Selamat Datang Di Novel Pertama Saya.
Cerita ini adalah cerita kehidupan Celyn mulai dari dia kecil saat ditinggal orangtuanya sampai dia menjadi istri seorang yang bernama Dimas.
Siapa Celyn itu?
Apa yang terjadi padanya?
Bagaimana kehidupan pernikahannya?
Mari kita baca bersama-sama.
Dimohon bagi yang tidak suka dengan cerita ini, tolong jangan di beri komentar atau rate jelek. Di skip saja. Hargai Author sebagai penulis yang sudah capek memikirkan alur ceritanya.
Bagi teman-teman authors boleh promosi di karya ini.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih dan selamat membaca.
God Bless You All..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Jenius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
Rutinitas Rani (Part 2)
Hari ini Rani memiliki jadwal padat. Setelah Rani dan Pak Bagas meeting yang membahas masalah pabrik, hari ini dilanjutkan dengan meeting dengan bagian Penjualan atau marketing.
Jam makan siang hampir usai, Rani sudah selesai makan makanan yang tadi dia pesan online karena dia tidak punya waktu untuk makan di luar. Dia takut akan memakan waktu lama. Walaupun hanya makan di kantin perusahaan. Rani pun malas keluar. Akhirnya pilihan jatuh memesan makanan di luar dengan menggunakan aplikasi online.
Sehabis makan dia melirik jam di tangannya. Jam menunjukkan Pukul 12.45 wib.
"Masih ada lima belas menit lagi sebelum meetng". Batinnya. Rani pun mengistirahatkan kepalanya di sandaran kursi kerja nya sesekali memijat kepalanya yang sedikit pusing.
" Nanti pulang ke rumah anak-anak saya mau minta Nek Imah memijat kepala saya. Pijatan dia enak". Rencananya dalam hati.
Dia memasang alarm pukul satu siang dan memejamkan matanya sebentar. Lima belas menit kemudian alarm nya berbunyi dan Rani terbangun. Dia melangkah ke kamar mandi dan cuci muka sebentar, mengelap mukanya dengan tisu dan memperbaiki make up dan lipstiknya. Setelah dia melihat semua sempurna dia mengambil laptop di meja membawanya ke arah sofa dan menunggu team marketing perusahaannya untuk meeting.
Tak berapa lama Team Marketing pun mengetuk pintu dan masuk ke ruangan itu tanpa menunggu Rani membukakan pintu buat mereka. Rani memang sengaja tidak mengunci ruangannya karena dia tahu hari ini dia akan kedatangan banyak tamu.
" Selamat siang Bu!!". Kata Aris Manager Marketing perusahaan ini.
"Selamat siang. Silahkan duduk". Katanya singkat
"Terima kasih bu!". Aris pun duduk. Dia mengambil posisi duduk bersebrangan dengan Rani. Setelah duduk dia mengeluarkan laptop dan langsung menghidupkannya. Aris juga mengeluarkan berkas yang merupakan laporan grafik penjualan peruasahaan pada minggu ini.
Tak lupa dia mengeluarkan flashdisk dan langsung memasukkan ke dalam laptopnya yang sudah hidup dan menarik nafas sesaat. Rani memperhatikan gerak geriknya dari tadi dengan meliriknya. Setelah Rani melihat Aris sudah tenang dan siap memulai meeting Rani pun mulai bicara.
" Baiklah.. Hari ini apa bahan meeting kita?". Tanya Rani kepada Aris.
" Hari ini saya datang ingin menjelaskan tentang garfik penjualan kita minggu ini bu". Kata Aris seraya memberikan berkas berisi bahan meeting yang ada di flashdisknya dan sudah di print nya supaya tidak ribet saat menjelaskannya pada Rani pada meeting ini.
Rani membuka lembar demi lembar laporan yang dia tetima dari Aris. Dia diam sejenak memperhatikan dan mempelajari laporan tersebut. Lalu menyuruh Aris menjelaskan tentang laporan yang dia buat itu.
" Coba kamu jelaskan, Menurut laporan yang kamu buat. Bagaimana keadaan penjualan perusahaan kita Minggu ini". Kata Rani meletakkan laporan itu, melipatkan tangannya di dada dan memandang wajah Aris untuk mendengarkan penjelasan dari Aris.
" Begini bu, dalam minggu ini penjualan televisi dan laptop kita meningkat. Akan tetapi, tidak begitu dengan penjualan smartphone kita.". Jelasnya di awal.
" Apa yang menyebabkan hal itu terjadi?. Apa kamu sudah inspeksi ke pasar langsung dan mendengar pendapat distributor kita, apa masalahnya?". Tanya Rani.
" Kami belum sempat melakukan itu bu. Rencananya besok kami akan turun langsung ke lapangan dan mengecek pendapat distributor dan para calon pembeli untuk mengetahui masalah yang terjadi". Jelas Aris.
