[Disarankan untuk membaca hingga chapter 7]
[BACA BAGIAN BLURB INI SAMPAI BAWAH BIAR GA BINGUNG SAMA CERITANYA!]
[Press Like,Vote,Comment]
[Hati-hati kesel sama ceritanya]
Genre : Action, Adventure, Dark fantasy, Drama, Mystery, Magic, Psychological, Supernatural
Sub-Genre : Romance, Comedy, Mature
Season 1 : Chapter 1-213(END)
Season 2 : Chapter 214-260(END)
Season 3 : Chapter 261 - 348 (END)
Dunia dimana ada ras selain manusia, seperti Elf, malaikat dan lain-lain. Ada sebuah legenda yang ditakuti oleh seluruh ras mengenai malapetaka yang akan dibawa oleh sebuah makhluk, yaitu Soul Reaper.
Legenda yang menghilang untuk menghilangkan keresahan seluruh ras di muka bumi, telah tergerak secara perlahan.
Note :
ini cerita pertamaku, kalau ada kesalahan seperti typo, sulit dimengerti langsung aja komentar aja ya.
Untuk kalian yang bingung, didalam cerita ini tidak akan hanya terbatas di tokoh utama saja. Tetapi saya akan menyorot beberapa tokoh lainnya juga karena mereka mempunyai peran penting(tentu saja seperti beberapa chapter yg MC nya tidak ada).
[Sangat disarankan untuk tidak berharap kepada MC di awal-awal cerita. Karena MC saya dibuat lemah layaknya seekor burung baru lahir dan belum bisa terbang]
Update 23:00 WIB
[/Chapter : 1300-2000 kata]
#WF
*Source Pict : Pinterest
Yang mau follow author boleh lewat :
IG : Irisia_loui
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShenJun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23 : Didalam Tubuh
Beberapa saat setelah Raven mengucapkan hal itu, Hawa disekitarnya menjadi berubah. Para assassin masih terus menerjang kearahnya tanpa ragu. Tiba-tiba, Raven menghilang secara tiba-tiba. Semua yang ada disitu kebingungan dan mulai menengok kiri kanan mencarinya.
“Huh?! Kemana dia?!” ucap salah satu assassin
“Kalian cepat bunuh dia!!” teriak Dale
“Tu-tunggu tuan! Jumlah kami berkurang menjadi 9 orang!” ucap salah satu assassin
“Apa?!” teriak Dale
Bertepatan dengan Dale setelah selesai menyelesaikan kalimatnya. Tiba-tiba, ada suatu tetesan darah dari atas para assassin. Tetesan itu awalnya hanya sebuah tetesan kecil. Tetapi, secara singkat tiba-tiba tetesan tersebut mulai berubah menjadi aliran darah yang lumayan deras
Semua yang ada disitu secara refleks langsung menengok keatas. Tepat saat melihatnya, mereka melihat Raven yang sedang berdiri diatas tangkai pohon sambil memegang kepala salah satu assassin. Tubuh assassin yang dipegang menggantung oleh Raven, bercururan akan darah.
Semuanya yang melihat hal tersebut terkejut sekaligus takut. Mereka mulai merasakan hawa yang mencekam dan penuh intimidasi. Kaki serta tubuh Dale dalam sekejap langsung bergetar ketakutan.
“I-iblis!” ucap salah satu Assassin
“Ka-kalian jangan diam saja! Cepat bunuh dia!!!” teriak Dale
Tiba-tiba, Raven melempar mayat yang sedang dia cekik dan langsung menerjang turun kebawah. Dengan menarik kedua kazamanya keluar, Raven menyerang para Assassin itu sekaligus. Para assassin pun mundur secara serentak untuk mengambil jarak. Saat mendarat di tanah, Raven langsung berlari menuju salah satu assassin.
“Ja-jangan meremehkan kami!” ucap salah satu assassin
Assassin itu mengeluarkan belatinya dan menghunuskan nya tepat kearah Raven. Dengan elegannya, Raven menghindar dan menebas tubuh assassin itu. Darah mulai bercucuran keluar dari bagian perut assassin tersebut.
“Argghhh!!!” teriak Asssassin tersebut
“Berisik sekali ya” ucap Raven
Raven pun mengayunkan kazamanya dan memenggal kepala Assassin yang terluka tadi. Para assassin lain pun tidak tinggal diam dan langsung menyerang Raven secara bersamaan.
Raven pun ikut menerjang. Dengan jumlah delapan lawan satu, Raven masih tetap bisa mengatasinya tanpa kesulitan. Pedang ketemu pedang, Tinju ketemu wajah, Tendangan ketemu badan. Para assassin berkali-kali terhantam oleh serangan Raven. Raven membantai para assassin itu hingga tersisa 3 dari mereka.
