NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Almira

Cinta Untuk Almira

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Nikahkontrak / Duda / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Deche

Kata kunci masuk GC : Siapakah nama paman Almira?

Pernikahan yang dibina Almira selama setahun kandas di tengah jalan. Tomy. suami yang dicintainya menghamili sekertarisnya. Almira yang kecewa dengan suaminya langsung kabur dari rumah untuk menghindari suaminya dan mertuanya.

Tanpa sengaja Almira bertemu kembali dengan Tomy di kantor tempat Almira bekerja, karena atasan Almira adalah teman Tomy. Semenjak itu Tomy kembali mendekati Almira. Almira tidak ingin kembali ke mantan suaminya dan hanya ada satu cara agar Tomy berhenti mengejar Almirah lagi, yaitu menikah dengan atasannya yang bernama Faisal Yudhatama.

Faisal Yudhatama adalah pemilik perusahaan tempat Almira bekerja Faisal adalah seorang duda yang memiliki tiga anak, istrinya meninggal karena sakit kanker yang di deritanya.

Demi menolong Almira dari gangguan Tomy, Faisal meminang Almira. Akankah Almira menerima pinangan Faisal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Managernya Mana?

“Kalau sama Mamang, Pak Tomy tidak berani. Pasti Mamang akan habis-habisan memarahi Pak Tomy. Mamang juga pasti tidak terpengaruhi bujuk rayu mantan mertua saya,” kata Almira.

“Terus kenapa kamu harus kabur kalau Om Rahmat bisa melindungimu?” tanya Faisal.

“Malas aja melihat tampang Pak Tomy dan mantan mertua. Tampang orang-orang munafik,” kata Almira.

Menurut Faisal, Almira lucu tidak suka dengan tampang mantan suami dan mantan mertua. Tapi kenapa dulu Almira mau menikah dengan Tomy.

“Kalau sudah tau tampang mereka seperti itu, mengapa dulu kamu mau menikah dengan Tomy?” tanya Faisal sambil tersenyum.

“Namanya juga orang jatuh cinta, Mas. Sejelek dan seburuk apapun perangainya, tetap saja kelihatan baik. Tapi sekarang saya tidak mau jatuh ke lubang yang sama,” jawab Almira.

Karena keasyikan ngobrol tak terasa mereka sudah berada di teras resto dan mereka disambut oleh pelayan resto.

“Kamu mau duduk dimana? Di dalam atau di luar?” tanya Faisal.

Almira mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Resto ramai dengan pengunjung walaupun waktu makan siang sudah lewat. Lalu matanya tertuju pada pintu keluar ruangan. Almira bejalan mendekati pintu itu. Ia melihat ke teras resto.

“Mas.” Almira melambaikan tangannya memanggil Faisal.

Faisal menghampiri Almira.

“Mas, kita makan di luar, ya!” kata Almira.

“Iya, boleh,” jawab Faisal.

Lalu mereka berjalan menuju ke meja yang di sediakan di luar resto. Setelah mereka duduk seorang pelayan menghampiri mereka.

“Kamu mau makan apa?” tanya Faisal sambil membuka buku menu.

“Hmm…saya sudah lama tidak makan lidah sapi,” kata Almira.

“Saya mau stew lidah sapi,” kata Almira ke pelayan resto.

“Minumnya, Bu?” tanya pelanan resto.

Almira membaca kembali buku menu.

“Minumnya es kelapa kopyor,” jawab Almira kepada pelayan resto.

“Saya menunya samakan saja dengan dia,” kata Faisal ke pelayan resto.

“Baik, Pak,” jawab pelayan itu.

Lalu si pelayan meninggalkan meja Almira dan Faisal.

“Kenapa Mas selalu pesan makanan yang sama dengan saya?” tanya Almira setelah pelayan resto menjauh.

“Memang kenapa? Tidak boleh” Faisal malah balik bertanya.

“Boleh saja, tapi biasanya setiap orang punya selera makanan yang berbeda,” jawab Almira.

“Saya selalu penasaran dengan rasa makanan yang kamu makan,” jawab Faisal.

“Daripada saya penasaran rasanya seperti apa? Lebih baik saya pesan makanan yang sama dengan pesananmu,” kata Faisal.

“Oh…begitu.” Almira mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.

“Iya, begitu,” ujar Faisal.

Almira mengedarkan pandangannya seperti mencari seseorang.

“Kamu cari apa, Mir?” tanya Faisal melihat Almira celingak-celinguk.

“Mas, kemana sih managernya? Kok nggak kelihatan?” tanya Almira sambil sibuk menoleh kemana-mana.

“Kamu ini nggak sabaran amat, sih? Sabar dong! Kita makan dulu, rasakan dulu makanannya. Baru cari managernya,” kata Faisal.

“Nanti managernya keburu pergi, seperti kemarin,” kata Almira.

Faisal menghela nafas.

“Kalau managernya pergi, besok lagi kita ke sini,” kata Faisal.

Almira memandang Faisal.

