NovelToon NovelToon
Kau Ambil Calon Suamiku Ku Nikahi Pria Idaman Mu!

Kau Ambil Calon Suamiku Ku Nikahi Pria Idaman Mu!

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Cintapertama / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:52.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

Nuraa tersentak, di tangannya ada sebuah undangan pernikahan yang baru saja di kirim oleh seseorang entah siapa, mungkin saja seorang kurir. Nuraa tertegun memandangi 2 nama di bagian depan dari undangan tersebut. 2 nama yang sangat Nuraa kenal, bahkan kedua nama tersebut memiliki tempat istimewa di hatinya.
"Bagaimana mungkin? Tidak!" teriak Nuraa.
"Tidak mungkin mereka menikah." Undangan itu pun lolos begitu saja dari tangan Nuraa, bersamaan dengan tubuhnya yang merosot dan luruh ke lantai.

Penasaran dengan kelanjutan kisah Nuraa?

Ikuti terus dengan membaca novel ini yaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

"Jangan harap kamu bisa lepas dari aku dengan mudah." Kevin berdiri sambil mengancingkan kembali celana jeansnya, setelah puas dengan pelepasan yang ia rasakan.

Berlalu pergi begitu saja, meninggalkan Vivi yang masih terkulai lemas karena perbuatan Kevin padanya.

Dengan sisa tenaganya Vivi berusaha untuk bangkit dan duduk.

"Kevin siiiiaaaalaaannn!" teriak Vivi dengan kuat.

"Ini semua gara-gara Nuraa, aku gak akan biarin kamu bahagia bersama kak Aska, kalo aku gak bisa dapetin kak Aska, kamu pun gak boleh," lirih Vivi, mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat.

———————

Hari berikutnya...

Nuraa kembali menjalani aktifitasnya seperti dulu, menjaga butik miliknya sendiri.

Sementara Rahardian mulai mengecek satu persatu restauran milik mendiang kaka iparnya.

"Selamat pagi bu Nuraa." Sapa karyawan butik Nuraa, membukakan pintu untuk bosnya tersebut.

"Pagi Ran," balas Nuraa, ramah.

"San... tolong antarkan laporan penjualan ke ruangan saya ya," ujar Nuraa saat melewati ruangan kasir di butiknya.

Nuraa masuk ke dalam ruang kerja miliknya, menghempaskan tubuhnya, duduk ke atas kursi kerja.

Nuraa menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kuat.

"Semangat Nuraa," katanya.

Beberapa menit kemudian terdengar ketukan pintu dari luar ruang kerja Nuraa.

"Masuk," seru Nuraa.

"Saya mau antar laporan penjualan, Bu." Sinta menyerahkan laporan tersebut kepada Nuraa.

"Terimakasih, Sin. Kamu boleh kembali kerja," balas Nuraa.

"Hmmm anu, Bu," ujar Sinta, ragu.

"Kenapa? Apa ada masalah butik selama saya gak di sini, Sin?" tanya Nuraa.

"Bukan itu, Bu. Aa-nu di luar, iii-tu—"

"Apa sih Sin, ngomong yang jelas," sela Nuraa.

"Di luar ada pak Kevin, Bu," seru Sinta dengan satu tarikan napas.

Ia khawatir menyinggung perasaan bosnya tersebut, seluruh karyawan butik Nuraa sudah mengetahui masalah yang terjadi antara Nuraa dan juga Vivi.

Nuraa menghela napasnya.

"Kamu keluar dulu, sebentar saya menyusul," kata Nuraa.

Sinta pun bergegas keluar dari ruangan Nuraa.

"Apa Nuraa bersedia ketemu saya, Sinta?" tanya Kevin saat Sinta baru saja keluar dari ruangan Nuraa dan melewatinya.

Sebenarnya ia bisa saja langsung menerobos masuk, tapi Kevin tidak mau melakukan hal itu, ia tidak ingin Nuraa semakin membenci dirinya.

"Saya kurang tau, Pak Kevin. Bu Nuraa cuma menyuruh saya untuk keluar dulu," jawab Sinta.

Kevin pun kembali duduk di sofa yang memang di sediakan untuk pengunjung butik Nuraa.

10 menit berlalu tapi Nuraa belum juga keluar dari ruangannya untuk menemui Kevin.

