NovelToon NovelToon
Petualangan Dua Bersaudara

Petualangan Dua Bersaudara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:257
Nilai: 5
Nama Author: LanLan.CNL

membalas dendam atas kematian keluarga dari seorang penghianat.

bercerita tentang Kenzie Laurent dan Reinzie Laurent yang telah menjadi yatim piatu, dua sosok saudara yang memiliki sifat yang berbanding terbalik Kenzie memiliki selera humor yang teramat konyol dan santai sedangkan Reinzie memiliki sifat normal dan sangat serius.

mereka berdua melakukan petualangan di dunia. Kaka beradik ini ingin membalas nyawa pada seorang penghianat yang telah membunuh orang tua mereka.

dan keduanya diseguhkan oleh petualangan yang mengubah takdir dari yang konyol menjadi sosok yang sangat di hargai serta di agungkan dan yang satunya akan menjadi seorang pendekar hebat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanLan.CNL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 24

...BAB 24: BERTEMU GURU MALAS, SAMA SEPERTI ARVENDEL...

...****************...

Di tengah halaman luas kediaman Master Helena yang beraura spiritual padat, Kenzie Laurent berdiri dengan kedua tangan bersedekap di dada. Sepasang mata merah padamnya menatap lurus ke arah Wulan Tsuyoki yang masih berdiri mematung menahan dongkol. Sambil menyunggingkan senyuman narsistik andalannya, Kenzie mulai memprovokasi gadis di hadapannya dengan nada merayu yang teramat menyebalkan.

"Baiklah... Apakah kita akan memulainya sekarang atau... kita harus menunggu sampai dirimu benar-benar siap, Nona?" celetuk Kenzie, sengaja mengedipkan sebelah matanya untuk memancing emosi.

Mendengar godaan receh dari pemuda yang usianya jauh di atasnya itu, urat di dahi Wulan seketika berkedut. Ia mendengus dingin sembari menatap tajam. "Anak baru, sebaiknya kamu diam dan jangan menaruh rasa percaya diri yang terlampau tinggi di hadapanku!" gertak Wulan ketus.

Melihat adu mulut yang mulai memanas, Master Helena yang sejak tadi bersandar anggun di koridor rumah akhirnya melangkah maju sedikit. Dengan kibasan tangan yang elegan, ia langsung menengahi. "Sudahlah, tidak perlu banyak bicara lagi. Karena Rava dan Liera sudah resmi mengibarkan bendera putih dan mundur, maka hanya ada Wulan yang menjadi penantangmu hari ini. Cepat mulai bertarung dan tentukan siapa yang akan menang!" perintah Helena tegas penuh wibawa.

Atmosfer di halaman kediaman yang megah itu mendadak berubah drastis. Puluhan murid biasa yang sejak tadi sedang bertugas menyapu daun kering dan membersihkan area kediaman langsung menghentikan pekerjaan mereka. Mereka terkejut bukan main melihat ketegangan yang terjadi antara sang murid suci dengan pemuda berambut perak tersebut. Dalam sekejap, kerumunan murid pria dan wanita langsung berkumpul di tepi halaman, mengubah area sunyi itu menjadi arena tontonan mendadak.

"Kakak Senior Wulan! Berikan dia pelajaran!"

"Tunjukkan kekuatan seorang Murid Suci, Kakak Wulan! Jangan biarkan anak baru itu bersikap lancang!"

Sorak-sorai riuh dari para murid langsung membahana, dan seratus persen dari mereka memberikan dukungan mutlak kepada Wulan Tsuyoki. Bagi pandangan mata para murid kelas umum, Kenzie bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan kakak senior mereka yang terkenal memiliki bakat luar biasa hebat serta berstatus sebagai salah satu dari Murid Suci jajaran elit akademi.

Wulan memang begitu dikagumi di seantero Akademi Gunung Langit. Bukan hanya karena bakat bertarungnya yang menakutkan, melainkan juga karena parasnya yang teramat cantik, anggun, dan menawan. Keindahannya tak luput dari rasa kagum dan pemujaan dari seluruh murid, baik pria maupun wanita. Bahkan, di balik layar, mayoritas murid pria di akademi selalu berkhayal dan mengidam-idamkan Wulan untuk menjadi pacar mereka. Mereka sering kali larut dalam khayalan liar, bermimpi bisa menjadi pria yang mendampingi Wulan suatu hari nanti.

Akan tetapi, Wulan sendiri sama sekali tidak pernah melirik ataupun memedulikan tatapan-tatapan penuh berhala dari para murid pria tersebut. Di dalam kepalanya, ia hanya fokus satu hal: berlatih keras demi menjadi seorang pendekar wanita yang paling hebat dan kuat di lima benua.

*Sreeeet!*

Pertarungan resmi dimulai ketika Wulan menghunuskan pedang spiritualnya dari sarungnya dengan gerakan yang sangat serius dan presisi. Auranya yang berwarna merah muda tipis mulai menyelimuti bilah senjatanya, menandakan ia tidak berniat menahan diri sedikit pun.

