Selama 10 tahun, Inspektur REYHAN tidak pernah bisa melupakan kasus pembunuhan berantai yang membuat rekannya mati mengenaskan. Ciri khas pembunuhnya: selalu meninggalkan genangan darah segar, tapi TIDAK ADA JENAZAH, TIDAK ADA JEJAK, DAN TIDAK ADA MAYAT — seolah darah itu mengalir dan lenyap begitu saja ke dalam udara. Kasus itu ditutup sebagai misteri tak terpecahkan, sampai Reyhan menemukan petunjuk yang mengarah ke desa terpencil bernama DESA KELAM — tempat di mana rahasia paling mengerikan disembunyikan selama ratusan tahun. Di sana ia sadar: ini bukan sekadar pembunuhan biasa, tapi awal dari sesuatu yang jauh lebih besar dan mematikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Caesarius A Enda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RATU API YANG TIDAK MATI
Seluruh dunia yang dulu indah itu kini berubah menjadi neraka yang sunyi dan mengerikan. Ribuan tangan berdarah menjulur dari setiap sudut, mata-mata kecil mengintip dengan tatapan haus, dan sosok Cerita yang Belum Dimulai semakin membesar, tubuhnya yang terbuat dari potongan tubuh orang lain kini mulai meleleh dan meneteskan cairan yang membakar apa saja yang disentuhnya.
Raka, Lira, dan Sang Pembeda sudah hampir tidak punya bentuk lagi. Bagian demi bagian dari diri mereka terus ditarik keluar, dijahitkan ke dalam tumpukan keindahan palsu itu, dan rasa sakit yang mereka rasakan bukan lagi rasa sakit biasa — rasanya seperti SELURUH JIWANYA DIKUPAS, DICAT, DAN DIPERLIHATKAN DI DEPAN UMUM SEBAGAI BENDA HIASAN.
“KITA TIDAK BISA LAWAN DENGAN CARA LAMA!” teriak Sang Pembeda, suaranya pecah saat separuh tubuhnya sudah berubah menjadi kumpulan mata yang berkilau mengerikan. “DIA MAU KITA MENJADI INDAH, MENJADI HAL YANG DISUKAI, MENJADI SESUATU YANG TIDAK BERGERAK! MAKA KITA HARUS MENJADI *HAL YANG SANGAT MENGERIKAN, SANGAT LIAR, SANGAT PANAS — SAMPAI DIA SENDIRI TIDAK BERANI MENYENTUH KITA, APALAGI MENJAHIT KITA MENJADI HIASAN!”
Tapi sebelum mereka sempat melakukan apa saja, tiba-tiba SUARA LEDAKAN YANG DAHSYAT terdengar dari tempat paling gelap dan paling tersembunyi — tempat yang bahkan sosok Cerita yang Belum Dimulai sendiri tidak pernah berani mendekatinya.
Dari dalam kegelapan itu, keluar KOLOM API MERAH EMAS YANG MENJULANG TINGGI, panasnya begitu luar biasa sampai seluruh tempat yang tadinya dingin dan berdarah seketika terbakar hebat. Api itu tidak membakar apa saja — ia hanya membakar SEGALA SESUATU YANG PALSU, SEGALA SESUATU YANG DIJAHIT, SEGALA SESUATU YANG DIPAKSAKAN.
Dan dari tengah kobaran api itu, melangkah keluar SEORANG WANITA yang membuat seluruh tempat itu diam seketika karena terpesona sekaligus ketakutan.
Ia tinggi, ramping, bentuk tubuhnya sempurna dan memikat, dibalut dengan pakaian yang terbuat dari API YANG BERGERAK SEPERTI KAIN SUTRA, setiap gerakannya membuat api itu berubah warna menjadi merah menyala, emas cerah, dan hitam pekat yang seksi dan berbahaya. Rambutnya panjang, bergelombang, warnanya seperti DARAH SEGAR YANG DICAMPUUR DENGAN CAHAYA MATAHARI, setiap helainya berkilau dan bergerak sendiri seolah punya nyawa sendiri.
