NovelToon NovelToon
Pendekar Empat Mata Angin

Pendekar Empat Mata Angin

Status: tamat
Genre:Fantasi / Action / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:6.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Andryano Shevchenko Limbong

Bintang Utara

Harimau Putih, Phoenik Merah, Naga Biru, Kura-Kura Hitam, dan Kirin Hitam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andryano Shevchenko Limbong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chap. 24 Shui Hailang VS Xiao Hei II

Akhirnya, pertaeungan antar Shui Hailang hampir mencapai puncaknya ketika tubuh Xiao Hei sudah penuh dengan luka pedang.

'Aku, harus bertahan demi Huan'er.' Ucap Xiao Hei. "Huan'er harus selamat bagaimanapun caranya!"

Sedangkan, keadaan Shui Hailang tidaklah kalah buruk dengan keadaan Xiao Hei. Seluruh tubuhnya sudah menghitam dan sudah menghabiskan semua penawar racun yang dimilikinya.

'Lan'er, Guru harap kau menjadi perempuan yang baik.' Ucap Shui Hailang dalam hati.

Shui Hailang dan Xiao Hei saling berhadapan dan menatap satu sama lain.

"Saudari Shui, kuharap kau dapat melapaskanku dan membiarkanku pergi dari sini, aku akan memberikanmu penawar racun."

"Diam! Mari kita akhiri sekarang." Menunjuk Xiao Hei dengan Pedang Mutiara Putih. 'Padahal kau baru ku gunakan, maaf aku bukanlah pemilik yang baik untukmu.' Menatap Pedang Mutiara Putih.

"Jurus Seribu Racun. Jurus Kesepuluh, Tapak Racun Ungu."

"Jurus Tarian Teratai. Jurus Kelima, Tarian Bunga Teratai."

◇◇◇

Burung Elang Putih hinggap di pundak Li Wang.

'Harimau Tua, apa kemampuanmu hanya seperti ini.' Suara Burung Elang Putih masuk ke kepala Li Wang.

'Akan kujelaskan nanti kau diam saja dulu, lindungi muridku!" Perintah Li Wang.

Burung Elang Putih langsung terbang dari pundak Li Wang dan pergi menuju tempat Wu Bai yang sedang bersembunyi dan memperhatikan Li Wang dar jauh.

'Apa yang kau lihat dari bocah kecil ini?' Melihat Wu Bai dengan tajam.

"Baiklah, karena Saudari-Saudari tidak menerima permintaanku. Maka, kita akan bertarung." Li Wang membentuk kuda-kuda.

"Tidak perlu banyak bicara kau mau bertarung kan? Ayo bertarung sekarang." Salah satu pendekar meremehkan kemampuan Li Wang.

"Gerbang Barat. Harimau Putih, Byakko.

Jurus Keenam, Bola Angin." Li Wang mulai menyerang.

"Ini berbahaya kita harus segera menghindarinya." Ucap salah satu Pendekar Tigkat Tinggi aliran putih lainnya.

Ada 10 Bola Angin yang melesat dengan cepat menuju para Pendekar Tingkat Tinggi. Mereka menghindari Bola Angin dengan sangat sulit dan kewalahan.

"Apakah kalian sudah menyerah sekarang?" Yanya Li Wang.

"Kami tidak akan pernah menyerah! Kaisar Seribu Racun harus binasa dari dunia persilatan ini, dia adalah salah satu sumber kekacauan dan kehancuran bagi aliran putih." Ucap salah satu pendekar dengan sangat lantang.

"Apa kalian tidak ingin memaafkanya dan melupakan segala kebencian yang kalian milikki terhadapnya?" Tanya Li Wang sekali lagi.

"Kami tidak akan melepaskannya." Para Pendekar Tingkat Tinggi lainnya menyerang dengan sangat membabi buta dan terlihat mereka sangat ingin membunuh siapa saja yang ingin membantu Kaisar Seribu Racun, Xiao Hei.

"Baiklah, itu adalah keinginan kalian semua." Li Wang segera mengeluarkan jurusnya. "Jurus Keempat, Harimau Putih Melompati Gunung."

Li Wang melompat dengan sangat cepat dan membuat lawannya kebingungan dan sulit untuk menyerang Li Wang dengan tepat karena kecepatannya.

Tiba-tiba Li Wang berada di belakang salah satu Pendekar Tingkat Tinggi dan mekukul belakang leher dan membuatnya pingsan.

"Setidaknya ia berada di Level Bela Diri 80-an akhir." Teriak salah satu pendekar kepada pendekar lainnya.

Semua orang terkejut karena Pendekar dengan Level Bela Diri setinggi itu bisa dihitung dengan satu tangan di Kekaisaran Bumi.

Banyak Pendekar Tingkat Tinggi yang langsung berteriak dan pergi meninggalkan area pertempuran untuk menyelamatkan diri.

"Kalian! Bawa dia!" Perintah Li Wang kepada para Pendekar Tingkat Tinggi.

Mereka langsung membawanya dan menunggalkan Li Wang. Mereka bahkan tidak peduli dengan keadaan Shui Hailang.

'Tidak penah ada aliran putih, aliran netral, dan aliran hitam. Semuanya abu-abu tidak ada yang tahu.'

Li Wang melihat keadaan sekitarnya dan menghela nafas lega.

'Akhirnya, selesai juga aku tidak tahu kapan aku akan mati.' Ucap Li Wang dalam hati.

Burung Elang Putih dan Wu Bai langsung menghampiri Li Wang. Wu Bai menanyakan bagaimana keadaan gurunya.

"Guru, apa kau baik-baik saja?" Tanya Wu Bai khawatir.

