Gue Alana Pradipta. Kalau lu liat penampilan , gue yakin lu bakalan berpendapat gue cewek gak bener, preman dan cewek kasar. Gue maklum sih kenapa lu bisa mikir gitu.
Sampe hari gue ketemu malaikat kecil yang gue jamin bikin lu yang sekeras batu karang bisa leleh kayak es krim kepanasan.
Angel minta gue jadi ibu sambungnya.
Yang bikin gue binggung adalah gue sayang sama Angel tapi gak sama bapaknya. Belum lagi sosial ekonomi kita yang nge jomplang banget.
Apa siap Angel punya ibu sambung preman kayak gue gini? Terus pernikahan tanpa cinta sama Pak Ricard gimana? Masa iya ngabisin hidup gue sama orang yang gak gue cinta dan mencintai gue?
cover source : wallbox. ru
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Darl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Puluh Tiga
Gue berjalan melewati aisle sambil memeluk lengan gagah uwak Madin. Angel berjalan di belakang gue sambil membawa keranjang berisi cincin pernikahan. Khusus untuk cincin pernikahan Richard sendiri yang memilih. Bahkan dia gak ngajak gue waktu membeli cincin.
Richard terlihat gagah dengan setelan jas berwarna putih. Rambut berpomadenya membuat Richard sangat tampan. Iya, Richard terlihat sangat tampan hari ini.
Richard menyambut tangan gue dengan senyuman. Senyuman yang belum pernah gue lihat sebelumnya. Bibirnya tersenyum sempurna, bukan hanya senyuman tipis seperti biasanya. Apa dia bahagia dengan pernikahan ini?
“Alana Pradipta, aku mengambil engkau menjadi istriku, untuk saling memiliki dan menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya, pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus"
Richard mengucapkan janji pernikahannya. Entah kenapa gue merinding mendengarkan Richard mengucapkan janji pernikahan dengan sungguh - sungguh. Ujung mata gue berembun karena terharu.
Giliran gue mengucapkan janji pernikahan kami,
“Richard Lee, aku mengambil engkau menjadi suamiku, untuk saling memiliki dan menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya, pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus"
Pernikahan tetap lah pernikahan suci. Ada atau tidak nya cinta diantara kami, tapi kami sudah berjanji didepan Tuhan untuk saling setia, saling menerima dan saling mendukung. Setelah ini gue akan menjalani tugas gue sebagai istri dan ibu dengan sebaik - baiknya.
Angel maju kedepan, menyerahkan cincin pernikahan. Richard memasangkan cincin pada jari manis gue, gue pun begitu. Kemudian pendeta meneguhkan dan memberkati kami di depan tamu undangan.
"Anda bole mencium pengantin wanita nya." ucap pendeta.
Richard maju satu langkah. Memeluk pinggang gue dan memberikan ciuman panjang di kening gue.
Entah bagaimana ekspresi wajah gue ketika itu. Gue begitu gugup dan tegang. Tubuh gue serasa membeku.
Richard kembali memberikan senyuman ketika melepas ciuman. Hal itu disambut tepuk tangan oleh tamu undangan.
"Terima kasih, sayang. Kamu bersedia menjadi bagian dari keluarga kecil ku dan Angel." bisik Richard sebelum kami turun dari altar.
Angel sudah berdiri disebelah gue begitu gue turun dari altar, dia belum berani sendirian tanpa gue atau appa nya.
Uwak Madin dan Marlin menghampiri kami dan memberikan selamat. Uwak juga menitipkan gue ke Richard agar dijaga dan dibahagiakan.
"Mama gak nyangka kamu akan memilih wanita seperti dia untuk menggantikan Rosaline." Oma nya Angel mendekati kami.
Gue menyerahkan Angel pada Marlin. Gue mengkode Marlin agar membawa Angel menjauh.
"Wanita yang mama maksud ini wanita yang saya dan Angel sayang. Tidak ada yang salah pada Alana. Jadi tidak ada alasan bagian saya untuk tidak menerima Alana."
"Wanita rendahan, urakan dan tidak berpendidikan seperti dia? Mau di dandanin seperti apapun dia tetap saja brandalan kelas teri! Derajat dia jauh di bawah kamu Richard! Jasmine sudah siap menggantikan Rosaline. Entah cara apa yang ia gunakan hingga bisa menutup matamu!"
"Cukup ma! Kalau anda datang kesini untuk menghina istri saya sebaiknya anda pergi." hardik Richard
Oma Angel dan Jasmin pergi dengan marah.
"Terima Kasih." hanya itu yang bisa gue ucapin. Gue tersentuh dengan cara Richard membela gue.
"Kamu istriku, menghina mu berarti juga menghina ku."
...🌼🌼🌼 Jangan lupa masukin list favorit ya, Like dan komen. Ngasih gift seiklasnya ajah 🌼🌼🌼...
Kasian Angel pengen ortu yg lengkap..