Pernikahan Kenan dan Calista selalu dibayang-bayangi oleh kesalahan masa lalu Kenan pada Olivia, adik kandung Calista. Kenan yang beberapa bulan sebelum menikah dengan Calista salah memasuki kamar Olivia dan menyangka wanita yang tidur adalah Calista yang akhirnya membuat Olivia hamil. Lima tahun kemudian Kenan akhirnya bercerai dengan Calista, lalu menikah dengan Olivia. Calista yang dendam pada Olivia lalu menikah dengan Leo, tunangan Olivia yang dia rebut. Namun perjalanan rumah tangga Calista tidaklah mudah dan selalu dibayangi oleh dosa masa lalu yang telah mereka lakukan. Bahkan Calista juga dimadu dengan sekretaris Leo yang bernama Giselle meskipun akhirnya Leo dan Giselle bercerai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Weny Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apartemen di Pinggir Kota
Di sebuah balkon apartemen di pinggiran kota Jakarta, dua orang insan manusia tampak sedang menikmati malam romantis sambil memandang gemerlap malam di pinggiran ibukota yang tak kalah ramai. Tubuh sang wanita menyender dengan manja pada laki-laki yang ada dibelakangnya, laki-laki itu pun mendekap erat wanita yang ada di depannya sambil memainkan jari-jari tangan mereka. Laki-laki itu kemudian menciumi bahu dan tengkuk wanita yang ada di depannya.
"Leo," desah wanita itu manja.
"Calista, aku tak menyangka kau begitu menggairahkan," kata Leo sambil mengigit telinga Calista.
"Jauh lebih menggairahkan daripada Olivia?" kata Calista manja.
"Ya, dia memang sedikit serius dan membosankan."
"Apa saja yang sudah kau dapatkan darinya Leo?"
"Hanya mencium keningnya."
"Hahahaha, hanya itu?"
"Ya," jawab Leo sambil sedikit kesal.
"Sungguh malang dirimu Leo, bahkan Kenan sudah menjamah tubuh Olivia, namun kau bahkan tak pernah menyentuh bibirnya. Hahahaha."
Mendengar cibiran Calista, emosi Leo pun kian memuncak. Dia kemudian membalik tubuh Calista kemudian menciumi bibirnya dengan begitu rakus.
"Sabar Leo."
"Kau milikku Calista, ingat itu! Jangan sekali-kali bermain-main di belakangku!"
Calista lalu tersenyum kecut mendengar kata-kata Leo. Dia lalu membopong tubuh Calista ke dalam kamar, namun belum sampai di atas ranjang Calista yang sudah tidak sabar lalu mulai mencium bibir Leo dengan begitu ganas.
"Kau mengejutkanku Calista."
"Tapi kau menyukainya," bisik Calista manja di telinga Leo dengan sedikit mendesah. Leo lalu menaruh tubuh Calista di atas ranjang, kemudian menciumi bibirnya, sambil melepas pakaian yang dikenakan mereka berdua.
'Olivia, akan kubuat Leo bertekuk lutut padaku dan kubuat batinmu menderita,' batin Calista sambil menikmati sentuhan lembut bibir Leo.
***
Olivia turun dari lantai atas sambil menggendong Vansh kemudian menghampiri Gisa yang sedang menikmati sarapan. "Tante, Olive pulang dulu."
"Olivia, temani Tante sarapan dulu sayang."
"Iya Tante." kata Olivia sambil mendekat pada Gisa.
"Olive, sebenarnya ada sesuatu yang ingin tante tanyakan padamu?"
"Ya Tante."
"Saat kau dan Kenan pulang dari Bandung, apakah Leo ijin menginap di rumahmu? Olive, maafkan tante, bukannya tante ikut campur hubunganmu dengan Leo, tapi sebaiknya kau tidak memasukkan orang lain ke rumahmu yang bukan bagian sanak saudara karena kau tahu sendiri kan Olive, jika lingkungan di komplek perumahan ini sangat ketat. Mereka akan berpikir yang tidak-tidak padamu."
"Maksudku Tante? Leo menginap di rumah Olive? Sungguh Olive tidak pernah melakukan itu Tante."
"Tapi tante lihat sendiri Olive, pagi itu Leo pergi dari rumahmu."
"Tapi kenapa dia tidak memberi tahuku dan dimana dia memarkirkan mobilnya?"
"Dia memang memarkirkan mobilnya di lahan kosong sebelah rumahmu Olive. Dan satu lagi, sebenarnya tante agak sedikit berat mengatakan ini, namun saat itu tante melihat Leo dengan memakai kemeja yang beberapa kancingnya hilang, karena Tente melihat sendiri jika kemeja yang dikenakan Leo sangat tidak rapi, selain itu dia juga tampak terburu-buru keluar dari rumahmu," kata Gisa dengan sedikit canggung.
