Riski seorang Fans Sepak bola fanatic saat pulang nonton pertandingan di tabrak mobil dan akhirnya terlempar Ke Dunia Lain
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RRS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23: Jembatan Menuju Benua Biru
Oktober 2018 berakhir dengan deru mesin jet pribadi yang membelah langit malam Bandung. Di dalam kabin yang tenang, Riski menatap kerlap-kerlip lampu kota yang perlahan mengecil dari jendela. Di sampingnya, Marco Valez sedang sibuk memeriksa tumpukan dokumen digital di tabletnya. Kepergian ini terasa begitu cepat, namun bagi Riski, setiap detik di udara membawanya selangkah lebih dekat ke takdir yang sempat tertunda.
Kepindahan ini unik. Karena bursa transfer musim dingin Eropa baru dibuka pada Januari 2019, Europa FC dan Kepton FC menyepakati kesepakatan darurat berupa pinjaman jangka pendek. Riski akan berstatus sebagai pemain pinjaman hingga akhir Desember 2018, dengan klausul kewajiban kontrak permanen yang akan diaktifkan tepat pada 1 Januari 2019. Ini adalah langkah taktis agar Riski bisa segera berlatih dan beradaptasi dengan atmosfer Gibraltar National League sebelum didaftarkan secara resmi untuk putaran kedua liga.
Mendarat di "The Rock"
Setelah menempuh perjalanan panjang, jet pribadi itu akhirnya mendarat di Bandara Internasional Gibraltar. Bandara ini unik karena landasan pacunya memotong jalan raya utama kota. Saat roda pesawat menyentuh aspal, Riski bisa melihat "The Rock"—bukit batu raksasa yang menjadi ikon negara kecil di ujung selatan Spanyol tersebut.
Gibraltar memang kecil, namun letaknya yang strategis menjadikannya titik pertemuan budaya. Udara Mediterania yang hangat namun berangin menyambut Riski saat ia turun dari pesawat. Marco langsung membawanya ke kantor pusat Europa FC, sebuah klub papan atas yang bermarkas di Victoria Stadium.
"Selamat datang, Riski," sambut Direktur Olahraga Europa FC. "Kami sudah memantau datamu sejak di Barcelona. Kegagalanmu di Indonesia tidak mengubah fakta bahwa kamu adalah talenta yang kami butuhkan untuk menembus kompetisi Eropa musim depan."
Riski hanya mengangguk sopan. Ia tahu, di sini ia harus kembali membuktikan bahwa statistik Overall 91.0 miliknya bukan sekadar angka di layar sistem.
Panggilan Pulang: Kabar untuk Panti
Malam pertamanya di sebuah apartemen mewah yang menghadap ke pelabuhan, Riski merasa sepi yang luar biasa. Ia mengambil ponselnya dan melakukan panggilan video ke panti asuhan di Bau-Bau. Mengingat perbedaan waktu, di sana sudah pagi hari.
Wajah ceria adik-adik panti langsung memenuhi layar saat panggilan tersambung. Pengurus panti, Ibu Sarah, tampak terkejut sekaligus bahagia melihat wajah Riski.
"Riski! Kamu sudah di mana, Nak?" tanya Ibu Sarah.
"Aku sudah di Gibraltar, Bu. Di ujung Eropa," jawab Riski dengan senyum tulus. "Aku hanya ingin mengabari kalau proses kepindahanku lancar. Maaf aku tidak sempat mampir ke Bau-Bau sebelum berangkat karena jadwal yang sangat mepet. Tapi semua dana untuk renovasi dan beasiswa sudah aman di rekening panti."
Riski kemudian berbincang dengan anak-anak panti, memamerkan pemandangan "The Rock" dari balkon apartemennya. Ia berjanji akan mengirimkan jersi Europa FC segera setelah ia mulai bertanding.
"Ingat janji kamu, Ki. Tetap membumi," pesan Ibu Sarah sebelum menutup telepon. "Doa kami selalu menyertaimu."