Wajahnya… wajahnya begitu cantik sampai rasanya mata sakit melihatnya — tapi ada tatapan di matanya yang TAJAM, BERANI, PENUH KEKUATAN, DAN SANGAT MENGGODA. Matanya berwarna ORANYE MERAH SEPERTI MATAHARI YANG SEDANG MELEDAK, dan saat ia menatapmu, rasanya seluruh tubuhmu terbakar tapi kamu tidak mau menjauh — kamu malah ingin semakin dekat, ingin terbakar bersamanya. Kulitnya cerah, berkilau tipis seolah selalu terkena sinar matahari, bibirnya merah menyala dan sedikit terbuka seolah selalu siap berbicara hal yang berani atau mencium siapa saja yang berani mendekat.
Ia berjalan dengan langkah yang PERCAYA DIRI, LEMBUT TAPI BERAT, setiap langkahnya membuat tanah berguncang dan api menyebar semakin luas. Aura tubuhnya begitu panas, begitu kuat, begitu menggoda — siapa pun yang melihatnya akan merasa dua hal sekaligus: INGIN MENGUASAINYA, DAN INGIN DIKUASAI OLEHNYA.
“Sudah cukup main-mainnya…” suaranya rendah, serak, dan penuh pesona yang tak tertahankan — seperti suara api yang berbisik di telingamu saat kamu sedang kedinginan. “Aku sudah tidur terlalu lama di bawah tumpukan sampah dan keindahan palsu ini. Sekarang saatnya aku mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku.”
Sosok Cerita yang Belum Dimulai mundur ketakutan untuk pertama kalinya. Ribuan wajah di tubuhnya semua menampilkan rasa takut yang sama.
“KAMU?! KAMU MASIH ADA?! AKU PIKIR AKU SUDAH MENGHANCURKANMU SEBELUM SEGALANYA DIMULAI!”
Wanita itu tersenyum — senyum yang LIAR, SEKSI, DAN PENUH TANTANGAN, sudut bibirnya naik sedikit, matanya menyala semakin terang. Ia mengangkat tangannya yang panjang dan ramping, kuku jarinya tajam dan berwarna merah menyala, dan dengan satu gerakan ringan saja — SELURUH TUMPUKAN KEINDAHAN PALSU ITU TERBAKAR HABIS DALAM SEKEDEK MATA.
Bunga-bunga berdarah, awan yang terbuat dari tulang, suara jeritan yang disamarkan jadi lagu — semuanya terbakar menjadi debu panas yang beterbangan di udara. Jiwa-jiwa yang dulu dijahit jadi hiasan sekarang terbebas, terbang keluar sebagai nyala api kecil yang bahagia dan bebas.
“Kamu tidak bisa menghancurkan aku,” jawabnya santai, sambil memutar rambut panjangnya dengan jari, gerakannya begitu seksi dan alami sampai Raka, Lira, dan Sang Pembeda yang sedang sekarat pun terpesona seketika. “Karena aku adalah API YANG TIDAK PERNAH PADAM. Aku ada sebelum ada yang dibuat, aku akan tetap ada setelah segalanya hancur. Aku adalah HAWA NAFSU, KEKUATAN, DAN KEBEBASAN MURNI yang kamu coba sembunyikan di balik selubung keindahan yang menjemukan itu.”
Ia berjalan semakin dekat, api di sekujur tubuhnya semakin besar dan menyala terang, membuat bentuk tubuhnya semakin terlihat jelas dan memikat. Setiap lekuk tubuhnya memancarkan kekuatan dan pesona yang liar — pesona yang tidak lembut, tidak manis, tapi PESONA YANG MEMBAKAR, MENGGODA, DAN MEMBUATMU INGIN MENJADI BAGIAN DARINYA.
