Udah Tamat, lagi di Revisi.
Di sebuah kerajaan yang makmur, tinggallah seorang ratu yang bernama Rose Margaretta, dirinya sangat di benci oleh suaminya yang merupakan raja kerjaaan tersebut.
Rose berharap dia tidak di benci oleh suaminya, karena dia tahu bahwa orang yang akan di nikahinya merupakan sahabat lamanya sewaktu kecil.
Namun harapan itu musnah, dia di benci oleh teman masa kecilnya.
Wanita itu di hina, di tuduh, di benci, dan di siksa secara mental oleh suaminya.
Suaminya berharap, bahwa istrinya mati.
Rose bertahan cukup lama, dia bertahan karena sesuatu yang memberinya semangat.
Suatu ketika, dia mendengar kabar bahwa seseorang yang membuat dia bertahan, telah tewas di bunuh, rose pun semakin depresi dan dia memutuskan untuk pergi dari kerajaan tersebut.
Setelah kepergiannya, suaminya pun mengetahui bahwa perempuan yang dia siksa adalah orang yang dia cari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang pengomen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 24
aku waktu itu tidak tahu bahwa dia adalah seorang pangeran.
prajurit itu membawa brayen, dan ketika dia di bawa, dia terlihat menoleh ke arah ku dan tersenyum , aku yang masih bersembunyi di semak-semak bingung kenapa dia tersenyum.
aku tidak terlalu memikirkannya, dan aku kembali ke kamp ku untuk membuat racun.
sesampai di kamp, aku membuat racun itu segera, aku menulis semua bahan yang ku gunakan ke dalam buku.
setelah selesai membuat racun, aku memberikan racun tersebut, kepada ketua prajurit, untuk bisa di gunakan saat perang tiba, siapa bilang aku akan ikut berperang, aku hanya akan menyiapkan racun saja.
Ketika aku memberikan racun itu, ketua prajurit itu mengakui keahlian yang ku punya dalam membuat racun, dia memberi perintah kepadaku, untuk bisa menjadi orang kedua yang bisa berada di sisi pangeran
Aku bertanya, alasan lain selain keahlianku yang menurut dia berbakat, dia bilang, ini adalah ke inginan dari yang mulia pangeran.
Awalnya aku menolak, karena, aku memang ingin menghindari keluarga kekaisaran.
Tapi, dia bilang aku akan di pulangkan kembali setelah 5 tahun bukan 6 tahun, bahkan jika perang belum selesai, aku akan di pulangkan sesuai janji.
Maka dari itu aku menyetujuinya, aku ingin segera pulang dan bertemu dengan adikku.
Keesokan harinya aku menemui pangeran (brayen)....
" yang mulia " panggilku kepada anak laki- laki yang sedang mengasah pedang.
" kau yang waktu itu kan ? " dia berbalik dan tersenyum
Aku baru menyadari, jika dia tersenyum dia terlihat jauh lebih tampan , walau memang aslinya memang tampan.
" anda benar yang mulia "
" kau yang memintaku untuk tidak patah semangat dan bertahan ? "
" benar , yang mulia "
" waktu di sungai itu, aku sudah memutuskan untuk menyerah, meski sebelum menyerah aku sempat memikirkan banyak hal, aku memikirkan bagaimana jika aku mati dan kerajaanku jatuh ke tangan orang yang salah, itu pasti akan merugikan rakyat, bagaimana dengan adikku Jika aku mati, dia pasti akan sedih, begitu banyak yang ku pikirkan, tapi karena aku sudah tidak tahan, aku memutuskan untuk menyerah....
Raut wajah sedih terlihat jelas di wajahnya, aku tidak tahu apa yang membuat dia bisa seputus asa itu.
" namun, ketika aku berada di dalam air, aku malah merasa lebih tidak tenang, aku takut semua yang ada di dalam pikiranku terjadi, dan untung saja kau menolongku dan memberiku ke yakinan, bahwa akan ada orang yang menungguku pulang, bahwa aku bisa bertahan dan melewati semuanya, maka dari itu aku Memutuskan untuk bertahan dan menjalani nya..."
Aku tidak menyangka dia akan menceritakan semua itu, kepada orang yang baru pertama kali dia temui.
" kenapa anda menceritakan itu semua kepada saya "
" karena aku tahu bahwa kamu adalah orang baik "
" maaf ? "
" sudahlah, jangan membahas itu, mari kita mendekatkan diri terlebih dahulu "
" siapa namamu? "
" nama saya carla yang mulia " jawabku sopan
" jadi, kau adalah anak count ?? "
Waktu di sungai aku tidak sengaja memberitahu dia bahwa aku adalah anak yang di kirim count..
