NovelToon NovelToon
Sahabatku Cinta Pertamaku

Sahabatku Cinta Pertamaku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Diam-Diam Cinta / Romansa-Teen school
Popularitas:104.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Akiva Az-Zahra

Elin dan Evan adalah dua sahabat karib. Mereka berdua bersahabat saat mereka berdua masih kecil hingga dewasa.

Dan pada akhirnya Elin menaruh suka terhadap Evan. Dan tanpa di sangka Evan pun juga menaruh perasaan lebih terhadap Elin. Saat mengetahui Elin suka pada Evan, Evan pun menyatakan perasaannya pada Elin. Tapi Elin menolak lantaran Evan cowok playboy. Elin tidak ingin persahabatan mereka berdua hancur saat mereka putus di kemudian hari.

Diantara persahabatan mereka hadir pula Susanti dan Rio diantara kisah mereka berdua. Siapakah Susanti itu? dan siapakah Rio itu?...

Penasaran dengan cerita persahabatan dan cinta mereka berdua?... Ayo baca cerita kisah mereka berdua!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akiva Az-Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Elin dalam bahaya.

Hari ini Elin pulang dari tempat latihan sedikit kemalaman sebab dia di suruh maminya sekalian untuk mengambil barang pesanan maminya di rumah ibu Retno teman maminya Elin.

Ibu Retno adalah temen maminya Elin yang menjual aneka cetakan kue. Mami Elin sudah biasa pesen cetakan kue model terbaru dari ibu Retno.

" Ini Lin, pesenan mami kamu. Di sini ada sepuluh cetakan karakter pesenan mami kamu," jelas ibu Retno sambil memberikan sebuah kantong kresek yang berisi cetakan kue.

" Terimakasih banyak Bu," kata Elin.

Ibu Retno pun tersenyum begitu ramah sekali.

Elin pun tersenyum pada ibu Retno.

" Ya sudah bu, Elin pamit dulu." Pamit Elin pada ibu Retno.

" Iya Elin. Titip salam muat mami kamu."

" iya bu." Elin pun berpamitan untuk pulang.

Elin berjalan kaki menuju jalan raya, karena memang rumah ibu Retno berada di antara gang sempit yang hanya bisa di masuki orang dengan berjalan kaki dan pengendara sepeda motor. Elin pun sampai di jalan raya dan Elin pun duduk di kursi untuk menunggu angkotan umum.

Elin tidak tahu kalau ia dari kejauhan ada yang sedang mengawasinya. Elin pun tidak mengetahuinya.

Di dalam mobil mewah entah itu milik siapa sedang berbicara dengan beberapa preman.

" Itu dia cewek yang akan kalian habisi. Gue nggak mau tahu kalau bisa kalian bikin cewek itu ****** sekalian." Kata orang yang berada di dalam mobil memberikan instruksi kepada para preman yang telah di sewa untuk melukai Elin.

" Baik bos," kata pemimpin preman kemudian pemimpin preman itu pun pergi untuk melaksanakan tugasnya.

Kemudian orang yang berada di dalam mobil itu menelpon seseorang. Sementara preman yang ia sewa berjalan menghampiri Elin. Jumlah semua preman itu ada sepuluh preman.

Sementara Elin masih menunggu angkot yang datang tapi t ada satu pun angkot yang lewat.

" Ko' nggak ada angkot atau tukang ojek yang lewat sini sih?... Padahal ini kan masih belum jam sembilan. Mau panggil taksi online sama ojek online gue lupa nggak bawa ponsel. Duh sial banget gue. Masa gue harus jalan kaki sampai rumah?" gerutu Elin sendiri.

Tiba-tiba saja preman tadi pun datang menghampiri Elin.

" Hai cewek manis. ko' sendirian?" kata salah satu preman bertanya pada Elin.

Elin hanya diam saja tidak menjawab karena Elin pasti tahu orang-orang yang berada di hadapannya pasti akan bermuatan jahat.

" Dari pada neng manis sendirian di sini lebih baik neng ikut abang saja." Kali ini preman yang satunya lagi yang berbicara sambil mencolek dagu Elin.

Tapi Elin menepis tangan preman itu.

" Sombong banget sih?!" kata preman yang mencolek Elin.

Elin masih diam saja tidak menghiraukan lalu ia pun segera pergi dari sini, karena Elin tahu pasti preman-preman itu mempunyai niat jahat terhadap Elin.