“Ughh!!” ucap salah satu assassin A
“I-Iblis!! Dia ini Iblis!!” ucap Assassin B
“Ugh!!” ucap Raven
Tiba-tiba, hawa disekitar Raven mulai menjadi semakin mencekam. Raven merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Dia pun mulai berteriak kesakitan seakan ditusuk beribu jarum.
“ARGGHHH!!!!!” Teriak Raven
Aura jahat nan hitam mulai keluar dari tubuh Raven. Seluruh orang yang melihat hal tersebut membeku karena ketakutan merasakan kekuatan jahat yang keluar dari tubuh Raven.
- Di alam bawah sadar Raven -
“Ini…. Dimana?” ucap Raven
Raven melihat seisi sekitar nya penuh kekosongan. Saat dia menoleh kebelakangnya, dia melihat sesosok hitam pekat yang besar dan memiliki aura jahat.
“Si-siapa kau?!” ucap Raven
“Khuhuhu….. aku teman terdekat mu tahu….” Ucap sosok itu
“Teman… terdekat…?” ucap Raven
“Jahat sekali kau ya tidak mengenaliku” ucap sosok itu sambil menyeringai
“Teman dekat macam apa yang tidak pernah mengobrol denganku?” ucap Raven
“Hahaha! Nyali mu hebat juga bocah! Tetapi, saat ini kau tidak akan bisa memberontak…” ucap Sosok itu
“Apa maksudmu?” ucap Raven
“Entahlah…. Tetapi tidur saja dulu untuk sementara…” ucap sosok itu
Sosok itu menjulurkan lengan besarnya dan menggegam Raven. Raven merasa sangat sesak dan lama kelamaan kehilangan kesadaran.
- Di dunia nyata -
Tak lama kemudian, Raven mulai tenang dan terdiam untuk sementara. Suasana menjadi senyap secara tiba-tiba. Sementara itu, didalam topeng sihirnya, Raven terlihat menyeringai lebar. Namun, senyumannya itu bukanlah senyuman bahagia seperti biasa. Itu adalah senyuman jahat yang dapat membuat orang lain merinding saat melihatnya.
Tak lama kemudian, sifat dalam diri Raven semakin berubah. Dirinya yang biasa tenang dalam melawan orang lain bahkan saat dalam penyamaran, saat ini menjadi brutal dan seperti seorang psikopat.
“HAHAHAHAHA!!!!!” tawa Raven
“Ke-kenapa dia ini?!!” teriak Dale
“Aku harus berterima kasih pada bocah ini…” Ucap Raven sambil terkekeh
“(Aku harus pergi dari sini!)” batin Dale
Dale pun pergi melarikan diri. Dia menuju kedalam gelapnya hutan. Para assassin yang melihat Dale kabur, mencoba untuk berdiri lagi dan menghadapi Raven.
“Kita harus ulur waktu!!” ucap Assassin C
“MAU KEMANA KAU?!” teriak Raven saat melihat Dale
Raven pun melesat kearah Dale. Para assassin sangat takjub melihat kecepatan Raven saat itu. Tetapi, mereka belum menyerah dan mencoba menyerang kembali. Belati ketiga assassin itu ditahan oleh kedua kazama Raven tanpa kesulitan. Tiba-tiba, gerakan Raven menjadi semakin gesit. Dalam sekejap, dia mendorong mundur para assassin dengan kazamanya.
“Ughhh!!!” ucap assassin B
“Sial! Kenapa tiba-tiba kekuatannya bisa meningkat?!” ucap Assassin A
“Hei, Lebih baik kita menggunakan si-“
Sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya, Kepala assassin tadi tiba-tiba melayang terbang. Namun, tubuh Assassin itu masih berdiri seperti biasa yang sedang berkuda-kuda. Dibelakang tubuh assassin itu, ada Raven yang sedang berdiri dibelakangnya.
Kedua assassin lainnya yang melihat hal itu langsung terkejut dan ketakutan sekejapan. Tubuh mereka berhenti bergerak dan membeku secara tiba-tiba.
“Selanjutnya kalian berdua!” ucap Raven
“UWAAAA!!!!!” teriak kedua assassin itu
Kedua assassin itu langsung pergi berlari secepatnya. Tetapi, Raven langsung melesat dengan cepat dan sudah berada tepat didepan mereka. Raven mencekik kedua leher assassin itu dan mengangkat mereka. Kedua assassin itu masih terus memberontak dari cekikan Raven.
