NovelToon NovelToon
Mamaku Tabib Dewa

Mamaku Tabib Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:35.6k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Seorang wanita zaman kuno yang mati akibat di bunuh oleh kekasihnya saat ia sedang membuat pil naga suci untuk menjadi abadi.

Tapi ia malah berpindah ke tubuh seorang wanita modern, seorang istri lemah, yang setiap hari di siksa oleh suaminya seorang pemabuk, KDRT dan seorang penjudi.

Yang lebih membingungkan, ia malah sudah memiliki seorang gadis kecil cantik berusia 6 tahun.


"Dasar suami sampah! Ini saatnya aku membalas suami brengksek itu karena sudah menyakiti pemilik tubuh asli ini!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1

"PAPA! JANGAN PUKUL MAMA LAGI! TOLOOONG!"

Teriakan yang keras dan penuh ketakutan di tengah rumah

Gelsya, gadis kecil yang masih berusia enam tahun itu, menangis histeris sekuat tenaga. Tubuh mungilnya gemetar hebat melihat pemandangan mengerikan di depan matanya sendiri.

Ayahnya, Rinto, seorang pria bertubuh besar dan bau alkohol, terus saja memukuli ibunya tanpa ampun.

"Ughhhh... ahhh..."

Rintihan pedih keluar dari mulut Ghaizka. Tubuhnya sudah tak kuat menahan hantaman pukulan itu.

Ia berusaha merangkak, berusaha bangkit dengan sisa tenaga yang ada, tangannya terulur ke arah anaknya seolah ingin melindungi, namun kakinya terasa lemas tak berdaya.

"Gelsya... Nak... pergi... menjauh lah... cepat lari..." desis Ghaizka dengan suara parau dan terbata-bata, air mata bercampur darah mulai mengalir di pipinya.

Namun rasa sayang seorang anak membuat Gelsya tak mau pergi. Ia ingin memeluk ibunya, ingin menahan tangan ayahnya yang kejam itu.

Tapi Rinto tak punya hati. Melihat istrinya masih bergerak, amarahnya justru semakin memuncak.

BAK! BUK! BAK! BUK!

Pukulan-pukulan itu mendarat bertubi-tubi dengan keras dan kejam. Kali ini tidak hanya di badan, tapi satu tendangan keras tepat mengenai wajah Ghaizka.

Tubuh kurus itu langsung ambruk terhempas ke lantai keramik yang dingin.

Darah segar mengalir deras dari pelipis dan kening Ghaizka, membasahi lantai dan rambutnya.

Matanya terbalik, napasnya tersengal lemah, dan akhirnya... ia kehilangan kesadaran. Tubuhnya terkulai lemas tak bergerak sama sekali.

"MAMA! MAMA BANGUN!!"

Gelsya berteriak sekencang-kencangnya. Ia langsung menjatuhkan diri dan memeluk tubuh ibunya yang sudah tak sadarkan diri itu.

Ia mengguncang-guncang bahu ibunya dengan tangan kecilnya, menangis sejadi-jadinya.

"Mama... jangan tinggalkan Gelsya... Mamaaa..." isaknya memilukan.

Namun, apa yang dilakukan Rinto justru di luar akal sehat manusia.

Pria itu sama sekali tidak tergerak hatinya melihat istrinya berlumuran darah dan pingsan.

Tidak ada rasa takut, tidak ada rasa kasihan, apalagi rasa bersalah. Wajahnya justru terlihat kesal dan jijik.

"HEY! BANGUN KAU! JANGAN PURA-PURA MATI SANA!" teriak Rinto garang.

JEDAG!

Ia menendang perut Ghaizka dengan kuat seolah menendang sekarung sampah.

"Cepat bangun! Sana buatkan aku kopi! Aku haus!" perintahnya dengan nada tinggi dan kasar.

"PAPA! JANGAN! JANGAN PUKUL MAMA LAGI! Mama sakit Pa! Mama terluka! Lihat ini darahnya banyak sekali! Mama pingsan!" teriak Gelsya mencoba melindungi tubuh ibunya dengan badannya sendiri.

Gadis kecil itu menunjuk darah yang mulai menggenang di lantai, berharap ayahnya sadar dan berhenti.

Tapi Rinto hanya mendengus sinis, wajahnya penuh kekejaman.

"Hah! Cuma gitu aja pingsan! Ibu kamu itu cuma pandai akting dan pura-pura mati supaya tidak disuruh kerja!" katanya dingin.

Ia kembali menendang kaki istrinya yang tak berdaya itu sekali lagi.

"Cepat kau suruh dia bangun! Suruh dia buat kopi panas sekarang juga sebelum aku marah besar!"

Rinto meninggalkan mereka berdua di lantai yang berlumuran darah, duduk di sofa dengan santai seolah apa yang terjadi bukanlah apa-apa, meninggalkan Gelsya yang menangis tersedu-sedu di samping ibunya yang nyaris tewas.

******

Perlahan-lahan, kelopak mata yang berat itu mulai terbuka.

Cahaya yang terlalu terang membuat penglihatannya sedikit buram. Ia mencoba menggerakkan jari-jarinya, merasakan tekstur seprai yang sangat halus dan asing. Suasana di sekelilingnya terasa sangat berbeda, modern, dan dingin.

"Di... di mana ini?" gumamnya pelan, suaranya terdengar serak dan lemah.

"Mama! Mama akhirnya bangun!"

