Luo Chen merupakan tuan muda keluarga Luo, namun demi menutupi kesalahan adiknya ia harus dikorbankan oleh keluarganya sendiri berada di penjara bawah tanah kekaisaran Tang. Banyak orang menduga jika Luo Chen akan bernasib buruk ketika berada dalam penjara bawah tanah tersebut, dimana kematian menjadi lebih baik daripada bertahan hidup.
Namun tanpa diduga, bekas Kaisar sebelumnya yang secara kebetulan menemukan Luo Chen memiliki tulang langka 1000 tahun memilih untuk menyelamatkannya dan menjadikannya sebagai murid rahasia dengan pelatihan khusus. Dengan bakat serta tekad yang kuat, akhirnya Luo Chen tidak mengecewakan gurunya, ia berubah dari sosok pemuda yang pendiam menjadi pribadi yang penuh semangat serta aura bertempur yang sangat mengerikan.
Kini 7 tahun telah berlalu, nama Luo Chen di Klan Luo perlahan memudar dengan catatan buruk yang melekat di dirinya. Tanpa orang lain sadari, Luo Chen telah menjadi sosok pembunuh yang paling ditakuti oleh kelompok pemberontak Kekaisaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Lim's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Prolog
Di sebuah perbukitan hijau yang memiliki energi spiritual melimpah, tampak seorang pemuda yang sedang bekerja mengangkut air. Ia tampak kelelahan, bekerja begitu keras untuk memenuhi kewajibannya sebagai murid pekerja di salah satu Sekte di Kota Chang An.
"Luo Chen! Angkut airnya lebih banyak lagi!" Teriak seorang pemuda yang mengenakan seragam berwarna biru muda.
Luo Chen, pemuda yang disuruh itu terlihat menyedihkan. Dengan mengenakan pakaian yang lusuh, warna kulitnya terdapat jejak gelap akibat terpapar sinar matahari. Kendati demikian, tidak dapat ditutupi jika otot tubuhnya terlihat kekar saat ia membawa beberapa ember berisi air sekaligus.
Sebagai murid pekerja, ini adalah tugas awalnya di pagi hari. Ia mengangkut air dari danau spiritual untuk dituangkan pada bak penampungan murid Sekte Pedang Langit. Meski bukan hanya ia seorang, tetapi tugas ini cukup melelahkannya semenjak ia tersadar dari luka-lukanya yang tidak ia ketahui datangnya.
Pada saat bersamaan, seorang ahli bela diri tersembunyi mengikuti pergerakan Luo Chen dari kejauhan. Ahli bela diri tersebut ingin mengatakan sesuatu tentang jati diri Luo Chen yang sebenarnya, hanya saja ia masih sedikit membutuhkan waktu agar apa yang ia lakukan selama ini tidak sia-sia.
"Sebagai pejuang terkuat Gerbang Naga, betapa konyolnya tuan harus melakukan pekerjaan bodoh seperti ini" Batin ahli beladiri tersebut sambil mengerutkan keningnya.
Luo Chen merupakan murid kesayangan Tang Yibo, pemimpin Organisasi rahasia Gerbang Naga yang bertugas memberantas para pemberontak serta penjahat sadis di seluruh wilayah Kekaisaran Tang. Sebagai mantan Kaisar Agung, Tang Yibo tetap mengabdikan hidupnya untuk menjaga perdamaian secara tersembunyi.
Melalui Gerbang Naga, ia membentuk pasukan khusus yang memiliki ilmu beladiri terbaik di seluruh Benua Donghua, juga memiliki identitas ganda yang tidak pernah diketahui oleh orang lain. Termasuk Luo Chen, pemuda berbakat yang ia temukan saat dirinya berada di penjara bawah tanah Istana Kekaisaran. Namun sayangnya Luo Chen terluka parah dalam sebuah misi pemusnahan kelompok pemberontak Bunga Merah.
Dalam aksinya itu, Luo Chen diberitakan menghilang dengan disertai kehancuran kelompok kecilnya yang terdiri atas rekan-rekan seperjuangannya. Banyak yang mengatakan jika Luo Chen telah tewas tanpa jasad yang utuh, namun yang orang tidak ketahui adalah ia berhasil lolos dari kematian setelah menggunakan jurus rahasia yang diajarkan oleh Tang Yibo selaku gurunya.
"Tampaknya meski kamu berhasil selamat dari misi itu, tapi pada akhirnya kamu harus menderita hilang ingatan" Ahli beladiri itu kembali bergumam dengan lirih.
Setelah beberapa waktu mengawasi keadaan sekitar, ahli beladiri tersebut memberanikan diri untuk muncul di depan Luo Chen yang sedang mengangkut air untuk ke sekian kalinya.
"Tuan, hentikan pekerjaan ini dan tolong ikutlah pulang dengan saya" Ucap ahli beladiri tersebut dengan posisi badan setengah membungkuk di hadapan Luo Chen.
