NovelToon NovelToon
WANITA SAMARAN UNTUK CEO

WANITA SAMARAN UNTUK CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Pengganti / Tamat
Popularitas:19.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Widya Pratiwi

Demi pergi bersama selingkuhannya seorang wanita bernama Camila tega menempatkan saudari kembarnya bernama Camelia disisi suaminya bernama Dion. Camila lebih memilih pria selingkuhannya lantaran Dion selalu saja bersikap kasar dan menyiksanya saat sedang kesal kepadanya.

Malam pertama ketika Camelia berada di kediaman Dion, semua pelayan merasakan sesuatu yang janggal pada sikap Camelia yang mereka anggap adalah Camila. Tentu saja karena Camelia dan Camila memiliki sikap yang sangat bertolak belakang, lagipula tidak ada yang mengetahui bahwa Camelia dan Camila adalah saudari kembar termasuk Dion.

Bagaimana hari-hari yang akan dijalani Camelia sebagai wanita samaran untuk Dion?
Apakah Camelia bisa menempatkan dirinya sebagai Camila tanpa sepengetahuan Dion?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widya Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan pernah membantahku!

Camila yang kini sudah berada di Amerika bersama Demian, tampak sangat bahagia lantaran ia merasa telah terbebas dari siksaan Dion yang ia anggap bagaikan dirinya hidup di dalam neraka. Camila dan Demian sedang menikmati hari-hari mereka di sebuah villa mewah yang mereka sewa untuk setahun ke depan.

"Sayang, sekarang kita sudah bersama dan menjauh dari monster gila itu ... lalu kapan kau akan menikahiku?" tanya Camila saat dirinya sedang menatap pemandangan indah dari balkon ruangan bersama Demian.

"Kau harus bersabar, kita bahkan baru sehari tiba disini ... lagipula statusmu masih istri sah dari monster gila itu, jadi aku belum bisa menikahimu walaupun kita sudah bersama sekarang." sahut Demian.

"Tapi bukankah kau bilang kita bisa memalsukan dokumen untuk pendaftaran pernikahan? Kau bilang kau punya teman yang bisa membantu kita disini." tanya Camila lagi.

"Iya, sayang ... itu memang benar, tapi masalahnya tidak segampang yang kau bayangkan! Kita harus memiliki waktu yang tepat untuk melakukan semuanya," sahut Demian lagi yang sebenarnya hanya ingin mencari alasan atas permintaan Camila padanya.

"Jadi kapan kita akan menikah? Aku sudah tidak sabar ingin menjadi pengantinmu, sayang." ucap Camila bergelayut manja pada Demian.

"Bersabarlah sebentar lagi ... aku pasti akan menjadikanmu sebagai pengantin ku," sahut Demian kemudian mendekap Camila dengan mesra.

Camila merasa sangat senang disaat dirinya tengah dalam dekapan kekasihnya, namun hal tersebut tidak dirasakan oleh Demian lantaran di dalam pikiran Demian hanya ada Camelia. Sosok wanita dingin yang berani menantang dan telah membuatnya merasa penasaran ingin memiliki.

"Heh, yang benar saja aku menjadikan Camila sebagai pengantin ku! Wajah mereka memang mirip karena mereka saudari kembar, tapi sebagai seorang pria aku lebih memilih Camelia dari pada Camila! Apabila rencanaku berjalan lancar disini aku akan segera kembali dan mendapatkan Camelia," gumam Demian dalam hatinya sembari menyunggingkan senyuman licik di sudut bibirnya tanpa sepengetahuan Camila.

Tak lama kemudian, ponsel Demian berdering dan Demian pun melepaskan dekapannya dari tubuh Camila untuk menerima panggilan telepon tersebut.

"Aku akan bicara dengan teman ku sebentar ... kau tunggu disini saja," kata Demian pada Camila.

"Iya, sayang," sahut Camila tersenyum lebar.