" Baiklah. Lakukan itu dan segera laporkan ke saya hasilnya melalui email". Suruh Rani
" Baik bu". Kata Aris.
" Oh iya, Hari Kamis saya ingin meeting dengan bagian Marketing dan pihak pabrik. Tolong kosongkan jadwal kamu. Saya ingin membahas masalah produksi dan penjualan. Kamu juga bisa sekalian membicarakan kekurangan barang produksi kita di pasaran supaya pihak pabrik bisa memperbaikinya. Ini semua demi kebaikan perusahaan kita.". Kata Rani.
" Baik bu". Jawab Aris.
" Kalo begitu meeting kita hari ini sudah selesai. Kamu bisa melanjutkan pekerjaan kamu sekarang". Kata Rani
" Baik bu saya permisi dulu".
Aris memasukkan laptop yang sudah dimatikannya lalu memasukkanmya ke tas nya. Tapi berkas yang tadi diberikan kepada Rani tidak diminta kembali supaya Rani bisa mempelajarinya lagi. Aris pun bèrjalan menuju pintu dan keluar dari ruangan itu.
Sekeluarnya Aris, Rani kembali ke mejanya menekan nomor hunting sekretarisnya di interkom yang ada di mejanya.
" Halo.." Kata Rani
" Ya bu.. Ada apa?". Jawab sekretarisnya.
" Tolong hubungi Pak Bagas orang pabrik dan aturkan meeting dengannya dan bagian marketing tadi pada hari Kamis." Suruh Rani
" Baik Bu..!!". Sekretarisnya pun langsung menutup telpon dan menelpon Pak Bagas untuk mengatur meeting antara Rani, Pak Bagas dan Team Marketing pada hari Kamis. Dia pun mencatat di buku agendanya supaya tidak lupa.
Selanjutanya Rani menunggu tamunya yang ketiga. Dia akan meeting dengan seorang customer besar langganan perusahaan itu. Dia melirik jam tangannya.
Jam sudah menunjukkan Pukul 14.30 Wib. Tapi tamu yang ditunggu pun tidak datang.
Tadi sekretaris tamu itu telah menelpon bahwa pertemuan akan di tunda satu jam karena bossnya terjebak macet.
Jam pun telah menunjukkan Pukul 15.00 Wib. Tamu yang ditunggu Rani tak kunjung datang. Lalu Rani menyuruh sekretarisnya menelpon asisten tamu itu.
Asisten tamu itu minta maaf tidak jadi datang karena di jalan yang mereka lewati ada perbaikan jalan sehingga terjadi kemacetan yang luar biasa.
Asisten tamu itu ingin mereschedule jadwal pertemuan menjadi besok pagi jam sepuluh. Rani pun menyetujuinya dan mereka sepakat.
Berhubung karena tamu yang dia tunggu tidak jadi datang. Rani menutup laptopnya. Dia ingin pulang dan meminta Nek Imah memijat kepalanya yang dari tadi pusing. Lalu menelpon supir untuk standby di loby kantor.
Rani pun membereskan tasnya, memasukkan handphonenya ke tas. Merapikan sedikit berkas yang berserak di mejanya lalu melangkah keluar ruangannya dan langsung menaiki lift untuk turun ke loby. Di sana Pak Supir telah menunggunya. Melihat Rani mendekat, Pak Supir membukakan pintu untuknya dan Rani masuk.
" Makasih Pak..!" Kata Rani
" Sama sama Buk.!!. Apa Bu Rani sakit. Sepertinya wajah ibu pucat.". Tanyanya lagi
" Iya Pak. Kepala saya pusing. Saya ingin pulang dan minta di pijat Nek Imah. Kemaren saya merasa pijatan nya enak." Jawab Rani
" Baiklah bu. Saya akan berusaha sampai secepatnya ke rumah". Kata Pak Supir.
" Terima kasih Pak..!". Jawab Rani Lagi.
Pak supir pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan lebih cepat dari biasanya supaya bisa sampai ke rumah dengan cepat. Akhirnya mereka pun sampai ke rumah.
Rani turun dan mengetok pintu. Nek Imah membuka pintu dan melihat kedatangan Rani. Nek Imah melihat mukanya pucat.
" Nak Rani sakit? Mau Nek Imah pijitin?". Tanya Nek Imah.
" Iya Nek. Makasih. Saya memang ingin dipijat. Ayo ke kamar Rani Nek..!!". Ajak Rani.
" Baiklah Nak" Jawab Nek Imah.
Mereka pun berjalan menuju kamar Rani. Nek Imah memijatnya. Setelah itu memberikan Rani obat dan minum air putih. Lalu Rani pun tertidur pulas.Nek Imah keluar membiarkan Rani istirahat.
semangat