Dihianati oleh kekasih yang dicintai memang begitu menyakitkan, apalagi kekasih yang ia percaya akan membuat dirinya bahagia ternyata diam diam menjalin hubungan dengan sepupunya. Namaku Alisha Azura inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersy 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
Saat ini Santa sedang berada didapur, ia berniat ingin memasak sesuatu untuk Alisha untuk makan siang nanti. Saat membuka kulkas Santa tercengang ternyata isi kulkas kosong tidak ada apapun selain botol air minum. "Ya ampun kenapa isi kulkas bisa sampai kosong melompong kayak gini sih, kak David kok enggak ngomong kalau isi kulkas pada habis semua. Padahal niatnya mau masak makanan kesukaan Alisha tapi kalau bahannya enggak ada ya terpaksa pergi belanja sekalian" ucap Santa setelah melihat isi dalam kulkas miliknya. "Kak David...!!! Kak, ayo anterin aku belanja ke supermarket sebentar!" teriak Santa seraya berjalan ke kamar kakaknya.
Tok...
Tok...
"Kak David, ayo anterin aku belanja sebentar..!" panggilannya seraya mengetuk pintu kamar kakaknya. Namun setelah beberapa kali di panggil si pemilik kamar tidak kunjung membuka kamarnya. Santa yang sudah mulai enggak sabar langsung membuka pintu kamar kakaknya.
Kretek . . pintu terbuka perlahan...
"Kak, Kak David... kakak dimana sih..?" panggilnya keras. Santa masuk kedalam kamar kakaknya namun didalam kamar kosong, masuk ke dalam kamar mandi juga kosong. Santa membuka pintu balkon ternyata kosong tidak siapapun. "Its...kak David kemana sih, masak iya sudah nongkrong aja di apartemen kak Gerry sih.." gerutu Santa kesal.
Gadis cantik tersebut langsung keluar dari dalam apartemennya, tujuannya adalah pergi ke apartemen samping milik Gerry asisten kakaknya.
Tok...
Tok...
Ceklek..
Pintu terbuka perlahan nampak Gerry baru saja selesai mandi, terlihat jelas saat ini Gerry masih memakai kaos bahan tipis sehingga tubuh berototnya tercetak jelas dan sebuah handuk menutup bagian bawahnya. Santa yang tadinya ingin menanyakan keberadaan kakaknya dibuat salah tingkah pipinya memerah melihat pemandangan langka didepannya. "Maaf kak Gerry, aku cuma mau tanya apakah kak David ada di apartemen kakak?" tanya Santa dengan menundukkan kepalanya malu. Gerry yang melihat Santa berbicara sambil menunduk ia baru sadar bahwa saat ini ia belum berpakaian lengkap. "Maaf, nona saya baru saja selesai mandi. Sejak semalam saya tidak bertemu tuan muda, mungkin tuan muda sedang ada keperluan diluar" jawab Gerry sedikit salah tingkah. "Hem ya sudah kak kalau gitu, maaf ganggu waktu kakak" ucap Santa langsung pergi meninggalkan apartemen Gerry. Namun baru beberapa langkah tiba tiba Santa menghentikan langkahnya lalu kembali berbalik badan dan berjalan mendekati pria tampan yang masih berdiri didepan pintu. Santa berjalan semakin mendekat lalu berbisik "Kak Gerry kelihatan sexy pagi ini" bisik Santa tepat di telinga pemuda tampan tersebut.
Blush..
Pipi Gerry langsung berubah memerah antara malu dan salah tingkah mendengar perkataan nona mudanya. Sedangkan Santa setelah mengatakan itu langsung lari meninggalkan Gerry yang masih berdiri mematung didepan pintu apartemen. Santa langsung masuk kedalam apartemennya dan menutup pintu rapat. Jantungnya berdegup kencang napasnya sedikit tersengal "Apa ya gue lakuin barusan, ya ampun memalukan sekali. Gue barusan godain kak Gerry manusia batu yang berwajah datar kayak papan triplek. Tapi nggak apalah sekali kali godaan dia biar wajahnya enggak datar terus. Tadi gue sempat lihat wajahnya memerah kayaknya dia lagi salah tingkah deh hehehe..." gumam Santa cekikikan sendiri.
