Takut diceraikan suaminya karena dikira mandul, membuat Kesia nekat memakai jasa Gigolo untuk membuatnya hamil.
Bukanya membawa kebahagiaan kehamilan Kesia justru menggali kuburannya sendiri.
Keluarga Purwadinata yang sudah mengetahui jika putranya mandul akhirnya tahu jika Kesia hamil dengan lelaki lain.
Mengetahui keluarga suami akan membunuhnya membuat Kesia melarikan diri dari kediaman konglomerat itu untuk menyelamatkan bayi dan juga nyawanya.
Akankah Kesia berhasil menyelamatkan dirinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 24
"Katakan dimana putraku atau aku akan mengungkap kejahatan mu, agar kau tidak bisa berpartisipasi lagi dalam pemilu legislatif tahun berikutnya," ancam Hery
"Memangnya apa yang kau ketahui?" tantang Edgar
"Aku tahu kau yang membunuh Russel di rumah sakit setelah kau gagal mengeksekusinya di hari pernikahannya, aku punya bukti-bukti tentang pembunuhan itu. Kalau kau mau bukti-bukti itu kau harus memberitahu aku dimana putraku berada!' ancam Hery
Seketika Edgar menyeringai mendengar ancaman Hery.
"Kalau kau begitu penasaran dengan putramu Kenapa kau tidak menjaganya, bukankah kau mengenal Russel, lalu kenapa kau tidak bisa mengenali anak mu sendiri?" jawab Edgar
"Apa maksud mu, jangan bilang kalau Russel adalah putraku??"
"Sepertinya begitu, sayang sekali kau tidak bisa menangkap pembunuh putramu karena janjimu," jawab Edgar kemudian meninggalkannya
Hery yang begitu geram dengan Edgar, segera menyusul pria itu.
Ia segera mengikuti pria itu, namun Edgar yang sudah tahu jika Hery mengikutinya sengaja menjebak pria itu ke sebuah gudang tua.
Ia kemudian memerintahkan anak buahnya untuk mengepung lelaki paruh baya itu.
Edgar segera turun dari mobilnya dan menghampiri Hery yang masih belum turun dari mobilnya.
Ia menggedor kaca mobil Hery dan menyuruhnya untuk turun.
"Cepat turun!" hardik Edgar dengan nada suara tinggi
Merasa dirinya dijebak oleh Edgar membuat Hery langsung menginjak has mobilnya dan menabraki anak buah Edgar mencoba menjegalnya.
"Kejar dia!" seru Edgar memberikan perintah kepada anak buahnya
Mereka segera bergegas mengejar Hery yang mencoba kabur dari markas geng Kapak Maut.
Hery sengaja menghentikan mobilnya di depan kantor polisi hingga membuat anak buah Edgar berhenti mengejarnya.
Saat melihat anak buah Edgar sudah pergi, Hery segera keluar dari kantor polisi dan bergegas pulang.
Namun setibanya di kediamannya.
Para anggota geng Kapak Maut sudah berdiri di depan pintu rumahnya.
"Sekarang kau tidak bisa lari lagi Hery, hari ini aku akan mengirim mu ke neraka untuk menemui putra kesayangan mu yang sudah lebih dulu ke Neraka!"
Edgar segera mendekati pria itu dan menghajarnya hingga Hery sempoyongan.
"Dasar ayam kampung, sampai kapanpun kau tidak akan pernah melawan ku," kembali Edgar melepaskan pukulannya kearah pria itu hingga Hery jatuh terhempas ke tanah.
"Ternyata membunuhnya jauh lebih mudah daripada membunuh anak itu,"
Edgar segera menarik kemeja Hery dan bersiap melepaskan tinjunya.
"Sekarang matilah kau!"
*Grep!!
Netra Edgar seketika melotot saat melihat seorang pemuda menahan pukulannya.
"Black, bagaimana bisa kau hidup lagi," ucapnya tak percaya saat melihat Russel muncul dihadapannya
"Bukankah aku pernah bilang padamu, hanya malaikat maut yang bisa membunuh ku!" jawab Russel segera mendorong tubuh Edgar hingga ia terjerembab ke jalanan.
Russel kemudian memapah Hery dan menyuruhnya masuk kedalam mobilnya.
"Bunuh dia!" seru Edgar memberikan perintah
Lelaki itu segera melompat dan melepaskan tendangan melingkar kearah anak buah Kapak maut hingga beberapa orang langsung tersungkur setelah terkena tendangan mautnya.
Ia segera mengeluarkan senjata andalannya untuk membantai satu persatu anak buah Edgar hingga Semuanya jatuh terkapar di tanah.
Melihat semua anak buahnya berhasil dilumpuhkan oleh Russel membuat pria itu segera mengambil senjata api dari balik bajunya dan mengarahkannya kepada Russel.
Pria itu langsung melompat untuk menghindari tembakan dari Edgar ia kemudian melompat dan melepaskan tinjunya kearah pria itu hingga lelaki itu kehilangan senjatanya.
Russel segera menangkap pistol Edgar yang melayang terbang ke angkasa.
*Grep!!
Ia kemudian mengarahkan senjatanya tepat di hadapan Edgar.
"Sebenarnya aku ingin sekali membunuhmu, namun aku tidak mau mengotori tanganku karena aku ingin melihat anakku tumbuh," ucap Russel
Ia kemudian mematahkan lengan Edgar dan menyuruh Hery untuk melaporkan pria itu kepada polisi.
"Kau salah jika memasukan aku ke penjara, karena orang berpengaruh seperti ku tidak akan tersentuh hukum," tantang Edgar
"Kita lihat saja, apa kau benar-benar kebal hukum setelah aku memberikan bukti-bukti kebusukan mu!" sahut Russel
Tidak lama Polisi datang ke tempat itu dan membawa Edgar dan anak buahnya ke kantor polisi untuk di interogasi.
Saat Hery mengajaknya masuk mereka terkejut melihat kedatangan Kesia dan Kanaka ke rumah itu.
"Ayah!" seru Kanaka langsung berlari memeluknya erat
Kesia juga langsung menghampiri pria itu dan memeluknya.
"Bagaimana keadaan ayah, apa kau baik-baik saja?" tanya Naka kemudian memeriksa kondisi ayahnya
"Tentu saja," jawab Russel dengan bangga
"Wah keren sekali, ternyata memang benar kalau seorang Gig*lo itu sangat hebat, aku jadi tak sabar untuk menjadi seorang gig*lo agar bisa kuat dan tangguh seperti ayah," ucap anak itu seketika membuat semua orang tertawa mendengarnya