NovelToon NovelToon
Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella

Status: tamat
Genre:Spiritual / Dunia Lain / Mata-mata/Agen / Roh Supernatural / Horor / Tamat
Popularitas:721k
Nilai: 4.9
Nama Author: Reni Juli

Anna Baker sang agen harus menangani kasus rumit di mana para korban adalah gadis muda namun tiba-tiba dia harus terlibat dalam dendam arwah yang selalu membawa payung merah.

Rupanya mengerikan, wajah putih pucat dengan mulut robek ke samping membuat arwah itu tampak mengerikan. Anna berusaha mencegah agar tidak ada korban sampai akhirnya mempertemukannya dengan Keluarga Devan karena dia harus menyelamatkan nyawa Lucia Devan dari incaran arwah si payung merah. Kasus semakin rumit saat Anna menemukan kotak misterius yang dipenuhi oleh aura jahat di sebuah rumah tua. Dari sana sang rekan pun menjadi korban sehingga Anna harus mencari jiwa sang rekan yang dibawa ke alam lain.

Dapatkah Anna Baker menyelamatkan nyawa Lucia dan memecahkan kasus mistery arwah si payung merah yang selalu mencari korban? Dan dapatkah dia mengetahui siapa arwah wanita itu untuk menghentikannya agar tidak ada korban yang jatuh lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siasat

Arwah bergaun merah dan yang selalu membawa payung itu tampak begitu marah karena dia tidak bisa mendekati Lucia. Sesuatu menghalanginya saat dia ingin merasuki gadis itu sehingga dia terpental berkali-kali. Dia harus bisa membunuh Lucia tapi gadis itu tidak bisa dia sentuh sama sekali.

Arwah itu berada di luar jendela, melihat Lucia yang masih dirawat. Bukan tanpa alasan dia mengincar nyawa Lucia, dia harus mendapatkan roh gadis itu untuk bergabung dengan yang lainnya tapi korbannya kali ini, sulit dia dapatkan.

Arwah itu tampak menipis, dia bagaikan asap yang hilang memudar. Arwah itu kini pergi ke tempat lain, dia pasti akan mendapatkan Lucia dengan cara apa pun.

Karena Lucia sudah tidak takut lagi dan sudah tidak melihat mahkluk halus lagi setelah mendapatkan jimat dari Anna, dia ditinggal sendiri tapi ibunya akan datang saat siang untuk membawakan makan siang dan Nick sibuk dengan pekerjaannya di kantor.

Sang ayah juga sibuk dengan bisnisnya sehingga mereka sangat terbantu berkat jimat yang diberikan oleh Anna walau sesunguhnya ayah Anna tidak suka.

Sang arwah sudah berada ditujuan, mencari seseorang yang memiliki aura jahat yang bisa dia gunakan. Arwah itu berdiri di sisi jalan, memperhatikan. Begitu banyak orang yang ada di tempat itu namun seseorang yang memiliki energi hitam pekat menjadi pilhan. Arwah si payung melayang, mendekati target lalu merasuki tubuhnya. Seringai menghiasi wajahnya, sekarang waktunya membunuh gadis itu.

Nick sedang sibuk, tapi tiba-tiba dia dikunjungi oleh seseorang yang tidak terduga. Nick terkejut melihat kedatangannya, sedangkan wanita yang mengunjunginya tersenyum dengan manis.

"Marion, angin apa yang membawamu kemari?" Nick beranjak, mendekati wanita yang dia panggil Marion.

"Aku merindukanmu dan Lucia, apa kabarnya?" tanya Marion.

Marion adalah tetangga mereka dulu namun kini sudah pindah ke tempat lain.

"Aku baik, tapi Lucia tidak," jawab Nick.

"Apa maksudmu dia tidak baik? Apa Lucia sedang sakit?"

"Seperti yang kau katakan, Marion. Lucia sedang dirawat di rumah sakit."

"Oh my Gosh, apa yang terjadi dengannya?" Marion terlihat khawatir setelah mendengar kabar Lucia. Mereka sangat akrab saat dia masih tinggal di samping rumah Nick.

"Terluka akibat terjatuh," dusta Nick.

