Cerita 18+.
Lelaki itu tak bisa dipungkiri menarik secara fisik. Tapi Livia membencinya. Apa yang terjadi di suatu malam berhujan sehingga Livia terpaksa menikah dengan Norman? Apakah Livia bahagia menjalani kuliah dan menjadi istri Norman yang belum tamat kuliahnya? Livia shock kala tau Norman punya masa lalu kelam... karena biasa disewa tante-tante. Baca lanjutannya. Siapkan dirimu untuk happy, sedih, juga ngakak guling-guling mengikuti kisah mereka berdua.
Seperti biasa Fresh Nazar menyajikan cerita sehari-hari dengan balutan drama, kejadian lucu dan tokoh yang rada gila. Novel ini memang buat kamu yang mencari bacaan dewasa, lucu dan berbeda dari yang lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FRESH NAZAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23. Belum Siap Jadi Istri
Norman mengucap ijab kabul. Ia menatap mata Pak Penghulu sambil berkata. “Saya terima nikah dan kawinnya Livia Zahra Binti Tan Matanya….”
“Stop!” Tiba-tiba Pak Penghulu Haji Sarkawi memotong.
Suara Norman terhenti. “Kenapa, Pak?”
Beberapa orang yang hadir di mushola kecil itu bingung. Mereka menatap si penghulu.
“Kenapa matanya jadi bintitan?” Tanya Pak Haji Sarkawi ke Norman.
“Siapa yang bintitan?” Norman balik nanya.
“Itu tadi. Kamu bilang Binti Tan Matanya?”
Norman bingung. Ia mikir. Pak Kikil dan Pak RT bingung. Justru Tukimin yang biasanya tulalit malah mengangguk paham.
“Itu tadi. Matanya si Livia ini gak bintitan kok dibilang bintitan?” Kata Tukimin.
Semua orang pun menatap Livia. Livia yang sesungguhnya masih sedih jadi tersipu. “Tan Matanya itu nama Bapak saya almarhum, Pak Penghulu. Memang namanya begitu. Tan Matanya.”
“Oh, kirain matanya bintitan karena kebelet mau nikah.” Seorang Bapak yang jadi saksi di sebelah pak RT mengangguk paham.
“Oke, oke... Jadi Tan Matanya itu nama bapak calon mempelai wanita. Kalau begitu kita ulangi proses ijab kabulnya.” Kata Haji Sarkawi.
Wajah Norman kembali serius. Livia kembali deg-degan. Ia tau apa yang dikatakan Norman akan mengubah statusnya dari seorang wanita biasa menjadi seorang istri.
Pak Haji Sarkawi menggenggam tangan Norman. Norman balas menggenggam tangan si penghulu dengan mantap.
Pak Haji mengangguk. Norman pun mengucap ijab kabul di depan sang Penghulu. Suaranya tegas kala bicara. “Saya terima nikah dan kawinnya Livia Zahra Binti Tan Matanya dengan mas kawin uang sebanyak enam puluh tujuh ribu rupiah dibayar tunai….”
Haji Sarkawi mengangguk. Ia lantas menatap hadirin. “Gimana para hadirin? Sah?”
“Saaahh…!” Hadirin menjawab serempak.
“Saaahh…!” Tukimin bicara keras banget sampe lidahnya muncrat.
Suara lega terdengar bergumam memenuhi mushola kecil itu.
“Alhamdulillah. Sudah sah kalau begitu.” Penghulu menatap Livia. “Sekarang silakan mempelai wanita mencium tangan suaminya. Karena kalian sudah secara resmi dan sah menjadi suami istri.”
Tubuh Livia gemetar. Ia mendekati Norman. Norman mengulurkan tangannya. Livia mencium telapak tangan Norman sambil menangis. “Hu hu hu hu….”
Norman terbawa perasaan. Ia tau arti tangisan Livia. Dan Norman merasa sangat bersalah.
Segera Norman memeluk gadis di depannya sambil berbisik. “Sudah… sudah nangisnya…. Aku janji akan bertanggung jawab jadi suami kamu.”
Livia masih saja terisak. Seisi mushola jadi terharu.
Pak Penghulu yang merasa sudah kemalaman mencolek Norman. “Jangan lupa! Surat nikah kalian akan saya proses. Nanti dua minggu lagi selesai. Bisa diambil di kantor saya, di sebelah kelurahan.” Kata Pak Haji Sarkawi.
Norman dan Livia masih sedih sehingga gak menanggapi ucapan Pak Penghulu.
“Jangan gak diambil surat nikahnya! Nanti kalian digerebek lagi kalau ketaun begituan tanpa surat nikah!” Kata Pak Haji Sarkawi keras.
“Iya, Pak. Pasti kami ambil surat nikahnya.” Norman menganggukkan kepala buru-buru.
*
“Kok sudah jam 10 Livia belum pulang ya, Pak?” Tanya Bu Hartini pemilik kos kepada suaminya, Pak Hartono. Si ibu menguap lebar karena mengantuk.
Saking lebar mulut si ibu menguap, seekor nyamuk yang lagi terbang nyaris masuk ke mulut Bu Hartini yang menganga lebar kayak kuda nil minta makan. Untung nyamuk itu dengan lincah mengarahkan setang motornya ke kanan sehingga lolos dari sambaran mulut Bu Hartini. Ralat, nyamuk itu mengarahkan sayapnya ke kanan karena dia tidak naik motor.
“Iya. Tumben si Via belum pulang.” Pak Hartono heran. Dia tau Livia bukan jenis cewek yang suka kelayapan malam.