Kevin mulai gelisah, ia terus saja meremas-remas tangannya sendiri, Kevin pun tidak sabar lagi, bersamaan dengan Kevin yang bangkit dari duduknya, Nuraa berjalan keluar dari ruangannya.

Senyum di wajah Kevin terbit, saat melihat wanita yang ia cintai berjalan ke arahnya, berbeda dengan Nuraa, ia menghampiri Kevin dengan wajah yang datar.

"Kita bicara di luar," kata Nuraa, acuh.

"Kenapa di luar Raa, kenapa gak di dalam ruang kerja kamu aja," balas Kevin.

"Kamu mau bicara apa gak? Kalo mau bicara ya harus ikutin aku," imbuh Nuraa.

"Ya ya baiklah, asalkan bisa bicara baik-baik sama kamu," kata Kevin pasrah.

Kini keduanya sudah berada di luar butik Nuraa.

"Apa yang kamu mau sampaikan?" tanya Nuraa tanpa menatap ke arah Kevin.

"Kamu gak cape, kita ngobrolnya berdiri kaya gini? Ayo kita ke kafe di seberang sana." Kevin menunjuk ke arah kafe yang ada di seberang jalan butik Nuraa.

"Gak perlu! Aku belum tua sampe gak kuat untuk berdiri lama," jawab Nuraa, acuh.

"Ayolah Raa, kali ini aja kita bicara baik-baik, lagian gak bagus di lihat sama pengunjung butik kamu dan juga karyawan-karyawan butik kamu," timpal Kevin.

Nuraa akhirnya menuruti permintaan Kevin, dengan syarat Kevin berjalan lebih dulu.

"Kita udah duduk, sekarang apa yang kamu mau bahas? Harusnya udah gak ada lagi yang perlu di bahas, semuanya udah jelas, hubungan kita juga udah berakhir."

"Tolong jangan mempersulit semuanya Kevin, aku cape banget, sebentar lagi kamu akan jadi seorang ayah, sebaiknya kamu fokus sama Vivi dan calon bayi kalian."

"Berhenti ganggu aku dengan alasan apapun," tegas Nuraa.

"Raa... Vivi gak hamil," lirih Kevin.

Sejenak Nuraa menampakkan ekspresi terkejutnya, tapi kemudian wajah Nuraa kembali menjadi datar.

"Itu bukan lagi urusan aku, yang jelas hubungan kita sudah berakhir, dan aku sekarang sudah bersama dengan kak Aska."

"Apapun alasan kamu, aku gak akan kembali lagi bersama kamu, Vin."

"Raa belum terlambat untuk kita memperbaiki hubungan ini dan memulai semuanya dari 0, tolong kasih aku kesempatan sekali lagi, aku mohon Raa," lirih Kevin, memelas.

"Vivi beneran gak hamil Raa, semua ini cuma salah paham aja, ternyata tespek yang dia pake waktu itu rusak, lagian aku juga gak pernah melakukan apapun sama Vivi di luar batas apalagi sampai bikin dia hamil, Raa."

"Ini semua cuma salah paham, aku mohon Raa, balik lagi sama aku, kita mulai semuanya dari awal ya." Kevin mencoba menggenggam tangan Nuraa, tapi Nuraa menarik tangannya dari atas meja.

"Apa mungkin dari awal Vivi gak benar-benar hamil ya, dia sengaja melakukan hal ini untuk merusak hubunganku dengan Kevin."

"Kalo aja aku gak tau rahasia Vivi tentang perasaannya sama kak Aska, mungkin aku bakalan jadi wanita yang bodoh, mau menerima kembali Kevin."

"Gak! Aku bukan wanita yang bodoh, aku gak akan biarin kamu menang Vi."

"Ini pasti karena kak Aska pilih aku," bathin Nuraa.

"Raa... Raa...." Kevin melambaikan tangannya di depan wajah Nuraa yang di lihatnya seperti sedang melamun.

"Ternyata kamu di sini Nuraa, saya cari ke butik gak ada, Sinta bilang kamu dan Kevin di sini," ucap Aska yang tiba-tiba saja sudah berdiri di belakang Kevin.

