Elias merupakan sosok lelaki idola di kampus, dan ia adalah seorang playboy.
Cyara adalah mahasiswi baru di UI Kediri. Mereka bertemu saat Masa Orientasi Siswa baru. Cyara jatuh hati pada Elias.
Elias menjadikan Cyara kekasihnya, namun tidak lama kemudian putus setelah Cyara mengetahui bahwa semuanya adalah settingan.
Setelah putus dari Cyara, Elias baru menyadari jika dia menyukai Cyara yang juga masih memendam rasa untuknya. Mereka bertemu lagi di Rumah Sakit karena Elias terinfeksi corona virus. Akankah Elias sembuh, dan apakah dia menyadari kesalahannya di masa lalu, bisakah ia menaklukkan kembali hati Cyara dan bersaing dengan Fandy untuk mendapatkan hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruby kejora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.23 Malam Di Gunung Kelud
Sabtu sore hari di kampus, pukul empat sore. Ruangan Klub Pecinta alam penuh dengan mahasiswa yang tengah bersiap akan melakukan pendakian ke Gunung Kelud. Mereka menurunkan barang bawaan mereka dan tas ransel di halaman ruang klub, karena di dalam sudah penuh.
Andre mengedarkan daftar absensi untuk mengetahui jumlah anggota yang hadir maupun yang belum hadir.
Beberapa saat kemudian dia meminta nya kembali dan membaca list absensi.
"Kurang lima anggota yang belum hadir di sini, kita akan menunggu mereka sampai pukul empat lebih tiga puluh menit." kata Andre melihat jam dinding yang menunjukkan pukul empat lebih lima menit.
Lima menit kemudian datang tiga anggota dan masih tersisa dua orang yang belum hadir.
Andre menekan ponselnya dan menelpon.
Fandy yang tengah menunggu ban sepeda motor nya di tambal, mendengar ponselnya berbunyi. Ia mengeluarkan ponsel dari saku dan mengangkatnya.
"Fan kamu di mana, semua anggota sudah berkumpul, tinggal kamu dan Cyara saja yang belum hadir."
"Monitor ketua... Cyara ada bersamaku. Aku masih menunggu ban sepeda motor ku yang ditambal, sebentar lagi selesai."
"Dua puluh lima menit lagi kita semua akan berangkat. Jika kau tidak sampai dalam dua puluh lima menit, kami akan meninggalkanmu. Kau susul kami ke sana. Apa kamu tidak mengecek kondisi motor mu sebelumnya?"
"Sudah, aku habis ganti oli kemarin. Tadi ban kempes setelah melewati jalanan tak beraspal."
"Ada-ada saja kau ini. Ya sudah kami tunggu sampai dua puluh lima menit ke depan." kata Andre mengakhiri pembicaraan dan menutup teleponnya.
Fandy menutup ponsel dan memasukkan kembali ke sakunya, berjalan mendekati Bapak yang masih menambal ban sepeda motornya.
"Apa masih lama, Pak ?" tanya Fandy ke Bapak penambal ban.
"Sudah selesai nak, tinggal pasang ban nya saja. Lima menit lagi selesai." kata Bapak penambal ban memasukkan ban dalam kemudian memompanya.
Cyara berdiri, melihat ban selesai di pompa dan mengambil tas ransel yang ia taruh.
"Apakah Andre yang menelponmu tadi ?"
"Iya, katanya dua puluh lima menit lagi jika kita tidak sampai, mereka akan meninggalkan kita."
Andre menyerahkan beberapa lembar uang ke Bapak penambal ban.
"Sebentar, Bapak ambilkan kembalian nya."
"Terima kasih, tidak usah, kembaliannya buat Bapak saja." kata Fandy menuntun motornya keluar lalu menaikinya.
Cyara naik ke motor dan memakai helm nya. Motor melaju dengan kencang menuju ke kampus.
"Fan, jangan terlalu kencang, tidak apa-apa jika mereka meninggalkan kita."
"Cyara, pegang yang erat, agar kau tidak jatuh. Aku akan menambah kecepatan."
