐉
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
wolu
🐉👻🐉👻🐉
10
🐉
11
hukum Konoha
👻👻🐉🐉
9
🐉👻
8
🐉
12
🐉