Nuraa tersadar saat mendengar suara Aska, Nuraa tergagap dan langsung berdiri cepat, sementara Kevin pun melakukan hal yang sama.

Kevin memandang sinis ke arah Aska yang kini sudah berpindah berdiri di samping Nuraa.

"Kak Aska... tolong jangan salah paham," lirih Nuraa memandangi Aska dengan raut wajah bersalah.

Aska menatap sejenak Nuraa, kemudian berkata.

"Apa yang kalian berdua bicarakan?" tanya Aska.

"Bukan urusan kamu! Sebaiknya kamu pergi dan berhenti berkhayal bisa bersama Nuraa, karena setelah ini saya dan juga Nuraa akan kembali bersama," balas Kevin, menggebu.

Mendengar kata-kata Kevin, Aska kembali menatap ke arah Nuraa yang ada di sampingnya.

Nuraa geleng-geleng kepala, berharap Aska mengerti tanpa perlu di jelaskan.

Aska beralih menatap tajam ke arah Kevin.

"Apa Nuraa sudah menyetujui hal ini?" tanya nya lagi.

"Tentu, Nuraa sangat mencintai saya, tentu Nuraa akan kembali bersama dengan saya, apalagi Nuraa sudah tau, antara saya dan Vivi hanyalah salah paham, Vivi tidak benar-benar—"

"Cukup Kevin!" Teriak Nuraa, menyela ucapan Kevin.

"Kamu...."

Bersambung...

1
D_wiwied
endingnya koq gantung ya rasanya
Dhira: coba deh baca novelku yg judulnya pembalasan senyap sang istri sah kak...kali aja suka sama alur ceritanya hehehe...
total 3 replies
D_wiwied
si aska ini jd lelaki krg tegas, gampang bgt terpengaruh, untung aj Nuraa udh cinta jd bs menerima
D_wiwied
go kepin, segera ambil diary vivi, baca isinya apa aja
D_wiwied
karena Nuraa nunggu pria yg benar2 tepat, bahagia selalu ya kalian berdua Azka Nuraa
D_wiwied
apalah daya jiwa missqueen ku meronta rontaaaa 😆😆
Dhira: 🤣🤣🤣🤣 wkwkwkw
total 1 replies
D_wiwied
kalo sampe percaya berarti kamu mmg bodoh Ka
D_wiwied
apa hakmu nglarang2
D_wiwied
bunda lupa klo punya anak kandung mlh lbh mentingin si anak tiri yg gatau diri, heran deh koq bisa ya berlaku tdk adil bahkan selalu negatif thinking sm anak sendiri 🤔😠
D_wiwied
Nura nya emang pingin dihukum tu 😁
D_wiwied
heeehhh terus yg kemarin di apart apa piiin, amnesia ya kamu pake ga ngaku udah ena2 ma vivi
D_wiwied: sama2 kak, aku baru nemu novel ini ceritanya bagus so far 👍
total 2 replies
D_wiwied
yaa begitulah cewek, baju selemari tp bingung pake yg mana 😆😁😁
Rismawati Damhoeri
kenapa nggak ke rumah nuraa aja?, kan punya rumah mewah juga, suka2 mau ngapain berdua, drpd satu rumah 3 kk
Dhira: makasih yaa udah luangin waktu buat baca novel aku...trimakasih kak hehehe
total 2 replies
Astri Maulina
novelnya bagus kak ... semangat ya
Dhira: terimakasih kak...baca novel aku yang lain juga dong hehehe...kalo lagi banyak waktu luang yaa..
total 1 replies
D_wiwied
lepasin aja si kepin, mup on cari lg yg lain yg lebih segalanya dr si mantan
D_wiwied
rubah licik
D_wiwied
tadinya masih mikir jangan2 kepin dijebak sm vivi, ternyata... kepin ta sepolos yg ku kira 🤭😱
Nur Hafidah
belum sadra juga kebangeten ibunya aska,kasihan evelyn dirumah sendiri malah diabaikan demi anak pungut ratu drama
Nur Hafidah
kenapa ibu dan ayahnya azka belum sadar juga siapa vivi sebenarnya ya,yang suka drama
Nur Hafidah
Selamat nura semoga samawa
Nur Hafidah
makanya jadi orang jangan jahat kamu vi,kena juga kan dikerjain sama si kevin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!