NovelToon NovelToon
Pak CEO Pemikat Hati

Pak CEO Pemikat Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:114.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Nurul Setya

Hallo guys...

Selamat datang dikarya pertamaku...


PAK CEO PEMIKAT HATI


🌹Raka Aditya🌹
&
🌹Zara Paramitha🌹


"Maafkan saya, jika saya sudah terlalu dingin dan cuek ke kamu. Tapi saya janji, saya akan bersikap hangat kepada kamu dan saya akan berusaha membuat kamu jatuh cinta kepada saya," ucap Raka sambil memegang tangan Zara lembut.

"Emm, promisse?" ucap Zara sambil mengarahkan jari kelingkingnya ke Raka.

Raka tersenyum senang. Ia mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Zara. "I'am promisse," ucap Raka sambil mengusap pucuk kepala Zara.

"Pak CEO ku memikat hatiku..." ucap Zara tersenyum memandang wajah Raka. Raka tersenyum mendengar ucapan Zara.


Jangan lupa Vote,Like and comennya yaa!!!!

Follow IGku : @nona.rul

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Setya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arfan

Arfan Aditya, seorang dokter lulusan salah satu universitas terbaik yang ada di Amerika. Ia merupakan anak bungsu dari seorang pengusaha bernama Chandra Aditya dan sekaligus adik dari CEO Raka Aditya. Arfan adalah sosok dokter yang dingin dan cuek kepada semua orang. Namun saat sedang bersama keluarga atau orang-orang yang akrab dengannya, sikapnya berubah drastis menjadi seseorang yang suka iseng, jail, dan paling menyebalkan.

"Mami Arfan pulang!" teriak Arfan setelah keluar dari mobil.

Mami Ratna langsung memeluk anak bungsunya "Arfan anak mami!"

"Arfan kangen sama mami. Mami apa kabar? Mami sehat-sehat aja kan?"

"Iya mami sehat nak. mami juga kangen banget sama kamu,"

"Ayo mi kita masuk! Arfan laper, Arfan pengin makan masakan mami,"

"Iya nak, ayo masuk. Mami dah masakin makanan kesukaan kamu!"

"Iya mi,"

"Mami, Raka ngga diajak masuk nih?" ucap Raka yang merasa dicueki oleh Ratna dan Arfan.

"Lo disono aja bang, ngga usah masuk rumah!" ucap Arfan.

Raka menatap tajam ke Arfan dengan muka datarnya.

Ratna menjewer telinga Arfan. "Kamu bicara yang sopan ke abang kamu Arfan! Dari dulu sampe sekarang ngga pernah berubah kelakuannya,"

Arfan mengaduh kesakitan "Aduh mi, Sakit, mi lepasin tangannya. Kuping Arfan copot ntar. Mi lepasin jewerannya!"

Raka tertawa terbahak-bahak. "Hahaha, tau rasa lo makan tuh jeweran mami,"

"Mi lepasin, kuping Arfan bentar lagi copot nih!" pinta Arfan sambil mengerang kesakitan.

Ratna melepas jewerannya dari telinga Arfan. "Makanya berubah, kalo sama orang yang lebih tua itu ngomongnya harus sopan!"

"Iya mi," ucap Arfan sambil mengelus-elus telinganya yang memerah karna jeweran Ratna.

"Sekarang kamu minta maaf sama abang kamu Raka!" perintah Ratna pada Arfan.

Arfan mengangguk, lalu mendekati Raka. "Bang maafin gue ya,"

"Hmm,"

"Hmm? Jawaban apaan tuh?"

"Iya gue maafin lo," ucap Raka padat, singkat, dan tentunya jelas.

"Tumben lo jadi orang pemaaf, abis di obat apaan sama mami?" tanya Arfan jahil sambil menaik-turunkan alisnya membuat Raka menatap malas kearah Arfan.

Tak dapat dipungkiri, apabila dia sudah akrab kepada seseorang, maka tabiat sikap usil dan jahil Arfan pun akan timbul. Contohnya saja sikap Arfan kepada Zara, Arfan sering iseng, jahil, dan usil kepada Zara. Ia pun sering menggoda Zara dan membuatnya kesal setengah mati.

Flashback on

Waktu itu Zara diundang mami Ratna untuk berkunjung ke rumahnya, dan pada saat itu pula Arfan sedang ada dirumah karna ada cuti kuliyah.

Zara mengetuk pintu sambil mengucap salam. "Assalamualaikum mami,"

Pintu terbuka memunculkan sosok laki-laki tinggi tegap berkacamata yang tak lain adalah Arfan. "Waalaikumsalam, maaf rumah ini tidak menerima kunjungan orang gila kemari!"

