Pada jaman kuno, pertempuran besar terjadi antara Dewa dan Iblis, yang menyebabkan dunia hancur.
Satu juta tahun setelah pertempuran itu terjadi. Dewa dan Iblis menghilang, seolah-olah menjadi dongeng untuk anak kecil yang diceritakan oleh orang tuanya.
Manusia-manusia semakin kuat, tumbuhan memiliki kesadarannya sendiri, bahkan suku binatang buas mulai bangkit berkuasa.
Mengisahkan tentang kisah seorang Tuan Muda keluarga Zhou yang terlahir dari orang tua nya yang merupakan dua keberadaan terkuat di Wilayah Timur. Namun, dia terlahir dengan kondisi Akar Spiritual yang cacat, membuatnya di anggap sebagai Aib keluarga, bahkan tunangannya pun memilih untuk membatalkan pernikahan mereka.
Di tengah-tengah rasa putus asa, dia bertemu dengan secercah kesadaran Dewa, yang memberinya kesempatan untuk bangkit, tetapi menanggung misi untuk menyalakan sembilan Api Jiwa sang dewa yang ikut terkubur di Reruntuhan Dewa.
Namun, di mana Reruntuhan Para Dewa dan Iblis itu berada?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PKT 2: Chapter 30
Saat ke enam anggota keluarga Zhou di bawah pimpinan Zhou Fuxue pun bergerak bersamaan, menyerang Chen Xuan.
Pertarungan pun terjadi. Zhou Fuxue menyilangkan kedua tangannya di dada sembari memasang ekpresi wajah yang sombong. Dia berfikir bahwa Chen Xuan masih sama seperti yang ia ketahui, sewaktu Chen Xuan masih menjadi Tuan Muda mereka.
Wajar saja jika Zhou Fuxue memiliki kepercayaan diri seperti itu. Chen Xuan di keluarga Zhou, sangat begitu terkenal. Selain terkenal dengan gelar Tuan Muda sebagai putra dari Zhou Tianxuan, ia juga dikenal sebagai sampah, dan semua orang tahu itu.
Tetapi sekarang, ekpresi wajah Zhou Fuxue dengan cepat berubah. Dia terkejut ketika melihat Chen Xuan mampu menghindari setiap pukulan, serangan, dan beberapa pemuda yang menyerang menggunakan senjata mereka seperti pedang dan tombak.
Bagi Chen Xuan, mereka bukanlah apa-apa. Hanya enam orang pemuda yang berada di ranah tingkat ke dua, Manifestasi Qi tahap awal. Sedangkan dirinya sudah berada di ranah Lima Elemen.
Kesenjangan kekuatan berbeda satu tingkat bukanlah sesuatu yang bisa dihadapi oleh banyak orang sekalipun. Seorang kultivator Manifestasi Qi tahap awal, bisa dikatakan sebagai orang-orang yang baru bisa mengeluarkan Energi Qi di dalam tubuh mereka dan belajar membentuk senjata, zirah baju, dan lainnya menggunakan energi Qi mereka. Namun ranah Lima Elemen, adalah ranah yang jauh lebih tinggi lagi.
Pada saat itu, Chen Xuan menghentakkan sebelah kakinya di atas permukaan tanah, membuat tanah itu membentuk kawah kecil, menciptakan retakan-retakan tanah yang membentuk seperti jaring laba-laba. Ke enam pemuda itu mundur sejenak, tetapi kembali menyerang Chen Xuan.
Dan pada saat itu, Chen Xuan menggunakan elemen kayunya, membentuk akar-akar spiritual berwarna keemasan yang muncul dari bawah tanah. Akar-akar itu terus keluar memanjang, menangkap satu persatu pemuda itu. Hingga akar spiritual itu melilit tubuh ke enam pemuda itu.
"Ini... yang kau sebut ingin membunuhku?" ucap Chen Xuan, memalingkan pandangannya, mengarah kepada Zhou Fuxue.
Seluruh tubuh Zhou Fuxue bergetar hebat. Kedua sudut matanya melebar, tak percaya dengan apa yang ia saksikan.
Lalu, Zhou Fuxue pun berbicara, "Apa yang kalian lakukan? Cepat... bunuh pecundang itu!" teriak Zhou Fuxue dengan suara yang meninggi.
