Bryan Saputra merupakan anak dari pengusaha terkenal dijodohkan dengan putri sahabat ayah nya.
Namun Bryan menolak perjodohan tersebut karena menyukai gadis lain.
Sang adik mengetahui jika kakak nya akan di jodoh kan membantu nya menjebak gadis yang disukai kakak nya karena ia juga menyukai gadis itu .
Gadis tomboy seperti Denada saputri yang bergabung dengan geng motor dan juga sangat dingin dan jutek.
Ketika ia juga mendengar akan di jodohkan dengan salah seorang putra sahabat ayah nya , dengan tegas Nada menolak nya . Ia berpikir jika ia masih muda dan ingin melanjutkan cita cita nya .
Namun seorang gadis menjebak nya hingga terpaksa harus menikah dengan kakak nya .
Kedua orang tua mereka terkejut ketika memperkenalkan sebagai suami/ istri karena ternyata mereka sudah di jodohkan sejak kecil.
Bagaimana kisah nya Bryan dan Nada yang hoby dengan Balap motor menghadapi kisah mereka ?
Happy reading guys
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon risky hayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sore dengan bryan.
Ane yang meninggalkan toko kue dengan cepat karena ada janji makan malam dengan mas rio yang baru pulang dari luar kota bergegas memesan ojek online .
Ia pun kembali ke rumah terlebih dahulu sebelum ke restoran yang di tentukan oleh sang kakak.
Ane sengaja membersihkan diri terlebih dahulu karena bau kue yang menempel di baju nya setelah siang tadi membuat kue dari sisa bahan yang ada .
Setelah selesai ane berlari ke lantai bawah mencari kedua orang tua namun tak ada seorang pun yang sampai di rumah .
" Kemana papa sama mama ? apa mereka belum pulang ?"
Ucap ane yang melihat jam ditangan nya .
" Bi ,,, bibi ,,,."
Ane berlari ke dapur mencari keberadaan bi iyam.
" Iya non . Non ane panggil bibi ? Non ingin makan sesuatu ?"
Bi iyam yang sedang berada di dapur berjalan menghampiri ane yang sedang melihat lihat isi dapur .
" Papa dan mama belum pulang bi ? Ada cemilan apa untuk ane ?"
Ane melihat lihat di dalam kulkas yang biasa bi iyam selalu membuat kan nya cemilan .
"Belum non . Maaf non, hari ini bibi sibuk jadi tak sempat membuatkan nya untuk non ane ."
Bi iyam merasa bersalah melihat raut wajah ane yang berubah masam melihat lihat isi kulkas .
" Tidak apa apa bi ."
Ucap ane yang kemudian merogoh ponsel yang ada di saku nya .
Ane mengerutkan kening nya ketika melihat nama pemanggil yang muncul di layar ponsel nya .
📞 incoming call " kekasih ku "
"Dia,,,, . Ada apa menelepon ku ? "
Gumam ane dalam hati .
📞 incoming call " kekasih ku."
📞 :" Halo,,,."
📞 :" Kenapa lama sekali mengangkat nya ? "
📞 :" Maaf , aku sedang sibuk . Ada apa menelepon ku ?"
📞 :" Apa tak ada alasan yang masuk akal bertanya seperti itu ?"
Ane terkejut dengan perkataan cowok itu yang merasa penuh intimidasi.
📞 :" Aku harus bilang apa ? Memang seharian aku berada di toko kue membuat kue ."
📞 :" Baiklah , untuk alasan mu ku maafkan ?"
📞 :" Memang nya siapa kau ? Alasan ku kau maafkan . Aku seperti berbuat kejahatan saja."
📞 :" Apa kau tak lihat di layar ponsel mu aku siapa ?"
📞 :" Kekasihku. "
📞 :" Kamu sendiri yang bilang aku kekasihmu ."
📞 :" Tidak . Tapi kau yang menulis di ponsel ku ."
📞 :" Lalu ,,,?"
📞 :" Kau yang mengancam ku tidak boleh mengganti nya ."
📞 :" Aku ada di depan rumah mu . Sekarang keluar lah !"
📞 :" Apaaaa,,,?
Ane terkejut mendengar perkataan bryan yang telah berada di depan rumah . Ia pun berlari ke arah jendela membuat bi iyam yang tadi mendengar teriakan nya menghampiri nya dan ikut berlari di belakang nya.
" Kenapa bibi mengikuti ku ?"
Ane sadar jika bi iyam mengikuti nya tanpa mematikan ponsel nya , ane bertanya pada bi iyam .
" Karena bibi kaget non berteriak terus berlari ke arah pintu jadi bibi mengira terjadi sesuatu ."
Bi iyam menjelaskan kenapa mengikuti ane.
" Tidak ada apa apa bi . Ane pergi dulu ya ! Dah,,,."
Deg,,,,
" Ane,,, . Kenapa ia punya nama familiar dengan ane ku ? Mungkinkah dia ane ku ?"
Gumam bryan dalam hati ketika mendengar percakapan di seberang telepon.
📞 :" Klik ."
