NovelToon NovelToon
DEKEKOUI

DEKEKOUI

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Matabatin / Vampir
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Muka Kanvas

Ketika penyihir dan Pemburu Penyihir bertemu dalam satu wilayah yang tak pernah mereka sangka. Satu berburu dan yang lain diburu, bagaimana jika akhirnya mereka jatuh cinta?

Dua makhluk Kekal bertikai sejak berabad-abad silam dan tak pernah mampu berdamai, berperang, bersembunyi dan akhirnya tertangkap, berulang tanpa pernah istirahat.

Apakah pada akhirnya mereka mampu bersatu? atau malah menjadi alasan peperangan terjadi lagi, seperti dulu Dekekuoi hancur lebur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muka Kanvas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 : Batuk Asti 6

Yelak yang baru saja pulang terkejut banyak orang dengan seragam di luar rumahnya, saat dia memasuki halaman rumah satu orang mendekat, tapi tidak terlalu dekat, ada gesture takut mendekat, Yelak curiga kalau ini pasti tentang penyakit Asti, karena tadi di sekolah satpam bilang kalau Lira sudah dipulangkan cepat naik becak untuk dirumahkan dulu.

Di waktu itu HP memang belum jadi alat untuk komunikasi jarak jauh, semua hanya menggunakan cara konvensional untuk berkomunikasi.

“Siang pak, kami di sini berjaga untuk memastikan kalau anak dan istri bapak tidak ikut sakit, ini karena ....”

“Asti ya? Karena anak dan istri saya menjenguk Asti kan?” Yelak memastikan lagi, walau dia sudah curiga, dia perlu konfirmasi.

“Ya, betul pak.”

“Apakah sudah ada anak lain atau orang lain yang ikut sakit?” Yelak bertanya.

“Di gang sebelah rumah Asti, sudah ada tiga anak yang memiliki gejala sama dengan Asti, batul dan demam, lalu sulit bergerak.”

“Oh begitu ya, baiklah, kalau anak dan istri saya sih setahu saya masih sehat pak.”

“Ya, kami tahu, bahkan orang tua Asti dan Asti pun tadi saya dengar dari rekan yang datang memberi informasi, mereka bilang kalau Asti sudah membaik dan kedua orang tuanya tidak sakit sama sekali. Tapi untuk berjaga-jaga, kami ingin keluarga bapak dan bapak di rumah saja dulu untuk sementara waktu, memastikan kalau kalian memang tidak tertular.”

“Baiklah pak, terima kasih.” Yelak lalu masuk ke dalam, saat melihat Yelak sudah masuk, tentara itu berbincang dengan rekan kerjanya.

“Mereka sepertinya orang kaya atau menimbun banyak bahan makanan di rumah.”

“Kok kau berkata begitu? Kenapa?”

“Suami dan istri itu tidak menanyakan soal bagaimana mereka makan, mereka hanya menerima saja dengan tenang saat kita mengisolasi keluarga mereka. Bahkan, satu-satunya yang dikhawatirkan nyonya rumah adalah makanan burung beonya saja.”

“Dari pakaian sih ketahuan keluarga mampu meski rumahnya sederhana.”

“Ya, kamu benar, tapi saat tadi aku di depan pintu masuk rumah mereka, aku mencium bau yang sangat segar, bau ... oh! Aku merasa sedang berdiri di tengah hutan, mencium bau segar dari dedaunan, tanah basah dan bau tanaman yang tidak bisa kudeskripsikan, tapi khas dan segar sekali.”

“Mereka mungkin pakai pewangi gantung, kau tahu kan, sekarang sedang marak tuh pewangi gantung di beli dari luar, katanya ada toko yang jual barang impor.”

“Ilegal itu!” Teman tentaranya yang punya pangkat lebih tinggi terlihat marah.

“Ya, tokonya ilegal, yang beli mah mana tahu.”