“Kamu mau membuat segalanya jadi indah, jadi diam, jadi patuh?” katanya, sekarang suaranya semakin rendah dan mendalam, seolah berbicara langsung ke dalam tulang sumsum. “Kamu mau semua orang jadi hiasan yang cantik tapi mati? AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANNYA. Aku akan membuat segalanya jadi PANAS, jadi LIAR, jadi BERGERAK! Aku akan membuat semua orang merasa HIDUP SEBENARNYA — bahkan jika itu berarti mereka akan terbakar sampai habis!”
Ia menoleh ke arah Raka, Lira, dan Sang Pembeda. Tatapannya yang menyala itu menelusuri setiap bagian tubuh mereka yang sudah rusak dan terurai, dan seketika itu juga NYALA API KECIL MASUK KE DALAM DADA MEREKA, membakar semua bagian palsu, semua rasa sakit, semua kelemahan yang ada di dalam sana.
Mereka tidak sembuh seperti dulu — mereka berubah menjadi LEBIH KUAT, LEBIH LIAR, LEBIH BERANI. Tubuh mereka sekarang memancarkan panas yang sama, mata mereka menyala dengan warna yang sama, dan aura mereka sendiri sekarang jadi seksi dan berbahaya seperti milik wanita itu.
“Namaku ZAHARA — RATU API ABADI,” katanya sambil tersenyum lebar, memperlihatkan giginya yang putih dan tajam sedikit. “Dan mulai hari ini, aturan mainnya berubah total. Tidak ada lagi yang indah tapi mati. Tidak ada lagi yang cantik tapi terpenjara. SEMUA YANG ADA HARUS MENJADI LIAR, MENJADI PANAS, MENJADI SESUATU YANG TIDAK BISA DIKUASAI SIAPA PUN — TERMASUK AKU SENDIRI!”
Sosok Cerita yang Belum Dimulai berteriak marah, seluruh tubuhnya yang terbuat dari potongan orang lain meledak menjadi ribuan pisau tajam yang terbang ke arah Zahara. Tapi ia hanya tertawa — TAWA YANG MERDU, BERGETAR, DAN SANGAT MENGGODA — lalu dengan satu gerakan pinggul yang lembut dan seksi, ia melepaskan gelombang api yang begitu panas sampai SEMUA PISAU ITU MELELEH MENJADI AIR PANAS SEBELUM MENYENTUH KULITNYA.
“Lemah sekali…” bisiknya, matanya menyipit menatap musuhnya dengan tatapan merendahkan tapi penuh tantangan. “Kamu pikir keindahan yang dingin dan mati bisa melawan kekuatan yang membakar dan hidup? Coba saja sentuh aku… kamu akan tahu rasanya TERBAKAR SAMPAI KE AKAR JIWAMU — DAN KAMU AKAN SUKA RASANYA.”
Ia melesat maju dengan kecepatan yang tidak terbayangkan, tubuhnya yang terbakar itu berubah menjadi kilatan merah emas yang mempesona. Setiap tempat yang ia lewati, tanahnya terbakar jadi kaca, udaranya jadi menyala, dan udaranya terasa begitu panas sampai rasanya kulit terbakar — tapi setiap orang yang merasakannya malah merasa LEBIH HIDUP, LEBIH BERSEMANGAT, LEBIH BERNAFSU.
Ia menangkap sosok Cerita yang Belum Dimulai tepat di tengah-tengah tubuhnya yang penuh potongan wajah orang lain. Tangannya yang panas mencengkeram erat, dan suara Zahara terdengar jelas, penuh kekuatan dan pesona yang membuat siapa saja yang mendengarnya mau tunduk padanya:
“Kamu suka menjahit orang jadi hiasan kan? Kamu suka membuat orang jadi indah tapi mati kan? Sekarang rasakan sendiri… AKU AKAN MEMBAKAR SETIAP POTONGAN TUBUH INI SATU PER SATU, SAMPAI KAMU MERASAKAN RASA SAKIT DAN NAFSU DARI SEMUA ORANG YANG KAMU SIKSA. Kamu akan merasa TERBAKAR, INGIN, DAN TIDAK BISA BERHENTI — SELAMANYA!”
