NovelToon NovelToon
Hanya Bisnis, Sayang

Hanya Bisnis, Sayang

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Action
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Vanessa_Write

"Ingat posisi kita, Elena. Di luar kita adalah pasangan sempurna, tapi di dalam rumah ini, kita adalah dua orang asing yang kebetulan berbagi satu atap. Jangan pernah lupakan itu."

Elena adalah CEO Luminous Beauty yang ambisius. Baginya, hidup adalah tentang citra dan kesempurnaan visual. Namun, sebuah pengkhianatan di dewan direksi memaksanya bersekutu dengan pria yang paling ia benci, Adrian ,
sang penguasa Arsa Food Group yang dingin dan praktis.

Namun, di balik kemewahan hidup mereka, ada rahasia gelap yang terkubur. Saat dinding kebencian mulai runtuh oleh sesuatu yang tak terduga, Elena menyadari bahwa Adrian mungkin bukan hanya rekan bisnis/suaminya, melainkan dalang di balik tragedi masa lalu keluarganya.

Di dunia mereka, cinta adalah kelemahan, dan pengkhianatan adalah strategi. Saat kontrak mulai melanggar logika hati, siapakah yang akan hancur lebih dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanessa_Write, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Badai Finansial

Gema dari konferensi pers di gedung Otoritas Pengawas Finansial masih belum surut, namun dampaknya telah menciptakan tsunami besar di papan perdagangan saham faksi pusat. Pengumuman terbuka yang dilakukan oleh Adrian dan Elena terbukti menjadi hantaman paling mematikan bagi aliran dana bawah tanah yang selama ini memberi bantuan kepada Syndicate.

Sepanjang malam, berita mengenai pembekuan aset faksi Bramantyo dan puluhan perusahaan sekutunya terus bergulir di saluran televisi bisnis, mendominasi berita utama di berbagai wilayah.

Namun, di balik dinding kaca lantai teratas gedung pusat Arsa Group, keheningan yang mencekam justru terasa lebih padat.

Adrian duduk di kursi kebesarannya dengan kemeja hitam yang kancing atasnya terbuka sedikit. Luka di lengan kanannya akibat peluru semalam sudah dijahit ulang oleh dokter pribadi keluarga korporat, menyisakan aroma obat antiseptik yang samar di dalam ruangan kerja yang luas itu. Di hadapannya, beberapa layar monitor menampilkan grafik pergerakan harga saham yang bergerak turun secara drastis dengan warna merah pekat yang mengerikan.

Petinggi Syndicate faksi atas ternyata langsung meluncurkan serangan balasan mereka. Bukan lagi dengan senapan mesin atau roket di tengah laut, melainkan lewat perang modal yang kejam di pasar saham.

"Tuan Adrian," Hendra melangkah masuk dengan dokumen taktis baru di tangannya, wajah pria itu tampak sangat tegang. "Faksi atas internasional tidak tinggal diam. Sejak bursa saham dibuka dua jam lalu, ada pergerakan masif dari sekumpulan akun perusahaan tanpa nama dari wilayah luar. Mereka sengaja menjual saham Arsa Food Group dan Luminous Beauty dalam jumlah raksasa secara serentak."

Adrian tidak mengalihkan pandangannya dari layar yang terus berkedip. "Mereka mencoba menjatuhkan harga total perusahaan kita untuk memicu kepanikan investor publik, kan?"

"Betul, Tuan. Bukan cuma itu," Hendra melanjutkan dengan nada suara yang merendah, "di beberapa forum bisnis utama, mendadak beredar dokumen palsu yang menuduh bahwa data kejahatan yang dirilis oleh Nyonya Elena kemarin adalah hasil rekayasa komputer demi memuluskan monopoli pasar setelah penggabungan perusahaan kita. Media-media yang memihak faksi atas mulai menyebarkan isu ini secara besar-besaran."

CEKLEK.

Pintu ruang kerja Adrian terbuka, memperlihatkan sosok Elena yang melangkah masuk dengan langkah kaki yang tergesa-gesa. Setelan blazer putih yang dikenakannya tampak kontras dengan atmosfer ruangan Adrian yang gelap. Di tangannya, ia memegang sebuah tablet digital yang menampilkan grafik penurunan modal Luminous Beauty.

"Adrian, mereka menyerang jalur keuangan bank mitra kita," kata Elena langsung pada inti masalah, suaranya terdengar jernih namun sarat akan ketegangan yang nyata. "Tiga lembaga keuangan internasional yang selama ini menjamin transaksi ekspor produk kita mendadak menghentikan kerja sama secara sepihak. Mereka beralasan harus melakukan pemeriksaan ulang atas isu manipulasi data yang beredar di luar."

Adrian berdiri dari kursi kerjanya, berjalan mendekati Elena dengan langkah tegap yang sangat tenang. Ia mengambil tablet dari tangan istrinya, lalu meletakkannya di atas meja marmer tanpa riak kepanikan sedikit pun.