"Apa benar yang dikatakan, Tante? Saat itu Olive memang menyuruh Leo mengembalikan laptopku yang tertinggal di mobilnya, tapi aku tak tahu jika dia menginap di rumahku."
Gisa hanya menatap Olivia dengan sedikit tatapan canggung. "Sebentar Tante, Olive akan kembali lagi," kata Olivia sambil berlari keluar dari rumah Gisa.
Beberapa saat kemudian, Olivia sudah kembali ke dalam rumah Gisa dengan nafas yang sedikit terengah-engah. "Tante, maukah Tante membantuku?"
"Tentu Olivia. Apa yang bisa tante bantu?"
"Tante, aku ingin melihat semua kemeja milik Kenan. Bisakah Tante membantuku?"
"Ya. Tentu saja. Ayo kita ke kamar Kenan."
Gisa lalu mengajak Olivia masuk ke dalam kamar Kenan dan membuka walk in closet. Olivia lalu mulai mengamati kemeja dan baju-baju milik Kenan, sambil mencocokkan kancing yang ada di tangannya. 'Tidak ada yang cocok,' batin Olivia.
Gisa sebenarnya begitu penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Olivia, namun dia mencoba mengendalikan dirinya untuk tidak bertanya.
Olivia lalu keluar dari walk in closet, sambil memejamkan mata, dia lalu sedikit memukul-mukul kepalanya pada tembok. "Olivia, apa yang sebenarnya sudah terjadi?"
"Tante, Olive menemukan ini di dalam kamar Kak Calista," kata Olivia sambil memperlihatkan sebuah kancing baju.
"Kancing baju Olive?"
"Ya, awalnya Olive pikir itu kancing baju milik Kenan yang terlepas, namun setelah Olivia cocokkan tak ada satupun kancing baju yang cocok dengan kancing baju ini," kata Olivia.
"Jadi menurutmu itu adalah kancing baju milik Leo?"
Olivia lalu mengangguk perlahan. "Olive, kau harus menyelidiki ini semua, jika Leo dan Calista sudah bermain di belakang kalian kau harus kembali memikirkan pernikahanmu dengannya."
"Iya Tante, Olive akan menyelidiki semua ini." sambil tertunduk lemas, tubuhnya sedikit bergetar menahan amarah dan rasa sakit jika harus dihadapi kemungkinan terburuk.
Gisa lalu memeluk Olivia. "Jangan pernah menganggap tante orang lain Olivia, tante sudah menganggapmu sebagai anak tante, dan tante akan selalu ada untukmu dan mendengarkan semua keluh kesahmu."
"Terima kasih banyak, Tante." jawab Olivia sambil balas memeluk Gisa.
"Tante, Olive berangkat ke kantor dulu ya."
"Iya sayang, kamu hati-hati ya Nak."
Olivia lalu mengangguk dan pergi meninggalkan Gisa sambil menghapus air mata yang mulai deras membasahi pipinya.
***
Olivia memarkirkan mobilnya di basemen gedung kantor milik Leo, beberapa saat kemudian dia keluar dari dalam mobil sambil bersembunyi dan mengamati mobil milik Leo.
[Sayang, kamu dimana?]
[Aku masih di kantor sayang, nanti malam ada jamuan makan malam dengan Mr Gerald, ada apa?]
[Oh jadi kamu sedang sibuk? Aku ingin mengajakmu menengok Mama di rumah sakit.]
[Sepertinya malam ini tidak bisa Olivia, mungkin akhir pekan aku memiliki banyak waktu untukmu.]
[Oh, no problem Leo, aku bisa menengok Mama sendiri.]
[Baik Olive, aku tutup teleponnya ya karena sebentar lagi aku harus pergi.]
[Iya Leo.]
Olivia lalu menutup teleponnya diiringi sebutir air mata yang jatuh, karena saat itu juga dia melihat jika Leo tengah masuk ke dalam mobil bersama seorang wanita, namun Olivia tidak begitu jelas melihat wanita yang ada di dalam mobil bersama Leo.
Olivia lalu bergegas naik ke mobilnya kemudian perlahan mengikuti mobil milik Leo. Mobil itu lalu berjalan memasuki jalan tol menuju ke daerah pinggiran kota Jakarta kemudian masuk ke sebuah apartemen mewah. Jantung Olivia seakan terhenti saat melihat wanita yang turun dari dalam mobil adalah kakak kandungnya, Calista.
Perasaan Olivia semakin tak menentu, rasa marah dan sakit memenuhi seluruh isi hatinya. Tangannya bergetar dan jantungnya kian berdegup kencang, namun dia memberanikan diri untuk membuka pintu apartemen yang kini ada di hadapannya.
ta vote Thor ✌️
bagus Thor perubahan karakter nya dari sangat jahat tidak selamanya menjadi penjahat 👍🌹
aku suka itu.....
jadi kesal