"Aku baik-baik saja, kau tenang saja Bai'er." Memukul pundak Wu Bai. "Ada seseorang yang harus kita selamatkan bukan."

◇◇◇

Saat kedua jurus akan bertemu sebuah Bola Angin melesat menuju kedua jurus tersebut dan Bola Angin tersebut langsung mencampakkan mereka berdua beberapa puluh meter. Li Wang segera berlari menuju Kaisar Seribu Racun.

Sedangkan, Wu Bai berlari menuju tempat Shui Hailang dengan Burung Elang Putih.

"Kau tidak apa-apa? Saudara Hei." Tanya Li Wang kepada Xiao Hei yang sedang terkapar di tanah.

"Aku tidak apa-apa, kau tenang saja." Berdiri dari tempat ia terkapar dan membersihkan jubahnya yang compang-camping.

"Syukurlah kalau begitu." Li Wang memberikan 2 pil peyembuh. "Minum ini." Xiao Hei langsung menelan kedua pil penyembuh.

"Terima kasih Saudara Wang. Aku memiliki sebuah pesan untuk Ketua Assosiasi Pedagang Sakti." Memberikan sebuah surat kepada Li Wang. "Tolong, Saudara Wang berikan kepadanya."

"Baiklah." Li Wang mengambil surat yang dititipkan Xiao Hei

Wu Bai menghampiri Li Wang dan Wu Bai. Mengatakan keadaan Shui Hailang dalam keadaan yang sangat kritis.

"Berikan penawar ini untuk Saudari Shui. Aku akan segera pergi dari sini dan tolong berikan pesanku tadi." Pesan terakhir Xiao Hei.

"Sampai Jumpa." Xiao Hei langsung pergi.

1
Binner Pratama
0 Besar
tidak usah buat cerita baru kalau tidak jelas
Binner Pratama
selalu ceritanya loncat loncat tidak jelas
Binner Pratama
ga jelas
Binner Pratama
ceritanya loncat loncat dan nyasar tidak jelas
Ituk
lama lama ceritanya tidak nyambung
spooky836
dia dri aliran hitam patut jahat kafir lagi.
Andrew Tito Ramos
lebih bagus lagi suaranya krompyaang gt..
Wanta Ru
Biasa
Jambon 03
ceritanya berbelit2222222222222.klo crita mbok yg singkat-satu bab crta ga habis2 trus berbelit22222222222222
Luo Zan Thian
menjadi biksu
tdk ada hareem kah?
K4k3k 8¤d¤
💝🤞🏽💝🤞🏽💝🤞🏽💝🤞🏽💝
K4k3k 8¤d¤
semangat semangat terus semangat thor lanjutin update sampai tamat ditunggu sama para reader yang setia menanti mu update kembali
Bambang tri poetro
Kecewa
Bambang tri poetro
Biasa
Akira
awal mula cerita sangat menarik, nyaman di baca dan enak saat di simak alur cerita nya tapi lama2, terlihat ketidak konsistenan dalam penulisan nama org2, penggunaan bahasa/kalimatt (harus nya siapa yg berucap malah org lain), bukan typo tapi justru jadi bahasa nya amburadul, blm lagi banyak hal lebih menceritakan orang lain secara detail di banding mc nya, sedangkan mc nya malah seperti pemeran pedukung, sehingga keliatan datar makin di baca dan bertele-tele, sampai pd akhir nya alur nya makin lebar dan berkepanjangan, hanya berjalan di tempat di satu wilayah saja dan masih membahas org lain dari dari pd fokus pd mc nya..
Bukan cerita yg buruk, cerita nya bagus tapi sangat kecewa dgn penuturan dan penempatan otor pd tata kata dan bahasa., jd tdk ba bisa lanjut baca nya lagi ...
Akira
nah ini yg di tunggu, setelah sekian chapter baru fokus ke mc nya dgn latihan dan peningkatan dan ini baru seru, sebelum nya walau Wu Bai mc nya tp tapi tdk spt mc di cerita ini, hanya jd bunga cerita atau sampingan saja saja 😂😂😂
Akira
Tanya Shui Hailang... bukan Li Wang donk yg berucap,... aduh penempatan kata/bahasa nya makin amburadul
Akira
masa iya Li wang terkejut dgn Li Wang,, naah penggunaan tanda baca dan kata2/kalimat spt ini harus nya di revisi tp ternyata tdk
Akira
ketika anda membuat cerita ini dan menulis kata2 tsb, apa diri anda tdk menyadari byk nya saran, masukan serta kritikan yg membangun tapi anda sbg penulis mengabaikan sehingga byk sekali kekacauan dalam kata, kalimat di cerita (bukan typo) dan tdk sedikit pun di revisi, walau terbilang cerita yg menarik tapi lama2 bisa tdk menarik di tengah perjalan, untung saja untuk cerita ini masih sedikit nyaman untuk di baca tapi blm tau kedepan nya akan terjadi spt apa...
Pembaca dan penulis akan saling take and give, pembaca akan senang dan nyaman bila mana cerita bagus, baik itu alur nya maupun penempatan kata, bahasa/kalimat nya dan akan mengapresiasi kepada penulis dgn hormat (karena tdk mudah membuat cerita yg bagus) dan penulis akan mendapatkan penghargaan dan kebanggan atas karya nya yg di sukai byk pembaca.. ini hanya saran saja, walau cerita nya sudah tamat tapi gak ada yg tau siapa saja bisa berhenti ditengah jalan 😊
Akira
pengulangan yg di ulang2 terus tapi tetap aja penyembutan nama nya masih sama, cerobsh dan tdk teliti itu jelas, jadi terlihat datar alur nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!