Rara, Seorang gadis muslimah yang hidup diperantauan harus bisa bertahan hidup dan menyelesaikan pendidikannya dengan kuliah sambil bekerja. Berharap bisa kerja di tempat yang nyaman, Rara malah dipertemukan dengan Adimas (Duda ber anak 1) Majikan yang dingin dan galak. Akankah cinta mereka bersemi dan berujung bahagia???
Ikutin ceritanya yahhhh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bodyguard Cantik 24
Diperjalanan Rara menjaga jarak dengan suaminya. Ia belum berani untuk berdekatan di tempat duduk.
Hingga di pertengahan jalan Rara pun mengantuk karena waktu juga sudah malam ia pun tertidur di kursi mobil. Adimas yang melihat Rara hampir jatuh pun mengalihkan kepalanya untuk bersender di bahunya. Rara tidur dengan nyaman di bahu suaminya dan tangannya memeluk badan Adimas tanpa terasa.
"Tidurlah sayang, tidur yang nyenyak".
Adimas melihat rara dan membelainya lembut.
Tak terasa sampailan mereka di rumah.
Adimas tak membangunkan Rara dan langsung menggendongnya ke dalam. Ia membawa rara ke kamar adimas dan menurunkannya di ranjangnya.
"Kayaknya dia ngantuk banget, sampai gak bangun saat aku gendong. Emm apa aku gantiin baju dia ya?? kayaknya dia panas gitu tidur pake gamis panjang". Adimas berfikir keras apa yang akan di lakukannya sekarang.
Adimas memberanikan diri membuka hijab Rara kemudian menggantikan bajunya dengan piyama. Dengan susah payah adimas menahan hasratnya saat menggantikan baju Rara. Ia tak ingin mengambil keuntungan apapun dari istrinya. Adimas pun tidur di samping rara setelah ia juga mengganti bajunya.
.
.
.
Suara azan subuh berkumandang.....
Rara terbangun dari tidurnya. Ia merasa tidur memeluk guling yang hangat.
"Aku dimana ini" Ia membuka perlahan matanya dan menyapu sekeliling tempat itu. Saat ia sadar Rara begitu kaget
"Aaaaaaaaaaaaaa" Rara melihat dirinya saat ini tengah memeluk adimas yang sudah tak memakai piyamannya.
"Kamu kenapa pagi-pagi udah berisik??" Adimas duduk di samping Rara
"Kak dimas ngapain di kamar ku??"
"Eh kamarmu???"
Rara melihat dengan jelas lagi ternyata itu bukan kamar nya.
"Hah ternyata ini bukan kamar ku"
"Memang bukan. Ini kamar kakak"
Rara melihat dirinya yang sudah berganti pakaian
"Sssiapa yang gantiin baju rara??"
Adimas langsung menjatuhkan rara kembali ke kasur dan menguncinya di atas.
"Kak dimas".
Rara langsung tersipu, wajahnya merah seketika.
""Kamu lupa ya kalau kita sudah menikah??"
"Eh iya ya kita udah nikah. Tapi kak dimas jangan bertindak nekad ke rara".
Rara berontak dan akan melepaskan diri.
"Jangan bergerak, jika kau terus bergerak dia akan bangun. Tetaplah seperti ini sebentar lagi"
Adimas memeluk Rara dengan erat. Rara bergetar dan ketekutan hanya bisa menurut apa kata dimas.
"kkkkak kita sholat subuh yuk".
"Boleh".
Adimas dan rara bersiap untuk sholat subuh berjamaah. Setelah sholat subuh mereka mengaji bersama.
"Maasyaa allah suara kak dimas ngaji baguss banget, rasanya ademmmm tentremmm banget di hati" batin Rara
Pleetaakkkkkk
Adimas menjitak rara
"Yang di simak bacaannya buka malah melamun".
"Eh iyaa maaf hehe".
Rara merasa malu saat ketahuan melamun oleh adimas. Setelah selesai mengaji, rara berpamitan untuk membuat sarapan di dapur. Sementara Adimas jogging sendirian karena bagas masih di rumah oma nya. Setelah selesai jogging adimas pulang kerumah dan melihat rara yang sudah rapi.
"Udah mandi kamu ra??"
"Udah kak, pagi ini mau jemput bagas kan?? udah kangen sama dia".
"Iyaa, saya mandi dulu. Tolong siapkan pakaian kak dimas".
"Baik kak".
