NovelToon NovelToon
Pesona Sang Bodyguard

Pesona Sang Bodyguard

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa / Tamat
Popularitas:421.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nopita Yuliana

Berawal dari rasa kesal akan saudara kembar nya. Hingga seorang gadis cantik, dengan kulit putih langsat khas orang Asia. Mata indah dengan sedikit sipit. Dan juga selalu berpenampilan fashionable. Memutuskan untuk pergi liburan, dan sejenak menenangkan pikirannya.

Gadis itu bernama Sakeena usianya masih 25 tahun, Sebenarnya usia yang cukup pas untuk menikah. Namun, ia sama sekali belum kepikiran akan hal itu. Sebab, ia ingin tetap berkarir seperti saudara kembarnya itu. Meskipun, tidak harus menjadi seorang publik figur.

Namun, Siapa sangka saat pergi liburan ia malah mendapatkan masalah. Dirinya , mendapatkan teror dari orang yang tak di kenal. Dan hal itu berlangsung terus menerus. Hingga, Keluarga nya mengutus seseorang. Untuk menjadi bodyguard nya sementara waktu. Sampai mereka menemukan si peneror putri nya tersebut.

Tapi, disini lah awal kisah percintaan nya di mulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopita Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekonyolan bumil

Seketika dalam waktu beberapa menit, Keke mampu mengulur waktu untuk membuat ketiga penculik itu kalang kabut akan ulah konyolnya tersebut.

"Masuk kedalam mobil!. atau... "

"Oh suamiku, kemarilah!. Aku begitu merindukan kamu" Keke masih saja memperlihatkan sisi kegilaannya. Sudah mirip dengan orang yang mempunyai gangguan mental saja.

Tal itu, bumil tersebut pun tak tanggung-tanggung untuk membuat penampilannya semakin mendukung orang gila, yang sedang kambuh dan kehabisan obat saja. Rambut panjang yang acak-acakan, serta ia juga tak tanggung sudah mencakar wajah wanita, yang membuatnya bisa dibawa keluar dari Apartemen suaminya sendiri.

"Ayo kemarilah! Kenapa kamu takut padaku?. Aku ini istri mu yang cantik jelita, bukan? " Keke terus saja berguman tak karuan. Sambil sesekali tertawa bak benar-benar orang gila.

Ketika para penculik itu malah saling tatap. Dan tak berani untuk mendekati Keke, saat itu juga Keke malah menangis sejadi-jadinya. Ia juga sampai kelusuran di atas tanah kasar sana. Sampai semua bajunya sudah kotor semua.

"Hiks... hikss... kamu jahat!. Kembalikan aku pada Ayahku atau ibuku! " Teriaknya dengan lantang di sertai dengan tangisannya.

"Apa yang dia katakan? " Tanya salah satu pria malah bingung.

"Hais... bikin susah saja, Lagian kenapa juga bos menyuruh kita membawa orang gila begini?. " Tanya salah satunya lagi sambil memegangi pipinya, yang sudah terdapat luka cakaran di sana. Siapa lagi kalau bukan ulah Keke tadi.

"Bunuh saja! Lalu kita tinggalkan dia disini!. Bukankah uangnya sudah kau terima? "

"Tidak bisa begitu!. Bos baru memberikan setengahnya saja, dan sisanya setelah kita memberikan wanita itu padanya"

"Ck,,, Kau lihat saja itu!. " Tunjuk salah satu pria kearah Keke, yang mana Keke malah asyik bermain lumpur disana. Dan kadang ia lemparkan pada ketiga penculik tersebut.

Ketiga orang tersebut sudah hampir gila juga, dengan semua kelakuan Keke saat ini. Yang mana ia sangat membuat mereka frustasi sendiri. Ingin di lukai, tapi atasannya memberikan perintah jangan!. Tidak di lukai malah Keke sendiri yang melukai mereka.

Bagai makan buah semalakama saja. Sehingga ketoiga pun pusing sendiri. Mondar-mandir tak jelas, sehingga tak menyadari jika ada tamu yang tak di undang, datang ke lokasi tersebut.

Dor!

Dor!

Dor!

Tiga kali suara tembakan langsung tepat mengenai sasarannya tanpa meleset sedikitpun. Bahkan, ketiga penculik tersebut langsung tumbang begitu saja. Dengan mulai berlumuran darah, tak ada kesempatan untuk mengokang senjatanya lagi. Ataupun memberikan perlawanan.

Keke mendongak dengan kedua mata yang dingin. Ia tidak takut sama sekali mendengar suara tembakan tersebut. Sebab, dari bau parfume yang ia cium, itu adalah bau parfume suaminya sendiri.

Ya, siap lagi pelakunya kalau bukan Joe. Pria dengan rahang tegas dan jambang tipis itu, langsung menghabisi para penculik tersebut dengan tiga kali tembakan tanpa ampun. Sehingga, tak ada secela waktu untuk mereka bergerak sedikitpun juga.

"Apa mereka benar-benar mati? " Tanya Keke saat suaminya menghampiri dia, yang masih asyik duduk diatas tanah bercampur pasir itu.

"Tidak!. Mereka hanya pingsan " Jawab Joe dengan nada datarnya.

"Hais.... Kau bodoh sekali. Kenapa tidak langsung membunuh mereka saja?. " Keke malah tampak kesal, saat tahu para penculiknya pingsan sesuai dengan jawaban suaminya.

Joe menyatukan keningnya sedikit bingung, bagaimana bisa Keke bersikap setenang itu dalam keadaan seperti ini. Karena biasanya kebanyakan orang akan syok, Ketika melihat penembakan ada di depan matanya. Dan Joe juga tak berpikir kesana tadinya. Ia hanya memikirkan keselamatan istri dan anak yang ada di kandungan Keke.

