Mengisahkan tentang dua orang anak kembar yang memilki dunia yang sama. Karena sejak kecil mereka memang tidak pernah terpisahkan.
Rean Arya Partama, kakak dari Sean Kingston yang terkenal sebagai dokter playboy, padahal dirinya bahkan tidak pernah berpacaran sebelumnya. Sosok hangat yang selalu menjadi partner terbaik dalam hidup adik kembarnya, Sean.
Sean Aryo Pratama, seorang dokter muda yang memiliki kesabaran seluar lautan, namun berubah menjadi dingin saat sebuah kecelakaan merenggut seluruh masa depannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 18
Sesuai dengan apa yang Rean katakan kemarin, hari ini laki-laki itu datang menjemputnya jam 5 sore. Tapi jam 4 sore dia sudah datang dan duduk di sofa milik Jasmine.
Sedangkan Jasmine yang baru saja keluar dari dalam kamarnya sama sekali tidak menyadari jika ada seseorang di dalam apartemennya saat ini.
Dia benar-benar menikmati hidupnya, yang baru saja selesai mandi, masih menggunakan jubah mandinya dan bahkan rambutnya saja pun masih di gulung dengan handuk kecil.
Rean hanya tersenyum kecil melihat betapa polos atau bodohnya gadis ini yang tidak menyadari kehadirannya disana.
Sampai dimana Jasmine berbalik arah, dia melihat laki-laki itu sudah duduk di sana.
"Astaga!" Jasmine terkejut lihat siapa disana. Rean menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.
Menyadari tatapan Rean ke arahnya membuat Jasmine tersadar saat ini. "Dasar mesum!" umpat Jasmine berlari masuk ke dalam kamarnya setelah melihat sosok tersebut.
Sedangkan Rean hanya tersenyum saja di buatnya. Ada-ada saja pikirnya disana.
Tapi terjadi masalah disana, sungguh. Bagaimana bisa Jasmine memilih gaun yang sulit ini? Bagaiman cara dia memakainya. Tapi hanya itu pilihan yang paling cocok menurutnya.
Tidak ada pilihan lagi, dia terpaksa meminta tolong pada Rean. "Dok?" panggil Jasmine pada Rean disana.
"Hem?" jawabnya datar menatap ke arah Jasmine di ambang pintu kamarnya.
"Tolongin bisa?" tanya Jasmine gugup.
"Apa?" jawab Rean penasaran juga.
"Bantuin kancingin gaun. Soalnya-" Jasmine tidak berani mengatakannya lagi saat melihat Rean yang berjalan ke arahnya.
Dia memutarkan tubuh Jasmine hingga tetap membelakanginya saat ini.
"Apa kamu tidak takut jika saya bisa melakukan sesuatu yang tidak-tidak pada kamu saat ini?" tanya Rean dengan lembut sambil menarik resleting gaun Jasmine di punggung mulusnya.
Rean juga laki-laki normal. Dia pasti tergoda dengan punggung mulus tanpa noda itu.
"Saya cuma minta tolong doang, kok. Sumpah gak ada niatan buat gadain atau apa." jawabnya gugup sambil meremas sisi gaunnya saat ini.
Rean tidak menjawab, tapi dia menundukkan wajahnya, hingga sejajar dengan wajah Jasmine saat ini. Hembusan nafas laki-laki itu bahkan terasa di pipinya sekarang.
"Jangan di remas, nanti gaunnya kusut dan saya harus membantu kamu mengancingkan gaun yang lainnya lagi. Atau jangan-jangan kamu memang -"
"Sumpah, aku gak bermaksud begitu. Aku-" Jasmine terdiam saat menyadari posisi mereka saat ini.
Keduanya saling menatap satu sama lain setelah Jasmine berbalik arah, dan bahkan hidung mereka sempat bersentuhan tadinya.
Berasa di posisi ini membuat Jasmine gugup setengah mati. Dia seorang aktris dan model terkenal. Tapi kenapa dia bisa salah tingkah dan gugup seperti ini saat berhadapan langsung dengan Rean?
Apalagi saat sesuatu terjadi disana. Sesuatu yang tidak pernah Jasmine bayangkan sebelumnya.
Cup...
Sebuah kecupan manis mendarat di bibir mungilnya, membuat kedua bola mata gadis itu membulat sempurna. Lalu Rean yang tidak menyia-nyiakan kesempatan itu langsung mengambil alih dengan merangkul pinggulnya dan ciuman itu terjadi.
Keduanya benar-benar menikmati ciuman itu, sampai tiba-tiba saja pintu apartemennya terbuka, dan masuk seseorang disana.
Brugh...
Barang yang di bawa Ayuna asisten pribadinya terjatuh begitu saja saat dia melihat apa yang terjadi di depan sana.
Mendengar hal itu membuat mereka sadar, dan Jasmine langsung mendorong tubuh jangkung Rean yang memeluknya.
"Ayu?" ucapnya lemas melihat siapa yang datang.
Sedangkan Ayu masih diam, dan tidak tau apa yang harus dia lakukan saat ini. Terlebih melihat siapa laki-laki yang melakukan adegan kissing dengan Jasmine tadi.
Lihat wajah menyebalkan itu, bahkan dia tidak merasa bersalah sama sekali setelah kejadian.
"Ayu cepetan, bantuin aku buat make-up." ucap Jasmine masuk ke dalam kamarnya, dan Rean memberi ruang untuk mereka berdua.
Rean sendiri masih memegang bibirnya bekas adegan tadi. Ini ciuman pertamanya, dan rasanya sangat wahhhhh....
Sementara Jasmine, dia benar-benar merutuki kebodohannya. Apalagi saat Ayu tidak bicara apapun, dan masih sangat shock dengan kejadian tadi.
***
jevan lho up sn... kok trs di tgl kn
eee jevan noh