NovelToon NovelToon
Aku Berhak Bahagia

Aku Berhak Bahagia

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Rumah Tangga / Janda
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

"Aku berhak bahagia dan aku bisa hidup tanpamu!"

Mila Rahma akhirnya memilih jalan hidupnya sendiri meskipun orang-orang disekitarnya menolak keputusan yang diambilnya. Mereka sangat kecewa dengan Mila karena berani menggugat cerai. Mila melakukan itu bukan tanpa sebab, selama menikah dirinya selalu mendapatkan penyiksaan dan penghinaan.

Mampukah Mila bertahan hidup dengan menjauh dari orang-orang yang sangat dicintai dan disayanginya?

Apakah Mila menemukan pria yang sangat mencintai dan menghormatinya?

Ikuti ceritanya dan mohon dibaca perlahan setiap episodenya. Terima kasih banyak karena sudah membaca tanpa meloncat episode🙏🏼

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Berhak Bahagia - episode 24

Sebelum berangkat kerja, Mila mampir ke kamarnya Hasbi sembari membawa sarapan pagi. Setelah pintunya dibuka, Mila melemparkan senyumannya dan berkata, "Aku masak sop ayam, Mas Hasbi makan, ya!"

"Kamu enggak kerja?" Hasbi memperhatikan wanita dihadapannya membawa mangkok berisi sop hangat tetapi tak memakai seragam kerja.

"Hari ini aku kerja, Mas!" Mila masuk sebelum dipersilakan.

Mila duduk di karpet begitu juga dengan Hasbi, keduanya saling berhadapan.

"Mas Hasbi pasti belum sarapan, 'kan?" tebak Mila.

"Sudah."

"Sarapan apa?" tanya Mila penasaran karena sedari tadi pagi ia tak melihat Hasbi turun dari atas.

"Telur rebus satu butir," jawab Hasbi.

"Satu enggak kenyang, kapan mau sembuhnya kalau makan aja malas!" omel Mila.

"Kamu itu kayak ibu-ibu, ya, cerewet!!" Hasbi mendengus wajahnya.

"Wanita cerewet bukankah lumrah? Lagian cerewet juga demi kebaikan Mas Hasbi!" kata Mila tersenyum.

"Ini kapan kamu memasaknya?" Hasbi heran pagi-pagi Mila sudah muncul sambil membawa makanan.

"Sehabis subuh aku ke pasar," kata Mila yang memaksakan diri berbelanja di pagi hari demi membuatkan sarapan untuk Hasbi yang sedang sakit.

"Kenapa, sih, kamu harus sampai repot begini?" Hasbi menatap Mila.

"Aku enggak merasa direpotkan, aku malah senang bisa merawat Mas Hasbi yang lagi sakit!" kata Mila lagi tersenyum.

"Kalau begitu setiap hari aku sakit aja biar kamu bisa rawat!" goda Hasbi tersenyum.

"Enggak gitu juga, Mas Hasbi. Memangnya mau sakit, gak bisa apa-apa? Kalau aku ogah, sih!"

"Aku hanya bercanda," kata Hasbi nyengir.

"Ya sudah, jangan banyak bicara aja. Ayo dimakan, mumpung masih hangat. Setelah itu Mas Hasbi minum obat!"

"Nanti aku akan memakannya, kamu pergi kerja aja!" pinta Hasbi supaya Mila tak perlu menunggunya makan.

"Aku enggak pergi kerja, sebelum aku melihat Mas Hasbi makan!" kata Mila.

Hasbi menarik mangkok yang ada dihadapannya mendekat lalu menyeruput kuahnya dengan sendok perlahan.

"Kenapa cuma kuahnya aja, Mas?" Mila melihat Hasbi hanya menikmati kuahnya beberapa suapan.

"Aku lagi malas makan," Hasbi mendorong mangkok itu.

"Rasanya enggak enak, ya?" Mila menatap Hasbi yang sepertinya tak berselera.

"Entahlah, lidahku terasa pahit!" Hasbi menaikkan kedua bahunya.

"Biar aku suapi!" Mila mengangkat mangkok dari lantai, sejajar dengan wajah Hasbi. Ia lalu menyiduk potongan ayam berukuran kecil dengan sendok. "Buka mulutnya, Mas!"

