NovelToon NovelToon
Calon Imam Pilihan

Calon Imam Pilihan

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:292.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Naimma

" Tapi Adek nggak mau nikah sekarang. Harus nunggu Adek lulus kuliah dulu pokoknya ! " Nana mengajukan syarat pada ayahnya saat menerima lamaran dari Zen, pemuda dewasa dengan pesona lesung pipi yang tak lain adalah sepupunya sendiri.

Dengan masa penantian panjang itu, Nana, gadis yang baru saja lulus dari bangku SMA itu mengharapkan Zen menyerah dan membatalkan perjodohan ini.

Berhasilkah Nana membuat Zen meninggalkannya? Ataukah justru ia akan terpikat pada sosok dewasa Zen, lalu menjadikannya sebagai sosok calon imam pilihannya sendiri nantinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naimma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saling Mengenang

Sesampainya dihalaman rumah, Zen dengan tubuh hingga wajah lelah memasukkan sepeda motor kedalam rumah. Kemudian berjalan masuk sambil menenteng helm ditangan kirinya.

" Assalamu'alaikum." Zen memasuki ruang TV.

" Wa'alaikum salam." Jawab Ayah yang sedang menonton TV sambil berbaring diatas kasur.

" Kok nyampe malem pulangnya, Zen?"

Suara Ibu, bertanya dari arah dapur. Yang tidak lama kemudian muncul dengan membawa makan malam untuk Ayah ditangannya.

" Ini obatnya Bapak, Bu." Saat perjalanan pulang, Zen mampir kesalah satu apotik untuk membeli obat yang diresepkan dokter.

Tanpa menjawab pertanyaan dari Ibu, Zen berlalu masuk kedalam kamar agar bisa segera melepas lelahnya. Berkat postur tubuh yang diwariskan kedua orang tuanya membuat Zen dengan mudahnya meletakan helm diatas lemari yang cukup tinggi. Setelah menggantungkan jaket, Zen memjatuhkan tubuhnya diatas kasur.

" Emmm, nyamannya..." Zen menggeliat.

Zen meraih ponsel yang tadi dia letakan di meja rias samping tempat tidurnya. Dia membuka galeri ponselnya, melihat hasil foto yang dia ambil tanpa sepengetahuan Nana. Foto yang memperlihatkan Nana yang sedang tersenyum.

Mbak Nana suka pake lipstik ternyata. Saat memperhatikan warna bibir Nana. Tapi cocok banget, jadi tambah cantik. Membuat Zen mengingat ucapan memalukan Nana.

" Ternyata bener ya ! Cuma lihatin foto kamu aja dah bikin kangen kayak gini, apalagi lihatin orangnya langsung." Ucapnya pada foto Nana.

Puas memandangi foto Nana. Zen melatakkan ponsel ke dada dan mendekapnya dalam pelukan. Ia pun tertidur sebelum mandi dan mengganti bajunya.

***

Diwaktu ya sama. Nana yang sudah selesai sholat Isya', mengumpulkan makalah serta materi yang ia dipelajari di semester ini, lalu mengelompokannya sesuai mata kuliah. Hal ini dimaksudkan agar memudahkannya untuk belajar dalam persiapan ujian akhir semester yang sudah didepan mata.

" Ini, dek. Pesanan kamu." Tia menyodorkan kantung plastik pada Nana, setelah memasuki pintu kamar kost.

" Makasih, mbak Tia sayang. Tapi kok lama banget ya pulangnya." Nada sindiran dari Nana.

" Hahahha. Ya kamu, udah tau orang mau pergi pacaran tetep aja dititipin makanan. Itu uang kembalian kamu ada didalam plastik."

" Hehe. Iya deh !" Mengaku salah.

Segera Nana menyingkirkan lembaran kertas yang tertumpuk diatas meja lipat kecil miliknya. Menggantinya dengan bungkusan plastik yang dibawakan oleh teman sekamarnya itu.

" Mbak Tia mau?"

" Gak. makasih. Aku masih kenyang. Kamu nggak makan nasi?"