Demian pun pergi keruangan lain yang ada di villa itu untuk menjawab panggilan telepon itu. Hal itu ia lakukan agar perbincangannya tidak terdengar oleh Camila lantaran ia memiliki rencana yang akan disangkut pautkan dengan Camila nantinya.

"Halo?" ucap Demian menerima panggilan telepon itu.

"Apa kau sudah tiba di Amerika?" tanya teman Demian.

"Ya!" sahut Demian.

"Kapan kita bertindak? Lukisan palsu itu harus segera kita jual!" tanya temanya lagi.

"Bisakah kau menunggu sekitar seminggu lagi? Aku dan dia baru saja tiba, kalau kita langsung bertindak dia pasti akan curiga dan takutnya semua yang kita rencanakan akan hancur berantakan!" sahut Demian.

"Baiklah, seminggu!" serunya.

"Aku akan menghubungimu nanti," kata Demian sebelum mengakhiri panggilan telepon itu.

Demian menyimpan kembali ponsel miliknya itu di saku celananya.

"Heh, dalam waktu seminggu ini aku harus bisa meyakinkan Camila untuk menandatangani dokumen yang menyatakan bahwa lukisan palsu itu adalah asli, hehehe." ucap Demian sembari terkekeh jahat.

Tak ingin membuat Camila curiga pada dirinya, Demian pun segera menghampiri Camila yang masih menunggunya. Demi melancarkan semua rencananya, Demian pun berusaha untuk membuat Camila merasa sangat nyaman serta bahagia lantaran Demian tau bahwa Camila tengah di butakan oleh cintanya.

Sudah beberapa hari Camelia tinggal di kediaman Dion dan pagi itu Camelia sudah terlihat rapi lantaran ia berniat untuk pergi kerumah sakit melihat kondisi ibunya. Namun saat Camelia baru saja keluar dari kamarnya, ia lantas di hampiri Dion yang kebetulan juga baru saja keluar dari kamar utama. Dion tampak rapi dengan setelan jas yang ia kenakan saat pergi ke kantor.

"Mau kemana kau?" tanya Dion pada Camelia.

"Aku mau pergi mengunjungi ibuku!" sahut Camelia.

"Heh, Evelin maksudmu?" tanya Dion lagi sambil menarik garis senyuman di sebelah sudut bibirnya.

"Ten-tentu saja!" sahut Camelia berbohong.

"Aku tidak mengizinkannya!" ucap Dion.

"Apa hak mu melarangku?" ucap Camelia dengan ekspresi datar serta nada bicara yang terkesan dingin.

"Sialan! Wanita ini bahkan lebih dingin dariku!" gerutu Dion dalam hatinya sembari memperhatikan sikap Camelia.

Dion meraih lengan Camelia serta mencengkramnya dengan kuat.

"Aku suamimu dan disini akulah penguasanya ... tidak ada satupun orang yang berhak menentang apa yang aku katakan termasuk kau! Jadi lebih baik kau jangan pernah membantahku! Apa kau mengerti, hah?" ucap Dion membalas tatapan tajam Camelia dengan wajah sinis.

Dion memperhatikan pakaian yang Camelia kenakan serta riasan makeup yang ada di wajah Camelia.

"Lebih baik sekarang kau ganti pakaianmu dan hapus riasan wajahmu itu! Aku tidak suka melihat kau mengenakan pakain yang terbuka seperti itu!" ucap Dion lagi sembari mendorong Camelia masuk ke dalam kamar.

Sebelum Dion menutup pintu kamar Camelia, ia berbalik dan memberikan peringatan kepada Camelia.

"Aku peringatkan sekali lagi agar kau tidak pernah berpikir untuk membantah semua yang aku katakan atau aku akan mempersulit hidupmu di rumah ini!" ancam Dion sembari menunjuk ke wajah Camelia yang sedang menatap kesal padanya.

Dion kemudian melangkah keluar dari kamar itu sambil membanting pintunya dengan keras.