Sedangkan Gerry setelah kepergian Santa langsung menutup pintu apartemennya, wajahnya masih terasa panas karena salah tingkah. "Tingkahmu itu yang membuatku semakin yakin, kalau saya harus bisa dapatin anda nona Santa Aurora. Jika sekali lagi anda berani menggoda saya maka jangan harap anda bisa lepas dari pelukan saya" ucap Gerry dalam hati.
Akhirnya Santa memutuskan pergi belanja seorang diri tanpa ditemani kakaknya. Gadis cantik tersebut mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju supermarket terdekat. Sesampainya di supermarket tersebut Santa langsung mengambil troli belanja dan mendorongnya menuju tempat berbagai macam daging dan ikan. Santa sedang memilih beberapa potongan daging dan ikan tidak lupa juga daging ayam. Setelah itu pindah ke rak penyimpanan sayur dan buah buahan. Tanpa terasa satu jam kemudian Santa baru selesai belanja dan saat ini ia sedang meletakkan belanjaannya di bagasi mobil miliknya. Saat akan masuk kedalam mobilnya tiba tiba tatapan matanya tanpa sengaja melihat ke arah sebrang jalan. Dua orang yang sangat ia kenali yang tak lain Vania dan Fandi, mereka berdua tidak sadar bahwa ada seseorang yang melihat keberadaan mereka berdua. Terlihat jelas tangan Vania memeluk lengan kekar Fandi begitu posesif seolah olah menegaskan bahwa mereka memiliki hubungan begitu dekat. "Apa gue enggak salah lihat itu kan Vania sepupunya Alisha. Dan perempuan yang pernah gue lihat jalan sama Fandi beberapa bulan lalu kayaknya bukan Vania deh. Tapi hari ini gue lihat sendiri Vania dan Fandi jalan bersama. Sebenarnya ada hubungan apa mereka berdua, atau jangan jangan mereka yang sudah membuat Alisha kayak gini" gumam Santa bertanya tanya. Terlihat jelas Fandi dan Vania masuk kedalam sebuah restoran tersebut dengan bergandengan tangan terlihat begitu mesra. "Gue enggak akan diam saja, gue harus pastikan sesuatu dulu. Kalau memang benar mereka memiliki hubungan dibelakang Alisha maka siap siaplah mereka menerima akibatnya nanti" geram Santa seraya mengepalkan kedua tangannya.
>>>>>>>>
Sedangkan Fandi dan Vania sudah duduk disebuah kursi paling pojok. Fandi yang awalnya ingin menjauhi Vania terpaksa harus menuruti keinginan Vania karena sebuah ancaman yang membuat Fandi jadi tidak berkutik.
Flash back
Semalam hujan turun begitu derasnya, tiba tiba pintu apartemen Fandi diketuk dari luar. Saat dibuka ternyata Vania yang datang ke apartemennya dengan keadaan menangis terisak dan penampilannya cukup berantakan. Awalnya Fandi enggan menyuruh Vania masuk tapi ada perasaan kasihan melihat keadaan Vania yang cukup memperihatinkan.
"Masuklah" ucapnya datar. Vania tidak membuang kesempatan itu, Vania langsung masuk dan memeluk Fandi dengan menangis terisak. "Kamu apa apain sih Van, lepas!" sentaknya kasar seraya berusaha melepaskan pelukan Vania. Saat pelukan terlepas tiba tiba Vania mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Dan sesuatu itu adalah sebuah tes kehamilan bukan hanya 1 tapi sampai 5 jenis alat tes kehamilan ditunjukkan didepan Fandi. "A..apa maksudnya ini..?" tanya Fandi sedikit tergagap saat melihat tespek tersebut terlihat jelas nampak garis 2. Jantungnya berdegup kencang sangking terkejutnya. "Kakak bukan orang bodoh kan, sehingga tidak tau ini kegunaannya untuk apa!" bentak Vania kesal. "Iya tau tapi maksudnya apa kamu nunjukin benda ini ke saya" sahut Fandi mulai kesal. "Aku hamil kak, aku hamil anak kakak!!" teriak Vania cukup nyaring dengan air mata mengalir deras.