“AKKKHH!!!” teriak Assassin B
“Ku-kumohon!! Le-lepas….kan…kami! AKKKHH!” teriak Asssassin A
“Jiwa manusia yang lezat tidak akan kubiarkan lepas!” ucap Raven
“Manu…sia….kata…mu?!” ucap Assassin A
Raven memperkuat cengkraman cekikannya. Tak lama kemudian, leher kedua assassin itu remuk dan mereka pun mati dalam sekejap. Raven melempar kedua mayat itu seperti sudah tidak dibutuhkan lagi.
“Baiklah… sepertinya tadi satu ekor berhasil kabur...”
“Kau tidak bisa lari! Hahaha!” ucap Raven sambil menyeringai
- Di suatu tempat di hutan -
“Sialan!! Kenapa tiba-tiba orang itu menjadi sangat seram?!”
“hawa disekitarnya berubah menjadi sangat mencekam. Dan cara membunuhnya tanpa belas kasihannya itu sangat membuatku ketakutan!!”
“Aku harus memberitahukan semua yang ada di rapat untuk segera bubar!” ucap Dale
Dale pun terus berlari secepat mungkin. Tak lama kemudian, dia melihat sebuah goa besar dan masuk kedalamnya. Setelah masuk, mulut goa tersebut tiba-tiba tertutup. Dale pun terus berlari secepatnya kedalam dan tiba-tiba muncul sebuah pintu didepannya. Dale langsung membuka pintu intu.
Dibalik pintu itu, terdapat sebuah meja dan 4 bangku yang sedang diduduki orang yang berbeda-beda. Di salah satu kursi, terlihat atasan Dale, yaitu Jack.
“SEMUANYA!” teriak Dale
“Dale, ada apa? Wajahmu pucat sekali” tanya Jack
“Tuan Jack! Dewa kematian menyerang kita!”
“kita harus segera pergi dari sini!!” ucap Dale
Seisi ruangan tersebut terkejut mendengar ucapan Dale. Tiba-tiba, salah satu orang yang dikursi pun berdiri dan mengarahkan jarinya menunjuk kearah Dale.
“Kau! Bukannya tadi kau bilang akan kau bereskan?!” ucap Gera
“Maafkan saya tuan Gera, tapi sepertinya dia terlalu kuat. Aku juga berfikir bahwa para assassin itu mungkin sudah dihabisi olehnya!” ucap Dale dengan ketakutan
“Dasar tidak berguna!” teriak Gera
“Sudah-sudah tuan Gera, saat ini bukanlah waktu untuk saling bertengkar”
“Jika kita tidak pergi dari sini, organisasi kita pasti akan terbongkar dan dihabisi olehnya” ucap Jack
“Gunakan saja ‘itu’ padanya” ucap salah satu orang di kursi
“Tidak bisa semudah itu Nona Gilly. Dia harus kita simpan untuk keadaan genting saja”
“untuk saat ini, lebih baik kita pergi ke markas lain menggunakan teleportasi saja” ucap Jack sambil mengeluarkan gulungan sihir
“Baiklah…” ucap Gilly
Tiba-tiba, terjadi guncangan besar di tempat tersebut yang membuat semuanya terkejut.
“Gempa bumi?!” ucap Jack
“Sepertinya bukan Tuan” ucap Dale dengan wajah pucat
- Di tengah Hutan -
Raven masih terus belari dan melompat dari pohon ke pohon mencari satu ekor yang tadi kabur. Sifat Raven masih saja aneh. Tiba-tiba Raven mendarat di tanah dan terlihat seperti sangat kesal.
“Cih!”
“DIMANA MANUSIA ITU?!!” teriak Raven
Bersamaan dengan teriakan itu, terjadi hempasan angin yang sangat kuat disekitar nya hingga mengguncang hutan. Sifat Raven semakin menjadi liar seiring berjalannya waktu. Dia pun mulai kehilangan kendali dan menyerang secara membabl buta.
Tiba-tiba, Raven terjatuh hingga bertekuk lutut. Dia memegang kepalanya seakan sedang pusing.
“(Cih, bocah sialan!)”
“(Dia masih memberontak untuk mengambil tubuhnya!” ucap Raven
Tak lama kemudian, Raven saat itu mulai menjadi tenang dan mulai berdiri lagi. Namun, sifat serta hawa disekitar Raven masih mencekam seperti tadi.
Tiba-tiba, sosok hitam yang menggunakan tubuh Raven, merasakan adanya energi sihir yang mengarah menuju nya. Dia pun mundur kebelakang dan tiba-tiba ada sebuah sihir api yang menyerangnya.
Setelah itu, ada sosok laki-laki yang keluar dari bayangan gelap hutan. Dia berjalan secara perlahan hingga wajahnya mulai terlihat.
