Putri harus menjadi yatim piatu saat usianya baru 5 tahun. Sesuai amanat papanya, Putri dititipkan pada sahabatnya yang bernama Fadli. Ini disambut baik oleh Fadli dan Kirana yang memang sangat menginginkan anak perempuan. Mereka sendiri telah dikaruniai 2 orang anak laki-laki bernama Fahri dan Farhan.
Kasih sayang ayah, bunda serta kedua kakaknya membuat Putri tumbuh menjadi anak yang pintar dan ceria. Seiring berjalannya waktu perasaan lain mulai tumbuh di hati Putri pada salah satu kakaknya.
Banyak pria yang mengejar-ngejar Putri namun hanya ada satu nama di hatinya. Siapakah yang akan menjadi pelabuhan hati Putri? Apakah dia bisa mendapatkan cinta pertamanya?
Mengandung adegan 21+
Bijaklah dalam memilih bacaan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tembok Berlin
Putri duduk di ruang tengah lantai atas. Sudah sejam yang lalu dia menghadap televisi, namun pikirannya tak berada di sana. Tadi sore dia mendapatkan kabar kalau Fadli dan Kirana akan memperpanjang masa tinggalnya di Makassar karena perusahaan di sana belum sepenuhnya dapat beroperasi dengan normal.
Dia sudah sangat merindukan ayah dan bundanya ini. Genap lima bulan mereka sudah berpisah. Putri kangen masakan bunda, belaian dan pelukan hangatnya. Dia juga kangen bermanja pada ayahnya. Terlebih akhir-akhir ini Putri merasa kesepian karena kedua kakaknya sudah mulai sibuk dengan urusannya masing-masing.
Putri masih termangu hingga tak menyadari Fahri mendekatinya. Beberapa kali lelaki itu memanggil namanya, namun tak didengarnya. Sampai akhirnya tepukan di bahu menyadarkannya.
“Dek, kamu mikirin apa? Dari tadi kak Ri panggilin ngga ngeh,” ucap Fahri seraya mendaratkan bokongnya di samping adiknya.
“Tadi bunda telepon katanya belum bisa pulang bulan depan. Padahal Putri kangen sama ayah bunda hiks.. hiks..”
Fahri membelai lembut kepala Putri. Dia memahami kerinduan yang dirasakan adiknya ini. Selain rindu Putri juga pasti merasa kesepian, karena dirinya sibuk bekerja dan Farhan sibuk dengan kuliahnya.
“Week end nanti kita jalan-jalan yuk. Putri mau kemana? Hmm gimana kalau kita nginep di vila? Kan udah lama kita ngga ke vila.”
“Bener kak Ri? sama kak Han juga?”
“Iya. Kalau dia ngga mau kita culik aja.”
“Bener kak. Kita bius, tangan kakinya diiket terus naikin ke mobil hahahaha..”
Fahri terkekeh. Mudah sekali mengubah mood adiknya ini. Kini senyuman sudah mengembang di wajahnya.
“Hmm.. kak bulan depan kan ada prom night. Putri boleh ikut ngga?”
“Emangnya wajib dek?”
“Ngga sih. Cuma Putri pengen aja ikutan. Kan tahun kemarin Putri ngga ikut, ngga dibolehin sama ayah.”
“Ngapain sih kamu ikutan acara yang begituan.”
“Ish kak Ri kaya ngga pernah ngerasain jaman SMA aja. Emang dulu pas SMA kak Ri ngga pernah ikutan acara prom night apa?”
“Jaman kak Ri belum ada yang begituan dek. Paling acara perpisahan biasa aja.”
“Oh iya ya. Jaman kak Ri pasti belum ada prom night. Ternyata kak Ri udah tuir hihihi,” Fahri memencet hidung mancung adiknya. Putri menyebikkan bibirnya.
“Waktu acara perpisahan dulu kak Ri bawa pasangan ngga?”
“Ngga.”
