NovelToon NovelToon
Budak Nafsunya

Budak Nafsunya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Mafia / Tamat
Popularitas:13.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: nadia

WARNING
Semua adegan dewasa di sensor.
My Instagram @Uzay1720 follow me😍
Sesion duanya berjudul Istri Tuan Smith.
Novel baru sang perebut kehormatan

Jangan ada yang plagiat, coba-coba gue santet lu. Tapi kalau terinspirasi bolehlah, bedain yah mana terinspirasi sama plagiat.

Jonathan Smith adalah seorang Mafia terkenal dari Amerika yang pindah ke jepang untuk mengurus beberapa pekerjaan kotornya itu, selama ia berada di Jepang ia menangkap seorang wanita bernama Haruka Kujo yang Jonathan jadikan budak nafsunya.


Haruka sudah berusaha kabur dari rumah Jonathan tapi ia selalu tak pernah berhasil, Haruka sangat membenci Jonathan. Karena Jonathan selalu memperlakukan Haruka dengan kasar, saat Haruka benar-benar sudah muak dan tak kuat dengan perlakuan kasar Jonathan, Jonathan malah jatuh cinta pada Haruka.

Akankah Haruka mencintai Jonathan, atau Jonathan akan terus memaksa Haruka tetap bersamanya walaupun Haruka tak mencintainya.

Yang abis baca sesion
ini lanjut ke sesion selanjutnya yuk.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23

Sampailah Haruka, Nathan dan Herry di rumah pamannya Haruka, saat mereka sampai di sana sudah banyak polisi yang sedang menyelidiki kasus ini juga, Haruka masuk menerobos polisi untuk melihat kondisi rumahnya.

Saat polisi itu akan menahan Haruka, Nathan menarik tangan polisi itu, "Wanita itu adalah salah satu anak dari korbannya, jadi tolong biarkan saja dia masuk," ucap Nathan pada polisi itu.

Polisi itu pun terdiam dan membiarkan Haruka masuk ke rumah itu, Nathan menatap Haruka dari depan pintu masuk, Haruka terduduk di ruangan tengah sambil menangis sejadi-jadinya.

Haruka benar-benar hancur saat melihat rumah ini sudah berantakan dengan darah yang masih berceceran dimana-mana, "Kenapa kalian harus pergi? Jika begitu untuk apa aku masih di sini?" tanya Haruka sambil berteriak.

"Aku juga ingin ikut dengan kalian saja," tambah Haruka.

Nathan menghampiri Haruka karena Nathan tau apa yang akan Haruka lakukan saat ini, jika sampai Haruka di ketahui membawa pistol maka urusannya akan ribet di sana kan banyak polisi.

Nathan memegang tangan Haruka dan menatap mata Haruka, "Ikut denganku," Nathan membantu Haruka bangun dan pergi dari sana menuju tempat yang agak sepi.

Sampailah mereka di kamar mandi, Nathan menyenderkan tubuh Haruka ke tembok kamar mandi, "Jangan gila," ucap Nathan dengan nada membentak.

"Kenapa? Aku selama ini hidup hanya untuk mereka, aku bertahan di rumahmu hanya karena mereka, aku ingin melihat mereka lagi, tapi apa? Mereka malah meninggalkan ku begitu saja," balas Haruka sama sekali tak peduli jika sampai nanti Nathan membunuhnya.

"Apa kamu tidak mau membalaskan dendam mu pada mereka yang melakukan ini?" tanya Nathan masih menatap mata Haruka.

"Balas dendam? Untuk apa melakukan itu? Lagipula jika sampai aku berhasil, itu tidak akan merubah kenyataannya, kalau orang tuaku sudah meninggal," tanya balik Haruka sambil menangis.

"Tapi setidaknya kalau kau balas dendam, dia akan merasakan apa yang kau rasakan saat ini, enak sekali jika sampai kita tidak balas dendam padanya," balas Nathan.

Haruka terdiam, apa yang Nathan katakan sedikit masuk akal di kepalanya, "Tapi polisi juga ada, mereka pasti tangkap penjahatnya juga kok," ujar Haruka.

Nathan tertawa sambil memukul kening Haruka pelan, "Hey, jaman sekarang kau mengandalkan polisi? Sudahlah jangan ngaco, kalau pun polisi tau siapa yang melakukannya aku yakin mereka tidak akan menghukum pelakunya," balas Nathan kembali menatap Haruka.

"Memangnya kenapa?" tanya Haruka polos.

"Yah karena polisi juga butuh uang, udah deh dengerin semuanya yang saya katakan aja," tegas Nathan sambil menarik Haruka ke pelukannya.

"Iya," balas Haruka dengan suara yang goyah.

Nathan mengelus rambut Haruka perlahan, beberapa detik kemudian mereka keluar dari kamar mandi sambil bergandengan tangan menuju ke ruangan utama lagi. Di sana Nathan dan Haruka menemui Herry yang menunggu Nathan.

"Kita pulang saja, saat ini kita biarkan saja polisi melakukan tugasnya," ucap Nathan pada Herry.

"Baik," balas Herry sambil mengikuti langkah Nathan dari belakang.

Saat sampai di depan mobil Nathan membukakan pintu untuk Haruka, Haruka masuk ke mobil dan Nathan pun masuk ke mobil, setelah semuanya masuk Herry langsung menjalankan mobilnya menuju pemakaman keluarga Haruka.

Di sepanjang jalan Haruka benar-benar tidak bisa fokus, Haruka kerjaannya hanya melamun.