Pada zaman itu, pewangi gantung baik untuk ruangan, baju atau mobil belum terlalu banyak, meski secara global produk pewangi gantung sudah diciptakan di Amerika Serikat sejak tahun 1952, situasi sosial, ekonomi, dan pasar otomotif di ibu kota pada tahun 1965 jauh berbeda. Jadi pewangi semacam itu tidak lazim digunakan selain orang yang membelinya di toko barang impor ilegal.

Produk pengharum sintetis dalam kemasan siap pakai baru mulai membanjiri pasar Indonesia beberapa dekade setelah tahun-tahun ini.

“Aku jadi curiga, jangan-jangan mereka bagian dari PKI, kau tahu kan, pemimpin mereka sering kali ke luar negeri untuk studi banding, bisa jadi itu kebiasaan mereka mengumpulkan barang dari luar negeri saat bepergian dan hal itu berarti hanya dilakukan oleh orang-orang yang punya posisi cukup tinggi di organisasi. Apakah mereka bagian dari golongan A?”

Tentara tidak menyamakan semua orang yang ditangkap, melainkan wajib membagi mereka ke dalam tiga kategori besar setelah proses interogasi.

Golongan A, merupakan pimpinan pusat atau daerah, tokoh kunci, atau kader inti PKI yang terbukti merencanakan atau terlibat langsung dalam kudeta G30S. Golongan ini ditahan untuk diproses ke Mahkamah Militer Luar Biasa atau Mahmilub.

Golongan B, merupakan aktivis, anggota, atau simpatisan organisasi sayap PKI seperti Pemuda Rakyat, Gerwani, SOBSI, atau Lekra yang tidak terlibat langsung secara fisik dalam penculikan, namun aktif secara ideologis. Mereka umumnya diasingkan misalnya ke Pulau Buru.

Golongan C, anggota biasa, simpatisan pasif, atau rakyat yang hanya terdaftar namanya pada organisasi bentukan PKI tanpa memahami tujuan politiknya.

“Ini tuh tuduhan yang cukup berat loh, kalau kita asal tuduh, bisa jadi itu menyusahkan kita, kau tahu kan, setelah banyak aksi anti PKI dan pembantaian besar-besaran di sana-sini, sekarang melakukan penangkapan, kita juga harus bisa menunjukkan barang bukti intelektual, kita harus temukan nama mereka di buku induk anggota atau kita harus menemukan kartu anggota yang menandakan mereka bagian dari PKI, kalau tidak bisa kita temukan, itu akan membahayakan kita.”

Sebagai partai bermassa besar yang mengadopsi struktur Partai Tipe Baru, berkaca pada sistem kaderisasi ketat ala Lenin di Uni Soviet, PKI sangat mementingkan pencatatan administratif, maka tak heran kalau PKI mencatat daftar anggota, pembukuan, dan sistem administrasi keanggotaan dengan sangat rapi.

PKI tidak hanya memiliki satu buku induk raksasa di pusat atau Comite Central, melainkan menerapkan sistem pencatatan berjenjang. Pembukuan daftar anggota ini ada di setiap tingkatan hierarki partai. Setidaknya mereka membagi menjadi 3 jenjang pencatatan, tingkat pusat, daerah dan tingkat basis. Saking rapinya maka data ini memang menjadi senjata militer pasca kejadian 1965 itu, para tentara dengan mudahnya menangkap nama-nama yang tercatat sebagai anggota.

Dari buku induk dan daftar anggota yang berhasil disita di kantor komite daerah atau ranting itulah tentara dan kelompok penentang PKI mendapatkan nama, alamat, dan jabatan para kader. Namun, banyak rakyat kecil seperti buruh dan petani yang sebenarnya buta politik namun terdaftar di buku induk tersebut, misalnya hanya karena ikut organisasi tani BTI atau serikat buruh SOBSI, mereka ikut terciduk karena nama yang tercantum jelas di dalam log administrasi partai, meski mereka tak benar-benar paham ideologi kelompok tersebut.

