NovelToon NovelToon
Cintai Aku Kakak Ipar

Cintai Aku Kakak Ipar

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Cintapertama / Tamat
Popularitas:21.4k
Nilai: 5
Nama Author: Eys Resa

Bagaimana rasanya jika di hari pernikahan, ternyata pria yang kamu nikahi bukanlah pria yang kamu cintai. Hal ini terjadi pada Rania, gadis malang yang ternyata menikahi Arman, adik dari Adam pria yang dia cintai. Dan kemalangan tak berhenti disana, bahkan setelah pernikahan ternyata Arman memilih pergi meninggalkannya untuk pergi bersama wanita yang dia cintai. Namun na'as, pesawat yang ditumpangi mereka berdua mengalami kecelakaan dan seluruh penumpang dikabarkan meninggal dunia.

Rasa kecewa Rania seketika berubah menjadi duka. Status seorang istri berubah menjadi janda hanya dalam waktu sehari. Namun, setelah semua kejadian itu tidak mudah bagi Rania untuk meninggalkan rumah keluarga Pratama. Karena ibu mertuanya ingin Rania melahirkan keturunan untuk keluarga mereka.

Sebenarnya apa yang terjadi?
Dan bagaimana kehidupan Rania di rumah keluarga Pratama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eys Resa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Arman melangkah kembali ke paviliun dengan napas yang memburu dan kepalan tangan yang siap menghantam apa saja. Di belakangnya, Jenny mengekor dengan wajah yang tak kalah merah padam. Rencana besar mereka untuk menendang Rania keluar dari rumah justru berbalik menjadi tamparan keras bagi harga diri Arman. Kalimat-kalimat Adam tentang hukum agama terus terngiang di kepalanya, menghantam egonya yang setinggi langit.

​"Sialan! Bagaimana bisa Adam bicara begitu?!" geram Arman sambil menendang pintu paviliun hingga berderit nyaring. "Dia pasti mengarang semua itu untuk melindungi wanita jalang itu! Janda? Dia pikir semudah itu status pernikahan hilang?"

​Jenny duduk di tepi tempat tidur yang keras, wajahnya dipenuhi kebencian. "Arman, kalau apa yang dikatakan kakakmu itu benar, berarti kita tidak punya kartu as untuk mengontrol Rania lagi. Tapi tunggu dulu... jika dia sudah bukan istrimu, berarti dia tidak punya hak sedikit pun tinggal di sini, kan? Dia orang asing!"

​Mata Arman seketika berkilat. Benar. Jika Rania bukan lagi istrinya, maka statusnya di rumah keluarga Pratama hanyalah sampah yang menumpang. Sebuah seringai licik kembali menghiasi bibirnya.

"Kamu benar, Jenny. Biarkan besok Adam membawa ustadz itu. Aku akan mendengarkan, dan setelah itu, aku sendiri yang akan menyeret Rania keluar dari rumah ini karena dia sudah tidak punya urusan dengan keluarga Pratama!" ucap Arman dengan penuh percaya diri.

​Keesokan paginya, suasana di ruang tamu utama terasa sangat formal. Adam duduk dengan wibawa di sofa tunggal, di sampingnya ada Bu Sofia yang tampak tegang, sedangkan di sisi lainnya Rania duduk dengan tenang, anak-anak sudah di berikan kepada nanny mereka.

Tak lama kemudian, seorang ustadz paruh baya dengan sorban putih bersih datang memenuhi undangan Adam. Arman dan Jenny dipanggil masuk, mereka duduk di sofa seberang dengan wajah menantang, seolah siap berdebat.

​Ustadz tersebut mulai berbicara dengan nada lembut namun berisi. Beliau menjelaskan secara detail mengenai hak dan kewajiban dalam pernikahan. Hingga sampai pada poin yang paling ditunggu-tunggu.

​"Dalam hukum agama kita, pernikahan di bawah tangan atau siri sangat bergantung pada komitmen lahir dan batin. Apabila seorang suami meninggalkan istrinya tanpa kabar, tanpa nafkah lahir maupun batin selama bertahun-tahun, bahkan lebih dari hitungan bulan yang disyaratkan dalam sighat taklik atau aturan umum nafkah, maka secara otomatis ikatan itu telah terputus atau jatuh talak," jelas Sang Ustadz dengan tenang.