Rara mengikuti adimas ke kamarnya, para pembantu pun heran, tumben-tumbennya pak dimas minta di siapkan pakaiannya sama rara.
Adimas mandi dikamar mandi sementara rara mencari pakaian adimas di lemarinya. Ia bingung baju mana yang akan di pilihnya.
"Aduhh baju mana yaa, aku bingung milihnya".
Rara mengambil kemeja warna abu tua dan dasi serta celananya kemudian diletakkan di atas ranjang adimas. Adimas baru selesai mandi dan keluar hanya menggunakam handuk putih saja sepinggang
"Aaaaaa" rara menutup matanya saat melihat dimas yang seperti itu.
"Kamu kenapa??"
"Cepetan pake baju pak. Nanti masuk angin".
"Lihat saja, ini sudah halal kok buat kamu. Tok kamu akan sering lihat saya seperti ini"
"Kak dimas mesum!!!!"
"Heheehehh rara rara kamu ini polos banget" Adimas dengan cepat mengenakan celananya dan kaos dalemnya kemudian memakai kemejanya.
"Bantu kancingin bajunya boleh??"
Rara membuka matanya dan melihat ke arah adimas.
"Boleh".
Rara mendekat ke arah adimas dan mengancingkan bajunya.
Begitu dekat begitu wangi bau badan Adimas, rara merasakan aromanya langsung suka.
Dimas mendekatkan wajahnya
"Morning kiss nya mana??"
"Gak ada"
"Kok gak ada?? biar suami semangat kerja harusnya tiap pagi dapet jatah morning kiss dong ra"
"Tapi kan kita belum saling cinta kak".
"Hmmmmmmm ya sudah kalau gitu".
Adimas langsung pura-pura ngambek dengan rara, dia pun pergi meninggalkan rara.
"Apa aku keterlaluan ya??"
Rara merasa ragu langkahnya menuju meja makan.
Adimas tengah duduk menikmati sarapannya. Rara tak berani menatap adimas dan ia ikut sarapan di kursi depannya.
Setelah selesai sarapan rara dan adimas pergi menjemput bagas untuk pergi kesekolah.
Diperjalanan Adimas masih tak menyapa rara, hingga rara pun merasa gusar.
"Emm kak dimas marah ya??"
"Hmm"
"Maaf kak, rara belum terbiasa soal itu. Rara.."
"Tak perlu minta maaf, jangan lakukan kalau kamu masih ragu. Saya tidak ingin memaksa kamu".
Makkkkk Jleeepppppppp ucapan adimas begitu dalam sampai menusuk ke hati rara.
Sampailah mereka di rumah oma bagas. Rara turun dari mobil di sambut oleh Bagas.
"Kak rara,,,,, bagas kangennnnn banget" Bagas memeluk Rara. Oma dan opa nya heran melihat bagas betindak seperti itu. Bahkan dengan papanya pun dia tak menyapa.
"Kak rara juga kangennnn banget sama bagas" rara memeluknya erat.
Omma bagas melihat ketulusan yang muncul di dalam diri rara.
"Siapa itu dim??"
"Rara ma, penjaganya bagas".
"Tapi kok sedekat itu sama bagas??"
"Iya ma, bagas tuh kayak nganggep rara kayak ibunya sendiri. Dia begitu manja sama rara. bahkan dia tidak menghitaukanku jika bersama rara".
"Sepertinya dia gadis yang baik dan penyayang".
"Iya pa, dimas merasa juga begitu".
"Halah itu cuma kedok dia aja biar bisa deketin kamu!!"
""Jaga ucapan kakak!!"
"Udah lah dim, itu hanya trik trik wanita penggoda".
"Ma, pa dimas pergi dulu".
"Iyaa kalian hati-hati"
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam"
"Ayo Kita berangkat"
Adimas menjalankan mobilnya menuju sekolahan
.
.
.
Sampainya di sekolah...
"Bagas turun dulu ya pa".
"Iyaa" Bagas langsung turun dari mobilnya dan berlari ke sekolah. Rara akan turun juga dari mobil.
"Ra, nanti siang pak eman nganter mobil putih ke sekolah, kalian pulang pake mobil itu ya, Hari ini saya lembur di kantor"
"Iya kak".
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam"
Rara turun dari mobil dan berjalan menuju halaman sekolah untuk menunggu bagas.
"Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku".
.
.
.
Tunggu kelanjutannya besokkk yaaah😉😘
tinggal ngmng doang jg..🤦