Namun, jangankan untuk membunuh Chen Xuan, untuk melepaskan diri dari lilitan akar-akar itu pun mereka sangat begitu kesulitan, bahkan seolah-olah itu mustahil.
Beberapa pemuda telah mengerang nafas karena sesak yang disebabkan oleh lilitan akar-akar yang semakin kuat.
"Tuan Muda, tolong aku!" seorang pemuda meminta Zhou Fuxue untuk menyelamatkannya, tetapi Zhou Fuxue telah kalap oleh rasa takutnya, ia pun segera berlari melarikan diri.
Chen Xuan pun tersenyum sinis, lalu memalingkan pandangannya, mengarah kepada ke enam pemuda yang tengah bergelantungan dililit akar emas.
"Hm! Biarkan aku membantu ayahku membersihkan sampah-sampah keluarga Zhou!" ujar Chen Xuan. Kemudian, ia pun mengepalkan tinjunya, seketika tubuh ke enam pemuda itu pun hancur dililit akar yang kuat, darah muncrat dari hancurnya tubuh mereka.
Chen Xuan pun menghela nafasnya.
"Tidak aku sangka, aku akan membunuh anggota keluargaku sendiri." gumam Chen Xuan. Ada rasa sesal, tetapi itu juga membuatnya membuktikan bahwa dirinya bukan lagi Tuan Muda yang bisa diusik oleh sembarang orang.
Namun, Zhou Fuxue berhasil melarikan diri.
"Hm... cepat juga larinya keparat itu!" gumam Chen Xuan sembari tersenyum sinis.
Chen Xuan pun tidak mengejarnya. Dia membiarkannya untuk lari, ia hanya ingin fokus untuk mencari tahu, ada apa sebenernya di Alam Rahasia ini? Yang membuat orang-orang kuat berkumpul dan memasuki Alam Rahasia ini.
.
.
.
Saat Chen Xuan tengah tenang berjalan menyusuri wilayah gelap yang kelabu, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari kejauhan.
Suara itu seperti petir yang menggelegar di langit malam, namun tidak ada kilat yang menyambar. Hanya hembusan angin dingin yang tiba-tiba menyapu wajahnya, membawa serta aroma bunga lotus yang lembut bercampur dengan kekuatan spiritual yang sangat murni.
Chen Xuan langsung berbalik ke belakang dengan waspada. Namun sebelum ia sempat bereaksi sepenuhnya, sebuah bayangan biru cerah melesat dengan kecepatan luar biasa melewati tubuhnya.
Swoosh!
Luo Bing Li'er terbang tepat di sampingnya, jubah biru gelapnya yang indah berkibar seperti ombak malam. Gaunnya yang rumit dengan bordir motif naga dan phoenix berhiaskan kristal biru berkilauan, memperlihatkan lekuk tubuh yang sempurna. Dada gaunnya sedikit terbuka, memperlihatkan kulit putih mulus dan kalung biru yang berkilauan di antara belahan payudaranya.
Rambut hitam panjangnya tergerai indah, dihiasi mahkota rumit berbentuk seperti sayap phoenix dari es kristal biru. Dari mahkota itu, untaian mutiara dan liontin biru bergantung, bergoyang mengikuti gerakannya. Di tangan kanannya, ia memegang payung besar berwarna biru tua yang sangat indah, dengan motif bunga-bunga es di seluruh bidangnya. Payung itu terbuka lebar di atas kepalanya, seolah menjadi sayap pelindung yang anggun.
Mata mereka bertemu hanya untuk sepersekian detik.
Ekspresi Chen Xuan penuh kejutan, matanya melebar dan pupilnya menyusut. Sementara Luo Bing Li'er, dengan wajah cantik yang dingin dan anggun seperti dewi es, hanya meliriknya sekilas. Bibirnya yang merah tipis sedikit terbuka, seolah ingin mengatakan sesuatu, namun ia hanya tersenyum tipis penuh misteri sebelum melesat semakin jauh.
"Wanita ini lagi ...!!" gumam Chen Xuan sambil menahan napas.
buat kalian yang mau sawer author bisa via Gopay: 081774888228
Dana juga bisa: 081774888229
dana sama gopay cuma beda belakang nya aja
Bisa juga lewat BCA: 3520695370
semuanya a.n APRILAH
Terimakasih sudah setia membaca karyaku 🙏🙏