​Beliau menatap Arman yang mulai berkeringat dingin. "Apalagi dalam kasus Nak Arman, menghilang selama lima tahun tanpa ada kiriman nafkah sedikit pun dan tanpa ada kepastian hidup, maka demi kemaslahatan pihak wanita, statusnya sudah jatuh menjadi janda. Dia bebas menentukan hidupnya kembali."

​Wajah Arman kaku. Ia ingin membantah, tapi penjelasan ustadz tersebut begitu gamblang dan didukung oleh dalil-dalil yang kuat. Harga dirinya sebagai pemilik Rania hancur seketika. Namun, alih-alih merenung, pikiran licik Arman langsung berbelok ke arah lain.

​Setelah ustadz tersebut berpamitan dan diantar keluar oleh asisten Adam, Arman langsung berdiri dengan angkuh menatap Rania dengan tatapan mengejek.

​"Oke! Aku terima!" ucap Arman dengan nada penuh kemenangan yang dipaksakan. "Kalau memang secara agama dia bukan istriku lagi dan statusnya hanya janda asing, maka hari ini juga, Rania dan kedua anak pungutnya itu harus keluar dari rumah Pratama!"

​Bu Sofia terperangah. "Arman! Apa yang kamu katakan?"

​"Ibu! Dia itu orang asing sekarang!" sahut Arman dengan berapi-api. "Dia bukan menantu Ibu lagi. Dia tidak punya hubungan darah dengan kita. Untuk apa kita memberi makan dan tempat tinggal mewah pada janda yang sudah tidak ada hubungannya dengan keluarga ini? Ini rumah keluarga Pratama, bukan panti asuhan atau rumah singgah janda!"

 "Benar, Ibu. Kasihan Bagas, dia adalah pewaris sah, tapi harus berbagi ruang dengan orang luar yang tidak jelas asal-usulnya. Kalau statusnya sudah bukan istri Arman, ya silakan angkat kaki. Masih untung selama ini sudah ditampung di rumah ini dengan suka rela." Jenny ikut menimpali dengan senyum mengejek.

​Arman menatap Adam dengan tatapan menantang. "Bagaimana, Kak? Kakak sendiri yang bilang dia bukan istriku lagi. Jadi sekarang, sebagai adikmu yang sah dan anggota keluarga asli, aku minta Kakak mengusir mereka. Atau aku sendiri yang akan menyeret koper-koper mereka ke pinggir jalan!"

​Adam yang sedari tadi terdiam sambil menyesap kopinya, perlahan meletakkan cangkir itu ke atas meja kaca. Suara benturan cangkir itu terdengar begitu nyaring di tengah keheningan. Adam bangkit berdiri, tubuhnya yang tegap membuat Arman refleks mundur satu langkah.

​Adam tertawa singkat, sebuah tawa dingin yang membuat bulu kuduk Jenny merinding.

​"Mengusir mereka?" Adam bertanya dengan nada sarkas. "Atas dasar apa kamu memintaku mengusir penghuni sah rumah ini?"

​"Atas dasar dia orang asing, Kak! Dia bukan siapa-siapa di sini!" bentak Arman.

​"Justru kamu yang salah, Arman," ucap Adam sambil melangkah mendekati adiknya. "Rania tidak akan pernah pergi dari rumah ini. Karena dialah pemilik sah dari separuh aset yang aku kelola. Dan dialah wanita yang memiliki otoritas penuh di rumah ini melebihi siapapun, termasuk kamu."

​"Apa maksudmu?!" Arman mulai panik.

​"Kamu bilang dia tidak punya hubungan apa-apa dengan keluarga Pratama?" Adam mengeluarkan sebuah dokumen dari map yang sejak tadi ada di bawah meja. "Mungkin kamu harus tahu satu rahasia lagi. Rania bukan lagi istrimu Tapi dia adalah istriku."

Arman dan Jenny seolah tersambar petir di siang bolong.

​"Apa?! Kamu... kamu menikahi janda adikmu sendiri?!" teriak Arman dengan wajah yang nyaris biru karena marah. "Ini skandal! Ini menjijikkan!"

​"Menjijikkan?" Adam mendekati Arman hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti. "Yang menjijikkan adalah pria yang membuang istrinya di malam pertama dan kembali lima tahun kemudian tanpa rasa bersalah. Aku menikahi Rania secara sah, baik agama maupun negara, tiga tahun yang lalu. Aku yang membiayai hidupnya, aku yang melindunginya, Dava dan Diva... mereka adalah anak kandungku. Darah dagingku sendiri."