“Mas bagaimana sih? Ini kan waktunya sudah mepet, sudah sebulan kurang. Belum lagi mengurus yang lain. Habis waktu kita Mas, hanya bulak-balik ke resto,” seru Almira.

“Iya, Mas mengerti. Nanti kalau managernya tidak ada kita langsung datangi pemilik resto ini,” kata Faisal.

“Mas kenal dengan pemilik resto ini?” tanya Almira.

“Nggak,” jawab Faisal.

“Mas, gimana sih?” Almira terlihat kesal.

“Tenang Mira, pemiliknya sering terlihat di sekitar sini. Sekarang kita makan siang dulu, baru kita samperin pemiliknya,” kata Faisal dengan sabar.

Tak lama kemudian seotang pelayan datang membawa pesanan mereka.

“Terima kasih,” ucap Almira setelah pelayan menghidangkan pesanan mereka di meja.

Melihat makanan yang tersaji di depan meja, rasa kesal Almirapun hilang. Karena memang perutnya sudah keroncongan dari tadi.

Almira menikmati makanan yang di sajikan.

Hmm enak, kata Almira di dalam hati.

Melihat Almira menikmati makananya Faisal tau jika makanan yang dimakan Almira pasti enak.

“Tempatnya cocok juga ya, Mas untuk pesta kebun,” kata Almira sambil menikmati hidangan tapi matanya terus saja memperhatikan lingkungan di sekitar resto.

“Iya. Dan tak perlu takut kehujanan, karena teras resto cukup besar,” jawab Faisal.

“Cuma cukup tidak Mas untuk tiga ribu orang?” tanya Almira.

“Mudah-mudahan, Mir. Kita kan bookingnya seluruh resto. Pengantinya di dalam, tamu dan makananya di luar di teras,” kata Faisal.

Almira mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.

Akhirnya memakan habis makanan yang mereka pesan.

“Tunggu dulu, ya. Mas mau bayar makanannya sekalian tanya managernya,” kata Faisal lalu bangun dari tempat duduknya lalu pergi ke tempat kasir.

Faisal mendekati meja kasir dan membayar tagihan makanannya.

“Mbak, managernya ada nggak?” tanya Faisal kepada petugas kasir setelah membayar tagihan.

“Ada di ruangannya, Bapak ada perlu apa, ya?” tanya petugas kasir.

“Saya mau booking resto ini untuk acara pernikahan. Kira-kira bisa nggak?” tanya Faisal.

1
ayu cantik
suka
Deche
Terima kasih.
Ira Herawati
Luar biasa
Deche: Terima kasih
total 1 replies
Liliek Retno Yuwanti
tidak semua pengantin baru belah duren
Liliek Retno Yuwanti
saaaah....Alhamdulillah...semoga SaMaWa...Aamiin YRA
Liliek Retno Yuwanti
rasain Tomi...baru tahu kan...gimana rasanya kehilangan....
Liliek Retno Yuwanti
dinikahi....
Liliek Retno Yuwanti
rencana mas Faisal ...dinikmati gitu...lah belum tentu Tomy gak ganggu lagi... lanjuuut Thor bagus ceritanya.../Good/
Liliek Retno Yuwanti
kalau ada anak kembar yg rewel cari ibunya jadi ingat saudara ipar sepupuku, anaknya kembar,ibunya meninggal 10 hari ssdh melahirkan
Liliek Retno Yuwanti
Mas Faisql gercep banget yaaa
Liliek Retno Yuwanti
Waoow..Mas Faisal..iman dan iminnya sama2 kuat...Alhamdulillah...duda idaman tuuu...
Liliek Retno Yuwanti
gak salah kalau selalu ada cerita boss sama sekretarisnya jatuh cinta...
karena setiap hari ketemu....
pepatah Jawa mengatakan tresno jalaran seka kulino....
Liliek Retno Yuwanti
YangTi...panggilan singkat dari Eyang Putri = nenek
Liliek Retno Yuwanti
alasan klasik...KHILAF..../Awkward/
Paulina H. Alamsyah Asir
Done votenya oma. 😍❤🙏
Deche: terima kasih
total 1 replies
Paulina H. Alamsyah Asir
Luar biasa.... Joss... Joss.... 😍❤🙏😛💪
Veronica Maria
eyang putri
mbah putri
uti
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓴𝓮𝓻𝓮𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷 𝓬𝓮𝓻𝓲𝓽𝓪 𝓷𝔂𝓪 𝓰𝓪𝓴 𝓫𝓮𝓻𝓽𝓮𝓵𝓮 𝓽𝓮𝓵𝓮 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
Deche: Terima kasih
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓕𝓪𝓲𝔃𝓪𝓵 𝓪𝓷𝓪𝓴𝓷𝔂𝓪 𝓫𝓷𝔂𝓴 𝓷𝓲𝓱 😅😅😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓼𝓮𝓵𝓪𝓶𝓪𝓽 𝔂𝓪 𝓐𝓵𝓶𝓲𝓻𝓪 𝓪𝓽𝓪𝓼 𝓴𝓮𝓵𝓪𝓱𝓲𝓻𝓪𝓷 𝓝𝓪𝓳𝓵𝓪 👏👏👏👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!