Seketika itu, api di tubuh Zahara merambat masuk ke dalam tubuh musuhnya. Dan hal yang paling ekstrem dan mengejutkan terjadi:
Sosok Cerita yang Belum Dimulai tidak merasa sakit seperti biasanya. Ia merasa RASA PANAS YANG MEMBAKAR, RASA NAFSU YANG TAK TERTAHANKAN, RASA INGIN HIDUP YANG LIAR — rasa yang selama ini selalu ia sembunyikan dan potong dari setiap makhluk yang ia buat. Ribuan wajah di tubuhnya sekarang tidak lagi menangis atau ketakutan — mereka semua TERBUKA LEBAR, MATA MENYALA, MULUT TERBUKA SEOLAH SEDANG MENIKMATI RASA YANG PALING NIKMAT DAN BERBAHAYA DI DUNIA.
“AAAAAA!!! APA INI?! RASANYA… RASANYA AKU HIDUP!!! AKU INGIN LEBIH BANYAK!!! AKU INGIN TERUS TERBAKAR!!!” teriak musuh itu, suaranya sekarang berubah jadi berat dan penuh nafsu, tubuhnya bergetar hebat seolah sedang mengalami kenikmatan yang paling ekstrem.
Zahara tersenyum makin lebar, bibirnya sedikit terbuka, napasnya hangat dan berbau api yang manis. Ia semakin erat mencengkeramnya, tubuhnya semakin menempel dekat, membuat panasnya semakin menyatu.
“Inilah rasa yang kamu takutkan… RASA HIDUP YANG SEBENARNYA. Panas, liar, berbahaya, tapi sangat nikmat sampai kamu tidak mau berhenti. Sekarang kamu tidak bisa lagi membuat orang jadi hiasan mati… karena kamu sendiri sekarang penuh dengan api yang tidak bisa dipadamkan. Kamu akan terus merasa, terus ingin, terus terbakar — selamanya.”
Ia melepaskan cengkeramannya, dan sosok itu jatuh ke tanah, tubuhnya sekarang berubah jadi KOLOM API YANG TERUS BERGERAK, TERUS BERUBAH BENTUK, TERUS BERNYALA — tidak lagi mengerikan, tidak lagi indah palsu, tapi LIAR, BERBAHAYA, DAN SANGAT MEMIKAT.
Zahara berbalik menghadap Raka, Lira, dan Sang Pembeda. Cahaya api di sekujur tubuhnya membuatnya terlihat semakin seksi dan berkuasa, matanya menatap mereka dengan tatapan yang penuh tantangan dan ajakan.
“Sekarang kalian sudah punya api juga…” bisiknya, tangannya yang panas menyentuh pipi mereka satu per satu, membuat seluruh tubuh mereka bergetar karena panas dan rasa yang nikmat sekaligus. “Kalian bisa memilih: tetap jadi makhluk yang diam dan patuh… atau ikut aku menjadi MAKHLUK API YANG LIAR, BEBAS, DAN SANGAT MENGGODA — yang bisa membuat apa saja terbakar, berubah, dan hidup sesuai keinginan sendiri.”
Ia mundur perlahan, tubuhnya berputar indah di tengah kobaran api, pakaian apinya berkibar seksi, rambutnya beterbangan indah.
“Tapi ingat… siapa pun yang ikut aku, tidak akan pernah bisa jadi dingin lagi. Tidak akan pernah bisa jadi diam lagi. Kalian akan terus terbakar, terus ingin, terus menari di ujung bahaya dan kenikmatan — SELAMANYA. Apakah kalian berani?”
Dan di belakangnya, seluruh dunia yang tadinya mati dan mengerikan sekarang berubah jadi TEMPAT YANG PANAS, BERCAHAYA, PENUH GERAKAN DAN SUARA YANG MENGGODA. Semua makhluk di sana sekarang punya api di dalam dada mereka, mata mereka menyala, tubuh mereka bergerak dengan bebas dan percaya diri — tidak ada yang jadi hiasan lagi, semua jadi MAKHLUK YANG HIDUP, BERKUASA, DAN SANGAT MENARIK.