"Ini adalah taktik lama dari faksi atas, Elena," ucap Adrian, suara baritonnya yang rendah terdengar sangat dingin dan mengintimidasi, seolah badai di bursa saham sama sekali tidak bisa menggoyahkan ketenangannya.

"Saat mereka kehilangan pangkalan fisik dan data penting di Pulau Karang Hitam, mereka akan menggunakan kekuatan uang mereka yang tak terbatas untuk mencekik napas bisnis kita. Mereka ingin membuat kita panik dan memohon negosiasi."

Elena mendongak, menatap langsung ke dalam sepasang mata gelap Adrian yang sedalam samudra. "Lalu apa rencana kita? Kita tidak bisa membiarkan harga saham Luminous Beauty terus merosot di bawah batas aman sebelum perdagangan ditutup sore ini. Kalau harga saham jatuh terlalu dalam, dewan komisaris punya hak hukum untuk meninjau ulang posisi keanggotaanku sebagai CEO."

Adrian melangkah maju lagi, memperkecil jarak di antara mereka hingga Elena bisa mencium aroma kayu cendana dari tubuh suaminya. Tangan kiri Adrian yang bebas dari cedera perlahan naik, menyelipkan sehelai rambut hitam Elena ke belakang telinganya dengan gerakan yang sangat lembut namun terasa posesif.

"Kamu adalah seorang Alexander, Putri Kecil. Dan kamu adalah istri dari Adrian Arsa," bisik Adrian tepat di depan wajah Elena, dengan kilatan mata predator yang kembali menyala. "Biarkan saja mereka membuang semua modal hitam mereka untuk menekan harga saham kita. Kita akan sengaja membiarkan harganya turun sampai ke titik terendah yang mereka inginkan."

Elena mengernyitkan alisnya, mencoba membaca strategi di balik otak taktis suaminya yang selalu selangkah lebih maju. "Kamu mau membiarkan harganya anjlok, lalu kita memborongnya kembali di harga yang sangat murah?"

"Tepat sekali," sudut lipatan bibir Adrian terangkat, membentuk senyuman tipis yang kejam.

"Mereka pikir mereka sedang menjebak kita, padahal mereka sedang mengalirkan seluruh sisa uang mereka ke dalam perangkap yang sudah kita siapkan. Begitu mereka kehabisan persediaan saham untuk dijual, kita akan menyuntikkan dana darurat dari konsorsium rahasia Arsa Group di wilayah utara untuk memborong kembali semua saham itu dalam hitungan detik. Kita akan membalikkan keadaan dan membuat faksi atas bangkrut dalam satu malam."

Mendengar penjelasan itu, binar kecerdasan di mata Elena langsung menyala. Ia memahami arah permainan ini sekarang. Ini bukan lagi sekadar pelarian dari kejaran peluru, ini adalah pembantaian mental di dunia bisnis tingkat tinggi.

"Kalau begitu, aku yang akan memegang kendali di ruang operasi pasar saham," kata Elena dengan senyuman menantang yang elegan, rasa cemasnya kini telah sepenuhnya digantikan oleh adrenalin persaingan yang murni. "Aku akan memastikan akun-akun tanpa nama milik Syndicate itu terjebak di dalam perangkap harga yang tidak bisa mereka batalkan."

Adrian menatap Elena dengan rasa kagum yang makin dalam. Wanita di hadapannya ini bukan lagi sekadar putri korporat yang butuh perlindungan fisik, Elena telah menjelma menjadi rekan paling mematikan yang berdiri berdampingan dengannya di puncak imperium bisnis.

"Hendra, siapkan ruang operasi keuangan di lantai bawah," perintah Adrian tanpa melepaskan pandangannya dari Elena. "Putuskan semua akses komunikasi luar, kecuali jalur aman menuju Komisi Tindak Integritas. Kita pastikan seluruh pergerakan perdagangan hari ini diawasi langsung oleh otoritas pengawas agar faksi musuh tidak bisa melakukan kecurangan ilegal."

"Siap, Tuan Adrian!" Hendra membungkuk hormat lalu berbalik dengan cepat untuk melaksanakan komando mutlak tersebut.

Di dalam ruangan yang diterangi oleh kerlip lampu indikator pasar modal, Adrian perlahan meraih pergelangan tangan Elena, menarik wanita itu sedikit mendekat ke dalam dekapannya yang hangat dan protektif.

"Konflik berdarah di tengah laut mungkin sudah selesai, Elena. Tapi hari ini, di atas papan saham ini... aku akan menunjukkan padamu bagaimana cara menghancurkan sebuah faksi internasional tanpa perlu melepaskan satu pun tembakan peluru."

Elena menyandarkan telapak tangannya di dada bidang Adrian, merasakan detak jantung suaminya yang konstan dan penuh percaya diri. Perang baru telah resmi dimulai, dan faksi atas Syndicate tidak akan pernah menduga bahwa penurunan saham hari ini adalah awal dari lubang kehancuran yang sedang digali khusus untuk mereka.

......BERSAMBUNG......

1
Bu Dewi
seru kak alur ceritanya😍😍😍👍
VanessaJournal: terima kasih atas support nya kak! 😊🙏🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!