Tiba-tiba sebuah tubuh mungil menyambar dan memeluk lehernya dengan erat.

Seorang gadis kecil yang cantik namun wajahnya terlihat sangat lelah dan menyedihkan, matanya bengkak merah karena menangis berhari-hari, menangis tersedu-sedu di dada sang ibu.

Namun, bukannya membalas pelukan itu, wanita itu justru mendorong tubuh kecil itu perlahan dengan tatapan kosong dan penuh kebingungan.

Ia menatap gadis itu dari ujung kepala hingga kaki, lalu bertanya dengan nada dingin dan datar:

"Kamu siapa?"

Pertanyaan itu membuat gadis kecil itu terdiam kaget, tangisnya terhenti sejenak.

Wanita itu mengerutkan keningnya dalam-dalam. Ia sangat yakin, beberapa saat yang lalu ia sedang berada di Zaman Kuno, di puncak menara tertinggi, sedang meramu Pil Naga Suci untuk mencapai keabadian.

Namun, pengkhianatan datang dari orang yang paling ia percaya, kekasihnya sendiri. Ia ingat jelas pedang yang menembus dadanya, darah yang membanjir, dan kegelapan yang menyelimuti.

Ia seharusnya sudah mati!

Lalu kenapa ia bangun di tempat aneh ini? Kenapa pakaian yang ia kenakan berbeda? Kenapa arsitektur dan suasana di sekitarnya terlihat begitu asing?

Perlahan ia mencoba duduk bersandar di kepala ranjang. Saat ia melihat gadis kecil itu kembali menangis, tiba-tiba...

DUG!

"ARRRGGHH!!"

Sakit kepala yang luar biasa menyerang otaknya seolah hendak meledak. Gambar-gambar, suara-suara, dan ingatan yang bertolak belakang berputar kacau di dalam benaknya.

Ingatan Pertama:

Ia adalah Mei Yu, seorang tabib wanita terkuat di Zaman Tiongkok Kuno. Cantik, kejam, dan sangat dihormati.

Ia memiliki kekuatan bela diri tingkat dewa. Ia tewas dibunuh oleh kekasihnya yang iri akan kesaktiannya saat sedang menyelesaikan ramuan kehidupan abadi.

Ingatan Kedua:

Ia adalah Ghaizka biasa, seorang wanita lemah dan penakut di Dunia Modern ini. Ia menikah dengan pria brengsek bernama Rinto. Hidupnya penuh siksaan, dipukuli, dihina, suaminya penjudi dan pemabuk. Ia memiliki seorang anak perempuan bernama Gelsya. Dan terakhir, ia pingsan karena dipukuli hingga berdarah oleh suaminya sendiri.

Semua ingatan itu menyatu dalam sekejap.

Ia terdiam kaku. Matanya membelalak lebar, memancarkan aura kaget yang bercampur dengan niat membunuh yang mengerikan.

"Kenapa... kenapa ada dua ingatan yang berbeda di kepalaku?!" batinnya berteriak.

Ia menatap tangannya sendiri. Tangan yang dulu selalu memegang pedang dan ramuan obat, kini terlihat putih, kurus, dan penuh memar.

Tiba-tiba sebuah kesadaran menyadarkannya, membuat napasnya tercekat.

"Jangan bilang... aku... aku berpindah tubuh?!"

Ia terbelalak tak percaya.

"Ratu Tabib yang gagah dan tak terkalahkan... ternyata terlahir kembali ke dalam tubuh wanita lemah yang sering disiksa suaminya sendiri?! Di dunia yang aneh ini?!"

"Baiklah, karena aku sudah berpindah ke tubuh ini, aku akan membalas semua perbuatan suami brengsek itu kepada pemilik tubuh asli ini!" Janji Ghaizka mengepalkan tangannya.

1
Diah Susanti
cuma di cerita halu, yang ngomong gitu doang bisa langsung cerai. kalau dunia nyata ribet urusannya. apalagi kalo si 'gono gini' ikutan nongol tambah bikin puyeng
Evi 060989
up
Maria Lina
hajar aj gaiszka wwkkw
Maria Lina
💪🙏😍😍double"up trus ya thor
less22: oke siapppp
total 1 replies
Maria Lina
mksih ya thor ud doble"up nya💪💪🙏🙏
Maria Lina
cuman 1 thor hadeh
Evi 060989
up lg
Wak Ngat
lanjut thor
Evi 060989
up lg
less22: okeeeeee
total 1 replies
imelna
lanjut thor💪💪💪
less22: okeeeee
total 1 replies
Icha Arsy
next up thor💪💪
less22: okeee
total 1 replies
Dania
semangat tor
less22: makasih🥰
total 1 replies
Wak Ngat
bagus ghaiska aku dukung karna tak baik juga menerima bantuan merasa ada utang gitu
less22: betul itu
total 1 replies
Yuliana Tunru
wah bakal rame klinik x smoga byk.yg cepat sembuh 💪💪
less22: do'ain ma
total 1 replies
Dewi Habibah
bagus ceritanya
less22: makasih 🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Wak Ngat
lanjut thor
less22: okeeeeeee
total 1 replies
Chen Nadari
Dengar baik2 di up selanjutnya😄
less22: udah up banyak nih
total 2 replies
less22
udah di tambah tuh,
Chen Nadari
nambah thorr sikit amat😄
Sribundanya Gifran
thor up yg bnyakkkkk dong 😍😍😍😍💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!