"Uugghh, dasar monster menyebalkan!" pekik Camelia mengumpat kesal.

Ceklek ....

Camelia tampak kaget saat Dion kembali membuka pintu kamarnya tersebut dan menatapnya dengan tatapan mematikan.

"Siapa yang kau bilang monster menyebalkan, hah???" teriak Dion marah lantaran ia mendengar Camelia mengumpat dirinya barusan.

"Tentu saja kau!" sahut Camelia dengan sikap santai seolah tak takut Dion akan menyiksanya lagi.

"Kalau begitu kau bahkan tidak boleh keluar dari kamar ini selamanya!!!" teriak Dion semakin kesal sampai akhirnya ia memutuskan untuk mengurung Camelia di dalam kamar itu sebagai hukuman.

Dion segera menutup pintu kamar tersebut dan menguncinya dari luar, sementara Camelia sibuk menggedor-gedor dari dalam.

"Dion...., buka pintunya!!! Dasar kau monster sialan!!!" pekik Camelia sambil terus menggedor-gedor pintu dan terus mengumpat Dion habis-habisan.

"Dasar wanita pembangkang!" gerutu Dion sembari melangkah menjauh dari kamar Camelia, lalu tanpa sengaja matanya melirik pada Lisa yang tampak ketakutan saat menatapnya.

Dion memalingkan wajahnya sambil berdengus kesal seolah ada kenangan yang ingin ia lupakan ketika dirinya melihat sosok bocah perempuan itu.

"Kenapa dia harus memiliki anak dari pria selingkuhannya itu? Seandainya anak itu adalah darah dagingku ...." gumam Dion dalam hatinya yang nelangsa.

Dion menuruni anak tangga menuju kelantai bawah untuk sarapan di ruang makan. Disana ia memberikan kunci pintu kamar Camelia pada Fara.

"Fara, awasi istriku ... jangan sampai dia melangkah keluar dari kamar! Kau hanya perlu datang untuk membawakannya makanan saja ke kamarnya." kata Dion pada kepala pelayannya tersebut.

"Baik, tuan," sahut Fara.

1
petronela naimnule
Kecewa
petronela naimnule
Buruk
Dg Nambung
Luar biasa
Mamah Anisah
seru
Winda Puspa Anggraeni
ok
siti yanti
Hadeeuuhh bang Navier yang pingsan mulu nih
Panjilah Panjilah
MMG best mantap
Ica Susanti
sayang boleh tapi otak dipake buat berpikir klu sudah begitu kan yg rugi siapa
siti yanti
baca ke 3 kalinya tak bosan2 juga,selalu aja kangen kesomplakan,kegesrekan dan kocaknya para penghuni ini novel eh bukan ci author yg benar hihi, lope lope looe sakebon lah bwt ci author tercintah emuuaach
siti yanti
hahahaha cara daddy Simon sayang sama anaknya agar segera dirilis calon cucu dan segera launcing
siti yanti
wakwakwakwakwakwak haduuh Adam kocak somplak abis calon pamud
siti yanti
Sampe sakit ni perut ketawa ngakak ngikik ngekek benar2 Lucas somplak bin gesrek abis
siti yanti
hehehehe Camila dapat lawan yang sepadan yaitu Lucas
siti yanti
Seteah Navier ada Lucas
Kevinasaputri Putri Vina
🤣🤣🤣🤣
❀∂я🄼🄾🄾🄽 ɾαʝα 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
dibongkar sama lisa 🤣🤣🤣
❀∂я🄼🄾🄾🄽 ɾαʝα 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
🤣🤣🤣
Sundari Sekariputi
ceritanya bgs thor 👍👍👍
chaaa
kocak bgt Camelia ini 🤣
chaaa
pantes Dion benci penghianatan. ternyata udh pernah d selingkuhi sblum nya sama mamanya Lisa.dan skrg sama si Camila..sebenar nya Dion ini baik kalau org itu setia..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!