NovelToon NovelToon
Fotografer Plus Plus 2

Fotografer Plus Plus 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Anak Lelaki/Pria Miskin
Popularitas:21.5k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Sama seperti bosnya, Adnan juga punya hobi mengambil foto dengan kameranya. Namun hobinya berubah jadi obsesi ketika dia ketagihan mendapatkan job 'fotografer p|us-p|us'. Semua itu berawal saat Adnan menemukan kamera tua milik mendiang ayahnya di lemari.

Kamera tua itu mampu membuat Adnan melihat dalam mode tembus pandang, lalu mode menampilkan yang tak kasat mata, bahkan sampai mode ronsen yang digunakan dalam kedokteran. Gilanya lagi, kamera itu mampu bisa membuat wanita klepek-klepek pada Adnan. Bagaimana bisa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24 - Membuktikan

Adnan menggenggam setir begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih. Ia tahu tak ada gunanya berbicara tanpa bukti. Kata-kata saja tak akan pernah cukup untuk meyakinkan seseorang yang mendengar hal mustahil untuk pertama kalinya. Jika dia ingin Liza percaya, jika ia ingin seseorang memahami betapa mengerikannya apa yang ia temukan, ia harus menunjukkan sendiri kekuatan aneh benda itu.

"Kalau begitu..." ucap Adnan pelan, suaranya mantap meski hati berdebar cemas. "Biarkan aku membuktikannya padamu."

Ia menepikan mobil ke bahu jalan yang sepi dan teduh, lalu mematikan mesin sepenuhnya. Adnan berbalik menghadap Liza, lalu menyodorkan kamera tua itu ke arah gadis yang masih menatapnya dengan tatapan prihatin namun ragu.

"Pegang ini," perintahnya lembut namun tegas. "Arahkan lensanya tepat ke arahku. Lalu... tekan tombol kecil berwarna kuning di sisi sampingnya."

Liza menatap kamera itu ragu-ragu. Matanya beralih ke wajah Adnan, mencari tanda apakah pria itu sedang bercanda atau tidak. Namun yang dia temukan hanyalah kesungguhan yang mendalam di mata lelah itu.

"Adnan... ini konyol," tolaknya pelan, menarik tangannya ke belakang. "Aku tidak mau ikut-ikutan hal yang tidak masuk akal."

"Tolong, Liza," pinta Adnan dengan nada memohon yang tak pernah ia tunjukkan sebelumnya. "Hanya sebentar. Kalau setelah ini kau masih menganggapku gila, aku tidak akan pernah membicarakannya lagi. Kumohon..."

Tatapan mata Adnan yang memohon membuat pertahanan Liza runtuh. Dengan ragu yang masih menyelimuti hati, akhirnya gadis itu mengulurkan tangan dan mengambil benda itu. Kamera itu terasa lebih berat dan dingin dari yang dirinya bayangkan.

"Baiklah," ucapnya pasrah. "Aku lakukan ini hanya untuk membuktikan kalau kau sedang kelelahan berlebihan."

Liza mengangkat kamera itu, mengarahkan lensanya tepat ke wajah dan tubuh Adnan yang duduk tenang di kursi pengemudi. Ia mencari tombol yang dimaksud, dan menemukan bintik kuning kecil yang hampir tersamarkan oleh warna hitam bodi kamera. Dengan napas tertahan, dia menekannya.

Seketika itu juga, pandangan Liza berubah drastis. Mata telanjangnya masih melihat Adnan yang mengenakan kemeja rapi seperti biasa. Namun saat dia menatap lewat layar kamera kecil itu, jantungnya seolah berhenti berdetak.

Gambar Adnan yang berpakaian perlahan memudar, menjadi samar seperti kabut, lalu hilang sama sekali. Yang tersisa hanyalah sosok pemuda itu dalam wujud aslinya, tanpa sehelai benang pun menutupi kulitnya. Setiap lekuk tubuh, setiap garis otot, dan setiap bagian yang seharusnya tertutup kini terlihat jelas, nyata, dan tak tersembunyi sedikit pun di balik layar kecil itu.

Liza melongo lebar, napasnya tercekat di kerongkongan. Matanya tak bisa berkedip, terpaku pada pemandangan yang tak masuk akal itu. Refleks, tangannya melepaskan genggaman pada kamera itu seolah benda itu baru saja terbakar panas.

"AAAH!"

Teriakan kaget meledak dari mulutnya. Kamera itu melayang sebentar sebelum berhasil ditangkap kembali oleh Adnan dengan sigap. Wajah Liza seketika memerah padam, campuran antara rasa malu yang meluap dan keterkejutan yang luar biasa. Tubuhnya gemetar hebat, ia menutup mulutnya dengan kedua tangan, tak sanggup berkata-kata.

Adnan menarik napas panjang, meletakkan kamera itu kembali ke tempat aman, lalu menatap gadis itu dengan tatapan sendu.

"Sekarang..." suaranya terdengar berat dan getir. "Sekarang kau percaya?"

Liza masih ternganga, matanya menatap kosong ke arah Adnan, namun tak berani menatap wajah pria itu lekat-lekat lagi. Ia menelan ludah yang terasa pahit. Pemandangan tadi terlalu nyata untuk sekadar ilusi atau trik kamera biasa. Ia melihatnya dengan mata kepala sendiri, pakaian yang seolah tak ada, tembus pandang yang nyata.

"Mustahil..." bisiknya parau, kepalanya menggeleng pelan namun tak lagi yakin. "Itu... tidak mungkin ada alat seperti itu. I-itu tidak logis."

