NovelToon NovelToon
Dinikahi Karena Harta

Dinikahi Karena Harta

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Keluarga / Romansa / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Sholehah

Seorang wanita yang bernama Hani harus berjuang menyembuhkan ayahnya yang sakit dan terpaksa menikah dengan seorang pria kaya raya yang sama sekali tidak dicintainya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sholehah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 23

Hani menghampiri Rafael yang sedang berdiri tak jauh darinya.

"Mas, dimana pak supir tadi? terus barang-barangnya bagaimana?" Hani memberondong Rafael dengan banyak pertanyaan.

"Tenang sayang, barang-barangmu sudah mas bawa ke tempat yang aman. Kenapa kamu dan ibu ke arah sana tadi?" Rafael balik bertanya pada Hani.

Ibu Sekar tampak senyum-senyum mendengar ucapan mesra Rafael untuk anaknya.

"Aku kesana sedang mencari-cari kontrakan mas, pak supir tadi bilang katanya banyak kontrakan yang disewakan di daerah sini," jawab Hani dengan menunjuk ke arah plang yang ada tulisan sedang mencari kontrakan.

Rafael tersenyum singkat, dia merasa iba dengan keadaan Hani yang begitu memprihatinkan.

"Kalian tidak usah mengontrak di daerah sini, karena disini daerah rawan kejahatan. Lebih naik kamu tinggal di tempatku saja." Ajak Rafael seraya ingin menarik tangan Hani.

Hani pun menepisnya bukan karena tidak suka, tetapi dia malu diperlakukan mesra di hadapan ibu dan juga adiknya.

"Aku tidak mau merepotkan mas lagi, aku sudah banyak berhutang budi." Ucap Hani dengan menundukkan wajahnya.

"Benar, nak Rafael. Bukannya ibu menolak kebaikan nak Rafael kali ini, tapi begitu banyak bantuan dari nak Rafael membuat kami jadi tidak enak," sahut Ibu Sekar ikut membenarkan ucapan anaknya Hani.

Rafael menggelengkan kepalanya pelan, dia tidak merasa di repotkan sama sekali oleh orang yang disayangnya itu.

"Tidak apa-apa bu, malah saya tidak merasa direpotkan oleh kalian. Saya bisa merasa tenang kalau kalian tinggal di tempat saya, karena saya sekalian bisa menjaga kalian." Ucap Rafael dengan tulus.

Ibu Sekar tampak menitikkan air matanya, ada orang sebaik Rafael yang dikirimkan Tuhan untuk membantu keluarganya.

"Mas, terima kasih banyak sudah membantu kami." Ujar Satria dengan tiba-tiba memeluk tubuh Rafael.

Rafael menepuk-nepuk bahu adik dari kekasihnya, dia merasa senang bisa menjadi tempat berlindung orang-orang yang dia kasihi.

"Sudah, sekarang sudah sore. Mari masuk ke dalam mobil, nanti kita sekalian cari makan." Ucap Rafael melepaskan pelukan Satria dan membimbing Ibu Sekar untuk masuk ke dalam mobil Rafael terlebih dahulu.

Sedangkan Hani memilih duduk di samping Rafael dan Satria duduk di kursi belakang bersama ibunya.

"Ibu tidak perlu sungkan dengan saya, anggap saya anak ibu juga." Ucap Rafael kala dirinya sudah melajukan kendaraannya.

"Terima kasih nak, sedari awal ibu sudah menganggap nak Rafael seperti anak ibu sendiri." Tukas Ibu Sekar dengan senyum lebar di wajahnya.

"Kalau jadi menantu gimana bu?" tanya Rafael tiba-tiba.

Sontak saja Hani langsung mencubit lengan Rafael dengan keras, Hani tidak ingin membuat ibunya kepikiran karena menjalin hubungan dengan lelaki kaya.

"Aduh..." pekik Rafael kesakitan.

"Nak Rafael barusan nanya apa?" ulang Ibu Sekar karena tidak terlalu mendengar pertanyaan dari Rafael.

"Gak apa-apa bu, mas Rafael barusan kesakitan karena kena nyamuk," kali ini Hani yang menjawab pertanyaan dari ibunya untuk Rafael.

Ibu Sekar hanya menggelengkan kepalanya dia merasa heran dengan tingkah laku Hani dan juga Rafael.

Tak berselang lama mereka telah sampai di sebuah bangunan apartement yang sangat mewah.

"Kita masuk ke dalam, ayo cepat." Ajak Rafael dengan membuka lift ke arah lantai unit apartemennya.

"Nah, ini tempatnya. Semoga betah tinggal disini," ucap Rafael seraya membuka pintu apartemennya.