​Adam menoleh pada ibunya yang masih terpaku. "Maafkan aku, Bu. Aku harus mengayakan semua ini karena Aku tidak mau Arman terus mengganggu istri dan anakku."

​Adam kembali menatap Arman dengan tatapan tajam "Jadi, jika ada yang harus keluar dari rumah ini karena merasa tidak nyaman dengan keberadaan 'orang asing', maka orang itu adalah kamu, Jenny, dan anakmu. Karena Rania dan anak-anakku adalah pemilik rumah ini, sementara kalian... kalian adalah parasit yang menghisap darah keluarga pratama."

​Arman terduduk lemas di sofa. Segala rencananya untuk mengusir Rania justru menjadi senjata makan tuan yang membuatnya semakin terpojok. Dia baru menyadari bahwa selama lima tahun ini, dia tidak hanya kehilangan istrinya, tapi dia telah kehilangan seluruh posisinya di keluarga Pratama karena kebodohannya sendiri.

​"Sekarang, kembali ke paviliun," perintah Adam dengan nada yang tidak menerima bantahan. "Dan jangan pernah sebut istriku sebagai 'orang asing' lagi, atau aku akan memastikan kamu menjadi orang asing sungguhan di kota ini."

1
Kukun Sabarno
apa yang ditakutkan bu sofia menjadi tidak tegas?
Kukun Sabarno
adam atau arman yang bukan anak kandung. seolah ada yang ditutupi ibu sofia
Ayunda
ibu yg gila
Ayunda
mertuanya kok jahat sich
ayu cantik
suka
Marina Tarigan
lanjut menyimpulkan sesuatu Rania dari dulu kamu diam sehingga mertuamu yg konyol itu bertindak sesuka hati
Marina Tarigan
lanjut aku tertswamelihat ibu dirhaka ini demi nama baik dia menghancurkan anaknya dendiri Raina sdh sakit hati padamu ibu
Marina Tarigan
suka hati ya jenny kRena kebenaran ttp disemnunyikan mudah 2 an Rania diperkosa Arman fgn brutal baru taji rasa
Marina Tarigan
ibu ini kok terus sembunyikan kebenaran Raina sdh cerai menurut agama haha ini cerita dong dixunia nyata tak ada itu penulis obrak abrik perasaan pembaca yg tolol semua
Marina Tarigan
jgn takut Rania sesydah 3 bla pernikahanmu sdh selesai dlm segala hal tak ada urusan apapun dgn Arman lawan terus kalau dia berbuat kurang ajar laporkan pd suamimu
Marina Tarigan
semoga Arnan dan Adam saling membunuh dua2 meninggal supaya ibunya sangat puas ibumu itu perlu di rukiah zAdam dia ibu gila kamu disakiti ibumu atau kamu anak angkat
Marina Tarigan
pergi bawa anak istrimu Adam ibumu sm Arman sdh gila jgn nanti dia sakiti Rania dan anak2mu karena ibumu psikopat
Marina Tarigan
untung saja tepat waktu Adam datang menyelamatkan Rania dari kebiadapan Arman ibu biadap mereka awal malapetaka akan hadir dikeluargamu ibu biadap
Marina Tarigan
biarkan saja Rania apa salahnya jgn menyakiti dirimu sendirihari esok maggggĥ
Marina Tarigan
ibu sinting kaliber kakap tdk punya aturan dan adap egois kalau mertuaku begitu sdh sejak awal memaksa kehendak terus pasti nampan itu sdh kulempsrkan nampan itu ke mukanya jaga privasi orang ibu walaupun anak kita
Marina Tarigan
lanjut
Marina Tarigan
anaj yatim piatu selalu jadi korvan keserakahan orang2 berduit dunia ini tempat deraian air mata orNg lemah
Marina Tarigan
ibu yg sangat menghancurkan hati anaknya. Adam dan Rania nikah bisa rupanya tan tahu wajah orangnya pernikahan apa itu pernikahan monyet kalau si Arman covok meninggal saja karena tadi sebelum pergi dia sempat mengancam kasar dan melecehkan kasar Rania yg jadi korban disini
Marina Tarigan
kasihan zRania ditipu ibu mertua nikahnya seharusnya sm zAdam kok dinikajkan sm Arman semoga Arman meninggal pd kecelakaan itu dan kabur kamu Rania kamu akan menderita menikah dgn orang yg tdk mencintai kamu dam tdk kamu cintai
falea sezi
ibunya oom
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!