"Aku bisa sendiri, Mil!" Hasbi menolak disuapi.

"Ayo buka mulutnya, Mas!" bujuk Mila dengan nada rendah dan tersenyum.

Hasbi perlahan membuka mulutnya dan sepotong daging ayam berukuran kecil akhirnya masuk.

"Nah, gitu dong!" Mila tampak senang Hasbi mau menyantap masakannya.

Hasbi juga bahagia, Mila mau menyuapinya. Ia dapat melihat wajah dan senyuman wanita yang disukainya itu dari dekat.

"Sedikit lagi, Mas!" kata Mila memberikan semangat karena sop tinggal beberapa suapan lagi meskipun Hasbi sudah tak sanggup mengunyahnya.

Hasbi hanya mengangguk mengiyakan, ia sedang berjuang mengunyah makanannya agar masuk ke lambung tanpa ada muntah.

"Alhamdulillah akhirnya selesai juga makannya!" Mila tersenyum lega.

Hasbi cuma diam, ia fokus mengunyah halus suapan terakhirnya.

"Kalau suhu tubuh Mas Hasbi masih turun naik, nanti malam kita berobat aja, ya!"

"Sebentar lagi juga sembuh, apalagi aku sudah makan sop buatanmu!" goda Hasbi.

"Bisa aja basa-basinya!" Mila memegang mangkoknya kemudian berdiri.

"Maaf, aku tidak bisa mengantarkanmu kerja!"

"Enggak apa-apa, Mas. Istirahat aja, cepat sembuh, ya!"

-

Saat hendak keluar bekerja, ponsel Mila berdering. Ia pun bergegas menjawab panggilan dari Alan. "Waalaikumussalam, Mas. Ya, ada apa?"

"Nanti malam aku mau mengajakmu ke rumah bibiku, kebetulan dia ada acara. Aku ingin memperkenalkan kamu dengan saudara-saudaraku."

"Mas, aku ini bukan kekasihmu. Aku malu!" tolak Mila.

"Memangnya kenapa kalau kita bukan kekasih? Apa salahnya kita berteman dulu?" bujuk Alan.

Mila diam, ia memikirkan cara menolak ajakan Alan bertemu dengan keluarga besarnya.

"Ayolah, Mil. Aku sudah berjanji kepada mereka untuk memperkenalkan kamu!" mohon Alan.

"Hmm, baiklah!" Mila terpaksa menerimanya. Ia hanya berpikir mempererat silaturahmi adalah baik. Bisa saja membuka pintu rejeki baginya. Dia tak berharap Alan menjadi jodohnya.

"Sehabis Maghrib aku jemput kamu. Aku juga akan bilang kepada Paman Bagas agar mengizinkanmu pulang lebih awal!"

"Aku tidak mau gajiku dipotong karena ini, Mas!" Mila menolak ide Alan.

"Aku akan mengganti gajimu yang hilang!" kata Alan biar Mila tak banyak berpikir.

-

Malam harinya, Mila dan Alan berangkat ke rumah salah satu saudara ibunya Alan. Sesampainya di sana, Mila bersalam-salaman dengan para tamu yang hadir termasuk ibu kandungnya Alan.

Namun, wanita paruh baya itu melemparkan tatapan sinis kala Mila menyentuh tangannya. Bahkan, ibunya Alan sengaja mengambil tisu dan mengelap tangannya yang telah disentuh Mila.

Mila yang sadar jika ibunya Alan tak menyukainya menundukkan wajahnya.

Sepanjang Mila di tempat acara, ibunya Alan sama sekali tak menanyakan sosok Mila. Wanita itu lebih banyak diam dengan wajah ketus ketika pandangannya dan Mila saling bertemu.

Ketika hendak pulang Mila ingin berpamitan dan berjabatan tangan tetapi ibunya Alan menolaknya. Alasannya, cukup aneh yaitu sudah cuci tangan.

Mila menghela napas.

Dari raut wajah tak suka yang ditunjukkan ibunya, Alan tak sadar sama sekali. Mila yang merasakan ketidaksukaan wanita itu saja sudah paham dan mengerti. Namun, Mila tak memberitahu Alan mengenai sikap ibunya. Dia tak mau Alan dan ibunya bertengkar.