Sebuah unit yang sangat mewah yang terdiri dari dua kamar, dilengkapi balkon dan juga peralatan kompor dan juga mesin cuci.

"Mas, ini benar tempatnya?" tanya Hani takjub melihat sebuah ruangan yang sangat mewah.

"Benar, maaf ya rumah yang aku tempati belum rampung jadi. Kalian untuk sementara tinggal disini dulu," jawab Rafael dengan senyum mengembang dan meletakkan tas yang dibawa Ibu Sekar dan juga Hani.

"Ya Allah ini juga udah masha Allah banget nak Rafael, terima kasih banyak ya." Ucap Ibu Sekar dengan wajah berkaca-kaca.

"Sudah bu, jangan terima kasih terus. Saya melakukan ini dengan dasar ketulusan," timpal Rafael dengan memegang tangan Ibu Sekar.

"Tapi beneran nak, Ibu merasa tak enak dengan semua kebaikanmu." Tukas Ibu Sekar dengan merangkul Hani.

"Sudah bu, lebih baik sekarang kalian istirahat dulu. Makanan yang aku pesan akan segera sampai, sekarang saya undur diri dulu karena harus balik lagi ke kantor." Ucap Rafael dengan melirik ke arah Hani.

"Sekali lagi terima kasih ya mas," timpal Satria yang sedang merapihkan barang-barang milik ibunya.

"Iya Sat, tolong jaga mereka ya. Mas balik lagi ke kantor," pamit Rafael seraya menepuk pundak Satria dan dirinya berlalu dari apartemennya.

***

Rafael telah sampai ke kantornya, dia sudah berada di ruangannya.

Tiba-tiba saja, Jessika masuk dengan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Sayang, kenapa kamu menghindariku selama ini?" Teriak Jessika dengan berkacak pinggang di depan Rafael.

Rafael nampak memutar bola mata malas, dia sedang dalam kondisi lelah tidak ingin berdebat dengan Jessika.

"Aku sedang sibuk sekarang, lebih baik kamu pergi," jawab Rafael tanpa memandang ke arah Jessika.

"Kenapa sekarang kamu berbeda, apa ada wanita lain yang lebih cantik dari padaku? katakan siapa dia akan kutunjukkan siapa Jessika sebenarnya," ucap Jessika dengan suara nyaring.

"Apa si maksud kamu Jes, aku sedang sibuk lebih baik kita bicarakan masalah ini lain kali saja." Timpal Rafael masih tampak tenang meladeni Jessika yang tampak marah.

"Tante Helena sudah memberitahuku siapa wanita murahan yang sudah merebut kamu dariku," ucap Jessika memancing amarah Rafael.

Mendengar Hani di cap dengan wanita murahan, Rafael langsung mendorong tubuh Jessika dengan membentur tembok.

"Sekali lagi mulut kotor mu berkata yang tidak-tidak tentang dia akan kupastikan mulut kamu tidak akan pernah bisa berbicara lagi," ancam Rafael dengan mencengkeram pipi Jessika dengan keras.

Jessika tampak ketakutan melihat Rafael yang marah karena dirinya menghina wanita yang disukainya itu.

Rafael menghempaskan tubuh Jessika, dia lalu menyuruh sekretarisnya untuk mengusir Jessika dari ruangannya.

"Aku tidak mau keluar, aku tidak terima kamu perlakukan aku seperti ini Rafael," teriak Jessika tidak terima dia berusaha melepaskan dari tarikan tangan sekretaris Rafael yang hendak menariknya keluar dari ruangan Rafael.

Rafael tidak menjawab, dia langsung menutup ruangannya kembali dan langsung menguncinya dari dalam.

Sedangkan Jessika dia melangkahkan kakinya menuju mobilnya, dia harus memberitahukan masalah ini pada Tante Helena yaitu ibu dari Rafael.

"Tante aku ingin bertemu, ada sesuatu hal yang penting ingin aku sampaikan," Jessika mengirimkan pesan pada Helena.

Tak berselang lama pesan itu pun di balas oleh Helena.

"Oke, saya tunggu di Kafe biasa kita bertemu. Sekitar sepuluh menit lagi aku akan sampai,' balas Helena di dalam pesannya.

Jessika menyunggingkan senyum liciknya, dia yakin tante Helena akan mau berkerjasama untuk menyingkirkan wanita yang Rafael cintai.

1
thesunriseshack
thor, jangan khianati kita ya:( pokoke ditunggu lanjutannya
꧁༒☬Sa̶d̶B∆Y☬༒꧂
Keren bingit ceritanya! Lanjut! Pantang mundur!
Respati Wijaya
Ceritanya ngeri sedaaaapppp like like like lanjut
I'm site
Semangat thor jangan lupa mampir baca novelku ya 😁
Nursholehah: oke terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!