Jeduaarr....
Bagaikan disambar petir hati Fandi saat mendengar ucapan Vania. "Apa !!! kamu hamil...ini enggak mungkin terjadi Van, kamu enggak mungkin hamil anakku. Pasti itu anak dari pria lain kan?? tapi kamu sengaja mengorbankan aku untuk menjadi ayah dari anak yang kamu kandung itu.
Plak ...
Plak...
Vania yang marah dengan ucapan Fandi barusan langsung menampar kedua pipi pria didepannya. "Apa kamu bilang, anak pria lain sedangkan kamu sendiri tau waktu pertama kali kita berhubungan kamu adalah pria pertama kali yang menyentuhku, sekarang kakak bilang anak dari pria lain. Sedangkan kakak saat itu juga dalam keadaan sadar, saat melakukan itu kakak menumpahkan benih kakak kedalam rahimku. Bukan hanya sekali tapi berulang kali kak, ingat kak berulang kali!!" teriak Vania marah dengan kedua matanya memerah.
"Tapi Van, enggak mungkin kan hanya beberapa kali kamu langsung hamil" elak Fandi merasa frustasi saat ini.
"Aku enggak mau tau kak, pokoknya kakak harus tanggung jawab sama anak ini. Aku enggak mau hamil tanpa suami dan anakku lahir tanpa ayah. Aku ingin kakak tanggung jawab secepatnya, bawa orang tua kakak datang ke rumah aku besok. Atau aku akan sebar luaskan berita ini ke sosial media dan pastinya aku juga akan datang langsung ke rumah kakak menemui orang tua kakak" ancam Vania tidaklah main main. Vania tidak ingin hamil tanpa seorang suami dan dia juga takut dengan kemarahan kedua orang tuanya terutama papanya. Fandi berulang kali meraup wajahnya dengan kedua tangannya, saat ini ia benar-benar bingung dengan keadaan ini. "Aku mohon jangan lakukan itu Van, nama baik orang tuaku pasti akan hancur jika berita itu menyebar luas" ucap Fandi dengan tampang memelas. "Dan aku enggak mau sampai Alisha tau masalah kehamilanmu itu yang bisa menghambat niatku kembali kepada Alisha" batin Fandi. "Tapi apa benar kamu beneran hamil Van?" tanya Fandi masih ragu.
"Fandi Erlangga Raharja!!!, sekali lagi kakak bertanya seperti itu maka malam ini juga aku akan mengajakmu datang langsung ke rumah sakit untuk membuktikan bahwa aku benar benar mengandung anakmu!" sentak Vania tersulut emosinya.
"Eh jangan jangan, oke Van kakak percaya kok. Udah ya jangan marah marah terus kasihan anakmu nanti mendengar mamanya marah marah terus" bujuk Fandi dengan lembut. "Bukan saja anakku tapi juga anak kamu kak!" ketusnya kesal. "I... iya ya, udah jangan marah marah terus.." bujuknya lagi.
"Besok aku mau makan siang bareng kakak" ucap Vania tiba tiba.
"Tapi Van, besok kakak ada..." belum sempat meneruskan perkataannya Vania langsung memotong " Aku enggak mau tau pokoknya besok makan siang bareng titik atau kita makan siang bareng sama kedua orang tuamu saja kak" ucap Vania tiba tiba. Fandi langsung melotot tajam "Jangan gila kamu Van, oke besok aku kita makan siang bersama, puas kamu!" sahut Fandi menahan kesal.