NovelToon NovelToon
Rumah Untuk Si Bungsu

Rumah Untuk Si Bungsu

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Kantor / Keluarga / Karir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nana Kusumaningrum

Kisah seorang anak perempuan terakhir yang hidupnya selalu di tentukan oleh orang tuanya,dan tidak di beri kesempatan untuk memilih untuk hidupnya.
hingga akhirnya ia pergi dari rumah, dan bertemu dengan seseorang yang mampu untuk ia jadikan rumah dan tempat bersandar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RUSB 23

Haris masih diam dan tak berbicara apapun, ia masih kepikiran soal sang adik, yang melewati masalah gangguan mental itu sendiri, bukannya mendapat dukungan, ia semakin di tekan waktu itu.

" Sudah bang, yang terpenting sekarang kita sudah tau, dan kita bisa mengsuport Nina" Ujar Raynar pada Haris.

" Gue jahat banget yaa Ray, gue selalu mikirin perasaan orang lain, mental orang lain, sampai gue lupa adik juga punya hati" jawab Haris.

" Gue tau kak, pasti di posisi loe juga bingung, do satu sisi loe ikut kata orang tua loe, di satu sisi emang Nina yang sulit bicara akan kebenaran, karena ia terlalu teremehkan" balas Raynar.

" Tapi loe juga harus inget tadi kata Indah, kalau loe harus pura- pura enggak tau masalah Nina, karena Nina juga enggak mau di kasihani, yang dia perlu cuma pengertian loe dan perhatian loe sedikit buat dia, loe bersikap kayak biasanya, namun luangin waktu loe, buat denger keluh kesah nya" Ucap Raynar memberi saran dan mengingatkan apa yang Indah katakan.

" Apa loe beneran serius sama adik gue?" Tanya Haris pada Raynar.

...****************...

Di satu sisi rombongan Nina dan Wira baru saja turun, ada kejadian yang tidak di inginkan tadi, saat sedang turun Nina, Arlo,.Arga dan juga Nina sedang bercanda.

Nina yang tidak tahu salah ambil jalur ia terjatuh dan tergelinding, dan kakinya terkelir, mau tak mau Wira harus menggendong sang adik hingga bawah.

" Lurusin dulu kakinya" Pinta Wira pada sang adik.

.Setelah istirahat sebentar dan sholat mereka lanjut pulang, mereka hanya menggunakan satu mobil.

Di jalan mereka berhenti makan terlebih dahulu, setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka ke solo.

Di pasar Wira sempat berhenti sejenak membeli molen tawangmangu langganan mereka, setelah itu baru mereka melanjutkan perjalanan ke solo.

Pukul Lima sore, mereka sampai di rumah orang tua Nina, karena selama di solo mereka akan menginap di sana .

" Jalan bisa gak?" tanya Wira.

" Aman, kakak duluan aja" jawab Nina, karena sang ponakan tertidur, jadi Wira menggendong kenzie

" Na bisa jalan?" tanya Zeyya.

" Aman mbak, ada porter" jawab Nina.

Nina kemudian teriak memanggil Arlo, yang sedang membereskan barang- barang.

" Arlooooo" teriak Nina.

" Toa, apa ? berisik banget " gerutu Arlo.

" Gendong, kan kamu yang buat aku kayak gini" Ucap Nina.

" Ya udah naik" pinta Arlo.

Nina kemudian naik ke punggung Arlo, dan berjalan menuju rumah, sedangkan Zeyya berjalan di samping Arlo, Arga dan satu ponakan Nina membawa barang- barang.

" Turun lo" ujar Nina kala melihat penjual cilok langganannya sedari kecil.

Arlo kemudian menurunkan Nina, kaki Nina sebenarnya tidak terlalu sakit, namun karena sudah lama tidak hiking dan olahraga, ia sedikit lelah dan mager.

Nina langsung berlari mengejar pedagang cilok langganannya, Arlo dan Zeyya saling pandang kala melihat Nina berlari.

" Ehh babi, Boong yaa..." teriak Arlo ketika sadar.

