Akibat terlalu baik sama seseorang yang tak cukup dekat, membuat ia harus terjebak dengan kisah satu malam yang rumit.
hingga suatu ketika benih itu tumbuh dirahim nya, ia meminta pertanggung jawaban tapi apa yang ia dapatkan.
" gugurkan saja kandunganmu! aku tak akan menikahi mu!" ucap seseorang dengan tegas, rahang otot ny terlihat, mata nya yang lebar tampak melotot.
*****
beberapa tahun kemudian ia bertemu kembali dengan laki-laki itu, tapi ia tampak berbeda, dia berubah, berusaha mendekati anak nya dan diri nya?
lalu gimana kelanjutan nya cusss baca!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pinkky_11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tanpa rasa
Lia menuangkan nasi goreng buatan nya kepiring anak nya. " mau tambah mentimun?" tanya lia.
" ini saja udah cukup bu, hari ini bekal apa aku?" tolak nya halus,lalu ia menyuapkan sendok nya ke dalam mulut nya.
" tadi ibu buatin pancake coklat kesuakaan naura." jawab nya, tangan nya membersihkan piring yang sudah kosong diatas meja nya, kemudian ia menaruh nya di westafel, biar nanti mbk yuyun yang mencuci nya.
Lia mengambil Tempat bekal yang sudah ia siapkan," ini, ibu masukkan kedalam tas ya." naura mengangukan kepala nya sebagai jawaban.
" jangan pulang sendiri, nanti ibu jemput!" peringatan nya, sebenarnya juga ada pak mamat yang jemput tapi dikarenakan hari ini ia meminta libur jadi dia yang mengambil ahli sementara.
" iyaa ibu." jawab nya, makanan naura habis, ia lalu mendorong kursi nya kebelakang, manaruh nya di westafel.
Sebelum meninggalkan meja makan, lia berpamitan lebih dulu ke anak nya untuk bersiap-siap.
Setelah beberapa menit, Lia sudah siap dengan tas, dan macbook nya. kunci mobil sudah berada ditangan nya, tinggal berangkat bersama anak nya." sayang, ayo."
Naura berdiri dari tempat duduk nya, berjalan kearah sang ibu, tidak lupa membawa tas ransel nya." ibu.... Nanti jemput nya jangan telat yah." ujar nya berwanti-wanti, ini juga alasan naura tidak suka jika dijemput sama ibu nya karena sering banget telat.
" pak mamat kok lama libur nya bu?"
" karena ada tetangga nya yang punya hajat, dia bantu-bantu naura." jawab nya, tangan nya membuka handle pintu mobil,lalu naura masuk kedalam mobil.
saat lia sudah masuk kedalam mobil, kemudian ia menjalankan mobil nya. " ibuu..." panggil nya, ia menoleh kearah wanita yang dipanggil ibu itu. " emmm." ingin mengucapkan sesuatu tapi ia tahan, ingin bertanya tapi ia takut.
" ada apa sayang?" jawab lia, pandangan nya masih fokus kedepan. " ada yang mau ditanyakan?"
" enggak jadi." jawab nya dengan berasamaan mobil itu berhenti didepan sekolahan nya.
Kerutan sama didahi, membuat naura semakin ingin keluar, hingga ia manarik tangan ibu nya, menyalami nya, kemudian mengucapkan salam." ibu hati-hati ya." ujar nya.
Belum sempat ia menjawab, anak nya sudah pergi terlebih dahulu." tumben, apakah ada kaitan nya dengan kemarin?"
**
Meeting yang berlangsung satu jam, kini telah usai, kursi-kursi sudah mulai ditinggalkan sama pemilik nya, hingga kini menyisakan dia dan dimas." gimana sudah ketemu?" tanya nya
" sudah, tapi..." dia tak mengenali nya, lanjutan nya dalam hati.
" tapi apa, dia tidak mengenal loe? kalau sudah dikasih kesempatan gini, ini waktu nya loe meluluhkan hati nya."
" tak segampang itu dim, apalagi lia yang terlihat seperti membatasi nya." ujar nya, pertemuan kemarin berlangsung baik, tapi lia seakan-akan mengenggam anak nya, ia seakan memberi isyarat kepada anak nya bahwa dia orang jahat.
" dia mungkin takut, kalau loe mengambil anak nya." spontan tapi ada benar nya.
" dari sini loe juga harus menyakinkan ke dia bahwa loe tidak akan mengambil hak nya, dan sekedar hanya ingin bertemu, bermain dengan nya. atau mungkin loe punya tujuan lain, tidak hanya ingin meluluhkan hati anak nya melainkan ibu nya juga." goda nya.
" tapi kalau difikir juga, mau gimanapun juga ditetap anak ibu nya, kan dia hamil diluar nikah." kalimat terakhir yang dengan ucapan lirih, tapi berasa tusukan nya dihati andito.
" serius loe enggak ada rasa sedikitpun ke ibu nya?" kali ini bertanya dengan serius, mengahlikan nya, berjalan menuju lift.
Wajah andito masih tetap datar, ia dan dimas masuk kedalam lift itu, lalu menekan tombol nomor lima." emm... sejauh ini belum ada rasa sih, iya biasa aja karena memang dulu juga ngelakuin hal itu tidak disengaja dim."
dimas tertawa tipis." gila ya loe, bisa ngelakuin hal begitu tanpa cinta, tanpa rasa, apa enggak hambar tuh diranjang."
" enjoy aja." jawab nya yang bersamaan dengan denting lift berbunyi.
*
*
*
Hallo, jangan lupa di like dan komen banyak-banyak yah🥰
dan mulai saat itu aku gk sembarangan deket laki,. kl anakku dah oke baru aku serius tp kl anakku gk suka ya udah gk maksa. krn anak lbih penting Dr apapun.