NovelToon NovelToon
Darah Di Bukit Manoreh

Darah Di Bukit Manoreh

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno / Anak Genius
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Melinda Damayanty

Mereka menyebutnya perempuan api dari Bukit Menoreh.
Putri seorang punggawa sakti yang tumbuh bersama pedang dan dendam.
Saat kematian ayahnya menyeretnya ke dalam pusaran perang dan kesalahpahaman, Srikandi percaya kerajaan telah mengkhianati darah ayahnya.
Namun semakin jauh ia melangkah… semakin ia sadar bahwa luka manusia tak pernah sesederhana hitam dan putih.
Terlebih ketika hatinya justru jatuh pada lelaki yang tak mungkin ia miliki.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NYIMAS PADAN LARAN

Sudah dua hari, keadaan Srikandi makin membaik. Ia sudah memegang kapak dan membelah kayu.

Prak! Kayu terbelah sempurna. Walau wajahnya masih terlihat pucat. Sakit di kepala juga masih terasa. Tetapi, arang sudah hampir habis. Lalu musim hujan akan datang sebentar lagi. Lereng akan sangat dingin ketika hujan turun.

Maka Srikandi harus menebang salah satu pohon waru yang sudah tua.

Prak! Kapak Ki Abot membelah kayu dengan belahan sempurna. Tangan Srikandi berkeringat, telapaknya sedikit panas.

"Hhhh ...!" ia mengembuskan nafasnya kuat-kuat untuk memulihkan tenaga.

Srikandi mengangkat kapaknya tinggi-tinggi, bersiap membelah kayu. Ketika tangan itu mulai mengayun ... Tiba-tiba ....

"Srikandi!" suara Rukmi terdengar keras dari luar rumah.

Perempuan itu langsung masuk begitu saja ke dalam dan mencari keberadaan keponakannya itu.

Prak! Ia terkejut mendengar suara kayu terbelah. Matanya melotot melihat sang gadis sudah membelah kayu dengan kapak yang beratnya dua puluh lima kilo itu.

"Srikandi ... Apa yang kamu lakukan?" serunya kaget.

"Belah kayu, Bi," jawab Srikandi tetap melanjutkan kegiatannya.

"Tapi kamu baru sakit! Kamu kan bisa beli!" oceh Rukmi kesal.

"Mestinya begitu. Tapi entah kenapa bungkusan logamku hilang isinya ...," sahut Srikandi lalu mengayun Ki Abot kuat-kuat.

Prak! Suara keras terdengar dari kayu yang terbelah. Begitu kerasnya sampai serpihan kayu terlempar kemana-mana. Rukmi menutup wajahnya agar tak terkena serpihan kayu.

Perkataan Srikandi tentang kantung logamnya yang kosong membuat ia diam.

"Mestinya kamu menikah saja, Sri. Kamu itu perempuan, usiamu juga sudah layak punya anak!" ujar Rukmi mengalihkan pembicaraan.

"Siapa yang mau dengan gadis pembelah kayu, Bi?" tanya Srikandi.

"Putranya Kangmas Buksa katanya mau dijodohkan denganmu?" sahut Rukmi, Srikandi kembali mengayunkan kapak.

"Kangmas Danar itu tak akan mau dijodohkan dengan perempuan miskin. Dia pasti mengincar salah satu Putri bangsawan!" jawabnya yakin.

"Huh ... mestinya kamu nggak belah kayu. Ini pekerjaan laki-laki!" sahut Rukmi.

"Pantas, siapa pria yang mau perempuan kasar seperti kamu!" lanjutnya menyindir.

"Iya ... Siapa juga perempuan yang mau menikahi pria yang doyan membual dan kemayu di balai kota?" Srikandi balas mencibir.

"Heh. Masmu Doko itu perjaka loh! Dia laki-laki sejati!" seru Rukmi tak terima.

"Lelaki sejati tak membawa bedak di tali pinggangnya, Bi. Tetapi pedang atau keris," sahut Srikandi di sela-sela membelah kayu.

"Itu fitnah!" seru Rukmi tak terima.

"Apa perlu kita bertaruh Bi?" ajak Srikandi melawan.

"Srikandi. Kamu melawan Bibi. Kemarin saja kayak sudah mau mati. Sekarang sedikit bugar saja, kau berani melawan orang yang lebih tua!" seru Rukmi marah.

