NovelToon NovelToon
Dilema Cinta Kedua

Dilema Cinta Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Single Mom / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:458
Nilai: 5
Nama Author: Larasa

Nayra Lovarisa, 32 tahun, seorang influencer sukses dengan kehidupan yang sudah sempurna, karier mapan, bisnis berkembang, dan memiliki putra yang menjadi dunianya.
Selama empat tahun, hanya mereka berdua. Tanpa kekurangan, sampai sosok Om Rara muncul menjadi penolong baik hingga tanpa sadar membuat anaknya menyukainya.
Awalnya Nayra tidak terganggu malah terbantu dengan sang tetangga sampai kemudian anaknya punya harapan lebih, ingin menjadikan pria itu sebagai ayah sambungnya.

Bagaimana kisah ini selanjutnya? Nayra yang punya banyak pertimbangan, Rayyan yang tidak menyerah menjodohkan sang Mama dan Om Rara yang menyadari perasaannya apa mampu meluluhkan hati janda satu anak itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Larasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Menjodohkan

"Kenapa baru sekarang penasarannya?" Tanya Hakim balik dengan nada jenaka sambil memberikan tatapan usil yang berhasil membuat Gatra mendengus. Ia sudah memprediksi semua ini akan terjadi tapi tak menyangka rasanya setidak nyaman ini.

"Jangan salah paham, saya hanya penasaran karna tahu kalian salah satu orang yang enggak suka sama Nayara." jelasnya sambil mengingat masa lalu.

"Harus di koreksi, Ga. Saya bukan ngga suka sama orangnya, tapi sama kelakuannya dulu. Tapi kalau sekarang apa lagi setelah tahu alasannya, tapi engak membenarkan tindakan mereka sampai menghasilkan Rayyan, tapi sekarang saya malah kasihan." Felix sahabat Gatra menanggapi lalu menghisap cerutunya. "Di tambah lagi mereka seolah dapat karma. Bayangin Yudha sama Nayra ngga pernah hidup miskin, tapi karna... ya pilihan mereka juga, saya juga pernah denger Nayra enggak pernah nyesel menjalaninya. Tapi tetap aja ngga kebayang jadi mereka saat itu, kalau saya sudah menyerah lalu pulang ke rumah."

"Bener, mereka kuat bangat. Mana berhasil didik Rayyan jadi anak yang luar biasa baik dan pengertian. Saya duga itu mungkin saja karna mereka belajar karna sama-sama punya orang tua yang bermasalah. Nayra juga blak-blakan cerita tentang baik orang tua Yudha dan keluarganya malah minta Nayra untuk menghilangkan janinnya hanya karna dua keluarga itu udah jadi rival dari lama. Terus demi keegoisan, keluarganya Nayra dan Yudha juga membuat banyak larangan pada anak-anaknya, padahal ngga mampu memberikan kasih sayang, enggak ada waktu untuk anak-anak karna sibuk sampai anak-anak mereka kesepian. Beruntungnya hari-hari Yudha atau Nayra di isi dengan ikut banyak les, tapi tetap aja mereka masih ngerasa kurang. Itu yang saya tahu tentang mereka." Jelas Hakim.

"Nayra yang sekarang sama dulu beda bangat, mana dulu saya dengar awalnya mereka berteman untuk membuat keluarga makin marah lalu mereka pasti memantau anak-anak untuk tidak dekat lagi dan tanpa orang tua sadari, itu yang di cari Nayra. Tapi siapa tahu hati manusia? Mereka malah suka beneran karna punya nasib yang sama." Jelas Dirga membuat semua sahabatnya mengangguk.

Sebagai penonton drama Nayra dan Yudha semasa SMA, ia tak pernah menyangka kisah muda mudi itu tak seindah yang terlihat sampai akhirnya mereka memilih untuk membangun kebahagiaan sendiri.

Awalnya cara yang salah sehingga Gatra tidak membenarkan tindakan mereka, tapi tetap mempertanggungjawabkan buah dari kesalahan mereka yang membuatnya sedikit tak menyangka.

Tiba-tiba pria itu mengingat pembicaraan di telepon, di mana wanita itu tak menyesali memiliki Rayyan dan meninggalkan keluarga serta sekolahnya. Bagi Nayra hidup bersama Yudha adalah masa paling membahagiakannya.

