Sebelum membaca karya ini sebaiknya baca juga karya yang pertama ya...biar mengerti jalan ceritanya...
🍒🍒🍒
Kebahagiaan yang dirasakan Michelle ternyata tidak bertahan lama...sang suami Dimitiri harus meninggal karna penyakit yang dia sembunyikan selama ini..
Hancur dan terpuruk itulah yang dirasakan Michelle ia tak rela dan tidak siap untuk kehilangan Dimitri, sementara itu Arga Zayn pria yang selama ini selalu mencintai Michelle justru menjadi pelampiasan kebencian Michelle..
Mampukah Michelle membuka hatinya kenyataan kalau suaminya telah meninggal??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vitanov, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alasan Michelle
Karna Michelle yang menjadi gugup oleh tatapan tajam Arga dia pun mengambil Sherin dan menggendongnya agar menghindari pertanyaan Arga yang akan membuatnya sedikit takut....
''Berikan dia pada Tania atau Alya...''ucap Arga sambil menekan lift..
Michelle menggeleng enggan...ia malah semakin memeluk Sherin...
''Aku tidak mau...dia masih merindukan aku...''
Arga mengeraskan wajahnya...mereka naik ke lantai atas..
Ting!!!!!
Sesampainya di atas...Arga membawanya ke sebuah ruangan lain yang bukan kamar mereka...lalu membuka pintu dan menuntun Michelle masuk.....
Sebuah ruang keluarga di lengkapi view yang indah dari ketinggian lantai 3..
''Mengapa kau membawaku kemari...''
Arga lalu mendekati Michelle dan menyipitkan matanya tajam..
''Aku ingin pernikahan kita di lakukan bulan depan..''
''Menikah lagi...''ucap Michelle tak terima..
Pandangan Arga berpindah pada sosok putri cantiknya yang sedang tersenyum...
''Aku mau memberikan keluarga lengkap dan sehat pada putriku..dan aku tak akan mau menunda pernikahan..''
''Kau menikah saja dengan wanita lain...''
''Michelle...ada apa denganmu mengapa kau bersikap seperti ini..?''
Michelle menghela nafas...ia hanya ingin hidup bebas tanpa terikat dengan siapapun karna bagi Michelle..suami terbaiknya adalah Dimitri yang sudah menikah..
Arga mendekat..
''Kali ini aku benar-benar tidak main-main Michelle...jika kau tidak bersedia maka aku akan mengajukan hak asuh di pengadilan dan...aku akan membawa Sherin pergi dan memberinya seorang ibu yang baru..''
''Kau sudah gila ketika memikirkannya Arga..aku ibu yang mengandung dan melahirkannya lalu kau ingin merebut putriku....''
''Aku tidak punya pilihan Michelle...kau benar memikirkannya namun kau bahkan trlalu egois untuk memberinya keluarga utuh dan aku....tak akan prnah membiarkan itu terjadi..aku tak akan pernah membiarkan kau membuat Sherin kehilangan hak untuk mendapat keluarga yang bahagia..jika kau tidak bersedia maka tak masalah bagiku tapi aku akan mencari wanita lain dan menjadikannya ibu atas Sherin..''
Tubuh Michelle melemah ketika dia tak bisa melawan ucapan Arga..
''Tapi....kau tak bisa memaksaku..''
Arga lalu merebut Sherin dari Michelle lalu menarik wanita itu setengah memeluk...
''Aku hanya ingin menjadi ayah seutuhnya bagi anakku aku bahkan tidak memikirkan hal lain...bagaimana kalau dia sekolah dan dia tak punya seorang ayah...''
Mata Michelle menjadi panas...ia tidak membayangkan hal itu..seorang ayah adalah cinta pertama bagi putrinya dan dia tak bisa melakukan apapun selain menyerah sekarang..
''Aku.....bukan berarti kau ingin memanfaatkan aku..''
Arga menggeleng....
''Aku tidak pernah membayangkan semua itu Michelle..aku sangat mencintaimu dan kau tau itu...kita sudah melalui banyak hal dan....kau liat bukankah aku adalah pria yang setia...''
Michelle memalingkan wajahnya..
''Kau pria yang setia sampai aku menemukan wanita itu di dalam kantormu..''
Arga menggeleng....
''Aku tak punya hubungan apapun dengannya dia bahkan sudah kembali ke negaranya...''
Michelle menoleh..
''Tapi...Arga........''
''Menikahlah denganku Michelle dan mari kita besarkan anak kita dengan baik..''ucap Arga membujuk..
Michelle terdiam sebentar....lalu menatap mata Arga yang berbinar..
Apakah dia harus menyerah sekarang...?
''Beri aku waktu beberapa hari Arga..aku akan memikirkannya..''ucap Michelle dengan mata suara yang pelan...
Arga pun mengangguk...
''Aku akan mempersiapkan segalanya kau tenang saja..''
Michelle mengangguk tanpa keraguan..
Sementara........
