"Mas, kamu harus tau. Mantan suamiku dulu, dia sempat menyesal karena mengambil keputusan terlalu cepat dan dalam keadaan emosi."
Menghirup nafas lebih dalam, Rey menyadari kesalahannya. "Dan itu sama dengan yang Mas lakukan ke kamu?"
"Iya,"
Rey menyesali ucapan talaknya yang diucapkan satu kali. Lantas apa yang membuat Fitri hampir dicerai lagi oleh suami keduanya?
Kesalahan apa yang dilakukannya dimasa lalu yang menyebabkan hidupnya di penuhi sejuta luka?
(adult romance)
Jangan lupa siapin tisu sebelum membaca dari bab awal 😢
@ana_miauw
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meyakinkan diri sendiri
Bermenit-menit perempuan kalut itu masih berada di kamar mandi, kepalanya terus menggeleng. Ketakutannya kian menjadi. Nama itu 'Vano hendri baskara' tidak asing, tidak pula lupa dipikirannya. Tidak salah lagi, Fitri baru menyadari mereka memang sangat mirip. Pantas saja, Fitri tidak asing juga dengan wajah Reyhan, hanya saja... Vano mempunyai badan yang lebih kekar dan terlihat matang pria dewasa. Kenapa selama ini tidak menyadarinya? Sebodoh itukah dia sehingga tidak mengetahui secara pasti identitas suaminya sendiri. Kenapa ia merasa takdir mempermainkannya?
Fitri masih mengingat betul bagaimana Vano menggagahinya saat pertama kali. Bukan salah Vano, tapi Fitri sendiri yang datang kepadanya menjual diri. Kenapa harus bertemu dan berjodoh dengan Reyhan? Kenapa harus terjebak di lingkaran hitam ini lagi?
"Setelah ini, minumlah pil kontrasepsi. Aku tidak mau benihku tumbuh disini."
"Sudah dipastikan aku tidak akan bertanggung jawab kalau itu terjadi. Kamu mengerti?"
"Bukan begitu, aku ingin kau menyimpan rapat-rapat identitasku dan apa yang terjadi pada kita hari ini. Aku ingin kita bersikap tak saling mengenal jika suatu saat nanti kita bertemu lagi."
"Itu perkara mudah bagiku, ada lagi?"
Fitri hanya bisa berdoa agar Vano menepati janjinya.
Hanya itu harapan satu-satunya, kelak jika Fitri bertemu lagi, Fitri akan membicarakan masalah ini dengannya. Ya, Fitri akan membuatnya tidak membuka aibnya selamanya. Semoga saja harapannya benar-benar terkabul. Tidak mungkin kan Vano menghancurkan adiknya sendiri. Sekejam apapun dia, mereka satu darah. Sekeras apa dia jika darah pun tidak pernah bisa menyatukannya. Terlepas dari masalah yang mereka hadapi, penyebab utamanya hanyalah kecemburuan. Pasti semua akan baik-baik saja, pasti semua akan baik-baik saja. Fitri terus meyakinkan dirinya sendiri.
Tok.. Tok.. Tok..
"Fitri? Buka pintunya. Kamu sudah tiga puluh menit dikamar mandi. Kamu mulas atau mual? Biar aku bantu." Suara panggilan Reyhan seketika menghentikan monolognya sendiri.
"Tu-tunggu sebentar lagi Mas."
Ia segera memantapkan diri dihadapkan cermin, mencuci wajahnya agar terlihat lebih segar. Tapi percuma! Mata yang sebab itu tidak dapat disembunyikan.
Ceklek.
Pintu terbuka, disaat yang bersamaan Reyhan langsung menyerbu di hadapan pintu dan mereka bertabrakan.
"Dug"
"Aaaww" Keluh Fitri mengusap kepalanya.
"Untung tinggi kamu cuma sedagu Mas, kalau tingginya sama kita adu kepala." Ucap Reyhan. "Kamu mulas?" tambah Reyhan lagi.
Keduanya berjalan menuju kasur. "Nggak kok nggak apa-apa..." Jawab Fitri sambil merebahkan badannya di kasur disusul dengan Reyhan yang wajahnya masih terlihat khawatir.
"Pusing ngga? Atau mual," Reyhan membuka selimut yang menutupi wajah Fitri.
"Nggak Mas Rey, Fitri nggak apa-apa." Sampai kapanpun juga Fitri tidak pernah bisa pandai berbohong. Reyhan juga tau itu.
Reyhan menyusul Fitri tidur dengan perasaan khawatir. Apa dia tadi salah bicara? Waktu berbicara Fitri masih terlihat manja padanya. Topik terakhir bicara, mengenai kakaknya. Apanya yang salah, mereka tidak saling mengenal bukan? Nggak mungkin Fitri mengenal Vano yang notabenenya sebagai... dan playboy kelas kakap. Lagian mau ketemu dimana, Fitri yang Reyhan kenal adalah wanita lugu. Batin Reyhan menerka-nerka.
Reyhan menelusupkan tangannya meraih kepala sang istri lalu mendekapkan kedalam pelukannya. Berharap semua akan baik-baik saja, Reyhan ingin menjadi pelindung untuk Fitri. Tidak hanya sekedar menjadikan Fitri teman tidurnya, tapi juga temannya sampai nanti menuju jannah.
....
To be continued.
pemeran utama pria selalu salah, dia dibohongi ujung2 dia juga yang salah, dia pergi kerja lama dia juga salah, dua ujuga yang dibuat menyesal, mengemis2 maaf, pemeran utama pria di novel selalu dibuat karakter bodoh yang Terima saja diperlakukan apapun dan pada lahir dia dibuat mengemis2 pada istrinya
pemeran utama wanita selalu akan dibenarkan, dia membohongi suami dengan kebohongan yang sangat menyakitkan tapi ujung2 pemeran utama pria juga yang salah dan mengemus maaf, pemeran utama wanita pergi dari rumah dan buat suami kayak pengemis dan menderita novel anggap biasa saja bukan kesalahan yang perlu dibesar2kan dan tidak perlu minta maaf tapi pemeran utama pria pergi karena kerja yang sangat penting udah dibuat jadi kesalahan fatal dan dapat hukuman dan diremehkan pria lain
vano lelaki lain yang suka pada pemeran utama pria terlalu diistimewakan dan tidak pernah dianggap salah dan bisa merasakan tubuh pemeran utama wanita dan bebas memprovokasi pemeran utama pria, kesalahan sangat banyak, meleceh wanita, memaki jalang pada peran utama wanita, menghancurkan rumah tangga adiknya tapi karena tidak dianggap salah dana tidak perlu dapat balasan