“Apa si Via lagi bikin tugas kuliah di rumah temannya kali ya?” Bu Hartini menduga.
“Iya kali. Sudah Bu, pagar jangan digembok dulu. Takutnya sebentar lagi Livia pulang.”
“Ya udah kalo gitu. Gembok sama kunci pagarnya ibu taruh di meja depan. Bapak aja yang tungguin Livia pulang. Ibu gantuk mau tidur.”
“Bapak mau mimik susu kalau gitu….”
JREEENGG! Bu Hartini hilang ngantuknya mendengar ucapan suaminya. “Dasar buaya tua! Gak malu rambut sudah ubanan semua. Masih mau godain anak kos!”
Pak Hartono bengong. “Siapa yang mau godain anak kos?”
Mimi dan Susi yang habis ngobrol berdua keluar dari kamar Susi. Mereka menoleh melihat bapak dan ibu kosnya ribut mulut.
Suara Bu Hartini sewot. “Itu tadi. Bapak mau godain Mimi sama Susi kan!”
“Yee. Bapak mau bikin susu kok dituduh gak bener?! Bapak mau minum susu buat cegah tulang keropos! Bukan mimik susu mereka. Cemburuan amat sudah tua juga.” Pak Hartono sewot dan pergi menuju dapur.
Mimi dan Susi cekikikan. Bu Hartini menoleh dan cemberut. “Kenapa kalian ketawa?!”
Kedua cewek berjerawat itu memilih gak jawab dan kembali ke kamar masing-masing dengan perasaan geli. Mereka tau banget, kalau Bu Hartini ngomel bisa panjang dan lama.
*
Usai akad nikah dadakan di mushola Livia kembali ke rumah Norman. Kini Pak Kikil dan para tetangga membiarkan mereka bersama karena status keduanya sudah jadi suami istri.
Livia nangis sesenggukan duduk di ruang tengah.
Norman duduk di depan Livia. Bingung hendak ngomong apa. Ditatapnya gadis yang berurai air mata itu. Mata Livia sembab.
“Udah Via.”
Livia masih nangis.
Norman mencoba realistis. “Gak ada gunanya lo nangis terus. Kejadiannya udah terlanjur begini.”
Mendengar ucapan Norman, justru air mata Livia turun semakin banyak. “Hu hu hu hu. Tapi gue belum siap nikah.”
“Ya sama. Gue juga belum siap nikah.”
“Terus kenapa lo tadi bilang siap nikahin gue? Benci gue ama lo!”
Livia jengkel. Ia bangkit mendekati lelaki di depannya. Lalu memukuli tubuh Norman.
Norman kena pukul berkali-kali. Pukulan Livia cukup menyakitkan karena dilakukan dengan emosi. Norman lantas menangkap tangan Livia. Menahannya dengan kuat agar gak mukul lagi.
“Heh dengar!” Ditatapnya wajah Livia dengan galak. Ia balas memaki dengan keras. “Kalo gue gak bilang mau nikahin lo! Lo mau kita berdua digebukin terus diarak keliling kampung gak pake baju? Mau lo begitu?! Iya?!”
Livia diam dibentak demikian. Bukan karena takut dengan Norman. Tapi karena menyadari perkataan Normanbenar.
“Sudah syukur kita disuruh nikah baik-baik. Muka lo sama muka gue masih bisa diselamatin. Kalo kita diarak keliling kampung sambil bug*l pasti semua orang tau bahwa kita berbuat gak bener! Bisa-bisa kita diberitain di koran. Semua orang tau kita gak bener! Habis sudah kita gak punya harga diri lagi!”
Isak Livia masih terdengar. Gadis itu menunduk sambil menangis.
“Gue tau lo sedih. Lo kecewa. Gue juga sama.” Suara Norman bergetar karena emosinya meluap. ”Gak ada sama sekali terbersit dalam pikiran gue bahwa kita akhirnya dipaksa nikah kayak tadi!”
“Terus gimana sekarang?” Akhirnya Livia berpikir juga untuk menghadapi apa yang terjadi. Ia menatap mata Norman. “Jujurnya gue belum siap jadi istri lo….”
Norman mendengus. Wajahnya semakin kesal.
BERSAMBUNG……
Apa yang terjadi selanjutnya? Apakah Livia akan tinggal bersama Norman atau mereka masih tinggal terpisah? Dan apakah ibu Livia bisa menerima anaknya tiba-tiba sudah menikah?
Ikuti terus cerita ini. Klik LOVE dan taruh novel ini di rak bukumu agar bisa selalu menerima update terbaru HOT MAN ON CAMPUS.
Jangan lupa kasih LIKE, VOTE dan KOMEN untuk cerita ini. Thankyou buat yang sudah membaca. Semoga happy dan sehat selalu.
Sambil menunggu up episode baru, Reader juga bisa mampir membaca buku Fresh Nazar lainnya di Noveltoon. INGAT: semua novel ini 18+, reader yang masih kecil silakan kabur main game aja di hand phone, Jangan ikutan baca bacaan orang dewasa.
1. TERPAKSA MENIKAHI BIG BOSS
(tamat, ceritanya super seru dan lucu)
2. ISTRI YANG TERSIKSA
(tamat, novel yang banyak adegan dewasa dan rada gokil)
3. BABY MY LOVE
(tamat, ceritanya seru dan gila, lucu pake banget)
4. PEMBALASAN SANG CEO
(cerita panas dan seru, lanjutan novel Terpaksa Menikahi Big Boss)
selalu dimanjain