Namun, pemandangan kontras justru diperlihatkan oleh Kenzie. Pemuda berambut perak itu melangkah maju dengan gerakan yang teramat santai dan tidak serius. Jangankan mengeluarkan senjata, Kenzie bahkan membiarkan pedangnya sendiri tetap tersarung rapat di pinggangnya. Menurut jalan pikiran Kenzie yang licik, jika ia langsung bertarung dengan serius, maka segalanya tidak akan berjalan menyenangkan. Ia tidak ingin membuang-buang kesempatan emas ini untuk mendekati Wulan dan mempelajari karakteristik gaya bertarung sang Nona Cantik secara mendalam dari jarak dekat.

Melihat Kenzie yang hanya berjalan santai sembari bersiul kecil, hati Wulan semakin terbakar oleh rasa kesal. Tindakan pria di hadapannya ini benar-benar terasa seperti penghinaan besar, seolah-olah kemampuan Wulan sebagai seorang Murid Suci sama sekali tidak berharga di matanya.

"Kau meremehkanku?!" desis Wulan tajam.

Detik berikutnya, Wulan langsung mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya. Ia merapalkan jurus-jurus pedang tingkat tinggi yang telah ia pelajari selama bertahun-tahun di akademi. Kilatan cahaya pedang Wulan melesat beruntun, membentuk jaring tajam yang mengincar sudut pertahanan Kenzie. Wulan benar-benar berniat merontokkan total kesombongan pria menyebalkan di depannya itu.

Kenzie, yang sejak awal menganggap pertarungan ini tidak lebih dari sekadar main-main belaka, mulai memperlihatkan bakat aktingnya. Ia dengan sengaja melompat ke sana kemari, meliukkan tubuhnya dengan dramatis seakan-akan dirinya terpojok hebat atas kehebatan serangan pedang Wulan. Padahal, jika ada orang bermata jeli yang memperhatikan dengan saksama, Kenzie sebenarnya hanya sedang berputar-putar melangkah dengan santai tanpa seujung kuku pun pakaiannya tergores oleh bilah pedang Wulan.

Setelah dirasa cukup menikmati kedekatan mereka dan memahami ritme serangan sang Nona, Kenzie memutuskan untuk menyudahi sandiwaranya. Tepat saat pedang Wulan menusuk ke arah pundaknya, Kenzie menggeser kakinya satu senti ke samping. Dengan gerakan yang teramat cepat hingga tak kasat mata, ia memberikan satu sentakan ringan menggunakan dua jarinya tepat ke arah pergelangan tangan Wulan.

*Plakk!*

Sentakan yang sangat lembut, namun mengandung gelombang energi tersembunyi yang konsetratif. Sentakan itu seketika membuat seluruh aliran tenaga spiritual di tangan Wulan lumpuh mendadak, menyebabkan pedang berharga miliknya terlepas dari genggaman dan menancap di tanah. Kenzie sengaja mengontrol tenaganya seminimal mungkin agar serangan spontan itu tidak melukai kulit tubuh Wulan yang begitu mulus, mungil, dan tampak rapuh tersebut.

Wulan terkesiap, mundur dua langkah sembari memegangi pergelangan tangannya yang mati rasa. Matanya membelalak tidak percaya. Ia telah kalah... hanya dengan satu sentakan jari kaki tangan tanpa senjata!

Kenzie melangkah maju, mengambil pedang Wulan yang menancap di tanah lalu menyerahkannya kembali dengan senyuman olok-olokan yang sangat memikat sekaligus menyebalkan.

"Bagaimana, apakah kamu menyerah, Senior? Ah... aku hampir lupa. Mulai sekarang, sepertinya aku yang akan menjadi seniormu, sebab jika dilihat-lihat, usiamu jelas lebih muda dari aku yang sudah berumur dua puluh tiga tahun ini! Hahaha!" goda Kenzie sembari tertawa renyah, menikmati wajah cemberut Wulan.

Wulan hanya bisa berdesis pelan, menggigit bibir bawahnya sembari menerima kembali pedangnya. Meski hatinya dongkol setengah mati, sebagai pendekar yang jujur, ia terpaksa menerima kekalahan telak ini dengan lapang dada.

"Hng.. Terserahmu saja! Dan ingat usiaku dua puluh dua tahun, kita hanya beda setahun.. Hmm!..? Kata wulan menanggapi Kenzie dengan nada ketus

"Tiada bedanya, aku tetap lebih tua darimu walaupun beda setahun saja!." kata kenzie, kemudian wajah kenzie memerah akibat merasa terpesona oleh kecantikan Wulan.

Melihat hasil akhir yang sudah diprediksinya, Master Helena kembali melangkah maju ke tengah halaman. "Nah, karena Kenzie berhasil menang, maka mulai sekarang dialah yang akan memegang kendali untuk memberikan pelajaran dan latihan berat untuk kalian semua," kata Helena, menerima kemenangan mutlak Kenzie dengan senyum manis.