"Begitulah yang kukatakan," jawab Adnan pelan. "Aku juga tidak percaya sampai aku mencobanya sendiri. Tapi benda itu nyata. Dan rekaman ritual semalam... juga nyata."

Keheningan panjang kembali menyelimuti ruang mobil. Tawa mengejek dan rasa meremehkan yang tadi ada pada diri Liza kini lenyap tak berbekas. Digantikan oleh rasa ngeri yang perlahan merayap masuk ke dalam hatinya. Jika kamera itu benar-benar bisa melakukan hal gila seperti itu, maka apa yang dikatakan Adnan tentang makhluk bertanduk itu, mungkin saja benar adanya.

Liza meremas kedua tangannya di pangkuan, napasnya masih tersengal-sengal pelan. Ia menatap Adnan kembali, namun kali ini tatapannya berbeda. Tidak lagi ada keraguan, melainkan kekaguman bercampur rasa takut yang mendalam.

"Kau..." suaranya bergetar hebat. "Kau benar-benar tidak berbohong."

Adnan mengangguk pelan, matanya berkaca-kaca menahan segala beban yang selama ini ia pendam sendirian. "Seandainya aku bisa memilih, aku tidak akan pernah menemukan benda ini. Aku tidak akan pernah melihat apa yang kulihat semalam."

"Lalu pa yang harus kita lakukan? Apa kau butuh bantuanku?" tanya Liza lirih, tanpa sadar kata 'kita' keluar begitu saja dari bibirnya.

1
Mita Paramita
fighting Adnan jangan negatif thinking kalo ada klien baru 🫣 setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan bala bantuan 🤣🤣🤣
Mita Paramita
Liza khawatir sama Adnan wajar sih tinggal serumah sama cewek asing tapi positif thinking aja Liza kan mereka cuma temen 🤣🤣🤣 malah
Mita Paramita
Adnan hati hati jangan sampe diburu lagi sama pengikut sekte teman" Gladys 🤨 semoga next dapet job yang gampang 🤣🤣🤣 gak ada drama kejar kejaran
Mita Paramita
kerjaan lancar nih Adnan tinggal laporan sama Fira 🤣🤣🤣 Gladys debut jadi asisten 😝 paket lengkap nih buat adnan ngembangin usaha nya biar lebih banyak klien. Thor kasih tau donk latarbelakang keluarga Adnan, kenapa ayah nya bisa punya kamera ajaib 🤨
Mita Paramita
sabar Adnan diomel klien 🤣🤣🤣 kebanyakan masalah sih makanya lupa punya kewajiban lain😝 auto mesti cari asisten nih 🫣
Rommy Wasini Khumaidi
ohalah,ternyata mimpi
Mita Paramita
Adnan mending jujur aja nih ke Liza kalo sekarang lagi nolongin Gladys yang nyamar jadi sepupu cowok 🤣🤣🤣 siapa tau Liza punya solusi masalah ini 🤨 nyimpen kebohongan ga baik kelamaan 🤣🤣🤣
Mita Paramita
Adnan jadi salting 🤣🤣🤣 inget mimpi basah semalam untung cuma mimpi kalo jadi kenyataan bisa jadi rumit nih kedepannya 🤣🤣🤣
udah baca Thor novel terbarunya 🔥🔥🔥🔥seru
Desau: makasih selalu mampir kak🤭😍
total 1 replies
Mita Paramita
awwh Gladys jadi nakal gini🫣 namanya cowok normal pasti Adnan terbuai rayuan Gladys 🤣🤣🤣 jadi teman tapi mesra nih ujungnya 😝😝😝
MRYSS
tthor cerita si Angga kpn lanjut season dua nya udh hampir 2 tahun lebih gua nunggu
Desau: nanti ya kak, kebetulan aku belum dpt inspirasi terkait ceritanya 🤭
total 1 replies
Rommy Wasini Khumaidi
apakah itunya Adnan bisa berdiri?katanya Adnan diabetes thor?makanya novel yang sebelumnya direvisi karena Adnan anu² sama Liza
Desau: yg ini sdh kurevisi kak. di versi ini kubikin gk diabetes 😅
total 1 replies
TriAileen
samaaa dg diri ku. kl dg yg nama nya kecoa. mpe nangis2 dah q
A Sukanda
lanjutkan asiik ceritanya
A Sukanda
bagus
Mita Paramita
Adnan paket lengkap jadi cowok idaman Udah baik, penolong dan pantang nyerah dan ga takut kecoa 🤣🤣🤣 lanjut ceritain masalalu Gladys mungkin masih ada hubungan nya sama kamera ajaib
A Sukanda: keunapa ubah tamat nanggung bacanya nih
total 2 replies
Mita Paramita
Gladys jadi naksir gini sama Adnan 🤣🤣🤣 pesona goodboy Adnan gampang narik perhatian cewek disekelilingnya 😝
Mita Paramita
sandiwara genta sukses banget nih mba tari percaya 🤣🤣🤣 mungkin aja kedepannya Adnan dan genta bisa memecahkan misteri asal usul Kamera ajaib 😉
Mita Paramita
kasian ya Gladys kirain dia berniat jahat ternyata korban 🫣 Adnan selalu aja baik menolong siapa aja minta bantuan. Go Adnan 🔥🔥🔥
Mita Paramita
mungkin Gladys kena kutukan dari ritual itu makanya dia takut rekaman camera Adnan tersebar 🤨
Mita Paramita
mungkin Gladys mau ngadain ritual sekte ulang kn acara yang pertama gagal 🫣 Adnan gentleman banget 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!