"Siapa kamu? Apa maksud perkataanmu?" Kata Luo Chen sambil melirik sekilas.
Luo Chen tampak tidak begitu peduli dengan lawan bicara yang baru saja ia temui itu, baginya hidup menjadi murid pekerja saja sudah cukup. Meski tidak mendapatkan upah yang banyak, setidaknya ia masih dapat jatah makan serta beberapa buah batu spiritual yang ia kumpulkan untuk Wu Nian, wanita yang selama ini menjadi tunangannya di Sekte Pedang Langit.
Saat ia terluka parah, Wu Zhan seorang Tetua Sekte Pedang Langit menolongnya dan memberikan tempat tinggal yang layak. Bahkan tanpa ragu ataupun memandang asal-usul Luo Chen, Wu Zhan dengan penuh keyakinan menganugerahkan putrinya kepada Luo Chen yang merupakan pemuda biasa. Bahkan di Sekte Pedang Langit, nama Luo Chen seringkali menjadi hinaan karena bersanding dengan Wu Nian yang kini sudah menjadi murid dalam Sekte Pedang Langit.
"Tuan, saya adalah Cheng Yi, bawahan anda di Gerbang Naga" Ucap ahli beladiri itu memperkenalkan dirinya.
"Gerbang Naga? Jangan mengada-ada, selain Sekte Pedang Langit aku tidak pernah berhubungan dengan kelompok manapun" Jawab Luo Chen dengan nada tidak puas.
Kini 2 tahun telah berlalu dari saat pertama ia berada di tempat ini, tidak ada yang Luo Chen ingat selain dirinya yang berada di Sekte Pedang Langit. Masa kecilnya serta siapa keluarganya seolah menjadi bayangan gelap yang berada di dalam pikirannya.
Mendengar jawaban Luo Chen, ahli beladiri itu tidak patah semangat. Cheng Yi tahu jika rekannya itu memiliki masalah yang sangat serius dalam hal ingatan, oleh karenanya ia tidak mau memaksa lebih jauh. Dalam hatinya Chen Yi sudah menemukan cara untuk membawa tabib legendaris Gerbang Naga, Zhao Lushi.
"Tuan, jika anda masih ragu tolong terimalah token ini" Cheng Yi mengeluarkan sebuah benda dan mengulurkan tangannya.
Menyaksikan adegan ini Luo Chen terdiam sejenak, ia tampak ragu namun hati kecilnya memendam rasa penasaran untuk mengetahui jatidirinya yang sebenarnya.
"Baiklah, segera menyingkir dari hadapanku agar tidak ada yang memarahi pekerjaanku" Luo Chen mengambil token berwarna hitam dari tangan Cheng Yi lalu beranjak pergi.
Cheng Yi mundur beberapa langkah, ia terkejut melihat tatapan tajam yang menjadi ciri khas Luo Chen saat berada di Gerbang Naga.
"Dia masih seperti dulu, entah sudah berapa banyak penderitaan yang dia alami" Ucap Cheng Yi di dalam hati sambil melihat kepergian Luo Chen.
Cheng Yi sulit membayangkan seorang pahlawan yang begitu ditakuti lawan kini berubah menjadi murid pekerja dengan status yang rendah.
"Tuan, selama anda kembali bersama saya maka anda tidak perlu melakukan hal seperti ini" Ucap Cheng Yi ke arah Luo Chen sebelum menjauh.
Luo Chen tidak menggubris perkataan pria yang sepertinya tidak jauh terpaut usia itu, ia lebih memilih melanjutkan pekerjaannya untuk mengisi air di danau spiritual.
Merasa diabaikan, Cheng Yi tampak menggertakkan giginya, sambil mengerucutkan bibir ia berkata, "Saya akan terus berusaha untuk meyakinkan anda"
Dalam waktu berikutnya, Luo Chen kembali disibukkan dengan aktivitas hariannya di Sekte Pedang Langit. Keringatnya yang bersatu dengan percikan air yang dibawanya, membuat ia terlihat bersemangat meski kelelahan menderanya. Walau tubuh Luo Chen terlihat kurus, tetapi ia seperti memiliki tenaga yang tidak ada habisnya.
Pada saat ini, sinar matahari sudah hampir berada di puncaknya, Luo Chen sedang beristirahat di bawah pohon besar sambil mengatur napasnya. Pada saat bersamaan, muncul seorang wanita yang tampak lebih senior dari Luo Chen.
"Kerjamu hanya bermalas-malasan saja, bagaimana adikku bisa bahagia dengan mengandalkan dirimu yang seperti ini!"
Wanita itu setengah berteriak, membuat Luo Chen tersentak dan segera bangkit dari tempat beristirahatnya.
Luo Chen memandang sekilas sebelum ia menundukkan pandangannya, wanita yang bernama Wu Minghao itu merupakan kakak dari tunangannya, Wu Nian.
Langsung blokir supaya tidak ada lagi author yang cuma iseng masuk disini !