Mengisahkan tentang dua orang anak kembar yang memilki dunia yang sama. Karena sejak kecil mereka memang tidak pernah terpisahkan.
Rean Arya Partama, kakak dari Sean Kingston yang terkenal sebagai dokter playboy, padahal dirinya bahkan tidak pernah berpacaran sebelumnya. Sosok hangat yang selalu menjadi partner terbaik dalam hidup adik kembarnya, Sean.
Sean Aryo Pratama, seorang dokter muda yang memiliki kesabaran seluar lautan, namun berubah menjadi dingin saat sebuah kecelakaan merenggut seluruh masa depannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 23
Penilaian Embun terhadap Sean benar-benar buruk. Dia berpikir jika laki-laki itu memang sombong dan angkuh luar biasa.
Seperti saat ini, di kantor di adakan penyambutan manager keuangan yang baru. Karena manager keuangan yang lama di pindah tugaskan, katanya.
Tidak ada yang tau tentang kebenaran itu. Tapi, ketika melihat manager keuangan yang baru adalah laki-laki sombong itu, Embun merasa hidupnya bakalan seperti di neraka nantinya.
Lihat saja wajah sombongnya itu. Benar-benar mematikan.
"Semaunya, mari kita sambut manager keuangan kita yang baru. Selamat datang Pak Sean Arya Pratama." ucap wakil direktur Sinar Maju, menyabut kedatangan Sean yang langsung menjadi pusat pembicaraan banyak orang saat ini.
"Seperti yang sudah di jelaskan wakil direktur tadi, jadi kalian bisa panggil saya Pak Sean, Arya, atau Pratama. Tadi saya lebih suka di panggil Sean, karena itu nama saya!" ucapnya dengan raut wajah datar membuat semua orang merinding mendengarnya.
Tatapan Sean tertuju pada seorang gadis yang memakai setelah kantor berwarna abu-abu itu. "Bawa laporan keuangan lima tahun kebelakang ke ruangan saya!" titah Sean berlalu meninggalkan kerumunan divisi keuangan tersebut.
Siapa yang bertanggung jawab atas semua ini? Susah jelas Embun. Karena dia adalah kepala divisi keuangan yang baru menjabat juga. Astaga, ini benar-benar membuatnya sakit kepala.
Setelah kepergian laki-laki itu, Embun lemas. Seolah-olah kakinya tidak bertulang saat ini.
"Semangat, kamu pasti bisa." ucap Fika menyemangati temannya.
Embun sendiri hanya bisa pasrah, masuk ke ruangan berkas-berkas dan membawanya ke ruangan Sean.
Mengetuk pintu dengan lembut, dan setelah mendapatkan jawaban dari dalam, dia baru masuk.
"Ini berkasnya Pak, saya sudah susun dari Januari sampai Desember, di 5 tahun yang lalu. Setelah bapak menyelesaikan ini, saya akan bawakan yang 4 tahun, dan seterusnya." ucap Embun pada laki-laki yang bahkan tidak menganggap kehadirannya disini.
"Pak, Sean?"
Deg!
Embun terdiam saat laki-laki itu menatapnya dengan tatapan dingin. Entah bagaimana, rasanya saat di tatap seperti itu Embun terlihat seperti sosok tersangka disini.
Sebenarnya apa salahnya, hingga laki-laki itu terus saja membuatnya tersudutkan begini?
"Kalau tidak ada hal lain lagi, saya permisi, Pak." pamitnya hendak pergi meninggalkan ruangan Sean, namun kata-kata dari laki-laki itu membuat langkahnya terhenti.
"Apakah seperti ini sifat anda?" tanya Sean dingin.
"Maksud, Anda?" tanya Embun tidak mengerti.
"Ya! Saya bilang apa ini sifat anda? datang sesuka hati anda, dan pergi semau Anda. Apa anda menganggap semua orang itu tidak berarti, hingga membuatnya menunggu?" Embun semakin tidak mengerti dengan apa yang di maksud Sean.
Sungguh, sebenarnya apa yang di inginkan laki-laki ini darinya?
"Pak Sean, dengan segala rasa hormat saya terhadap bapak, saya benar-benar tidak mengerti apa maksud bapak. Tapi jika mungkin di lain waktu saya memiliki kesalahan terhadap bapak, saya benar-benar minta maaf atas itu. Permisi," ucapnya berlalu meninggalkan ruangan Sean disana.
Melihat Embun yang berlalu begitu saja membuat Sean hanya menatapnya dengan datar. Tidak ada reaksi apapun yang dia tampilkan saat ini.
Di atau sisi, dia bahagia bisa melihat gadis ini setiap hari. Tapi di sisi lain, ada rasa marah yang tertinggal dalam dirinya. Sungguh, ini sangat sulit untuk di kendalikan oleh Sean.
"Andai saja kamu mengingat saya, Embun. Mungkin saya bisa mempertimbangkan untuk kamu." ucapnya ambigu menatap kepergian gadis itu.
***
jevan lho up sn... kok trs di tgl kn
eee jevan noh