Seroang mafia masuk ke dalam novel poligami yang sangat dia benci, dia terjebak dalam raga seorang wanita lemah yang merupakan korban poligami dari suami materialistis.
Alina masuk saat ke dalam raga Alya saat dia meregang nyawa setelah didorong ke kolam renang oleh Monica yang merupakan istri kedua.
Alina membatu Alya untuk membalaskan dendam, dengan tau alurnya tentu sangat mudah untuk balas dendam namun Alina malah terjebak dalam jerat cinta CEO penikmat wanita yang merupakan partner bisnisnya.
Akankah Alya(Alina) dan Albert akan bersama? yuk ikuti ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Licik vs licik
"Kamu gila ya, aku baru saja bercerai dan kamu langsung mengajak aku menikah," kata Alya dengan kesal.
Albert tertawa melihat ekspresi Alya yang kesal dengannya.
"Memangnya nggak boleh?" tanya Albert.
Alya hanya bisa memijat pelipisnya, kenapa semua jadi amburadul seperti ini, jelas-jelas ini bukan karakter Albert tokoh idolanya.
"Jujur, aku nggak mau menikah dengan kamu," ucap Alya.
Albert tersenyum menyeringai, tentu dia menggunakan kelicikannya agar Alya mau menikah dengannya.
"Tapi sayangnya kamu tidak memiliki opsi untuk menolak," kata Albert.
Dengan tatapan yang tajam Alya menatap Radit, ingin sekali menonjok mukanya super ngeselin.
"Baiklah tapi kita menikah bulan depan saja, aku belum siap untuk hari ini," sahut Alya.
"Tapi aku punya syarat," sambungnya.
"Apa?" tanya Albert.
"Nanti aku berikan berkasnya," jawab Alya.
Alya sungguh tak tau lagi harus bagaimana, terjebak dalam novel dengan suami dan keluarga yang menyebalkan kini terjebak dengan mafia gila yang suka seenaknya.
"OMG, kenapa jadi begini," batin Alya.
Di dalam ruangannya, Alya terus melamun memikirkan cara agar bisa lepas dari Albert, dirinya kini terhimpit oleh keadaan yang benar-benar membuatnya tak memiliki pilihan.
Saat jam makan siang, Albert datang ke kantornya dia ingin mengajak Alya makan siang bersama, Alya hanya bisa mendengus kesal melihat Albert yang seperti ini.
"Ayo kita makan," ajak Albert.
"Dimana?" tanya Alya.
"Bengkel," jawab Albert.
Alya lagi-lagi dibuat geleng-geleng kepala, kenapa Albert jadi seperti ini, sebenarnya ini yang salah penulisnya atau dirinya yang keliru masuk dalam novel?
"Memangnya kita mau makan baut dan kawan-kawannya?" tanya Alya dengan kesal.
Albert tertawa manis, dia sungguh gemas dengan Alya, ingin sekali memakan gadis yang ada di depannya namun sayang wanita yang ada di depannya bukan wanita seperti wanita-wanitanya yang dengan mudahnya memberikan tubuhnya.
"Kamu manis sekali," puji Albert.
"Benarkah?" tanya Alya.
"Benar, kamu sungguh manis sekali jadi ingin memakan kamu," jawab Albert.
Waktu terus berlalu tak terasa bulan telah berganti, kini waktunya Albert menagih janjinya yaitu menikah namun sebelumnya Alya sudah menyiapkan berkas yang menjadi syarat untuk Albert.
Albert membuka berkasnya satu persatu dia membaca syarat dari Alya.
Alisnya mengerut, nampak kalau dia sangat kesal dengan Alya.
"Syarat apa ini!" makinya dengan melempar berkas yang Alya berikan.
"Mana ada menikah tidak boleh menjamah, tidak boleh ikut campur urusan masing, tidak boleh ini dan itu, pertanyaannya kita mau menikah atau mau bermain?" protes Albert dengan tangan yang mengepal.
Chris hanya diam, entah mengapa Alya memberikan syarat seperti itu, ini sama saja dia menolak halus menikah dengan Albert.
Albert duduk sambil berpikir hingga dia menemukan cara untuk mengakali Alya.
"Ubah semua isi perjanjian itu," kata Albert.
Chris tersenyum menyeringai, sungguh Albert licik sekali.
"Anda benar-benar licik Bos," kata Chris.
"Bukan Albert jika tidak licik," sahut Albert.
Rencananya Albert mengubah semua isi berkas yang diajukan Alya dan pura-pura menyetujuinya saat malam pertama baru Albert menyerang Alya.
"Alya Alya, kamu bermain dengan orang yang salah, semakin kamu berlari semakin aku kejar," batin Albert.
Di kantornya Alya tertawa puas, pasti Albert akan pikir-pikir untuk menikahinya.
"Kamu pikir aku sudi menjadi wanita kamu," kata Alya dengan senyum yang menyeringai.
Bossss...
😀😀😀❤❤❤
😁😁