Ane yang lupa mematikan telepon lalu memutus nya secara sepihak .
" Dasar gadis nakal ! Aku akan memberi mu hukuman ."
Ucap bryan yang kini berada di seberang rumah denada .
Ane berlari ke luar rumah ke depan pintu gerbang menoleh kesana sini seperti mencari sesuatu meskipun pada kenyataan nya ane sedang gugup dan khawatir jika kedua orang tua nya mengetahui cowok tersebut .
Bryan yang melihat ane di pintu gerbang membuka kaca jendela mobil nya lalu melambaikan tangan nya pada ane .
Ane pun datang menghampiri bryan yang berada di dalam mobil .
" Ke,,,."
" Masuk !"
Belum sempat ane melanjutkan perkataan nya karena mengatur nafas nya bryan menatap tajam pada ane menyuruh nya masuk ke dalam mobil .
Ane tertegun dan hanya mengikuti permintaan bryan , cowok yang di sebut kekasih nya di layar ponsel nya meskipun ia belum tahu nama nya.
" Dari mana kau tahu rumah ku ? Apa kau mengikuti ku ? dan kenapa kau datang ke sibi ?"
Beberapa pertanyaan intimidasi ane ucapkan pada bryan .
" Hahahaha,,, . Apa aku harus menjawab pertanyaan mu ? Bukan kah aku kekasih mu ? Akan sangat bodoh jika tidak mengetahui rumah kekasih nya."
Bryan menyalakan mesin mobil nya melaju dengan cepat tanpa persetujuan dari ane .
" Eh,,, eh,,, .Kita mau kemana ? Kenapa kau menyetir sangat cepat ?"
Ane yang tengah kesal dengan sikap bryan bertanya beberapa pertanyaan .
" Kita akan pergi sebentar untuk menikmati sore . Apa kau menyukai nya ? Bukahkah kau menyukai balap motor kenapa ada rasa takut ?"
Ucap bryan melirik denada dengan sekilas .
" Dasar pria dingin !! Menyebalkan sekali ."
Gumam ane dalam hati nya .
" Eh,,, tunggu,,, . Apa dia bilang aku menyukai balap motor ? Dari mana dia tahu ? Apa dia menyelidiki kehidupan ku sedetil itu ?"
" Siapa sebenar nya dia ?"
" Apa yang ia inginkan ?"
Ane yang masih terbang ke alam pikiran nya membuat nya melamun hingga tak mengindahkan panggilan bryan .
" Sayang,,,."
" Sayang,,,,."
" Hei ,,,gadis bar bar."
"Ah,,, iya kenapa ?"
Ane terkejut dengan panggilan suara yang memanggilnya gadis bar bar .
" Kau lebih suka dipanggil gadis bar bar daripada panggilan romantis ."
Bryan menghela nafas panjang nya .
" Daripada kau ,,, pria dingin . Huh,,,,."
Ucap ane yang kemudian memalingkan wajah nya ke arah jendela .
" Hahahaha ,,, . Ternyata kekasih seorang bryan sedang merajuk. "
Bryan tertawa menyeringai melihat ane yang mengerucutkan bibir nya .
" Bryan ,,, jadi nama nya bryan .Not bad ,,, its okay ."
Gumam ane dalam hati nya.
Mobil yang membawa nya berhenti tepat di sebuah danau dimana mereka sering bermain di sini waktu kecil .
" Dimana ini ? Aku seperti mengenal dan sering ke tempat ini ? Tapi kapan ?"
Ane terkejut melihat tempat yang terasa begitu familiar untuk nya namun ia tak dapat mengingat nya .
" Turunlah ! "
Ucap bryan yang telah membukakan pintu untuk nya.
Tak ada reaksi dari ane bryan kemudian menggendong denada turun dari mobil .
" Aaaaaa,,,, .Kenapa kau menggendong ku ? Turunkan aku ?"
Ane yang merasa terkejut dengan aksi bryan berteriak kecil .
" Denada saputri ,,, diamlah !"
Ane terkejut mendengar bryan menyebut nama lengkap nya .
'" Bagaimana ia bisa tahu nama lengkap ku ?"
Gumam ane dalam hati nya .
Setelah beberapa saat kemudian mereka sampai di bangku taman yang menghadap ke danau dengan pemandangan yang asri .
" Danau ini ? Aku seperti mengenal nya tapi dimana ? kapan aku datang ke tempat ini ?"
Lagi lagi denada di kejutkan dengan aksi bryan yang mencium kilas bibir nya .
Cup,,,...
" Second kiss ."
Ucap nya setelah mendudukkan denada di bangku tersebut.
Ane yang sekali lagi terkejut menyentuh bibir nya . Bryan yang melihat nya tersenyum menyeringai .
" Kau menginginkan lagi ?"
Pertanyaan bodoh yang bryan sengaja lobtarkan membuat denada menggeleng dengan cepat.
Kedua nya menikmati indah nya pemandangan danau dengan air yang biru dan pemandangan yang asri di tambah bryan membawa satu box es cream rasa moca kesukaan ane .
Bersambung 😊😊🙏🙏