"Saya sudah mendapatkan alasan kenapa orang-orang itu menyerang Mizuki dan semua orang," jelas Herry tanpa mengalihkan pandangannya yang sedang menyetir.

"Ada apa?" tanya Nathan sambil menatap Herry.

Haruka ikut menatap ke arah Herry, "Karena ternyata Mizuki menggoda anak dari asisten ketua Mafia tersebut beberapa hari yang lalu," jelas Herry.

"Tapi kenapa kedua orang tuaku harus mereka bunuh? Padahal mereka gak salah," tanya Haruka penuh amarah.

"Karena saat orang-orang itu datang ke rumah, mereka ada di sana dan akhirnya mereka ikut di bunuh," jelas Herry kembali dengan nada suara yang masih datar.

"Tapi kenapa? Kenapa mereka lakukan itu pada orang tuaku? Itu benar-benar bukan alasan yang masuk akal tau," teriak Haruka histeris ia masih belum menerima kalau orang tuanya mati karena di bunuh orang lain.

Nathan memeluk Haruka untuk menenangkan wanita itu, "Tenanglah jangan buat suasana semakin panas," ucap Nathan meminta Haruka tenang sedikit.

Haruka menjauhkan tubuh Nathan dari tubuhnya, Haruka menatap Nathan dengan tatapan tajam, "Tenang kamu bilang? Orang mana yang bisa tenang saat tau kedua orang tuanya mati dengan tragis? Orang mana yang kayak gitu? Orang mana? Kasih tau aku cepat!" tanya Haruka ngegas.

Nathan menatap Haruka sambil terdiam. Haruka menutup wajahnya dan menangis dengan kencang, Haruka juga berteriak di dalam mobil. Haruka kembali mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Nathan dengan tatapan tajam, "Kalau bukan karena kamu culik aku, mereka gak bakalan mati," tambah Haruka.

Herry yang sedang menyetir sempat kaget dengan reaksi Nathan yang hanya bisa diam saat dirinya di salahkan dan di marah-marahi, padahal Nathan paling tidak suka dua hal itu, Nathan akan marah besar jika ada orang yang berani melakukan itu.

Haruka memalingkan tatapannya ke arah jendela, Haruka menghapus air matanya dengan tangannya sendiri, "Andai aku punya kekuatan, mungkin aku sudah membunuhmu sejak pertama kali aku menemui mu," ucap Haruka tanpa menatap Nathan.

"Aku tidak pernah mengerti dengan dirimu yang tidak punya hati ini, bagaimana seorang manusia yang sepertimu ini memang benar-benar ada, bahkan setiap detik aku berharap ini hanyalah mimpi buruk ku saja, tapi ternyata ini adalah kenyataan ku," tambah Haruka masih menangis.

"Jadilah kuat, nanti setelah kau kuat maka bertarung lah denganku antara hidup dan mati," balas Nathan datar.

"Aku juga akan membalaskan dendam mu pada orang yang telah membunuh kedua orang tuamu itu, karena tanpa mereka sadari dengan melakukan itu mereka harus berhadapan denganku," tambah Nathan.

Haruka menatap Nathan kembali, "Aku akan ikut membalaskan dendam ku, aku akan membunuh orang itu dengan tanganku sendiri, setelah semua itu selesai barulah aku akan membunuhmu," ucap Haruka serius.

Nathan tersenyum miring, "Baiklah aku setuju," balas Nathan setuju dengan ucapan Haruka.

Haruka menghapus air matanya lalu tersenyum miring, setelah itu Haruka kembali memalingkan tatapannya lagi, "Nathan suatu saat nanti aku pasti akan bisa membunuhmu," gumam Haruka dalam hatinya.

"Aku yakin sampai kapanpun kau tak akan bisa mengalahkan ku," gumam Nathan sambil tersenyum miring, Nathan sangat percaya diri kalau ia akan menang melawan Haruka suatu saat nanti.

Beberapa menit kemudian mereka sampai di pemakaman, Haruka kembali menangis di sana, jujur saja ini sangat menyakitkan baginya.

1
sakura
..
Andy Mauliana
lucu jugak hihi penasaran ma story othor laennya
Bastard_🗡️
Jepang? mau ke sana
Uink
Luar biasa
Deistya Nur
keren
Karmila
pelayannya baik banget
Karmila
sangat menyentuh
Karmila
sayang nasib haruka
Ira ita
jadi ini tentang Fiona.😧 AQ mencurigai dia yg Dalangin ini
Ira ita
nama namanya agak kurang srek
susi
wow
Hadirah Tungkal
mampir
Deyooooo
ditunggu kelanjutannya Thor yangcseruuu
Deyooooo
sosweet banget Harry sama tasya
Deyooooo
pasti Haruka lagi ngidam
Deyooooo
kenapa Nathan tak membawa piona sebagai Sandra setelah mengetahui bahwa piona anak dari musuh mereka 5 thn yang lalu orang tuanya dibunuh sama Nathan
Deyooooo
benarkan kan tebakan ku piona dan pelicia adalah dalang dibalik semua ini ajang balas dendam pun ahirnya sebentar lagi akan terungkap orang yang dipercaya sama Nathan adalah musuhnya sendiri
Deyooooo
siapa dalang dibalik semua rencana ini kenapa mereka tahu jangan " piona dan pelicia sang ketua mereka musuh dibalik selimut ini
Deyooooo
ada apa dibalik senyuman piona jangan sampai punya maksud lain kakanya Pricilia pegang adik Nathan ,Haruka dipegang pacar Nathan dipegang piona orang penting dalam hidup Nathan ada dalam genggamanya
Deyooooo
benih benih cinta mulai tumbuh di hati Nathan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!