" Hai, mau kemana nona manis?" kata salah satu preman yang lainya dan menghadang Elin.

Sementara temen-temen mereka tertawa melihatnya.

" Maaf gue harus pergi, jadi gue mohon jangan halangi jalan gue."Kata Elin sedikit ramah walaupun sebenarnya dalam hati tangannya dan kakinya sudah gatal ingin segera menghajar mereka satu persatu.

" Maaf nona manis. Kami tidak bisa membiarkan nona manis untuk pergi dari sini," kata preman tadi yang pemimpin dari mereka.

Kemudian pemimpin mereka memberikan kode untuk anak buah mereka dengan matanya untuk mengelilingi Elin.

Elin pun bersikap dengan tenang karena ia sudah terbiasa menghadapi lawannya di arena pertandingan. Dengan santainya ia berjalan dan menaruh tasnya di tempat yang ia duduki tadi sambil menaruh barang pesanan maminya tadi. Karena ia lebih baik membereskan preman-preman ini dulu dari pada entar maminya marah karena barang pesanannya ada yang rusak.

"Bos...cewek ini nggak takut sama kita bos," kata salah satu preman pada bosnya.

" Iya. Gue sudah tahu karena tadi bos sudah kasih tahu ke gue kalau cewek ini bukan cewek lemah dan kita tidak boleh menyepelekan nih cewek," kata bos preman itu yang sudah di beritahu oleh orang yang menyuruh mereka tentang siapa Elin itu.

"Ayo, kalian memang berani maju satu-satu, bersamaan juga tidak papa. Karena gue buka cewek yang lemah!" kata Elin sambil memasang kuda-kuda untuk bersiap menghadapi lawannya.

" Bos gimana bos?" tanya salah satu preman pada bosnya. " Sudah jangan banyak ngomong cepat kalian hadapi cewek ini!" kata bos mereka sambil menyuruh dua anak buahnya untuk maju melawan Elin.

Mereka berdua pun langsung berhadapan dengan Elin.

Elin pun sudah bersiap-siap untuk memasang kuda-kuda untuk bersiap melawan preman itu.

Kedua preman itu pun maju melawan Elin.

Elin pun melawan dengan memukul dan menendang kedua preman itu tanpa ampun dan hanya dalam sekejap preman itu pun dapat di kalahkan oleh Elin.

Dua preman itu langsung jatuh terkapar.

Lalu bos preman tadi menyuruh ketiga anak buahnya untuk menghadap Elin.

Elin tidak merasa takut bahkan dia dengan beraninya menghadapi tiga preman itu lalu Elin pun kembali menghajar memukul dan menendang ketiga preman itu dan ketiga preman itu pun berhasil ia kalahkan pula.

Setelah ketiga preman itu terkalahkan dan jatuh terkapar lalu sisa ke empat preman itu di suruh bosnya untuk kembali menghajar Elin.

" Kenapa kalian masih diam saja!. Cepat kalian hajar cewek itu!" Bentak bos preman itu.

Lalu ke empat preman itu tiba-tiba di halangi oleh seorang lelaki yang tiba-tiba muncul di depan Elin. Ternyata laki-laki itu adalah Rio.

" Kak Rio." Kata Elin.

" Kamu nggak apa-apa Elin?" tanya Rio sambil mikir memasang kuda-kuda untuk membantu Elin menghajar preman-preman itu.

" Tidak apa-apa kak," jawab Elin sambil fokus untuk menghajar ke empat preman tadi.

Lalu ke empat preman itu pun menyerang Elin dan Rio.

Elin dan Rio pun menghadapi ke empat preman tadi. Kali ini tubuh ke empat preman tadi tubuhnya lebih besar dari lima preman yang di hajar oleh Elin tadi dan kelihatannya lebih kuat di bandingkan dengan lima preman tadi.

Rio dan Elin berusaha menghajar dan menendang preman tadi seperti adegan film laga di TV. Suasana begitu tegang. Elin dan Rio terus berusaha menghajar dan mengalahkan ke empat preman itu.

Sementara bos dari preman itu ingat jika ia harus bisa membunuh Elin. Lalu bos preman itu mengambil pistol dan mengarahkan pistolnya ke arah Elin.

