Arif Pratama seorang pria berusia 30th yang harus menikah dengan wanita yang ia tak cintai, bernama Annisa Putri.
Annisa Putri adalah Seorang anak kiyai yang tinggal di kampung, ia kelulusan pesantren terkenal di kampungnya, mereka harus di jodohkan dengan kedua orang tuanya.
Sampai akhirnya tak ada kehangatan sama sekali didalam rumah tangga nya akibat Perjodohan yang tak didasari oleh suka.
Ikuti terus ceritanya karna cerita ini mengandung bawang yang berlebihan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon qila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS.23 Geram.
💦Pagi hari💦
Pagi itu cuaca mendung, dengan sedikit rintik rintik hujan yang membasahi dedaunan, Annisa baru saja bangun dari tidurnya melihat jam sudah menunjukkan pukul 05:30 wib.
Ia yang melihat dirinya masih kotor langsung bergegas untuk membersihkan dirinya, dan setelah itu melakukan sholat subuh.
Arif masih tertidur pulas, karna masih hari kerja Annisa membangunkan Arif.
"Mas Arif bangun mas." Ujar Annisa sambil menepuk-nepuk tubuh Arif.
Arif tak kunjung bangun, sehingga Annisa membuka gorden agar cahaya matahari masuk ke dalam kamarnya. karna cuaca hujan sehingga tak ada pantulan cahaya dari luar.
Sekali lagi Annisa membangunkan Arif. "Mas Arif bangun kan mau kerja." Rasanya sulit sekali membangunkan Arif, Annisa hampir menyerah namun ia tetap melakukannya lagi sampai Arif benar-benar terbangun.
"Masss____" Teriak Annisa di kuping Arif.
Arif pun terkejut dan terbangun, dengan ekspresi seperti orang ketakutan Arif beranjak dari bangunnya. Dan saat melihat Annisa ia langsung terdiam dengan wajah datar.
"Maksud kamu apa pagi-pagi gini teriak di kuping aku.?" Tanya Arif dengan nada emosi.
Annisa yang mendengar ucapan Arif seperti orang emosi langsung menundukkan kepalanya, ia sangat takut jika Arif marah padanya.
Arif memandang wajah polos Annisa itu, namun Arif masih tetap menegur. "Kenapa.??" Dengan lantang Arif berteriak.
Annisa begitu ketakutan sehingga ia menjawabnya dengan sangat gugup. "Engg__Enggak mas, sedari tadi.. mas sulit sekali Nisa bangunin, terus.. Nisa teriak di... kuping mas." Ujar Annisa.
Arif menatap Annisa dengan tajam, Dan menghembuskan nafasnya dengan kasar. "Hufft.... lain kali kamu gak usah pakai cara kaya gitu nis, cara lain kan banyak." Gumam Arif.
"Ma_Maaf mas." Annisa menunduk masih takut jika Arif marah.
"Sini kamu." Panggil Arif dengan nada tegas.
Annisa seperti tak berani mendekati Arif, namun perlahan-lahan Annisa mendekati Arif.
"Sini lebih dekat."
Annisa hanya pasrah, ia mendekat dan sampailah dirinya di hadapan Arif.
Annisa terdiam seperti orang ketakutan, sedangkan Arif terus diam memandang Annisa dengan wajah yang sangat sangat datar.
"Maafin Nisa mas." Gumam Nisa sebelum ia di hantam oleh Arif.
Lalu tanpa di duga Arif langsung tersenyum dan memeluk Annisa. Annisa yang sudah mati kutu sejak tadi tak percaya ternyata Arif tak marah beneran padanya, ia pun tersenyum saat Arif memeluk nya.
"Ihh mas Arif bikin Nisa takut saja." Gumam Nisa sambil memukul pelan tangan Arif.
"Hehe Habis kamu pagi-pagi berisik banget.!" Ujar Arif sambil mencubit hidung Annisa.
"Habis mas gamau bangun sih kan mas harus bekerja." Ujar Annisa.
"Hahahaha kamu itu polos banget sayang, buat aku semakin sayang sama kamu, yaudah aku mandi dulu ya." Gumam Arif lalu ia mencium kening Annisa.
Annisa mengangguk dan tersenyum, lalu meninggalkan kamar untuk menemui mbak Yul di dapur karna sejak tadi sepertinya mbak Yul sudah berada disana.
.
.
.
🌿Di Dapur🌿
Annisa melihat Mbak Yul Yang sedang membuat nasi goreng, Wanginya sangat lezat sekali sehingga membuat Annisa teringat oleh Orang tua nya, sudah lama Annisa tak berkunjung ke rumah orang tuanya.
"Wihh mbak Yul wangi banget masakannya." Gumam Annisa sambil menghendus-hendus aroma.
"Baru bangun nis.??" tanya Mbak Yul.
"Udah dari tadi mbak, tapi Nisa tadi bangunin mas Arif dulu susah banget mbak, Nisa hampir emosi bangunin mas Arif." Ujar Annisa.
Mbak Yul tertawa, "Hahaha Kamu baru tau nis, dia itu susah bangun kalau lagi kecapean." Ujar Mbak Yul.
"Baru tau Nisa mbak, kemarin-kemarin mas Arif selalu bangun lebih dulu, hehe." Ujar Annisa.
"Masa istrinya baru tau gimana kamu nis." Ucap Mbak Yul.
Annisa hanya tertawa, karna akibat semalam mereka bertempur sehingga membuat Arif sangat lelah dan susah bangun.
.
.
.
Sarapan pun di mulai, Annisa dan Mbak Yul sudah menyiapkannya dan tak lama Arif turun dengan pakaian kerjanya dan membawa tas kerja milik nya.
"Mas ayo sarapan dulu." Panggil Annisa.
Lalu Arif duduk bersama mereka, Annisa mengambilkan nasi goreng ke piring Arif, dan mereka langsung menyantapnya.
Saat Arif mengunyah nya ia merasa rasa nya lain dari buatan Annisa.
"Emmm ko rasanya lain.?" Tanya Arif.
Mbak Yul hanya terdiam sambil menikmati setiap suap makanan nya.
"Iyah mas itu buatan mbak Yul." Ujar Annisa.
"Oh pantas rasanya lain." Ujar Arif.
Lalu mereka melanjutkan sarapan sampa selesai.
Arif berpamitan kepada Annisa, dan izin untuk pulang sedikit sore, karna pekerjaan hari ini banyak sekali.
"Nis nanti mas pulang agak sore ya." Ujar Arif.
"Oh Iyah mas ga apa-apa kan ada mbak Yul ini." Ujar Annisa.
"Kamu mau nitip apa.?" Tanya Arif.
"Emm Nisa mau martabak manis mas." Pinta Annisa.
"Oh yasudah nanti mas belikan."
Kemudian Annisa bersalaman dengan Arif, dan Arif mengecup kening Annisa.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Salam hangat dari author..😇😇
Kalau mau masuk grup chat masuk saja ya ,😇 pintu terbuka.
salam hangat dari novel ku
semangat ya