Bintang Utara
Harimau Putih, Phoenik Merah, Naga Biru, Kura-Kura Hitam, dan Kirin Hitam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andryano Shevchenko Limbong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap. 24 Shui Hailang VS Xiao Hei II
Akhirnya, pertaeungan antar Shui Hailang hampir mencapai puncaknya ketika tubuh Xiao Hei sudah penuh dengan luka pedang.
'Aku, harus bertahan demi Huan'er.' Ucap Xiao Hei. "Huan'er harus selamat bagaimanapun caranya!"
Sedangkan, keadaan Shui Hailang tidaklah kalah buruk dengan keadaan Xiao Hei. Seluruh tubuhnya sudah menghitam dan sudah menghabiskan semua penawar racun yang dimilikinya.
'Lan'er, Guru harap kau menjadi perempuan yang baik.' Ucap Shui Hailang dalam hati.
Shui Hailang dan Xiao Hei saling berhadapan dan menatap satu sama lain.
"Saudari Shui, kuharap kau dapat melapaskanku dan membiarkanku pergi dari sini, aku akan memberikanmu penawar racun."
"Diam! Mari kita akhiri sekarang." Menunjuk Xiao Hei dengan Pedang Mutiara Putih. 'Padahal kau baru ku gunakan, maaf aku bukanlah pemilik yang baik untukmu.' Menatap Pedang Mutiara Putih.
"Jurus Seribu Racun. Jurus Kesepuluh, Tapak Racun Ungu."
"Jurus Tarian Teratai. Jurus Kelima, Tarian Bunga Teratai."
◇◇◇
Burung Elang Putih hinggap di pundak Li Wang.
'Harimau Tua, apa kemampuanmu hanya seperti ini.' Suara Burung Elang Putih masuk ke kepala Li Wang.
'Akan kujelaskan nanti kau diam saja dulu, lindungi muridku!" Perintah Li Wang.
Burung Elang Putih langsung terbang dari pundak Li Wang dan pergi menuju tempat Wu Bai yang sedang bersembunyi dan memperhatikan Li Wang dar jauh.
'Apa yang kau lihat dari bocah kecil ini?' Melihat Wu Bai dengan tajam.
"Baiklah, karena Saudari-Saudari tidak menerima permintaanku. Maka, kita akan bertarung." Li Wang membentuk kuda-kuda.
"Tidak perlu banyak bicara kau mau bertarung kan? Ayo bertarung sekarang." Salah satu pendekar meremehkan kemampuan Li Wang.
"Gerbang Barat. Harimau Putih, Byakko.
Jurus Keenam, Bola Angin." Li Wang mulai menyerang.
"Ini berbahaya kita harus segera menghindarinya." Ucap salah satu Pendekar Tigkat Tinggi aliran putih lainnya.
Ada 10 Bola Angin yang melesat dengan cepat menuju para Pendekar Tingkat Tinggi. Mereka menghindari Bola Angin dengan sangat sulit dan kewalahan.
"Apakah kalian sudah menyerah sekarang?" Yanya Li Wang.
"Kami tidak akan pernah menyerah! Kaisar Seribu Racun harus binasa dari dunia persilatan ini, dia adalah salah satu sumber kekacauan dan kehancuran bagi aliran putih." Ucap salah satu pendekar dengan sangat lantang.
"Apa kalian tidak ingin memaafkanya dan melupakan segala kebencian yang kalian milikki terhadapnya?" Tanya Li Wang sekali lagi.
"Kami tidak akan melepaskannya." Para Pendekar Tingkat Tinggi lainnya menyerang dengan sangat membabi buta dan terlihat mereka sangat ingin membunuh siapa saja yang ingin membantu Kaisar Seribu Racun, Xiao Hei.
"Baiklah, itu adalah keinginan kalian semua." Li Wang segera mengeluarkan jurusnya. "Jurus Keempat, Harimau Putih Melompati Gunung."
Li Wang melompat dengan sangat cepat dan membuat lawannya kebingungan dan sulit untuk menyerang Li Wang dengan tepat karena kecepatannya.