“Kenapa? Pasti dulu banyak yang naksir kak Ri. Secara kak Ri kan ganteng,” Fahri tersenyum mendengar ucapan adiknya ini.
“Ngga ada yang menarik. Tapi kalau dulu adek udah segede gini, pasti kak Ri ajak ke acara perpisahan buat jadi pasangan kakak hehehe.”
Fahri merangkul Putri, mendekatkan tubuh mereka. Jantung Putri kembali berdendang. Tidak itu saja, wajahnya mulai terasa panas. Spontan Putri berdiri, mencoba menghindar dari kakaknya.
“Kamu mau kemana?”
“Mau makan puding. Tadi bi Juju bikin puding coklat.”
Tanpa menoleh pada Fahri, Putri buru-buru turun ke bawah. Jantungnya sudah tidak bisa dikompromi lagi. Jika terlalu lama bersama Fahri, bisa-bisa jantungnya meloncat keluar.
Besok gue mau tes ke kak Han. Kalau nih jantung sama juga deg-degan berarti ada yang ngga beres sama jantung gue. Tapi kalau ngga, huaaaaa masa sih gue naksir kak Ri..
❤️❤️❤️
Putri mencari-cari kedua kakaknya. Hari ini mereka akan berlibur ke vila. Tapi dua makhluk ganteng itu belum kelihatan batang hidungnya. Putri berjalan menuju ruang gym. Pasti kakaknya ada di sana, pikirnya. Benar saja, Farhan baru selesai berolahraga. Nampak dia membuka kaos yang telah basah oleh keringat, menampilkan dadanya yang bidang dan roti sobek di perutnya. Putri melihat ke arahnya sambil berkacak pinggang.
“Kak Han masih belum mandi? Kan kita mau ke vila.”
“Bentar dek, kak Han baru abis olahraga nih. Dek, gimana badan kak Han bagus kan?” Farhan memamerkan otot tubuhnya pada Putri.
“Percuma kak, punya wajah ganteng, badan bagus kalo jomblo weeeekk,” Putri menjulurkan lidahnya pada Farhan.
“Oh udah berani ngeledek kakak. Awas ya.”
Farhan mendekati Putri. Gadis itu segera mengambil ancang-ancang, dengan cepat dia berbalik untuk kabur. Namun tubuhnya malah mundur ke belakang saat menabrak Fahri yang sudah berada di belakangnya. Penampilan Fahri tak berbeda dengan Farhan. Hanya memakai training panjang tanpa atasan.
Putri menelan salivanya melihat pemandangan di depannya. Tubuh Fahri sama gagahnya dengan Farhan. Kulit putih, dada bidang, perut six packs. Wajahnya terasa panas.
Ish tadi lihat kak Han biasa aja, kenapa pas lihat kak Ri jadi deg-degan gini sih. Aaaaa Bundaa.. tolongin Putri.
“Dek, kamu ngga apa-apa? Itu muka kamu kenapa merah?” Putri memberanikan diri menatap Fahri.
“Ish kakak ngga nyadar apa? Muka Putri merah gara-gara abis nabrak kak Ri. Ini badan apa tembok berlin sih? Keras banget. Udah cepetan siap-siap katanya mau pergi ke vila!”
Selesai berkata-kata Putri segera ambil langkah seribu. Dia sudah bisa menebak kalau pipinya sekarang sudah seperti tomat siap panen. Dengan cepat dia turun ke bawah. Fahri hanya geleng-geleng melihat kelakukan adiknya. Dia masuk ke dalam kamar untuk bersiap-siap. Sedang Farhan hanya diam menyaksikan keanehan Putri.
Sikapnya Putri aneh banget. Jangan-jangan...
❤️❤️❤️
**Jangan-jangan kesambet setan kredit😛
Ayo dukung terus karya author ini dengan memberi like, comment n vote nya😘
Buat yang baru mampir ke karyaku, bisa juga lihat karyaku yang lain CLBK Couples. Di sana up nya udah banyak dan hampir ending loh, ceritanya juga ngga kalah seru😍**