Jam 9 lewat 30 menit, Mila kembali ke kos-kosannya. Sebelum masuk kamar, ia melihat ke arah lantai atas. "Mungkin Mas Hasbi udah tidur!" gumamnya.

Beberapa jam lalu....

Jam 5 sore, Hasbi mengirimkan pesan jika tak perlu membawanya berobat. Kondisi kesehatannya mulai berangsur membaik. Mila pun jadi lega membaca pesannya

Jam 8 malam, Hasbi kembali mengirimkan pesan kepada Mila. 'Aku melihat kamarmu masih gelap, apa kamu sudah pulang kerja?'

Mila membalas pesan Hasbi, 'Lagi diajak teman keluar. Enggak lama juga.'

'Kalau begitu aku tidur, efek obatnya buat mengantuk.'

Mila tak membalas pesan Hasbi dan selepas itu Hasbi tak mengirimkan pesan lagi.

-

Di dalam kamar, Mila membersihkan diri lalu melaksanakan salat Isya. Setelah itu berkirim pesan dengan Indah. Dia mengajak Indah besok sore bertemu. Indah pun bersedia menerima ajakan Mila bertemu di luar rumah.

Selepas berkomunikasi dengan temannya, Mila memandangi langit-langit kamar kosnya. Masih teringat jelas raut wajah ibunya Alan menatapnya jijik.

Dalam hatinya, Mila berbicara, "Ya Allah, aku tidak tau apa yang terbaik untukku. Tapi, bolehkah aku berdoa meminta jodoh sesuai keinginanku?

"Mantan mertuaku sangat baik, aku juga menginginkan mertua yang baik lagi jika aku masih memiliki jodoh di dunia ini. Seandainya aku memang ditakdirkan bersama Alan, aku berharap ibunya luluh dan bersikap manis."

1
Murni Zain
siapapun jodoh untuk mila yg penting bs menerima dia sebagai menantu, semua masalalu mila. 🤗🥰
Dew666
Hasbi nikah sm sepupu mila kali, mila jodoh Aldo aja
Murni Zain
Gass,,, otw halal🤭
Dew666
👑👑👑
Dew666
🍎🍎🍎
Murni Zain
akhirnya bs mengungkapkan kata suka'🥰
Mami AL: walaupun baru cuma dalam hati 🤭
total 1 replies
Murni Zain
Hasbi,, pernah sama² tersakiti. 🤭🤭
seperti saya sm suami... d selingkuh in sm pasangan. 😄😍
Murni Zain
🤗🤗🤗Alhamdulillah msh d ketemu kn sama orang baik ya mbak Mila.
Murni Zain
ehh kenapa Mas Hasbi 🤔🤔🤔 cemburu apa ada trauma???
Dew666
Aldo
Murni Zain
2 laki-laki memcoba dekat sm Mila🤭
Mami AL: kita buat Mila bingung memilih 😅🤭
total 1 replies
Mami AL
kebetulan yang tepat sekali, ya, Kak😄🤭
Murni Zain
ohhh so sweet banget🥰🥰🥰

jd teringat saat bertemu sm suami dl. 🤗
Murni Zain
Hasbi kan🤔🤔🤔

atw sang mantan. 🤔🤔🤔
Murni Zain
semoga jodoh Mila.... Hasbi🤗
Murni Zain
mungkin kn jodoh mila..🤔
Mami AL: kita lihat nanti, ya, Kak🤭
total 1 replies
Murni Zain
Semoga ada kebahagiaan d t4 baru ya mbak.. 🥰😍🤗💪🏼💪🏼💪🏼
Murni Zain
Semangat mbak Mila.. 🥰🤗
Murni Zain
baik bgt nih ibu mertua... klo aku dl sebaliknya😄 tp tu masa lalu q.. yg sekarang sdh terbayar dgn suami yg setia, baik bertanggung jawab sm keluarga. 🤗🥰
Mami AL: Alhamdulillah, Kak.. Bahagia selalu 😊
total 1 replies
Murni Zain
Ternyata mertuanya baik ya.. klo aku dl... seperti enggak d Terima krn aku ank kampung. 🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!