Tiba-tiba Li Wang berada di belakang salah satu Pendekar Tingkat Tinggi dan mekukul belakang leher dan membuatnya pingsan.
"Setidaknya ia berada di Level Bela Diri 80-an akhir." Teriak salah satu pendekar kepada pendekar lainnya.
Semua orang terkejut karena Pendekar dengan Level Bela Diri setinggi itu bisa dihitung dengan satu tangan di Kekaisaran Bumi.
Banyak Pendekar Tingkat Tinggi yang langsung berteriak dan pergi meninggalkan area pertempuran untuk menyelamatkan diri.
"Kalian! Bawa dia!" Perintah Li Wang kepada para Pendekar Tingkat Tinggi.
Mereka langsung membawanya dan menunggalkan Li Wang. Mereka bahkan tidak peduli dengan keadaan Shui Hailang.
'Tidak penah ada aliran putih, aliran netral, dan aliran hitam. Semuanya abu-abu tidak ada yang tahu.'
Li Wang melihat keadaan sekitarnya dan menghela nafas lega.
'Akhirnya, selesai juga aku tidak tahu kapan aku akan mati.' Ucap Li Wang dalam hati.
Burung Elang Putih dan Wu Bai langsung menghampiri Li Wang. Wu Bai menanyakan bagaimana keadaan gurunya.
"Guru, apa kau baik-baik saja?" Tanya Wu Bai khawatir.
"Aku baik-baik saja, kau tenang saja Bai'er." Memukul pundak Wu Bai. "Ada seseorang yang harus kita selamatkan bukan."
◇◇◇
Saat kedua jurus akan bertemu sebuah Bola Angin melesat menuju kedua jurus tersebut dan Bola Angin tersebut langsung mencampakkan mereka berdua beberapa puluh meter. Li Wang segera berlari menuju Kaisar Seribu Racun.
Sedangkan, Wu Bai berlari menuju tempat Shui Hailang dengan Burung Elang Putih.
"Kau tidak apa-apa? Saudara Hei." Tanya Li Wang kepada Xiao Hei yang sedang terkapar di tanah.
"Aku tidak apa-apa, kau tenang saja." Berdiri dari tempat ia terkapar dan membersihkan jubahnya yang compang-camping.
"Syukurlah kalau begitu." Li Wang memberikan 2 pil peyembuh. "Minum ini." Xiao Hei langsung menelan kedua pil penyembuh.
"Terima kasih Saudara Wang. Aku memiliki sebuah pesan untuk Ketua Assosiasi Pedagang Sakti." Memberikan sebuah surat kepada Li Wang. "Tolong, Saudara Wang berikan kepadanya."
"Baiklah." Li Wang mengambil surat yang dititipkan Xiao Hei
Wu Bai menghampiri Li Wang dan Wu Bai. Mengatakan keadaan Shui Hailang dalam keadaan yang sangat kritis.
"Berikan penawar ini untuk Saudari Shui. Aku akan segera pergi dari sini dan tolong berikan pesanku tadi." Pesan terakhir Xiao Hei.
"Sampai Jumpa." Xiao Hei langsung pergi.
tidak usah buat cerita baru kalau tidak jelas
tdk ada hareem kah?
Bukan cerita yg buruk, cerita nya bagus tapi sangat kecewa dgn penuturan dan penempatan otor pd tata kata dan bahasa., jd tdk ba bisa lanjut baca nya lagi ...
Pembaca dan penulis akan saling take and give, pembaca akan senang dan nyaman bila mana cerita bagus, baik itu alur nya maupun penempatan kata, bahasa/kalimat nya dan akan mengapresiasi kepada penulis dgn hormat (karena tdk mudah membuat cerita yg bagus) dan penulis akan mendapatkan penghargaan dan kebanggan atas karya nya yg di sukai byk pembaca.. ini hanya saran saja, walau cerita nya sudah tamat tapi gak ada yg tau siapa saja bisa berhenti ditengah jalan 😊