Zara berdecak kesal. "Orang gila mata anda! Orang cantik gini dibilang orang gila. Tuh mata udah ada empat masa ngga bisa buat ngeliat orang cantik, huh?"

Arfan tertawa melihat kekesalan Zara. "Hahaha, sellow neng sellow! Emosian amat jadi orang,"

"Dasar bunglon mata empat!" cibir Zara.

Arfan menatap dingin ke arah Zara. Sikapnya seketika berubah menjadi dingin. Sorot matanya tajam menatap Zara, Zara pun sebaliknya menatap tajam ke arah Arfan. Keduanya saling melempar tatapapan tajam dalam kurun waktu yang lama, sampai akhirnya mami Ratna membuyarkan tatapan mereka.

"Kalian ngapain saling lempar pelototan gitu?" tanya Ratna.

Memanfaatkan kesempatan Zara pun langsung menghampiri Ratna untuk mengadu. "Itu mi, masa Arfan ngatain Zara orang gila sih!"

"Ngga mi, jangan percaya sama ucapan dusta manusia itu!" Arfan membela diri.

"Tuh mi, sekarang Arfan ngatain Zara manusia penuh dusta!" adu Zara sambil memeluk lengan Ratna.

Ratna melirik tajam ke arah Arfan setelah mendengar aduan Zara. Arfan menelan ludahnya kasar.

"Arfan! Kamu apain calon menantu cantik mami!" teriak Ratna kepada Arfan.

"Arfan ngga ngapa-ngapain Zara kok mi! Dianya aja yang lebay," ucap Arfan.

Dasar pengadu!

Gumam Raka sambil melirik tajam ke arah Zara.

"Mami ngga percaya sama kamu. Sekarang kamu mami hukum bersihin taman belakang sampe bersih!" ucap Ratna.

Arfan pun protes. "Astaghfirulloh, Arfan ini anak kandung mami kan? Masa mami malah percaya sama calon mantu daripada anak sendiri sih!"

"Mana mungkin calon menantu mami yang cantik ini bohong, pastinya kamu lah yang bohong Arfan!" tegas Ratna.

"Mami sungguh terlalu!" kesal Arfan. Niatnya mau godain Zara, eh malah dapet hukuman dari maminya.

"Udah sana cepet bersihin taman belakang!" perintah Ratna.

"Iya mi,"

"Ayo Zar kita masuk, mami mau masakin masakan kesukaan buat kamu nanti!" ajak mami.

"Ayo mi, yang semangat ya bersih-bersihnya," ucap Zara kepada Arfan.

"Awas aja nanti, gue bales lo!"

Zara menjulurkan lidahnya pada Arfan sembari tersenyum msngejek. "Wleee, rasain tuh hukuman!"

Arfan mendengus kesal, tak lama kemudian bibirnya terangkat menggambarkan dia menemukan sebuah ide cemerlang.

"Awas aja, gue jahilin lo nanti!" gumam Arfa.

Mami Ratna mengajak Zara ke dalam rumah, sementara Arfan segera menyelesaikan hukuman dari maminya untuk membersihkan taman belakang.

Usai menyelesaikan hukumannya, Arfan segera menuju ke pintu depan. Di sana ia melihat sepasang sandal milik Zara.

Arfan meletakkan tangannya di dagu seperti orang sedang berpikir. "Emmm enaknya diapain yah nih sandal?"

Ide cemerlang terlintas didalam otaknya. Ia pun langsung mengambil sepasang sandal milik Zara. Lalu ia segera melempar sandal itu ke atas genteng rumah.

Ya genteng rumah. Arfan berpikir pasti pemiliknya akan terkejut dan bingung mencari keberadaan sandal miliknya.

"Hahaha lo pasti kalang kabut nyariin sandal lo ntar. Hahaha otakmu sungguh cerdas Arfan!" ucap Arfan sambil tertawa penuh kemenangan.

*******

Zara sedang duduk di sofa ruang tamu, sedangkan Ratna tengah menyiapkan makan siang untuk keluarganya. Zara sudah menawarkan diri untuk membantu, namun Ratna melarangnya dan disuruh duduk manis di ruang tamu.

"Hmm bosen amat ya! Masa gue disini cuman disuruh duduk-duduk aja ngga ngapa-ngapain sih," celoteh Zara.

Zara melihat sebuah gitar di sofa, lalu mengambilnya dan memainkannya. Tangannya memainkan gitar dengan lihai sambil menyanyikan lagu sesuai melodi gitar.

