Follow IG @samar_jenny1
Zia adalah gadis yang membenci perjodohan, itu menjadi sebuah prinsip yang dijalani. Zia sudah mempunyai kekasih mereka saling mencintai, namun sayang cinta mereka tidak mendapat restu dari orang tua.
Justru tanpa perundingan ia dijodohkan dengan lelaki pilihan sang ayah. Untuk membayar jantung, yang didonorkan seseorang.
Zia bagai menelan pahit di satu sisi ada orang tuanya, di sisi lain ada kekasih yang ia cintai. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya terjerat cinta segitiga. Di dalam perjodohan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kelemahan
Zia berusaha menolak perintah Raka.
Karena dia tidak ingin di rumah bersamanya.
"Tapi... aku harus bekerja hari ini banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan."
"Apa kau lupa lagi? Siapa aku? Yaitu dalah pemilik perusahaan tempatmu bekerja. Kapan saja aku bisa memecatmu menjadikanmu gelandangan!"
Zia langsung terperanjat kaget mendengar perkataan Raka yang menggentarkan jiwa dan raganya. Kalau dia dipecat bagaimana bisa menghidupi kedua orang tuanya. Tidak!
"Tidak! jangan pecat aku. Aku mohon!' Zia memohon kepada Raka seperti anak kecil dengan menyatukan kedua tangan nya dan memasang wajah melas.
"Kalau begitu turuti kata-kata ku. temani aku di rumah hari ini!" ucap Raka
"Seperti nya dia tau kelemahan ku. Dia tau kalau aku tidak bisa menolak kalau menyangkut kehidupan peruanganku." Zia berkata dalam hati sambil menggerutu.
"Aku tau, kamu pasti mau menemui kekasih mu itu kan? apa kamu lupa kamu ini istri siapa? kamu itu istri ku!" kata Raka.
"Tapii.." kata kata terhenti
"Aku tidak peduli itu kekasih mu atau bukan yang pasti mulai sekarang tinggal kan dia! kalau aku melihat mu bersama nya lagi aku akan berbuat yang tidak kau duga, dan kau akan menyesali nya seumur hidup mu itu!" Raka berdiri dari kursi lalu tersenyum licik. Meninggalkan Ziara yang masih bengong dengan ancaman nya.
Ziara mencoba menghilang kan rasa takut nya dengan meneguk air minum yang ada di hadapan nya.
tukan dia mengancam ku lagi.
kenapa aku harus menikah dengan laki laki pembawa bencana seperti nya!
" Aku tidak tau sehari ini, aku akan seperti apa, pria ini sungguh membuat ku sangat muak." gumam Ziara
Tak lama selang berapa menit Ziara belum berdiri dari kursi nya.
Suara bel rumah ber bunyi Sari yang mendengar nya pun segera bergegas akan membukakan itu.
"Kamu mau kemana sari?" tanya Ziara
"Saya akan membuka pintu Nona" ucap Sari
"Biarkan aku saja, kamu makan saja dulu oke."
Ziara segera berdiri dan berjalan kearah pintu lalu dia membuka pintu.
Taraa siapa yang datang? yang datang adalah Meysa guys.
"Kenapa lama sekali membuka pintu! kaki ku sampai kesemutan." ucap meysa dengan kesal.
ya ya ya.... aku lebih senang kalo kakimu bukan hanya kesemutan.
tapi aku lebih sangat senang kalau wajah mu yang di urungi semut ciihh. ziara.
"Maaf karna Sari dan yang lain sedang makan tadi." kata Ziara
"Sari!? siapa sari? tanya meysa dengan wajah jutek nya.
"Sari adalah orang yang bekerja di rumah ini." jawab Ziara dengan malas.
"Bahkan kamu sangat akrab dengan pelayan. Dan tentu saja kamu akrab dengan mereka, kalian tidak jauh berbeda kalian sama-sama dari kalangan rendahan." Meysa mentap sinis Ziara dengan tanganya di lipat di perut dan satunya memegang tas branded.
"Jangan kamu pikir ya tuan Raka menjadi kan kamu istrinya selamanya. Yah.. paling kalau dia sudah merenggut mahkota mu itu dia akan meninggal kan mu begitu saja! Tuan itu tidak pernah mencintai wanita dia hanya memper main kan para wanita saja. kasian sekali kamu"
setelah menghina Ziara Mesya pergi menuju ruang kerja. karna Raka tadi sudah menghubungi nya dan menyuruh langsung ke ruang kerja.
"Berani nya dia berkata seperti itu dasar nenek sihir! akan ku balas kau kalau waktu nya tiba." Ziara mengumpat kesal.
Ziara pun masuk ke dalam rumah dan melihat meysa berjalan menuju ruang kerja.
"Bahkan dia berjalan seperti ratu di rumah ini.
kira kira mereka sedang apa ya di dalam sana? Ziara penasaran dan mendekat ke ruang kerja, namun pintu nya tertutup Ziara mencoba menguping di balik pintu, menempel kan telinga nya di pintu.
Tiba tiba, suara pintu terbuka Ziara terperanjat kaget bahkan dia hampir ter jatuh ke dalam ruangan. Raka yang melihat kelakuan Ziara ingin tertawa namun dia menahan nya karena dia harus mempertahan kan wibawa nya.
"Sedang apa kamu disini?!" Raka bertanya dengan wajah dingin nya.
Terlihat Ziara menggaruk kepala yang tidak gatal
mampus! dah aku
"Eemmm ak, aku... oh, iya aku akan menawari kalian minum! iya minum!" Ziara menjawab dengan gugup.
"Tidak usah repot repot, temani saja aku didalam bersama meysa." ajak Raka.
A**pa dia menyuruh ku di dalam bersama nenek sihir itu ciih.
"Tapiiii. aku.."
Tanpa mendengar kan kata kata Ziara.
Raka langsung menarik tangan Ziara untuk masuk ke ruang kerja.
terlihat Meysa sangat kesal dengan kedatangan Ziara.
Ziaara pun duduk di sofa memencet Hpnya karna tidak mau terlihat bingung disana.
Raka duduk di kursi kerja nya dan meysa berdiri di samping Raka terlihat sibuk memberikan laporan ke Raka.
Ziara membuka chat nya dan benar saja, banyak sekali chat masuk dari Rio.
Ziara sebelum membaca chat dia melirik kearah Raka.
Setelah melihat Raka sedang sibuk dengan tumpukan berkas-berkas itu. dia membuka pesan dari Rio dan ternyata Rio mengirim foto foto kenangan mereka saat di pantai dulu.
Bersambung....