"Fandy, pelankan kecepatanmu, aku takut terlalu kencang." kata Cyara menepuk bahu Fandy.
Fandy memegang tangan Cyara dan melingkarkan di pinggangnya, "aku bilang pegang yang erat."
Fandy menambah kecepatan, sehingga Cyara terpaksa memegang erat pinggang Fandy. Sepuluh menit kemudian mereka sampai. Para anggota Klub Pecinta Alam sudah menaiki motor dan berjajar di sepanjang pintu masuk kampus.
Andre menaiki motor dan berhenti di sebelah Fandy, "Ayo kita berangkat sekarang. Pas sekali kau datang, kami hampir meninggal mu."
Andre kembali mengemudikan motor nya ke barisan terdepan dan memimpin barisan berangkat menuju ke Gunung Kelud. Fandy dan Cyara mengikuti dari barisan paling belakang.
"Sekarang tidak usah ngebut lagi Fan, kita jalan pelan saja mengikuti mereka." kata Cyara melepas tangan nya dari pinggang Fandy.
Fandy menambah kecepatan karena Cyara tidak berpegangan padanya, dan menyalip motor di depannya sampai di posisi dekat dengan motor Andre.
"Fandy kau ini sengaja atau bagaimana, kenapa harus ngebut lagi ?" tanya Cyara kembali berpegangan pada Fandy.
"Aku tidak enak pada Andre, tadi kita telat. Jadi sekarang aku akan mengendarai di sampingnya." kata Fandy menambah sedikit kecepatan dane mengurangi kecepatan setelah berada di sebelah Andre.
"Dasar kau ini, memang pembalap. Kau tidak pernah menyetir pelan saat membonceng ku." kata Cyara mulai kesal.
Fandy tidak menjawab Cyara, malah mengajak Andre bicara selama perjalanan. Satu jam kemudian mereka sampai di lokasi.
Mereka memarkir sepeda motor di tempat parkir kemudian berjalan ke kaki Gunung Kelud dan berhenti sejenak.
Andre mengumpulkan anggota dan memberikan pengarahan tentang etika selama di gunung.
"Para anggota Klub Pecinta Alam, jangan pernah lupakan jika kita adalah satu klub dan harus saling berbagi atau membantu. Sayangi alam, jangan mengotori apa lagi merusaknya.
Sebelum hari gelap, kita akan siapkan tenda untuk bermalam. Silahkan sekarang keluarkan tenda dan peralatan lainnya yang di butuhkan." kata Andre mengakhiri pengarahan dan membantu memasang tenda.
Para anggota klub mengeluarkan tenda dan mulai memasangnya. Beberapa anggota lainnya mencari ranting untuk perapian, ada juga yang menata alat masak untuk memasak makan malam nanti.
Fandy dan Andre ikut membantu memasang beberapa tenda. Cyara membantu mengumpulkan banyak ranting, setelah selesai ia ikut memasang tenda.
Fandy mendekati Cyara yang sedang memasang pasak, "biar aku yang pasang pasaknya, kau tata tendanya."
"Aku pasang sasak yang di sebelah sini, biar cepat selesai."
"Cyara... aku bisa memasangnya, kau tata tenda nya saja, jika sudah duduklah."
"Kau ini cerewet seperti Ibuku saja." kata Cyara tetap memasang pasak dan menarik tendanya.
Beberapa saat kemudian mereka selesai memasang tenda, dan bersiap melakukan pendakian dengan aman,mereka memakai sepatu gunung, head lamp, jaket berbahan parasut.
Hari mulai gelap, mereka mulai mendaki gunung dan menyalakan head lamp. Mereka naik sampai atas, dan berhenti di puncak melihat indahnya kerlip bintang di langit.
Andre mengarahkan head lamp ke tangan nya untuk melihat jam yang menunjukkan pukul delapan malam, kemudian ia mengumpulkan anggota klub dan memberikan pengarahan.
"Sebelum bertambah gelap, kita akan turun sekarang dan menyalakan api unggun setelah kita sampai." kata Andre berdiri dan mulai menuruni gunung yang di ikuti anggota lainnya.