" Ya kan tadi sarapan sama makan siangku udah nasi. Masa iya makan malam pena nasi lagi. Bisa-bisa besok p*p aku bentuknya nasi juga." Sambil menghabiskan satu tusuk sate telur puyuh.

" Hiiyeehh. Kamu itu bener-bener deh, jorok banget !" Karna merasa jijik dengan ucapan Nana, Tia memukulnya dengan bantal.

Puas membuat keributan dengan Nana, Tia membiarkan Nana melanjutkan makannya. Melihat Nana menyomot tahu bakso, sedangkan ditangan satunya memegangi satu cabe rawit, Tia menggulingkan tubuhnya diatas kasur. Sambil menahan tawa, dia mengarahkan kamera ponselnya pada Nana. Tidak ingin ketinggalan satu detikpun momen yang sedang Ia coba tangkap dengan kamera.

" Huhh Hhah. Ini tahu apa, mbak?" Dengan ekspresi yang sudah Tia duga.

Tia pun tertawa puas saat Nana kaget, menyadari ada dua buah cabe rawit setan terselip didalam tahu bakso yang sudah dia gigit separuh.

" Mbak Tia jahattttttt !!! Huhh Hahh." Meletakan tahu isi cabe dan cabe yang tinggal gagangnya di meja.

" Hahaha. Itu kerjaanya Adli lho bukan aku!" Puas mengabadikan ekspresi Nana dengan ponsel. Tia mengirim vidio itu pada Adli, pacarnya.

Nana meraih botol minum yang sudah kembali terisi penuh, lalu meneguknya. Seketika bayangan Zen yang sedang rakus meneguk air, dari botol itu pun berkelebatan dibenaknya.

Hahaha. Aku pasti kualat ini !

" Haha... hahaha... hahha...." Nana kelepasan kontrol tawanya.

" Eh, ni anak kesambet cabe apa ya?" Tia heran melihat Nana yang tertawa, berhenti lalu tertawa lagi.

Nana masih belum daat menghentikan tawanya saat ponselnya berbunyi karna sedang kerasukan banyak notifikasi dan juga chat dari Radit. Ada sedikit rasa kecewa, diantara deretan notofikasi yang masuk tidak Ia dapati satupun pesan dari Zen. Kalaupun tidak memberikan ucapan selamat malam, paling tidak kan memberikan kabar kalau sudah sampai rumah dengan selamat. Begitu keinginan Nana, tapi sayang orang yang sedang Ia harapkan sudah tertidur pulas sambil memeluk ponselnya.

" Hahaha. Ma'af ya, Na. Aku khilaf tadi ! " Isi chat Radit.

" Pembalasan bisa lebih kejam dari perbuatan!" Nana menambahkan emotikon Marah dan tertawa jahat.

" Waspada lah !" Imbuhnya.

Setelah itu, Nana membuka satu persatu notifikasi dari medsos yang masuk. Pertama, adalah notifikasi pertemanan dari Rif'an.

" Oh, ini Rif'an adeknya dek Zen." Nana memeriksa profilnya. Kemudian mengkonfirmasi pertemanannya.

Melihat Notifikasi kedua, Darah Nana seakan mendidih. Dia ditandai dalam postingan yang diunggah oleh Naila. Sebuah foto yang memperlihatkan Nana sedang menyuapi Zen dengan latar belakang serambi masjid. Itu merupakan moment kebersamaannya dengan Zen tadi sore.

Postingan dengan caption " Iri banget sama temenku ini, bisa seromantis gini sama kakaknya." dan hastag " Balada anak tunggal " sebagai kata penutupnya. Postingan tersebut juga sudah mendapat banyak komentar termasuk dari Rena, may dan Dian yang sempat terpesona dengan senyuman Zen.

" Hah !!!" Mata Nana terbelalak, melihat nama Rif'an juga ikut mengomentari dipostingan itu.