"Perih Rasa hati tersiksa, memendam rindu padamu aku merana, teramat sukar tuk melupakan bayangan kasihmu, cintaaaaa....

Sampai kapan dapat kutahan, terlanjur besar cinta dan impian, harapan hidup bersamamu, mungkinkah kan nyata...

Angin...bisikan padanya, kasih dan sayang, untuk cintanya...

Walaupun terbentang jarak diantara kita, ku rela demi cintaku setia menerima...

Biarpun... walau hanya sekedar lewat maya... semoga...impian cinta kita jadi nyata..."

"Heh lo apain gitar gue!"

Zara terperanjat kaget ketika seseorang berteriak kepadanya. Ia pun Sontak membalikan badannya. Zara langsung memasang wajah datar ketika melihat sosok laki-laki tegap yang meneriakinya. Siapa lagi orang yang berani meneriakinya di rumah ini, kalau bukan Arfan si manusia paling menyebalkan di Bumi ini.

"Apaan sih? Gak usah teriak-teriak bisa gak? Untung gue ngga punya riwayat penyakit jantung, dasar bunglon! Ngagetin mulu kerjaannya," omel Zara.

"Lo apain tuh gitar gue!"

Zara menatap gitar yang dipegangnya. "Gitar? Ini gitar lo?"

"Iyalah, kalo bukan gitar gue? Gitar siapa lagi?"

"Raka,"

Arfan menghela napas panjang. "Bang Raka ngga bisa main musik! Apalagi gitar, kuncinya aja dia gak hafal,"

"Owh kirain,"

"Makanya jangan asal comot barang orang. Kalo mau minjem izin dulu sama yang punya!"

"Oke gue minta maaf tuan Arfan Aditya. Gue ngga tau itu gitar punya lo. Lagian, gitarnya juga cuman buat main aja ngga gue rusak kok,"

"Tapi kan sama aja, lo ngga izin dulu kalo mau pinjem barang orang!"

"Iya iya gue minta maaf, nih gue balikin gitar lo," Zara memberikan gitar yang ia pegang kepada Arfan.

"Zara! Arfan! Sini ke meja makan, mami dah siapin makanan buat kalian!" teriak Ratna memanggil keduanya.

Mereka berdua langsung berjalan menuju ruang makan, disana Ratna sudah memasakkan makanan kesukaan mereka berdua.

Sehabis makan, Zara langsung izin untuk pulang ke rumahnya.

Author : Biasa SMP alias Selesai Makan Pulang 😂😂

Saat Zara hendak pulang, ia mencari keberadaan sendalnya. Ia sudah mencarinya ke semua tempat, namun tak kunjung ketemu.

"Mami..." teriak Zara memanggil Ratna membuat Ratna dan Arfan pun keluar.

"Ada apa sayang? Kenapa kamu teriak-teriak?" tanya Ratna.

"Kenapa lo? Di rumah orang main teriak-teriak gitu!" ucap Arfan. Kemudian ia memalingkan wajahnya ke samping, bibirnya terangkat membuat senyum terselubung.

Pasti lo lagi kebingungan nyari sandal lo kan?

Batin Arfan.

"Sandal Zara ilang mi!" jawab Zara.

"Sandal kamu ilang? Kok bisa sih?" tanya Ratna bingung.

"Iya mi, udah Zara cari kemana-mana ngga ada sandalnya. Pasti ada yang jailin Zara mi," ucap Zara, matanya melirik tajam ke arah Arfan.

"Apa lo liat-liat gue!" ucap Arfan ketus.

"Pasti lo kan yang ngumpetin sandal gue? Dimana sandal gue, huh?"

"Eh jangan asal tuduh anda ya!"

"Nuduh? Gue ngga nuduh elo, itu emang faktanya kali. Siapa lagi orang yang jailnya kebangetan di rumah ini, kalo bukan lo bunglon!"

Ratna hanya mendengarkan pertengkaran Zara dan Arfan.

"Udah Stop jangan ribut mulu kalian berdua!" Ratna melerai pertengkaran keduanya.

"Itu mi, Arfan pasti yang ngumpetin sandal Zara!" adu Zara pada Ratna.

"Ngga mi, eh lo jangan nuduh ya!"

"Gue ngga nuduh, itu emang kenyataannya kali!"

"Udah stop kenapa kalian berdua ribut mulu sih? Cuman karna perkara sandal ilaang aja!"

Ratna menatap Arfan. "Arfan, jawab mami jujur! Kamu ngumpetin sandal Zara ngga?"