Tomi menatap Tania yang keluar dari toilet..dia mendengar kalau Tania munt*h tadi dan menjadi penasaran, ini genap sebulan setelah mereka melakukannya,...Tomi mengingat dengan baik...
''Tania....''
Betapa terkejutnya Tania melihat kedatangan Tomi yang entah dari mana..tiba-tiba berada di depannya..
'Tomi.......''
''Aku ingin bicara...''
Tomi menggenggam jemari Tania dan menariknya mendekat....
''Lepaskan aku...apa yang kau inginkan..semua orang bisa melihat kita..'' desah Tania dengan mata berkaca-kaca..
Namun Tomi bersikeras dan menariknya menuju mobil sementara Tania begitu panik, bagaimana kalau seseorang melihat mereka..dia tak ingin menjadi orang ketiga...
Alya adik dari tuan Arga tampak menyukai Tomi dan tuan Arga juga sangat menyayangi Tomi..mereka lebih baik menjadi keluarga dan ia tak ingin mengacaukan segalanya..ia adalah seorang pengasuh nona Sherin dan tak mau mengambil tempat terlalu tinggi..
Dirumah ini bahkan nyonya Michelle menganggap Tomi seorang kakak..lalu Tania bisa apa..? Mereka berbeda dan ia tak ingin terlalu jauh mengharapkan Tomi, terlalu tinggi untuk dia gapai..
''Tomi lepas...''
Pegangan itu terlepas dan Tomi menatap Tania dengan tajam..
''Ada apa denganmu Tania...''
''Aku yang harus bertanya ada apa denganmu hah....mengapa kau bersikap seperti ini..''
Tomi mengepalkan tangannya..selama ini dia sudah berusaha melupakan Tania namun itu sulit karna Tania begitu manis dan mampu memporak-porandakan hati Tomi...pria itu tak bisa berhenti memikirkan Tania sedikitpun..
''Tania aku........''
Suara Tomi terhenti ketika seseorang mendekati mereka...
''Kak Tomi dan Tania...apa yang kalian lakukan disini...'' Alya muncul tiba-tiba dan membuat kedua pasangan itu terkejut..
Tania menoleh dengan senyuman...
''Tuan Tomi menanyakan nona Alya padaku..syukurlah kalian sudah brtemu..aku akan ke lantai atas dan melihat nona Sherin...''
Tomi membeku ketika melihat Tania yang prgi begitu saja darinya...gadis itu benar-benar melarikan diri..
''Kak Tomi.....''
''Yah.......''
Alya mengulum senyum...ia sungguh jatuh cinta pada pandangan prtama dan rasanya jantungnya berdebar tak karuan karna berada dekat Tomi...
''Aku akan ke perpus..bisakah kau mengantarku kak..''
Tomi mengangkat wajahnya dan sesaat kemudian menganggukan kepala...
''Baiklah....aku akan mengantarmu nona..''jawab Tomi dengan tatapannya yang dingin..
Mereka pun melangkah menuju mobil...
********
Michelle merasa bingung karna Arga mulai merencanakan pernikahan dengan cepat meski dia belum sepenuhnya setuju...bahkan sikap Arga semakin posesif kepadanya...
Michelle tak di ijinkan keluar rumah sendirian..
''Aku ingin makan eskrim..'' Michelle mengeluh sambil memegangi perutnya..
Arga membeku...
Apakah mungkin Michelle telah..........
''Baiklah aku akan mengantarmu...''
''Tidak....aku tak ingin dekat denganku...aku akan mengajak Tania saja..''ucap Michelle..
''Baiklah..pergilah sayang, ada Alya dan Tomi yang akan menjaga Sherin.''
''Tidak..kau tau kalau aku tidak tenang jika orang lain yang akan membawa mobilku selain Tomi..''
Arga membeku, membenarkan perkataan Michelle...
''Baiklah...aku dan Alya akan menjaga Sherin..kau pergilah bersama Tomi dan Tania..
''Bagus....aku akan pergi Arga...''
Arga hanya menggeleng..dia harus banyak brsabar dengan Michelle...
Sementara itu...
Tomi memarkirkan mobil di depan toko eskrim dan Tania hendak turun...namun Michelle menghentikan keduanya..
''Nyonya Michelle..''
''Aku tau terjadi sesuatu pada kalian, Tomi....''
''Ya nyonya...''
''Bawa Tania ke suatu tempat untuk bicara dan aku akan menunggu kalian di sini..sambil makan eskrim...setelah selesai jangan lupa untuk menjemputku..''ucap Michelle..
''Tapi nyonya...''suara Tania tertelan di tenggorokannya...
''Ini perintah Tania pergilah bersama Tomi..''ucap Michelle memaksa..
Wanita keluar dari dalam mobil dan melangkah sendirian ke dalam toko eskrim..sementara dari ujung jalan tampak seseorang keluar dari dalam mobilnya dan menuju tempat yang sama..
Deg!!!!
author kau berhasil membuat q menangis 😭😭😭😭....
semangat........