Dua jam kemudian mereka sampai di kaki gunung. Para anggota klub membuat perapian, sebagian lain nya mengeluarkan kan jagung, ubi, kentang, ikan dan bahan makanan lain, kemudian memanggang nya.
Para anggota berkumpul melingkari api unggun. Mereka memakan makanan yang mereka masak bersama-sama, kemudian menyanyikan lagu mars Klub Pecinta Alam. Acara selesai sebelum tengah malam, beberapa anggota ada yang masih terjaga dan duduk di api unggun, beberapa yang lain ada yang menggelar matras di tenda, kemudian tidur.
Cyara mengeluarkan sleeping bagnya, berjalan mencari dua pohon besar yang berhadapan.
"Aku pasang hammock di sini saja." kata Cyara membentang kan hammock dan mengikatnya ke pohon kemudian membaringkan tubuhnya di sana.
Cyara memikirkan kata-kata yang di ucapkan Kakak El, tentang gadis yang bersama Elias saat itu ternyata istrinya, bukan kekasihnya Elias.
"Kenapa aku memikirkannya, kejadian ini sudah lama berlalu. Bagai mana kabar mu Elias, apa kah kau masih seperti yang dulu, mungkin sekarang jumlah cewekmu sudah bertambah banyak." gumam Cyara menghela nafas kemudian menatap bintang di langit dan tertidur.
Fandy mencari Cyara, dia tidak menemukan di tendanya. Kemudian dia melihat ada seseorang yang tertidur di hammock dan berjalan mendekatinya.
"Cyara... aku mencari mu di tenda tidak ada, ternyata kau di sini dan sudah tidur, tidak memakai jaket. Apa kau tidak kedinginan di tengah malam berkabut ini?" tanya Fandy kemudian melepas jaket nya dan menyelimuti tubuh Cyara dengan jaketnya, kemudian ia duduk di bawah bersandar ke pohon.
Sesekali Fandy melihat ke arah Cyara yang masih tertidur dan kemudian ia juga merasakan kantuk hingga akhirnya tertidur. Cyara merasa hangat kemudian ia tersadar dan melihat ada jaket di atas tubuhnya.
"Ini kan jaket... Fandy." kata Cyara menarik jaket dan menoleh ke samping kiri, dan ia melihat Fandy tertidur di bawah pohon.
Cyara menepuk pipi Fandy, "Fan... Fandy, bangun..."
Fandy bangun mendengar suara memanggilnya, " Cyara... kau bangun ?"
"Kenapa kau tidur di sini, kau juga akan kedinginan nanti. Pakai jaket mu kembali," kata Cyara mengembalikan jaket Fandy, "aku akan mengambil jaketku di tenda.
Cyara berjalan menuju ke tendanya, Fandy mengikuti Cyara berjalan dan menunggu di depan tenda.
Cyara keluar dari tenda memakai jaket parasut kuningnya, mendekat ke Fandy.
"Cyara... sebenernya ada yang ingin aku sampaikan pada mu."
"Kau jangan serius begitu," kata Cyara melihat wajah Fandy serius, "apa yang mau kau sampaikan padaku ?"
"Cyara... sebenarnya aku..." kalimat Fandy terpotong
"Fan...ayo ikut aku sebentar, bantu aku memadamkan api unggun." kata Andre berjalan menghampiri Fandy.
Fandy tidak melanjutkan kalimatnya dan ikut bersama Andre untuk memadamkan api unggun.
kok Elyas sama Cyara blom sampai pelaminan
maksud,y hubungan orang.
cerita,y keren 👍 semakin menegangkan
Penuh arti dan juga makna
Semua karyaMu kan kagumi
Jika memberi kesan sempurna
maaf ya Author cerita,y ku suka dan pengen kejutan. biar berasa nyata.
gemessss😁
👍
_ _ _
pikiran ku terhantut.
hrus,y kn klo cinta bahagia mlihat seseorang yg d cintai,y bahagia.
_ _
ak aj bahagia pdahal ak salah satu mantan Elyas🤫
🤫