mira seorang istri dari pandu, mira hanya seorang ibu rumah tangga dulu nya ia bekerja di salah satu perusahaan menjadi staf biasa . tetapi setelah menikah dengan pandu, ia di larang untuk bekerja.
***
pandu dan mira masih tinggal bersama kedua orang tua pandu dan adik nya. ibu nya melarang pandu untuk pergi dari rumah nya, gaji pandu juga kebanyakan ibunya yang ngatur. mira selalu bersabar dengan sikap pandu dan keluarganya. namun saat mira tahu pandu mengkhianatinya dengan tetangga barunya yang berstatus janda. Mira tak lagi memperdulikan pandu, ia juga tidak lagi meminta uang dan mira juga tidak menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mengumpulkan warga
"Gimana kalau kita gerebek?" celetuk mira
Tika langsung menegakkan tubuhnya dan melihat ke arah sahabatnya
"Hah?" gerebek" kaget tika, mata Tika langsung berbinar.
"lu serius?" tanya tika
"Sangat serius." jawab mira
"asikk... akhirnya sahabat gua bergerak" seru tika, mira tertawa kecil.
Tika sampai menepuk dashboard mobil.
"Ini baru Mira yang aku kenal." ucap tika
"Jangan senang dulu." uap mira
"Kenapa?" heran tika
"Kita harus bikin mereka gak bisa ngelak." ucap mira menatap tajam ke arah rumah tersebut
Tika menyeringai "Nah itu baru gua suka." seru tika
Mira memandang rumah Tari sekali lagi.
"Kalau cuma kita berdua, nanti mereka bisa bilang fitnah." ucap mira
"Benar juga." sahut tika
"Tapi kalau ada saksi banyak..." ucap mira lalu melirik ke arah sahabatnya dengan senyuman yang sulit di artikan
Tika langsung paham, mulutnya langsung membentuk senyum yang lebar.
"amazing, itu ide yang briliant. gua ngerti apa yang harus kita lakukan" ujar tika
"Kita kumpulin warga." lanjut tika, sambil tertawa puas
"Ini bakal seru." seru tika
Tika langsung mengambil ponselnya, Ia mulai menghubungi beberapa warga yang dikenalnya. kenapa tika bisa mengenal warga di sini, karena tika sering mengunjungi temannya ini dan tika orangnya gampang akrab.
"Hallo, Bu Rina?"
"Eh, Tika."
"Bu, lagi di rumah?"
"Iya."
"Ada tontonan gratis."
"Hah?"
"Pokoknya keluar sebentar."
"Loh memang ada apa?"
"Nanti juga tahu."
Telepon ditutup, lalu Tika menghubungi orang lain.
"Pak Darto?"
"Iya."
"Pak, lagi santai?"
"Iya kenapa?"
"Ada yang main nina ninu."
"Hah?"
"Datang aja ke rumah Bu Tari."
"Serius?"
"Serius." Pak Darto langsung semangat.
"Sebentar saya keluar." lanjut pak darto
Mira sampai geleng-geleng kepala.
"lu cepat banget." kekeh mira melihat sahabatnya gerak cepat
"Ya iyalah. ini menjadi ajang kehancuran pandu dan gundik itu" ucap tika semangat
Tika lalu menghubungi Ketua RT.
"Assalamualaikum, Pak RT."
"Waalaikumsalam."
"Pak, saya mau lapor."
"Lapor apa?"
"Ada dugaan pasangan bukan suami istri masuk rumah malam-malam."
"Siapa?"
"Nanti bapak lihat sendiri." Suara Ketua RT terdengar serius.
"Baik. Saya datang."
Tika menutup telepon kemudian menatap Mira.
"Beres." final tika
Tak sampai lima belas menit. Satu per satu warga mulai berdatangan.
Beberapa ibu-ibu berdiri di pinggir jalan. Beberapa bapak-bapak ikut berkumpul.
Ketua RT juga sudah hadir.
"Ada apa ini?" tanya Ketua RT.
Tika menunjuk rumah Tari.
"Itu, Pak." tunjuk tika
"Rumah Mbak Tari?" tanya ketua RT
"Iya."
"Memangnya kenapa?" tanya lagi ketua RT
Tika melirik Mira. Mira maju selangkah dengan tenang ia berkata,
"Suami saya ada di dalam." ucap mira
Warga langsung saling pandang.
"Apa?" kaget warga
"Suami mbak mira?" tanya mba nindi kaget
"Iya." lirih mira
"Apa yang mereka lakukan pak pandu di rumah mbak tari?" tanya bu rina
Mira tersenyum tipis.
"Itu yang akan kita lihat, buat apa suami saya pergi ke rumah mbak tari." jawab mira dengan tenang
Suasana langsung ramai. Bisik-bisik mulai terdengar di mana-mana.
Sementara itu, di balik tirai rumah Tari, samar-samar terlihat bayangan seseorang bergerak.
"ahhh sayang, kamu memang berbedahhh" desah pandu
"nikmatilah ahh, aku milikhhh kamu masssh ahh uhhh" desah tari
"lebihh ahh ahhh dalamhhh uhh" desah tari
Mira menatap ke arah jendela.
bersambung...
...****************...
Hay para kawand kawand jangan lupa di like dan komen ya, biar tambah semangat nulis nya. hehehe. terimakasih sudah membaca