"Bolehkah aku menjenguknya? Kebetulan aku membawa makanan kesukaan Lucia," Marion mengangkat paper bag berisi makanan yang dia bawa.

"Tentu saja, kebetulan aku juga mau pergi menjenguknya," ucap Nick.

"Waktu yang sangat tepat, aku sudah merindukan dirinya," Marion tersenyum dengan manis. Nick meninggalkan pekerjaannya dan mengajak Marion ke rumah sakit.

Lucia sangat senang saat melihat kedatangaannya tapi dia dilarang bergerak banyak oleh dokter sehingga membuatnya hanya bisa berbaring saja.

"Aku dengar kau terluka akibat terjatuh, apa benar?" tanya Marion.

"Yeah, aku terjatuh dari atas sepeda," dusta Lucia.

"Astaga, apakah lukanya parah?" tanya Marion. Dia terlihat khawatir tapi dia tidak berani mendekat.

"Tidak terlalu serius, tapi bagian perutku tertusuk besi," dusta Lucia lagi.

"Oh my Gosh, pasti rasanya luar biasa."

"Yeah, luar biasa sakit," ucap Lucia sambil tertawa.

Nick senang melihat keadaan adiknya, kedatangan Marion bisa menghibur Lucia yang mengalami kejadian buruk beberapa hari hari belakangan.

"Boleh aku tinggal sebentar? Aku ingin menghubungi seseorang," ucap Nick.

"Sepertinya kakak ingin menghubungi Anna," goda Lucia.

"Anna, siapa?" tanya Marion.

"Teman baru. Dia sangat cantik, kakak pasti ingin mengajaknya makan malam," goda Lucia.

"Jangan sembarangan bicara, Lucia. Aku mengajaknya makan malam sebagai ungkapan terima kasihku padanya."

"Tidak perlu malu, Nona Anna sepertinya belum punya pacar," Lucia masih menggoda. Jika kakaknya bisa menjalin hubungan dengan Anna Baker dia sangat setuju.

"Ck, aku keluar dulu!" ucap Nick seraya beranjak tanpa curiga sama sekali.

"Aku bawa cemilan kesukaanmu, Lucia. Ayo kita nikmati bersama," ucap Marion.

"Wah, kebetulan. Aku lapar," Lucia terlihat senang. Tidak dia saja yang senang, Marion juga terlihat senang.

Nick memang ingin menghubungi Anna. Seperti yang Lucia katakan, dia memang ingin mengajak Anna makan malam. Semoga kali ini Anna mau karena dia ingin mengajak Anna ke tempat yang menyenangkan.

Anna sedang di perjalanan kembali bersama Barrow. Tentunya mereka baru kembali dari rumah tua. Mereka akan membawa kotak misterius yang mereka dapat ke rumah Anna karena hanya Anna yang mengerti dengan hal itu.

"Hanya menerima panggilan pria tampan," Anna menjawab panggilan dari Nick. Barrow melirik ke arahnya dan menatapnya tajam, selalu seperti itu perkataan Anna saat menjawab telepon.

"Maaf mengganggu waktumu, Anna," ucap Nick basa basi.

"Anna Baker selalu memiliki waktu untuk pria tampan," ucap Anna.

"HMM!" Barrrow berdehem dengan keras agar yang berbicara dengan Anna dapat mendengar.

"Apa aku mengganggumu, Anna?" tanya Nick.

"Tidak, ada apa? Katakan saja!" Anna melotot ke arah Barrow.

"Aku ingin mengajakmu makan malam, apa kau punya waktu besok malam?"

"Tentu saja, kebetulan aku tidak memiliki acara besok malam," jawab Anna setuju.

"Aku sangat senang mendengarnya, aku akan menjemputmu nanti," Nick terdengar senang.

"Tapi bolehkah aku membawa teman, Nick?"

Begitu mendengar nama itu, Barrow mendengus. Lagi-Lagi Nick Devan. Anna jadi benar-benar dekat dengannya.

"Tentu saja boleh," sesungguhnya tidak tapi dia tidak bisa mengatakan tidak apalagi dia mendengar deheman seorang pria tadi.