“Sepertinya keputusan ku untuk pergi berjalan-jalan sangat tepat”
“Ada banyak yang ingin aku tanyakan padamu, Raven” ucap orang itu
Orang yang menggunakan sihir api tersebut adalah Kriss. Sebelumnya, dia ada di kastil ibukota. Namun, dia memutuskan untuk pergi keluar dan tidak sengaja saat didekat gerbang luar ibukota, dia merasakan sedikit guncangan dan energi sihir yang tidak biasa muncul.
“Apa yang kau lakukan diuar sini?” tanya Kriss
“Sepertinya kau bukan orang yang tadi ya…” ucap Raven
“Huh? Apa maksudmu?” tanya Kriss
“Yah tidak apa-apa. Dari energi sihirmu, kau jauh lebih kaut dari mereka. Sudah pasti jiwa mu akan terasa sangat lezat!” ucap Raven
Raven pun menarik keluar kedua kazamanya dan menerjang menuju arah Kriss dengan cepat. Kriss terkejut dengan Raven yang menerjang kearahnya. Kriss langsung menyuluti lengannya dengan sihir api dan menahan serangan kazama Raven.
“Hei! Ada apa denganmu ini?!” teriam Kriss
“Hahaha!” tawa Raven
Kriss pun mendorong Raven hingga dia terpental mundur. Kriss pun mundur untuk mengambil jarak diantaranya.
“Kau….” Ucap Kriss
“Sepertinya kau kenal dengan yang punya tubuh ini” ucap Raven
“Yang punya tubuh?!” ucap Kriss
“Maaf saja, dia sudah tidak ada lagi!” ucap Raven
Sihir kegelapan yang menutupi wajah Raven pun menghilang. Wajah Raven terlihat dengan jelas oleh Kriss. Kriss terkejut saat melihat wajahnya. Di bagian mata kiri Raven, bagian bola matanya terlihat hitam penuh dan pupilnya bergaris vertikal.
Raven pun mengeluarkan aura mencekam yang penuh intimidasi. Membuat Kriss sangat yakin bahwa ini bukanlah Raven yang biasa. Sihir serta aura yang dikeluarkan terasa begitu jahat. Raut wajah Kriss mulai berubah. Dia mengekerutkan dahinya dan terlihat sangat marah.
“kembalikan dia!” ucap Kriss
“Hahaha!“
“seorang manusia sepertimu mana mungkin bisa-“
Ucapan Raven terpotong karena Kriss melesat maju kedepannya dan mengarahkan tinju apinya dari atas kepala Raven. Raven pun mundur kebelakang menghindari serangan tersebut. Tinju api Kriss yang dihindarinya, menjadi memukul tepat ke tanah. Tanah tersebut langsung retak dan hancur dalam sekejap.
Kriss langsung menerjang kearah Raven lagi. Dia tidak ingin memberikannya kesempatan untuk bergerak. Kriss mengarahkan tinjunya tanpa ampun kearah Raven. Raven pun menahan serangan Kriss dengan Kazamanya. Semakin lama, pukulan Kriss semakin cepat dan semakin kuat. Tepat saat Raven menahan salah satu tinjunya, Dia malah terpental jauh hingga terbentur pohon.
“HAHAHAHAH!!!! INI BAGUS!! AKU MENDAPATKAN MANGSA YANG SANGAT LEZAT!!!”
“SIHIR MU SANGAT KUAT! JIKA KAU KUBUNUH, PASTI JIWA MU AKAN TERASA SANGAT NIKMAT!!” teriak Raven
“Maaf saja. Kau tidak akan bisa mengalahkanku” ucap Kriss
“Hah??” ucap Raven
"Calidus Verrat”
“Sihir api dengan menggunakan kekuatan fisik sebagai pijakannya. Setiap kali aku memukul lawan, serangan ku akan semakin kuat seiring bertambahnya pukulan”
“Jika Raven yang asli melawanku, mungkin dia ada kesempatan” Ucap Kriss
“Hahahaha!” tawa Raven
“Hebat juga kau masih bisa tertawa dalam kondisi seperti ini”
“jika kau mau gila, lebih baik tinggalkan tubuh itu dan masuk ke tubuh lain saja” ucap Kriss
“Jangan sombong dulu, Manusia!!!” teriak Raven
Sihir kegelapan mulai keluar di sekitar tubuh Raven. Hempasan angin yang begitu kuat terjadi karena kekuatan yang bergejolak disekitar tubuh Raven sehingga membuat sekitar hutan terhempas-hempas dan tanah disekitarnya mulai retak. Kriss terkejut melihat sihir yang dikeluarkan itu. Sihir tersebut terasa berkali-kali lebih mencekam dan kuat daripada aura sihir yang dikeluarkan Raven sebelumnya.
“Terlalu cepat 100 tahun untuk mu untuk melawan ku, manusia!” teriak Raven