Srikandi diam, ia tau dirinya sedikit berlebihan tadi. Tapi ia ingin bibinya tak lagi memanjakan sang putra.

"Ampun ... Bi. Aku salah," ujarnya menyesal.

"Memang kamu salah!" seru Rukmi melotot.

Lalu ia berjalan menuju kebun kacang panjang di belakang kandang ayam. Tanaman itu sudah akan panen. Tampak kacang panjang yang menjulur hingga ke tanah.

Rukmi memetik sayuran itu sampai memenuhi tangannya.

Setelah puas dan tangannya tak bisa lagi membawa kacang panjang. Rukmi berhenti memetik dan.membawa gembolan kacang panjang ke dalam rumah. Sementara Srikandi membawa kayu-kayu yang dibelah tadi ke samping rumah dekat bebatuan besar.

Ia membongkar tumpukan daun kering yang sudah terbakar. Ada beberapa arang di sana.

'Srikandi ... Mana arang!' teriak Rukmi.

Srikandi mengambil setumpuk arang dan membawanya ke dalam, lalu meletakkannya di tempat arang. Setelah itu, ia pun kembali ke tempat pembakaran.

Tak lama, asap muncul dari bara api. Srikandi sesekali meniup bara agar api menyebar sempurna. Sesekali Srikandi menambah daun-daun dan menutupi kayu-kayu agar terbakar sempurna.

Ia menatap seksama bara yang membakar kayu. Jemarinya sudah menghitam akibat jelaga, begitu juga wajahnya.

Ketika masuk, bau harum tumis kacang panjang tercium. Ia melihat Rukmi yang menggembol kacang panjang dan keluar rumah. Ia menggeleng pelan.

Ketika masuk, masakan itu ia cicipi. Bibirnya pun melengkung ke atas.

"Tumis kacang panjangnya enak, Bi!" teriak Srikandi yang masih di dengar Rukmi ketika menuruni lereng.

Rukmi tak menjawab, ia sedikit hati-hati turun melalui undakan itu. Jatuhnya ia dan Doko tempo hari masih menyisakan sakit di punggungnya. Terlebih sekarang ia menggembol banyak kacang panjang.

Tak terasa, hari telah larut. Ketika rumah-rumah telah memadamkan lampu pijar. Sebagian masyarakat Kali Ireng menaikkan selimut ke tubuh mereka.

Tetapi di pinggiran desa Tiro, banyak warung masih menyala lampu sentirnya. Bahkan orang-orang masih berjaga sambil tertawa dan membanting kartu di meja.

"Aku memang!" teriak Danar ketika melempar kartunya di atas meja.

"Hahahaha!" tawanya penuh kepuasan.

"Wah ....Kangmas Danar beruntung sekali malam ini?" puji salah satu wanita memakai keben centil.

"Ini semua berkat kamu Nyimas," sahut Danar sambil mencolek dagu sang gadis.

"Ah ... Kisanak, hari ini kau memang sangat beruntung. Sudah tiga kali aku kalah denganmu!" seru salah satu pemain mengaku kehebatan permainan kartu Danar.

Danar Pati Buksa tertawa senang. Ia menggoyangkan bungkus logam di tangannya.

Bunyi gemericing terdengar. Pada gadis mendekat dan memanjakan pria itu.

Mendengar salah satu tamunya yang beruntung. Nyimas Padan Laran akhirnya turun dari tempatnya.

Kakinya yang jenjang dan putih melangkah menapaki lantai kayu warung miliknya. Rambutnya hitam tebal dan panjangs sebahu. Mengenakan kain kemben warna hitam, kontras dengan warna kulitnya yang putih tanpa cacat.

Sementara wajahnya, kecantikan Padan Laran tak ada yang menandingi. Matanya bulat sempurna, hidung mancung, bibir tipis dan lesung pipi yang menambah kadar kecantikannya.

Alisnya bak semut beriring, kerling matanya menggoda, suaranya juga halus dan lembut. Wanita itu selalu beraroma kembang kantil, semerbak tapi menusuk.

"Wah .. Apalah Dewi keberuntungan sedang mendatangi Kangmas tampan Danar Pati Buksa?" tanyanya dengan suara sangat merdu.

Semua laki-laki yang ada di sana langsung meneteskan air liurnya saat melihat kecantikan Padan Laran.