Setelah menutup telepon, Riski menghubungi Erika di Bandung. Percakapan mereka singkat namun penuh makna. Erika sedang dalam perjalanan tugas patroli malam, namun ia menyempatkan diri untuk menyemangati Riski. "Cepatlah jadi bintang di sana, agar aku punya alasan untuk menyombongkan diri pada rekan-rekanku," canda Erika.
Kalender Kompetisi 2018/2019 dan Masa Adaptasi
Bulan November hingga Desember 2018 di Gibraltar adalah masa-masa krusial. Liga Gibraltar 2018/2019 sedang berjalan dengan persaingan ketat. Karena belum bisa didaftarkan secara resmi untuk pertandingan liga hingga Januari, Riski hanya bisa mengikuti sesi latihan penuh dan beberapa laga persahabatan tertutup.
Namun, sistem tetap memberikannya tantangan:
[Ding! Misi Adaptasi Benua Biru Aktif!]
[Tujuan: Tunjukkan dominasi dalam sesi latihan internal dan cetak 10 gol dalam simulasi tanding selama November-Desember!]
[Hadiah Misi:]
Penyelarasan Stats: Atribut fisik menyesuaikan dengan standar kecepatan Eropa (Pac +1).
Skill Khusus: Membuka bakat 'Versatility' (Kemampuan bermain di berbagai posisi menyerang).
Selama dua bulan terakhir di tahun 2018, Riski berubah menjadi monster di sesi latihan. Para pemain bertahan Europa FC yang rata-rata memiliki postur tinggi besar seringkali dibuat kebingungan oleh kecepatan dan kontrol bola Riski. Pelatih Europa FC mulai menyadari bahwa mereka baru saja mendapatkan pemain yang levelnya jauh di atas liga tersebut.
Januari 2019: Status Permanen dan Angka Keramat
Tahun baru 2019 tiba. Tepat pada tanggal 1 Januari, faks dari FIFA mengonfirmasi perpindahan permanen Riski dari Kepton FC ke Europa FC dengan kontrak berdurasi 3,5 tahun. Saat manajemen menanyakan nomor punggung yang ia inginkan, Riski tidak memilih nomor 10.
"Aku ingin nomor 7," ucap Riski tegas.
Bagi Riski, nomor 7 bukan sekadar angka. Itu adalah nomor milik sang idola di Real Madrid, simbol dari kerja keras, kecepatan, dan penyelesaian akhir yang mematikan. Ia ingin membawa semangat itu di jersi hijaunya.
Debut resminya dijadwalkan pada pekan pertama Januari 2019 melawan Mons Calpe SC. Riski merasa tubuhnya dalam kondisi terbaiknya. Penyesuaian suhu dan pola makan di Eropa membuat fisiknya semakin solid.
Statistik Riski (Update Januari 2019 - Awal Karir Europa FC):
Berkat latihan intensif selama masa pinjaman, Riski mengalami peningkatan pada kecepatannya untuk mengimbangi transisi cepat sepak bola Eropa.
Usia: 18 Tahun
Tinggi Badan: 180 cm
Pac (Speed): 87 (+1)
Sho (Shooting): 98
Pas (Passing): 90
Dri (Dribbling): 93
Def (Defending): 88
Phy (Physical): 91
Overall: 91.0 (Potensi pertumbuhan kembali aktif)
Informasi Keuangan & Aset:
Total Saldo: Rp 3.250.000.000 (Bonus tanda tangan kontrak).
Gaji Baru: €5.000 / minggu (Sekitar Rp 80.000.000 per minggu sesuai kurs 2019).
Aset: 1 Jet Pribadi (Gibraltar), 1 Rumah (Catalunya), Apartemen Mewah (Fasilitas Klub), 1 Suzuki (Dititipkan di Bandung).
Riski berdiri di tengah Victoria Stadium yang kosong sehari sebelum debutnya. Ia menatap ke arah laut lepas. Di seberang sana adalah Spanyol, tanah di mana ia pernah diremehkan. Dengan jersi nomor 7 yang kini melekat di identitasnya, ia siap mengguncang Eropa dimulai dari titik paling selatan semenanjung ini.