"Berikan padaku! " Tangan Keke mengadah untuk meminta pistol yang ada di belakang pinggang Joe.

"Apa? "

"Senjatamu itu! " Seru Keke sambil menatap serius wajah suaminya.

"Nanti saja setelah tiba di Apartemen! " Jawab Joe malah berpikiran mesum.

"Bukan senjata yang itu!. Tapi, yang tadi kau gunakan untuk membuat mereka pingsan" Keke masih mengadahkan tangan nya.

Joe kembali terkejut, namun ia tak akan mau memberikan nya pada Keke. Bisa-bisa istrinya itu malah membuat kekacauan juga. Sebab, ia yakin orang yang ada dibalik ini semua. Pasti sedang dalam perjalanan ke tempat tersebut juga.

"Kita harus pulang sebelum mereka datang!" tegas Joe yang ingin menggendong istrinya. Karena, ia tahu Keke tidak kenapa-napa. Walaupun sebenarnya ia juga sangat khawatir sekali akan keadaan istri dan juga janin di dalam kandungan Keke.

"Enak saja main pulang-pulang gitu!. "

Plekkk!!!

"Keke....! " Teriak Joe dengan suara lantangnya.

Keke bukannya takut, ia malah tertawa puas saat wajah suaminya ia lempar dengan tanah lumpur yang sudah lama ia aduk sejak tadi. Bahkan, baunya saja sangat tidak enak. Hal itu juga membuat anggota Joe ikut menahan tawanya. Karena tak mau mereka terkena masalah, saat menertawakan atasan mereka saat ini.

"Hanya nyonya yang berani begitu pada tuan Joe! " Ujat salah satu anggota kepercayaan Joe sambil menutup mulutnya, agar suara tawa dia tak terdengar oleh Joe.

Joe pun menghela nafasnya kasar. Saat ia malah melihat Keke tertawa terbahak-bahak begitu. Ia sadar, istrinya sedang hamil. Jika ia marah bisa-bisa Keke kembali merajuk padanya. Dan mood bumil itu pun pasti akan semakin memburuk saja.

"Sayang, kau terlihat tampan dengan wajah begitu" Entah pujian ataupun hinaan, tapi yang jelas saat ini Keke sangat bahagia sekali.

"Ayo kita pulang, lihatlah dirimu itu!. Sangat kotor dan bau" Ujar Joe dengan suara pelan nya, berusaha membujuk bumil dengan menahan amarahnya sendiri.

"Gendong! " Rengeknya dengan manja

Joe sebenarnya ingin marah, Namun saat melihat betapa imutnya Keke saat ini, walaupun dengan penampilan sangat kacau begini. Tapi, entah kenapa ia malah semakin gemas saja. Dan tanpa pikir panjang lagi, Joe pun langsung membopong Keke sambil mengecup kening bumil itu sayang.

Keke tersenyum, sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Joe. Mereka segera menuju mobil Joe, yang akan segera meninggal kan lokasi tersebut. Sementara ketiga orang penculik Keke, masih saja di biarkan tergeletak di tempat semula tanpa ingin di bereskan terlebih dahulu.

Dari kejauhan, seorang wanita tengah mengepal kan kedua tangannya erat. Dengan tatapan penuh amarah, ketika melihat bagaiamana Joe memperlakukan Keke dengan sangat baik dan juga penuh cinta.

"Sialan, awas saja kau" Ucapnya dengan nada marah.

"Nona, ayo kita pergi!. Sebelum mereka sadar jika kita sudah ada disini! " Sang sopir mengingatkan bosnya.

"Kalian yakin, jika wanita itu benar-benar gila? " Tanyanya pada anggotanya.

"Saya yakin, nona. Karena saya dengar sendiri jika tuan Joe yang mengatakan itu kemarin"

Senyum wanita itu terlihat licik, lalu ia pun kembali masuk kedalam mobilnya lagi. Untuk segera pergi dari sana, sebelum Joe sadar jika ia adalah dalang dari semua kekacauan ini.

Di lain sisi, Joe menarik sudut bibir nya. Ia bukanlah tipe pria yang tak peka dan teliti. Joe sudah tahu semuanya, maka dari itu, dia tak ingin mengintrogasi lagi para bajingan bayaran yang ditugaskan untuk menculik Keke.

"Semuanya aman, tuan! " Ucap seorang pria lewat sambungan earphone yang ada di telinga Joe.

Mendengar itu, Joe pun semakin tersenyum licik. "Kita lihat saja nanti!. Siapa yang akan terkena masalah setelah ini! batin Joe dalam hatinya.

1
On fire
💜😀💜
On fire
🤎🖤
On fire
🤢🤢💚❣️💙💙🩷🩷🩷💘💘💞💖🩶
On fire
🤎💓🤍💛💝💕💗❤️
On fire
💖💞💘💜💜🩵🧡🖤
On fire
💙❤️❣️🩶
On fire
💕🩷🩷🩷
On fire
💕💕🩷
On fire
❤️‍🩹💗💗
On fire
💝🩷💝💕💚
On fire
🙏
On fire
😀😝
On fire
😝
On fire
😀😀
ayu cantik
suka
Nana Niez
keren,,, lanjut cerita vina
Nana Niez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nana Niez
keke benar benar solehot🤣🤣🤣🤣
Nana Niez
owh si joe,, buleeee,,, 🤣🤣🤣🤣🤣
Nana Niez
jgn ngarep pihak berwajib ke,, mereka mah tdk bs di harapkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!