Kehadiran Nyimas Padan Laran di tengah hiruk-pikuk warung remang-remang itu seketika membuat suasana menjadi hening untuk beberapa saat.

Aroma kembang kantil yang semerbak namun menusuk langsung mengubur bau tuak murahan dan keringat para penjudi.

Lelaki mana yang tidak goyah? Dengan kemben hitam yang membungkus kulit putih bersihnya, kerlingan mata bulat yang menggoda, serta lesung pipi yang manis, wanita itu adalah racun paling mematikan bagi akal sehat para pria di pinggiran Desa Tiro.

Danar, yang tadinya sibuk menimang bungkus logamnya dan merangkul gadis-gadis centil, langsung menegakkan tubuh. Sifat angkuh dan ambisiusnya seketika berkobar demi melihat sang pemilik warung mendekat.

"Nyimas," panggilnya sambil mengusap sela bibirnya, liurnya juga hampir saja mengalir dari sana.

"Eh ... tidak usah sungkan, Kangmas Danar Pati," ujar Padan Laran lembut.

Ia menahan dada Danar yang berguncang hebat. Detak jantung pria itu sampai terdengar oleh siapa pun.

Semua laki-laki berdiri menatap lekat-lekat pemilik warung paling ramai di pinggiran desa Tiro.

"Jangan sungkan, Kangmas-kangmas. Duduklah!" suruhnya dan semua pria di sana duduk dengan manis.

Para perempuan yang menemani Danar perlahan mundur dengan cara berjongkok.

"Kangmas ... Kangmas tidak keberatan bermain lagi kan?" pintanya pada Danar dengan suara mendesah manja.

Danar menelan salivanya, ia mengangguk. Lalu Nyimas Padan Laran melirik salah satu pria di sana. Pria itu mengangguk.

"Ayo lawan aku, Kisanak!" seru pria itu duduk di hadapan Danar.

"Baiklah!" angguk Danar yang masih merasa keberuntungan berpihak padanya.

Nyimas Padan Laran merangkul lengan Danar. Buah lembut bulat itu menempel di lengannya. Tubuh Danar kembali bergetar, tapi buah di tangannya sangat bagus.

"Aku bertaruh lima keping emas!" seru pria lawannya.

"Aku sepuluh!" seru Danar yakin.

"Ceki!" seru sang lawan yakin.

"Kartu As ganda!" seru Danar sombong.

Lalu tiga pria berpakaian serba hitam masuk warung ramai judi itu. Mereka duduk, seorang wanita berkemben menyelipkan kertas ke tangan pria itu. Ia membacanya.

(Bahaya ... Ada mata-mata!)

Bersambung.

Wah....

Next?

1
Benny Badaruddin
keren
Deyuni12
hiiii
nyi padan serem akh
lanjut
Anita Barus
windu...windu. berharalmemanasi Ki abda Ter nyata kiabda malah senang dan memberi selamat PD mempelai 🤣🤣🤣🤣🤣
Anita Barus
raja pasti akan menuruti.apa yg di mau Ki abda .
Anita Barus
maka nya dia selalu saja mengganggu Srikandi weleh. weleh
Anita Barus
oh ternyata windu sejak dulu SDH jatuh cinta PD Ki abda namun di tolak .cinta bertepuk sebelah tgn to .
Anita Barus
ada2saja si windu ini masak sama keponakan suami nya sendiri cemburu kenapa pula sambil nangis nyebut ayahanda Srikandi dsr w😄Ong edan
Anita Barus
berarti ki abda sengaja menumbal kan diri nya utk melindungi kerajaan
vania larasati
lanjut
Deyuni12
lanjutkan
Deyuni12
seruuuuu
Deyuni12
lanjutkan
vania larasati
lanjut
Eni Istiarsi
Bibi Rukmi antara kesambet atau dapet hidayah😄
vania larasati
lanjut
Deyuni12
lanjut kan
vania larasati
lanjut
Anita Barus
sesuai dgn namanya srikandi.dia pasti menemukan penghianat pengecut trsbut
Anita Barus
akan kah Srikandi menuntut balas .lanjut Thor
Anita Barus
hati Srikandi pasti hancur saat mengetahui ayah nya gugur .dan tau pasti ada penghianat didlm pasukan tersbt .apakah penghianat itu Sasongko .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!