Namun Nina tak mendengar ucapan Arlo, Ia berlari hingga ke pedagang cilok tersebut.

Sedangkan Arga, Zeyya dan juga Fatimah( ponakan Arlo) tertawa melihat Arlo kesal, karena di bohongi oleh Nina.

" hahahaha setiap naik om selalu kena prank, sama tante Nina" ujar Fatimah kemudian menyusul Nina.

Arlo kemudian berlari mengerjar Nina yang berjalan santai menikmati ciloknya, Zeyya dan Arga juga mengikuti Arlo.

" Ehhh bocil, kurang ajar yaa loe ngerjain orang dewasa" teriak Arlo, berlari ke arah Nina.

Nina yang melihat Arlo berlari ke arahnya, ia berlari ke rumahnya denan cepat.

" berhenti gak bocil" teriak Arlo.

Di depan rumah ia berpapasan dengan. Haris dan juga Raynar yang ingin pergi memancing, untuk menghilangkan stres untuk masalah yang sedang di hadapi mereka.

" Abang tolong, ada gorila ngamuk" teriak Nina bersembunyi di belakang Haris.

" Ada apa sih ?" tanya Haris.

"Tuh bang Nina Boong, tadi dia jatuh katanya kakinya terkilir, tapi liat cilok dia bisa lari" adu Arlo.

Haris yang memang suka jahil meletakkan alat pancingnya dan umpan, ia menaruh tangannya di di pinggangnya, seperti akan memarahi Arlo, yang membuat Nina sedikit lega.

Namun siapa sangka, Haris malah menangkap dirinya, dan membiarkan Arlo untuk menggelitikinya.

Di satu sisi Haris melihat tawa Nina yang tidak seperti biasanya, sedikit lepas dan seperti tidak ada beban.

" Terus lo" pinta Haris.

" cukup, sumpah cukup ampun, geliii hahha" ucap Nina.

" Suruh siapa bohongin orang, tadi Kak Wira juga gendong dia sampai basecamp" ujar Wira.

"ampun dech, janji nanti malam aku jajanin" ucap Nina.

Seketika Arlo menghentikan kegiatannya menggelitiki Nina, Nina akhirnya di bantu Haris untuk berdiri.

"beneran?" tanya Arlo memastikan ucapan Nina.

" Iya, kalau enggak mager " jawab Nina.

" Mager mulu, seret aja kalau mager " celetuk Haris, yang memang kadang suka kesal dengan sifat sang adik yang mageran jika di ajak pergi.

 " Iya... iyaa beneran" sahut Nina.

" Tapi aku yang milih tempat, deal" balas Arlo mengnatungkan tanganya di depan Nina.

" Deal, " jawab Nina menjabat tangan Arlo.

" okey, habis Isya kalau gitu, aku mau bersih- bersih dulu" ujar Arlo kemudian masuk kerumahnya yang tepat di samping rumah Nina.

" Ya udah bang, aku masuk dulu haus, mana cilok ku jatuh lagi" pamit Nina menatap cilok- cilok nya yang berserakan.

" Ya... sana mandi, jangan tidur kamu, nanti di amuk beneran sama Arlo" balas Haris.

" Iya bawel, dah bang, mari pak" pamit Nina.

" nduk" panggil Haris.

Nina lalu memutar balik ke arah abang nya, namun ia melihat interaksi mencurigakan dari abang dan juga bos nya tersebut.

" Ninaaaa..... " teriak Wira dari dalam rumah.

" mampus, habis ini telinga aku bisa- bisa merah nih" ujar Nina .

...****************...

Halo semuanya, bantu like,komen follow dan vote yaa... jangan lupa beri rating juga.

maaf kalau alur nya masih ancur author akan memperbaikinya.

1
Nana Ningrum
luar biasa
Elly Maryani
semangat bang Ray rebut hati Nina,,jgn kalah ma bawahan🤭...up tiap hari ya Thor,bagus ceritanya
Makhfuz Zaelanì
lanjut thor
Makhfuz Zaelanì
ini ga ada kelanjutan kah thor
Nana Ningrum: ada dong readers, di tunggu yaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!