Elin dan Rio masih fokus menghajar preman-preman tadi yang masih tersisa.

Dan saat bos preman itu mengarahkan pistolnya dan melepaskan tembakan ke Elin tiba-tiba datang seseorang yang menghadang tembakan itu. Dan ternyata yang menghadang tembakan itu adalah Evan.

Elin dan Rio pun mengalihkan pandangannya kerah suara tembakan itu ternyata Evan tertembak tepat di mengenai perut Evan.

Elin pun menghajar preman yang berhadapan dengannya tadi dengan membabi buta dan setelah preman itu terkapar Elin berlari ke arah Evan. Dan berteriak sambil menangis.

Sementara Rio masih berusaha menghajar preman-preman tadi dan kemudian Rio pun menghajar bos preman tadi sebelum berusaha untuk melarikan diri.

" Evan... Bangun Van, apa yang Lo lakukan Van?" kata Elin sambil menangis dengan memegangi perut Evan yang tertembak dan bersimbah darah. Darah segar pun keluar dari perut Evan. Elin terus menangis sementara Evan ia malah tersenyum melihat Elin. Walaupun ia menahan rasa sakit yang amat sangat.

Elin terus menangis sambil memeluk Evan yang sedang terkapar.

" Lo yang sabar Lin. Dan Lo harus kuat Van." Kata Rio yang kemudian menelepon mobil ambulan.

Tak lama selang beberapa menit sebuah ambulan datang.

Kemudian Evan pun di bawa pergi kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan sementara Elin pun masih menangis dan ikut mendampingi Evan yang sudah tidak sadarkan diri.

Rio yang masih berada di situ segera menghubungi kantor polisi dan menghubungi keluarga Evan dan juga maminya Elin tentang ke adaan Evan sekarang.

Setelah beberapa menit mobil polisi pun datang untuk menangkap preman-preman yang sudah Rio hajar tadi walupun ada dua anak buah preman tadi yang kabur. Tapi untungnya bos preman itu berhasil dilumpuhkan dan Rio pun mengikat mereka semua di pohon sebelum polisi datang.

Dan beberapa menit kemudian polisi pun datang dan membawa preman-preman tadi ke penjara dan meminta Rio untuk ikut memberikan keterangan pada petugas ke polisian.

***********

1
Nety Manurung
sangat bagus ceritanya
Erlinda
Sukses terus kak🖤

Salam dari INSEPARABLE🌻
Jungkook wife
"Istri yang Terabaikan" Kembali memberikan like nya. Maaf agak telat tapi saya selalu mendukung kakak. Semangat terus ya.
nazaruddin thamrin
Like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel PEMBALASAN SANG CEO dan HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Elisabeth Ratna Susanti
suka😍
Beby Na21
Terus semangat berkarya kakak😄

salam dari ....

#Rindu With Me

#Suamiku kakak sahabatku
Radin Zakiyah Musbich
aq mampir ❤️❤️❤️

jgn lupa mampir di novelku juga berjudul:

"My Annoying Wife" 🍃🍃🍃

kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowok polos 🍊🍊🍊

ku tunggu like and comment nya ya 🙏🙏☺️
Diandra Attarilham Awaluddin
lama banget up nya thor
Kiva trepes: maaf kak novelnya sudah tamat
total 1 replies
Lina Marhayana Simanullang
mana kelanjutan ceritanya saya mau baca dong
Lina Marhayana Simanullang
mana episode selanjutnya kog nga ada
Lina Marhayana Simanullang
mana kelanjutan ceritanya
Lina Marhayana Simanullang
saya suka plotnya
Lina Marhayana Simanullang
jln ceritanya bagus
Ftl03
Like dari Little Rainbow.. semangat terus Thor.. jgn lupa mampir dan tinggalkan jejak.. mari saling mendukung...
Susi Ana
lanjut
Sri Harlina
lanjut thor
Velma Asmara
lanjut...
Sarah Manik
lanjutan cerita nya Uda ada belum
YonhiarCY (Hiatus): hai kak😇 lirik ceritaku juga yuk😇

My Destiny is Mr Zhao😇

ditunggu kehadirannya ya kak😇 langsung cek profilku saja oke😉
total 1 replies
DeputiG_Rahma
like DEBU mendarat thor...

maaf nih baru mampir lagi🤧🤧🤧
Sarah Manik
di tunggu lanjutan cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!