Helena kemudian meregangkan tubuhnya yang proporsional, lalu berbalik arah menuju kediamannya sendiri. "Baiklah, urusan di sini sudah selesai. Sementara Kenzie melatih kalian, aku sendiri harus pergi ke dalam untuk melakukan beberapa urusan pribadiku yang teramat berat dan menyita pikiran."

Mendengar kalimat "urusan pribadi yang sangat berat" keluar dari mulut sang Master, Wulan, Rava, dan Liera secara serentak langsung memasang wajah datar tanpa ekspresi. Tatapan mata mereka seketika berubah menjadi kosong.

Tentu saja mereka memasang wajah seperti itu. Sebagai tiga murid yang telah lama hidup dan menetap di atas gunung kediaman Helena, mereka sudah terbiasa dan memahami betul tabiat asli dari Master mereka. Urusan "berat" yang dimaksud oleh Helena tidak lain dan tidak bukan adalah berjalan masuk ke dalam kamar, merebahkan tubuhnya dengan malas di atas kursi goyang pusaka miliknya, dan sering berjemur di bawah kehangatan sinar matahari sembari membaca buku fiksi, dan tidak lupa ditemani oleh segentong besar arak berkualitas tinggi yang akan memanjakan harinya sebagai sarana hiburan utama.

Ya, Helena adalah seorang wanita yang super pemalas dan hobi mabuk-mabukan jika sudah berada di dalam rumahnya sendiri!

Padahal, di dunia luar sana, Helena menyandang status yang luar biasa tinggi sebagai Guru Agung tertinggi di posisi pertama akademi yang dianggap suci, agung, dan tak tersentuh oleh siapapun bahkan para murid begitu segan padanya. Jika berada di hadapan publik luar, Helena memang selalu menampilkan citra diri yang teramat elegan, anggun, bijaksana, dan penuh wibawa.

Namun, tidak ada satu orang luar pun yang mengetahui sifat asli bin ajaib dari Guru Agung tertinggi itu secara pasti. Selama bertahun-tahun, rahasia kelam itu hanya diketahui oleh ketiga murid setianya, Wulan, Rava, dan Liera.

Dan kini, mulai detik ini, daftar orang yang mengetahui sifat asli Helena terpaksa bertambah tiga orang lagi, yaitu Ryujin, Snowy, dan Kenzie sendiri. Di masa depan, ketiga murid baru ini tampaknya harus secara bertahap mulai membiasakan diri dengan gaya hidup Helena yang super malas dan hobi menghabiskan isi gentong minuman keras.

Melihat pemandangan Helena yang sudah mulai berjalan sempoyongan sembari memeluk gentong arak keluar dari kamarnya dan bersiap untuk berjemur di bawah hangatnya sinar matahari, Ryujin dan Snowy hanya bisa melongo dengan mulut terbuka.

Sementara Kenzie? Pemuda berambut perak itu seketika menepuk jidatnya sendiri dengan keras, menghela napas panjang meratapi takdir hidupnya yang luar biasa kocak. Walaupun sifat kedua gurunya terbilang berbeda yang di mana pak tua Arvendel di Gunung Celestara dulu memiliki sifat yang keras, tegas, konyol, dan bermulut kotor saat mendidiknya, kini di akademi baru ini, Kenzie justru dipertemukan dengan jenis guru pemabuk variasi baru: seorang guru wanita cantik berstatus suci yang hobi bermalas-malasan dan berjemur di bawah matahari dengan kursi goyang.

Sialan... Kenapa sepanjang hidupku, aku tidak pernah bisa lepas dari bayang-bayang guru pemabuk?! batin Kenzie berteriak frustrasi di dalam hatinya, sementara wajah malasnya tetap terlihat tanpa dosa.

...****************...

1
LanLan.CNL
Tolong dong setelah membaca novelnya berikan tanggapan kalian agar aku sebagai author bisa menjadi lebih semangat lagi updatenya🙏🙏

setiap bab yang kalian baca berikan tanggapan kalian agar author tau apa yang kurang dari novelnya /Grievance//Whimper//Whimper/
Ibar, {iba'rat Askar}
Dari sini kita tahu bahwa kebaikan seseorang bisa jadi adalah?...
Ibar, {iba'rat Askar}: @Abdul Halim @💕NEKO DES!🐈 @Mystorios _ Writer @Yedija Agung@أسوين سي @knovitriana @Yedija Agung @nia♡ @zichani @Gaizra
total 1 replies
LanLan.CNL
berbagi pengalaman itu adalah kebaikan.. jadi sering seringlah menerima kebaikan Kenzie ya🤣🤣
Ibar, {iba'rat Askar}
gue komentar pertama disini..
jadi ingat untuk memberi like yaa😄..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!