"Terima kasih, tidak perlu kau jemput. Cukup katakan pada kami di mana alamatnya."

"Tentu," Nick hendak mengakhiri pembicaraannya dengan Anna tapi suara teriakan Lucia mengejutkan dirinya.

"Lucia," ucapnya.

"Ada apa dengan Lucia?" Anna menegakkan duduknya, jangan katakan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan tapi Nick sudah tidak menjawab.

"Ke rumah sakit, Barrow!" pinta Anna.

"Apa?"

"Sekarang, Lucia dalam bahaya!"

Mendengar itu, Barrow berputar arah dan pergi menuju rumah sakit. Semoga mereka tidak terlambat.

Nick berlari menuju kamar, dia tampak heran Lucia memegangi lehernya sambil menunjuk ke arah Marion yang sedang berdiri di sisi jendela.

"Ada apa?" tanya Nick seraya melangkah masuk. Makanan berantakan di atas ranjang, Lucia tampak kesakitan sambil memegangi leher.

"Apa yang kau lakukan padanya, Marion?" teriak Nick.

"Dia, harus mati! Hi.. Hi... Hi..!"

Begitu mendengar tawa mengerikan itu, dia tahu jika itu bukanlah Marion tapi dia salah.

"Siapa kau sebenarnya?"

"Aku Marion, Nick," ucap Marion.

"Kau bukan Marion!" teriak Nick namun gelak tawa Marion terdengar.

"Kak, ra.....cun," suara Lucia melemah karena makanan yang dia makan berisi racun.

Itu semua siasat si arwah payung merah, dengan merasuki Marion arwah itu bisa mendekati Lucia tapi dia tidak menyentuh Lucia sama sekali. Rencananya berjalan lancar dan sekarang, Lucia diambang kematian akibat Racun.

Nick berlari keluar dan berteriak memanggil perawat, sedangkan Marion yang sudah dirasuki oleh arwah sudah berdiri di jendela. Marion melihat ke arah Lucia yang menggelepar, busa putih keluar dari mulut Lucia. Seringai lebar menghiasi wajah dan setelah itu, Marion melompat keluar dari jendela dan saat itu dia berada dilantai dua puluh tujuh.

1
Ikoh Jenggung
alur yg bagus walaupun aq takut tp aq tetep baca dan ga bakal nyesel
Ikoh Jenggung
penasaran gimana Baroow menggoyang ranjang bersama ana
Ikoh Jenggung
kirain lagi ngapain
Ikoh Jenggung
tegang bacanya
Ikoh Jenggung
aq berani bacanya siang takut
Ikoh Jenggung
bacanya siang aja atut
Zainuri Zaira
buat Anna nikah sma borrow biar ngk jdi tumbal..kn tumbal para perawan
Zainuri Zaira
nich yg keturunan Mariana dan menebak borow
Zainuri Zaira
mkin keturunan Mariana nick dn lucia..arwah payung merah adlh pacar nick yg dijadikan tumbal oelh ayah nich
Zainuri Zaira
bguslh pas bacax tegang e ad lucux jdi ngk takut
itu tandanya Barrow adalah lelaki normal .
perutnya Anna kan masih dalam masa pemulihan. tunggulah sebentar lagi 😂
bagaimana dengan Marion ? apakah jiwanya tidak terhitung sebagai korban dari payung merah ?
siapa yang menyamar ? arwah merah atau hitam ?
langsung dapat dua korban
Lucia tidak ingat mendapatkan payungnya dari mana , tapi mengatakan kalau yang memberikannya adalah seorang nenek tua. 🤔
sebelum Lucia, ada beberapa korban lagi termasuk perempuan yang tertabrak truk. jadi seharusnya penyelidikannya ga terfokus pada Lucia saja.
helikopternya diparkir atau gimana ?
kalau dendamnya pada para penegak hukum dan pengusaha, kenapa korbannya adalah para perempuan muda ?
helikopternya terbang seberapa rendah ? karena sangat berbahaya kalau helikoter terbang terlalu rendah di area pemukiman. dan lagi suaranya apa ga bikin heboh di waktu dini hari seperti itu ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!