Yang pasti, dari semua penjelasan ini kita sama-sama paham kenapa tentara itu tiba-tiba mengincar keluarga Yelak, karena sekali mereka bisa menangkap anggota PKI, maka bisa jadi imbalannya adalah naik pangkat.

Dalam dunia militer, keberhasilan menyelesaikan misi krusial yang berdampak langsung pada keamanan negara merupakan salah satu jalur tercepat untuk mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa atau KPLB biasa juga disebut promosi jabatan strategis.

Yelak dan keluarganya benar-benar telah mencari malah dengan mencoba membantu Asti, lihat saja sekarang salah satu tentara itu akan mulai memeriksa apakah ada yang bisa mereka gunakan sebagai barang bukti intelektual untuk menuduh keluarga Yelak sebagai bagian dari PKI.

Tok, tok, tok ….

Salah satu tentara itu rupanya tak mau membuang waktu, dibanding takut kena virus, godaan naik pangkat jauh lebih menggiurkan, maka dia mengetuk rumah Nyonya Yelak.

Nyonya Yelak membukakan pintu.

“Ada apa pak? Apakah makanan Beo saya sudah ada?” Nyoya Yelak masih berpikir dengan positif.

“Tidak bu, saya hanya penasaran, wangi apa ya ini? kok sangat segar, apakah ini pewangi gantung?” Tentara itu bertanya, ini dulu yang harus dia pastikan, kalau benar, artinya mereka memang punya barang impor dan itu menjadi konfirmasi awal sebelum mengecek apaka nama mereka ada di daftar buku anggota yang sudah Militer miliki saat ini.

“Iya, saya pakai pewangi gantung, wanginya memang segar, saya bisa kasih kalau bapak mau.”

 Nyonya Yelak masuk jebakan, tentara itu tersenyum dan ….

1
Damn Nwtch
kenapa Dani lupa pada lira kecil,padahal mereka sama sama
Muka Kanvas: Nanti akan ketahuan seiring berjalannya waktu
total 1 replies
Tini Nurhenti
🤣🤣🤣🤣🤭 rsa telore nano nano asin manis pisah2 😁😄🤭
Vie Vie Sue
/Good/
Vie Vie Sue: iya. sama2 kk. aku masih disini cuma nungguin karya² kk. sukses selalu ya
total 2 replies
Betri kardina
berarti jagabaya kasipin jahat ya
Muka Kanvas: nah, akhirnya ada yang ngeh
total 1 replies
Tini Nurhenti
alurnya maju mundur ea thor,😁🤭💪💪💪
Muka Kanvas: Iya nih, stuck di 1965 dulu yaaaa
total 1 replies
Tini Nurhenti
penuh misteri 👍💪💪💪
Tini Nurhenti
hadir thor, cepy story lanjutane to ??
Tini Nurhenti: ok kk
total 2 replies
Arla
mungkin Dani atau orangtuanya
Muka Kanvas: bukan kok, bukan.
total 1 replies
Dea Suci
zombie ya kak
Muka Kanvas: Hampir
total 1 replies
Dea Suci
mei
Dea Suci
wadidaw,,, ternyata ohhh ternyata,, Dani pun sama.
Zakia
sambil nunggu PKJ3 baca ini dulu, sebenarnya heran kok eps beda karena sebelumnya sudah aku baca semua thor
Muka Kanvas: Sudah ganti judul, setelah melalui pertimbangan yang cukup berat, akhirnya aku memutuskan membawa kisah Dekekuoi jadi novel yang panjang.
total 1 replies
Arla
kenapa dihapus kak thor,, pantesan error tadi pas aku mau like🤭
Yosh Pontoh: Pantesan barusan aku cari di rak buku gak ada.
total 2 replies
Damn Nwtch
curiga sama pamannya,Napa Dani g boleh ikut
Muka Kanvas: Lanjt ya, udah ada part selanjutnya
total 1 replies
Tini Nurhenti
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Arla
kasihannya dokter itu
Arla
ngeri jiwa psikonya...
Ayuk Witanto
hiii serem
Ayuk Witanto
gila dia
Ayuk Witanto
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!