Arfan cengengesan. "Hee maaf mi, Arfan cuman iseng aja. Lagian tadi Zara bikin Arfan kena hukuman mami. Ya udah Arfan bales deh."

"Tuh kan mi, Arfan yang ngumpetin sandalnya Zara," ucap Zara.

"Oke, kamu umpetin dimana sandal Zara, Fan?" tanya Ratna lagi.

"Hehehe di genteng rumah mi!" jawab Zara sambil myengir tak berdosa.

"Hah di genteng? Mami masa sandal Zara di lemoar ke genteng sih!" ucap Zara tak terima.

"Kamu ini jahil banget Arfan!" omel Ratna lalu menjewer telinga Arfan.

"Ampun mi, maaf Arfan cuman iseng aja. Please mi lepasin jewerannya!" pinta Arfan sambil meringis kesakitan.

"Mi nasib sandal Zara gimana? Siapa yang mau ngambilin?" tanya Zara.

"Sekarang kamu ambilin sandal Zara diatas!" perintah Ratna pada Arfan.

"Kok Arfan mi?" protes Arfan.

"Kan kamu yang berbuat, jadi kamu juga yang harus bertanggung jawab Arfan!" ucap Ratna penuh penekanan.

"Iya mi,"

Dan itulah kisah Zara yang sandalnya di srmbunyikan Arfan di atas genteng.

Flashback off

Raka, Arfan, dan Ratna pun masuk ke dalam rumah. Mereka langsung menuju ke meja makan.

"Mi, papi mana kok ngga nyambut kedantangan anaknya yang paling gantrng ini?" tanya Arfan sambil mengunyah makanannya.

"Papi lagi ada meeting penting di kantor sama klien yang dari luar negri," ucap Raka.

Arfan hanya ber'oh' saja menanggapi jawaban Raka.

Setelah makan, Arfan langsung menuju ke kamarnya.

"Akhirnya gue bisa tidur di kamar gue juga!" ucap Arfan pada dirinya sendiri.

Arfan langsung berbaring ke tempat tidurnya, tempat yang paling ia rindukan saat berada di Amerika. Hanya beberapa saat saja, Arfan sudah terhanyut dalam alam mimpinya.

Bersambung...

Jangan lupa vote, like, dan komennya ya!!!

Follow Ig-ku : @nona.rul

Makasih.

1
Simon Petrus Tumika
mantap menarik
Pangeran Matahari
lanjut kk

mampir juga y ke cucu manja oma
Hidayatullah♡
kok cerita nya sma kayak * suami ku CEO ku*
cuma ganti nama pemeran nya sma judul nya aja yaa
Kartini Harahap
Kapan up lgi thor.... Penasaran gue
Syazleena Sainudin
KO
Flora
3 like dari Diikuti Makhluk Ghaib
lanjut 👍
Fitri Wulandari
Like sudh diberikan,semangat thor salam dari New Life
cappucino
like Uda parkir Thor.

kalau ada waktu maen-maen ya ke karyaku.
St Nurul NG
Semangat berkarya kak, sukses selalu buat kakak
ꪶꫝ🥀⃞oktavia ariani🔮S⃟M•
up dong kak
@DetiE𝆯⃟🚀Hadiati
👍
Dinasti22
Hadir membawa like.
Semangat!!

Salam hangat dari :
• Viola dan CEO Tampan (On Going).
• My Beloved Spoiled Woman (Completed).

Mari saling mendukung karya satu sama lain 😉
Terima kasih 🙏🏻
ꪶꫝ🥀⃞oktavia ariani🔮S⃟M•
kapan up lagi Thor?
Navizaa
lanjutt kak
cappucino
Thor lapor like ku Uda mendarat tanpa terpeleset.

up trus Thor sukak banget sma karyamu lope lope
🌻Ruby Kejora
q datang mendukungmu thor. mari kita skg dukung. like blk karya ku ya

cinta rasa covid-19
the Thunder's love
Dahminar Minar
lama x up nya jd malas lah nunggunya masak udah 3hari g ada up upnya
PATRALOVA: Author abis kabisan paketan😭Maap yah. Maklum Autor masih sekolah belom punya pemasukan jadi belom bisa beli paket sendiri. Palingan nunggu kiriman dari pak mentri. Kok jadi curhat sih😅 Author minta maaf yang sebesar-besarnya deh🙏🙏 Maafin ya.
total 1 replies
Dahminar Minar
mn upnya thor kok lm x
Alifhatul Marziah
visual thor
Novi Handayani
La juta Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!