Gatra mendengar semuanya lagi dari sahabatnya yang memaksa bertemu keesokan harinya, entah kenapa malah semakin bangga dengan jalan yang mereka ambil padahal saat itu masih muda. Di tambah lagi mereka berhasil mendidik Rayuan menjadi anak yang baik, pintar dan mengerti keadaan ibunya.

"Gimana Nayra?" Tanya Hakim tiba-tiba saja terdengar sangat ambigu.

"Gimana apanya?" Balas Gatra heran. "Oh, dia orang yang baik."

"Baik dan pasti cocok jadi teman hidup, Ga."

"Jangan sembarang ngomong, Dirga!"

"Bukan sembarangan, Nayra sendiri kamu juga sendiri, jadi apa salahnya mencoba deketin dia?"

Gatra menggeleng kecil. "Nggalah, Ga. Saya ngga mungkin bisa gantikan posisi Yudha."

"Sampai kapanpun orang baru ngga akan bisa gantiin posisi orang lama di kehidupan seseorang, Ga." Balas Hakim. "Tugas orang baru membuat kisah baru di tempat yang baru juga tanpa menggeser posisi orang lama. Saya yakin kamu ngerti, toh kita udah sama-sama dewasa, tapi kehidupan terus berjalan, Ga. Umur juga udah bertambah, kalau ada kesempatan menurut saya mendingan maju aja."

"Bener, berhubung Nayra lagi sendiri di tambah Rayyan kayaknya udah kecintaan–"

"Ngomong emang mudah bangat, Lik. Tapi saya yang jalaninnya yang susah," sela Gatra.

"Apa susahnya, Ga? Bukannya dulu juga pernah suka sama Nayra?" Bongkar Dirga membuat Gatra melempar tatapan tajamnya pada sahabatnya yang mengabaikannya. "Tapi sayang rasa itu tumbuh di waktu dan keadaan yang enggak tepat. Ah, tapi kalau di pikir-pikir awalnya juga enggak tepat karna Nayra masih sama Yudha. Saya juga ingat kalau perasaan itu berawal dari rasa kasihan soalnya beberapa kali kamu nemuin Nayra hampir mencelakai diri sendiri."

"Kok saya baru tahu?"

"Saya juga ngga tahu, Kim." Balas Felix tak terima. "Kok bisa mereka sembunyikan semua ini dari kita?"

"Cuma suka sukaan masa remaja aja, tapi ngga bisa di bilang rasa suka juga karna saat itu saya benar-benar penasaran sekaligus iba ngeliat dia lakuin itu." Balas Gatra sambil mengenang masa-masa itu.

Pertama kali ia sedang menemui Guru untuk memberikan proposal acara yang diadakan anak osis, Gatra melihat Nayra berjalan cepat dengan membawa gunting ke lorong kosong.

awalnya ia tak ingin peduli, tapi karna matanya tak sengaja melihat benda tajam, membuatnya buru-buru mengikuti dan di sana ia melihat Nayra nyaris melukai tangannya.

"Kira-kira dia ingat ngga, Ga?" Tanya Dirga penasaran membuyarkan lamunannya. "Semalam waktu kalian teleponan dia tanya tentang itu ngga?"

Gatra mengangguk. "Tapi saya yang pura-pura ngga ingat soalnya ngga mau ikut campur terlalu dalam dengan masa lalunya."

"Tapi sekarang Nayra udah berubah jadi cocok kalau kalian bersama."

Gatra mendegus tapi tak membuka suara karna percuma saja. Ketiga sahabatnya yang bisa di ajak bertemu di salah satu kafe, mereka juga tak memaksa lalu mulai membicarakan pekerjaan, keluarga sampai anak-anak mereka yang semakin pintar yang hanya di dengar oleh satu-satunya pria yang belum punya keluarga.

Namun, diam-diam tanpa mereka tahu, Gatra memimpin memiliki keluarga bahagia seperti sahabat-sahabatnya dan ia bertekad untuk sembuh lebih cepat baru mengajak seseorang masuk ke dalam kehidupannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!