1
Kimie Meonk
aqnunggu karyamu yg berikutnya Thor....😊
Anna Susiana
ayo lanjut menyimak ceritanya
Rania Shanum
lohh laptopnya mn thor?
Rania Shanum
ak bayangkan visual Zen, Andi Arsryl.
N.U: boleh juga sih, tapi senyumannya masih manisan zen dikit,kak....🤭
total 1 replies
Rania Shanum
Suamiku dulu nikah umur 35 ak 25 😁😁
beda 10 tahun. mateng banget yachh
N.U: makasih ya kak rania udah mampir baca, seneng bgt akunya..
kaget juga sih pas buka aplikasi ada notifikasi like sama komenan di sini. kan udah lama bgt tamat. eh ternyata masih ada yg masih mau baca & mau meninggalkan jejaknya.
total 2 replies
Sha
Btw thor, kok penasaran sama kelanjutan cerita kuliah si Nana ya dianter tiap hari atau ngontrak, gimana reaksi si Azzam, juga reaksi Nana pas kerumah mertuanya, wkwkwk.
Sha: sama-sama kak. semangaaaatttt
total 8 replies
Sha
Ndak ada kata-kata lagi wes. Pokoknya mantul banget
Sha: untuk pengalaman pertama ini mah udah the best kak. penulisannya bagus rapi, bahasanya juga mudah dipahami jadi ndk perlu mikir susah-susah hehe.

semangat terus berkaryanya kakak, semoga kedepan lebih baik.
ditunggu juga karya yang bernapaskan Islami (Islam Syar'i)
total 3 replies
Ellen Thianyo
f ,we
N.U: kenpa kak?
jangan ragu buat ngasih saran ke authornya ya...
total 1 replies
Rayhanah Salwani
sampai dsni suka baca ceitanya
N.U: makasih kak, sudah meninggalkan jejak disini.
total 1 replies
Dinda Kirana agustina
sebenernya novel nya bagus.... tpi sayang like nya dikit
Dinda Kirana agustina
aduuuuh repot iaa... banyak tanggung ngan..
N.U: ya begitulah,kak... karna cuma zen yg bisa diandalkan di keluarga. tapi nanti kalau udah ketemu sma nana, lupa deh sama tanggungannya yg lain...😅
total 1 replies
Dinda Kirana agustina
baru Nemu ini novel... aku baca ya...
N.U: trimakasih kak dinda sudah mampir disini.❤
semoga berkenan.😍
total 1 replies
Putu Sugianti
iiI
N.U: trima kasih ya,kak... sudah bersedia mampir disini. kalau punya saran, author siap mendengarkan.
total 1 replies
indrianingtyas
thor q kangen kekonyolan mamam sm mumum beneran ini😣...kpn lanjutin season 2 gt thor..
indrianingtyas: ke tempat mamam sm mumum yo thor..mumum da hamil pa blm kita liat yuk😂😂
total 4 replies
Kimie Meonk
nama nih author q tersayaaaaang.... ad karya bru lgi ga???? kangen nich.. pke banget lgi...😍😍😍
N.U: makasih kak Dian...😍😍😍😍 lope...lope... buat kakak.❤❤❤
total 3 replies
Ari Yanti
Keren thor. .ak suka ceritanya marai kyo wg gemblung...lnjut season 2 thor
N.U: relekan aja ya,kak... mereka udah bahagia kok.
total 3 replies
An-nur
ayolah thor bikin cerita imam pilihan jilid dua kan sekarang udah jadi imam jadi judulnya nggak calon imam lagi,imam pilihan aja hehehe kangen nih
N.U: kangen sama aku???
total 1 replies
Aleza farisa
nggak ada part 2 nya kah thor
N.U: Belum tau,kak...
soalnya belum ada rencana buat nulis lagi dalm waktu dekat ini
total 1 replies
Aleza farisa
keren thor😁😁😁😁😁😁
N.U: makasih...

semga nggak ngecewain cerita penutupnya.😁
total 1 replies
Anik Nur Yamah
terimakasih juga thoor.,, ceritanya bagus banget...
d tunggu crita2 yang lainnya...atau cerita kelanjutannya mamam Zen dan mumum Nana...
N.U: dibilang bagus, pake bgt aku jadi malu,kak...😳😳😳

untuk saat ini sih belm ada keinginan buat nulis lagi. soalnya susah cari waktuny. ntar yg ada, updatenya tambah nggak rutin dari sebelumnya.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!