Sebuah pernikahan memang semua orang memimpikan itu . Namun bagi anak SMA di minta untuk menikah di usia muda . Apa bisa ?
Bahkan mungkin saat ini yang ada dalam pikiran mereka . Nanti nongkrong dimana sehabis pulsek (pulang sekolah ). Nanti lulus sekolah lanjut dimana .
Tapi memang ada hlo . Gama , memang harus sudah di takdirkan menikah muda dengan gadis yang memang susah sekali di atur . Alesya .
nantikan terus dan baca ya .. harus . dukung juga othor biar semangat .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BaB 23
Alesya merapikan bajunya kedalam koper . Tidak hanya baju melainkan perlengkapan p3k dan juga lainnya . Alesya sibuk kesana dan kemari . Mencari cemilan dan juga minuman untuknya nanti . Karena mereka satu minggu di sana .
" Non butuh apa lagi ? Biar bibi bantu " ucap Bibi.
" Enggak usah bi . Biar saya saja . Bibi lanjut kerja saja " ucap Alesya tidak mau merepotkan . Karena Alesya sudah terbiasa melakukan semua sendiri .
" Biar Bi. Biar belajar jadi ibu rumah tangga yang baik " ucap Gama yang baru saja pulang . Padahal jam sudah menunjukkan jam 7 malam .
" Kalau suami pulang itu di sambut . Di ambilkan minum " ucap Gama terus menggoda Alesya .
Alesya melirik kesal ke arah Gama . Tapi Alesya meraih gelas dan menuangkan segelas air kepada Gama .
" Silahkan suami ku " ucap Alesya tersenyum malas .
" Ini " ucap Gama .
" Buat gue " tanya Alesya menunjuk dirinya .
" Bukan buat bibi " ucap Gama .
" Gue mau . Inikan minuman di kafe sebelah . Kemaren gue pesen ini tapi katanya habis " ucap Alesya .
Gama mendapat laporan jika banyak yang menginginkan minuman itu . Dan juga Alesya salah satunya . Gama tahu jika Alesya tidak mendapatkan minuman viral itu . Saat itu Gama sedang berada di sana .
" Sama sama " ucap Gama .
" Makasih ketos " ucap Alesya .
Gama lalu naik ke atas menuju kamarnya . Gama sudah merasa lelah sekali menyiapkan acara kemah nanti .
Alesya masih memeriksa peralatan apa saja nanti yang akan di butuhkan .
" Punya gue juga sudah siap ?" tanya Gama .
Alesya mengangguk .
Meskipun Alesya tahu jika mereka di jodohkan . Tapi dengan bersama Gama dia bisa menjadi teman . Dan setidaknya Alesya tidak merasa sendiri . Ya walaupun Gama selalu berbuat jail .
" Istri yang baik " ucap Gama mengacak acak rambut Alesya .
" Tapi lo cek sendirinya . Apa aja yang kurang " ucap Alesya .
Gama mengangguk . Dan duduk di samping memeriksa perlengkapan yang sudah di siapkan Alesya .
" Ini lo juga " tanya Gama menunjuk celana dalamnya .
Alesya mengangguk .
" Gue sadar . Kita memang dekat dan jadi suami istri dadakan . Karena gue juga sekarang lo jadi punya beban " ucap Alesya .
Alesya baru saja mendapat pesan dari Mama Cintya . Dan mengatakan jika bukan karena Alesya semua tidak akan terjadi . Alesya hanya menjadi beban untuk Mamanya .
Tak terasa Alesya meneteskan air matanya . Sekuat apapun dia tetap gadis remaja yang butuh perhatian orang tua .
Gama memberanikan diri untuk memeluk Alesya .
" Lo gadis yang kuat . Tenang sekarang ada gue . Apapun masalah lo cerita ke gue . Jangan di pendam sendiri . Gue suami lo . Dan ingat lo bukan beban . Tapi tanggung jawab gue . Kita menikah memang karena perjodohan . Tapi bagi gue pernikahan itu komitmen dan tanggung jawab . Dan sekarang gue sedang berusaha untuk itu . Dan sorry kalau gue belum jadi suami sempurna " ucap Gama .
Alesya terisak di pelukan Gama .
Setelah cukup lama . Alesya akhirnya merasa lega .
" Gue ngantuk " ucap Alesya .
" Kita bisa memulai dari sekarang . Jangan ada yang di tutupi . Apa yang ingin lo ceritakan cerita ke gue " ucap Gama .
" Iya suami " ucap Alesya .
" Sya " panggil Gama lembut .
" Nggak ada ya Gama . Gue tahu apa isi kepala lo " ucap Alesya
" Kita sudah suami istri " Gama mencoba mengganggu Alesya .
Alesya lalu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut . Tawa Gama pecah dengan tingkah Alesya .
" Mas Gama , Permisi . Ada teman mas di depan . Tadi mau ke atas tapi bibi cegah takut kalau itu " ucap Bibi menggantung .
" Bibi yang terbaik " ucap Gama menepuk lengan bibi .
Gama segera turun menemui sahabatnya . Mereka ternyata berada di lapangan basket .
Alesya tertidur dengan sendirinya . Setelah drama yang Gama buat .
" Ngapain " tanya Gama datar .
" Lo kenapa sih Gam . Masa kita nggak boleh naik " ucap Shaka .
" Gue habis mandi " ucap Gama .
" Ini " ucap Raga menyerahkan proposal yang tadi mereka buat .
Gama membacanya lalu menyetujui proposal itu .
" Sudah ?" tanya Gama .
" Lo kenapa sih buru buru . Kita main dulu sini " ucap Shaka .
" Gue capek . Mau tidur " ucap Gama .
" Gue curiga " ucap Raga .
" Apa ?" tanya Gama .
" Suara gadis di kamar lo . Gue yakin itu bukan Mama Gina " ucap Raga penuh selidik .
" Terserah lo . Mau percaya atau tidak " ucap Gama datar . Dan Gama duduk di kursi yang ada di lapangan basket Gama .
Raga lalu mengangkat bahunya .
" Tangkap raga " ucap Shaka melempar bola .
" Kita tanding sebentar " ucap Shaka .
Gama lalu mengikuti permainan kedua sahabatnya . Daripada mereka akan lebih banyak tanya .
Alesya merasa terganggu dengan teriakan dan tawa di taman belakang .
" Siapa sih berisik " suara Alesya masih terdengar serak .
Alesya berdiri lalu melihat dari jendela kamarnya . Yang langsung mengarah keluar lapangan basket .
" Gila " ucap Alesya .
Alesya lalu menutup jendelanya . Takut jika akan ada yang tahu .
" Jangan sampai mereka tahu . Atau gur bakal semakin punya musuh " ucap Alesya .
Cukup lama mereka bermain . Dan di dalam kamar Alesya masih belum bisa tidur . Terlebih Kirana dan Jeni mengatakan jika mereka sedang berada di rumah .
" Belum tidur ?" tanya Gama yang baru saja masuk .
" Jeni dan Kirana kerumah gue " ucap Alesya .
" Terus " tanya Gama .
" Gue bilang ada di rumah paman " ucap Alesya .
" Sudah tidur . Gue nggak mau besok lo telat " ucap Gama .
" Gue udah tobat " ucap Alesya .
Gama lalu berbaring setelah membersihkan dirinya . Lalu memejamkan matanya .
" Gama " ucap Alesya .
" Gue capek Al . Besok aja ya " ucap Gama .
Alesya benar benar di buat kesal dengan Gama . Alesya tahu apa maksud dari kata kata Gama
Alesya lalu membelakangi Gama . Dan ikut ke dalam mimpi indah .