Di saat pria bernama lengkap Leonardo Gerald (29) berusaha menepis perasaanya sendiri, justru sebaliknya sepupunya yang bernama Sherena Felixia (19) itu dengan terang-terangan mengejar cinta pria yang sedang berusaha menghindari dirinya.
“Mana mungkin aku tahan mendapat godaan dari sepupuku yang sexy ini?” Ucap pria berparas tampan itu.
Bagaimana kelanjutan kisah Sherena dan Leon yang terhalang restu kedua kakak dari Sherena?
Akankah cinta mereka berlanjut bahagia, atau malah kandas sebelum memulai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fitryas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MSG 24
Leon dan Sherena pun serempak menatap ke sumber suara, di mana ada sosok Theo yang mengintip dari celah pintu.
Pria itu pun membuka pintu lebar-lebar.
“Turun dari pangkuannya!” Titah Theo sambil menunjuk Sherena.
Sherena pun beranjak dari duduknya dan nerdiri di di antara Leon dan Theo.
Leon pun ikut berdiri, ia lalu melangkah meninggalkan Theo sambil membawa Sherena dengan tangan yang saling bertautan.
“Hei! Leon lepaskan tangan Sherena.” Ucap Theo tidal terima.
Leon pun menghentikan langkahnya lalu mengangkat tangan mereka yang saling bertautan.
“Maksudmu ini?” Tanya Leon sambil menatap tanganya sendiri yang sedang memainkan jari Sherena. “Sebentar lagi aku akan menjadi suaminya, urusan Sherena serahkan saja padaku karena mulai sekarang aku orang yang akan bertanggung jawab atas isteriku.” Ucap Leon sambil tersenyum, ia kembali berbalik dan meninggalkan Theo sendirian yang masih terlihat jengkel.
Di luar kamar, Sherena terlihat takut jika Theo akan marah pada dirinya dan calon suaminya.
“Kak bagaimana kalau Kak Theo marah dan melarang hubungan kita lagi?” Tanya Sherena dengan wajah hawatirnya.
Leon langsung mengusap lembut kepala Sherena. “Tidak akan, dia tidak berani macam-macam.” Ucap Leon.
Sherena langsung terdiam, setidaknya ia jauh lebih tenang karena ucapan Leon dapat di percaya. Ia pun mengikuti langkah Leon yang membawanya menuruni anak tangga.
“Aku harus pulang, kamu banyak istirahatlah karena sebentar lagi kita akan menikah. Jangan keluar rumah dan tetap kabari aku.” Ucap Leon, ia kini berdiri mengadap Sherena yang nampak terlihat enggan berjauhan.
Sherena menggoyang-goyangkan pergelangan tangan Leon yang ia sentuh, gadis itu masih ingin berlama-lama bersama calon suaminya.
“Gak mau, ko cepet banget pulangnya.” Keluh Sherena.
“Jangan sedih, aku harus segera membereskan pekerjaanku untuk beberapa hari kedepan. Apalagi setelah menikah kita akan honeymoon dalam waktu yang cukup lama.” Ucap Leon.
Sherena yang sedang menunduk sedih pun langsung mendongakan wajahnya untuk menatap Leon dengan mata berbinar.
“Serius? Kemana kita akan honeymoon ka?” Tanya Sherena.
“Rahasia.” Bisiknya. “Aku pamit pulang dulu, ngomong-ngomong masakan pertamamu sangat enak.” Puji Leon ia lalu mengacak-acak ambut Sherena dan pergi begitu saja meningaglakn Sherena yang masih berdiri dan mengharapkan lebih.
“Kak, apa Kakak akan pergi begitu saja?” Tanya Sherena.
Leon pun menghentikan langkahnya dan kembali berbalik menatap Sherena. Ia hendak berbicara namun Sherena lebih dulu mengecup pipinya.
“Hati-hati di jalan, jangan lupa kabarin aku.” Ucap Sherena, lalu berbalik dan berlari meningalkan Leon.
Leon pun pergi dan perpamitan pada Mam Eria yang ada di halaman rumah.
Sementara Sherena ia kini harus berurusan dengan Kakaknya. Theo menatap datar Sherena yang terlihat sedang bahagia, Theo sejak tadi menunggu kedatangan Sherena di kamar adik bungsunya itu.
“Kakak sedang apa di sini.” Tanya Sherena.
“Duduk.” Ucap Leon sambil menunjuk sofa di depannya.
Sherena pun menghela nafasnya pasrah, ia duduk di atas sofa sambil menghadap sang Kakak.
“Sherena, kamu tau kan kalau aku sangat menyayangimu? Kenapa kamu ga kepang rambut dan gak pake kaca matamu?” Tanya Theo.
Sherena mengelus rambutnya sendiri karena ia baru sadar jika dirinya tidak mengikat rambutnya seperti biasanya.
“Aku bangun tidur Kak, jadi gak sadar kalau rambutku gak di iket.” Ucap Sherena jujur.
“Pokoknya kamu harus berpenampilan seperti biasanya walaupun kamu sudah menikah dengan Leon.” Titahnya, karena Theo tau betul bagaimana cantik dan menggoda adik bungsunya itu dia tidak mau Leon menikmati adiknya selama ini. Walau kelak Sherena akan menikah dengan Leon, Theo masih belum bisa merelakannya.
Sherena hanya mengangguk-angguk tanda setuju dan tidak lagi memperdulikan Theo yang terus mengajarinya ini dan itu, Theo bahkan bilang jika Sherena jangan sampai tertipu dengan sifat Leon yang baik.
Sherena tentu tidak memperdulikan ucapan Kakaknya, ia menatap lemarinya sambil terus tersenyum membayangkan jika dirinya akan berpenampilan sexy selama tinggal berdua dengan suaminya kelak.
.
To be continued…