Sebenarnya, aku tidak boleh membocorkan identitasku sebagai anak haram count.
" saya bukan anak count, saya hanya di kirim saja ke sini yang mulia "
" ya, setahuku count memang Memiliki putri dan dia sangat menyayanginya, bahkan dia tidak membiarkan putrinya untuk keluar, jika tidak salah dengar dia bernama rose margaretta, jadi mana mungkin count akan mengirim anak kesayangannya ke medan perang yang sengit dan penuh darah"
" anda benar, itu mana mungkin "
| count memang mempunyai anak perempuan dari istrinya yang sudah meninggal, tapi , putrinya sudah meninggal sejak lama |
Aku tidak tahu apa alasan count, tidak memberitahu orang lain bahwa putrinya rose margarretta sudah mati.
" Ngomong-ngomong "
" apa kau tahu namaku? " dia bertanya kepadaku
Sudah jelas aku tidak tahu, yang ku tahu dia tampan, itu saja.
" saya tidak tahu "
" sudah ku duga kau tidak tahu namaku, itu terpancar jelas di wajahmu "
" namaku brayen damian turnatara, aku harap kita bisa lebih dekat lagi , meski di medan perang seperti ini "
" apa maksud anda " tanya ku heran
" teman, semoga kita bisa berteman " brayen tersenyum
" baik yang mulia "
" dan tolong ajari aku cara membuat racun, sebagai gantinya aku akan mengajarimu berpedang dan memanah, bagaimana ? "
Itu merupakan tawaran yang bagus, aku bisa belajar menggunakan pedang dan panah, sehingga aku akan lebih berguna.
" baiklah yang mulia, saya akan mengajari anda " jawabku riang
Saat aku dan brayen berbincang, tiba-tiba ada seorang anak yang dari kejauhan memanggil brayen.
" brayeeen " teriak seorang anak laki-laki berambut pirang...
Itu adalah alex......
" bocah itu lagi "
" siapa dia yang mulia? "
" dia adalah pangeran leopard yang bernasib sama sepertiku "
" ahh.....
" jadi dia pangeran kerajaan tetangga "
" hey,,, siapa dia " tanya alex heran ketika dia sampai di hadapan brayen
" apa peduli mu? " brayen dingin
" kau itu harus merubah sikap mu brayen, bagaimana jika nanti kau tidak bisa menikah,karena sikapmu yang dingin ini, percuma saja jika kau memiliki wajah tampan "
Pada saat itu brayen terlihat kesal karena ocehan alex, aku yang masih di sana, pun tidak kuat untuk menahan tawa, karena apa yang alex bilang itu benar.
" brayen,apa kau tahu? ketua bilang ada seorang anak perempuan yang berbakat dalam membuat racun, dia cantik dan bermata biru, aku ingin melihatnya, di sini kan tidak ada perempuan "
" apa kau sudah selesai mengoceh? "
" yaaaa" jawab alex kikuk
" kau bilang di sini tidak ada perempuan , lalu coba lihat ke belakang mu dengan jelas, dia perempuan bukan ? "
Alex menoleh ke arahku yang tepat di belakangnya...
" diaa.perempuan? " tanya alex kepada brayen
" dia perempuan, apa kau pikir dia waria? "
" bukankah perempuan yang ada di sini cuma satu, yaitu si ahli racun, jadi?dia adalah si ahli racun itu? "
" ya,ya "
" ya ampun, dia sangat cantik, akhirnya aku bisa melihat ke indahan di sini, selama 2 minggu terakhir mataku sakit karena terlalu banyak melihat laki-laki yang kekar dan sadis "
dia menghampiriku dan memegang tanganku
" nak, perkenalkan, namaku alex fan leopard , aku sangat senang bisa memiliki teman yang cantik sepertimu , jadi, mari kita berteman " dia terlihat gembira
" senang berteman dengan anda yang mulia alex "
" jangan panggil aku yang mulia, kau panggil saja aku leo, atau alex "
" baiklah , alex "
kami pun mulai berteman sejak saat itu.....
...----------------...
BERSAMBUNG............
APA YANG TERJADI KETIKA CARLA/ROSE PULANG SETELAH 5 TAHUN?
BAGAIMANA KAH KEADAAN SANG ADIK?
APA COUNT MENEPATI JANJINYA ?
NANTIKAN CHAPTER BERIKUTNYA.......
JANGAN LUPA COMMEN DAN LIKE
BIAR SEMANGAT